
setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit, akhirnya Marvel sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
"pak Marvel sudah boleh pulang, tapi harus tetap istirahat full selama satu Minggu kedepan" ujar dokter.
"terimakasih dokter, saya akan pastikan suami saya istirahat full dirumah" celetuk Zahra sembari menoleh ke arah Marvel.
Zahra dan Marvel pun pulang menuju kerumah mereka, rasanya rindu sekali suasana rumah sudah satu bulan sejak mereka liburan sampai terjadinya kecelakaan mereka tidak pulang kerumah.
"aaaah sampai juga kita dirumah" ujar Zahra lega.
"sayang kita udah lama ya ngak bobo satu kasur" celetuk Marvel.
"Iyah ntr kita tidur bareng" jawab Zahra.
"sayang bukan cuma bobo bareng'" keluh Marvel yang istrinya tak peka dengan perkataannya.
"terus?" tanya Zahra yang memang tak mengerti maksud Marvel
"aku mau sayang" rengek Marvel seperti bocah kecil.
"mau apaan siih?" tanya Zahra mulai bingun dan berfikir.
"oooh aku ngerti" teriak Zahra
"tapi kamu masih sakit tau, belum boleh gerak banyak dan cape" lanjut Zahra
"aah kamu mah begitu" Marvel cemberut.
"okeh nanti kita coba perlahan ya sayang, jangan terlalu agresif" ujar Zahra memperingatkan.
"Iyah janji gak agresif" jawab Marvel.
"okeh" Zahra menyetujui.
__ADS_1
"liat ajah boleh kan?" kata Marvel yang membuat Zahra menjadi kesal sekaligus tertawa kencang.
mereka berdua bercanda didalam kamar sampai tawanya terdengar keluar ruangan.
tok tok tok
terdengar suara ketukan pintu.
"Marvel, Zahra" terdengar suara memanggil nama mereka.
Zahra pun langsung bergegas untuk membukakan pintu kamar.
"Iyah sebentar" teriak Zahra sambil menghampiri pintu kamarnya.
clek
"omma" Zahra terkejut omma Marvel berada dirumahnya bahkan sudah didepan kamar nya.
"ada omma didalam" jawab Zahra
"kalian berdua turun lah" omma meninggalkan Zahra yang masih berdiri tegap di samping pintu kamar.
"kamu tunggu disini dulu, mereka akan turun" kata omma pada seseorang.
dikamar Zahra dan Marvel.
"sayang ayo turun ada omma, sepertinya omma bersama seseorang tadi aku dengar omma bicara mempersilahkan duduk" ujar Zahra.
Zahra dan Marvel pun turun untuk menemui ommanya dan melihat siapa tamu yang datang bersama omma.
"omma" sapa Marvel sambil terkejut melihat seseorang yang bersama ommanya.
"hai Marvel" sapa wanita itu.
__ADS_1
"hai Olivia" sapa Marvel.
tamu yang bersama omma adalah Olivia, Zahra dan Marvel bingung mengapa Olivia bisa bersama ommanya.
"Olivia ini anak dari kerabat omma, kebetulan dia mengenal kalian jadi dia ingin melihatmu Marvel" jelas omma.
"silahkan duduk dan di minum" Zahra mempersilahkan Olivia duduk.
sebagai pemilik rumah Zahra sangat terkejut dengan kedatangan Olivia, selama ini Marvel dan Zahra sengaja menyembunyikan kediaman mereka dari orang-orang yang tidak terlalu berkepentingan dengan mereka, namun kini seorang tamu tak diundang datang dan tamu itu adalah seorang pembuat onar dalam kehidupan mereka berdua.
"hai Zahra apa kabar?" sapa Olivia.
"baik Bu" jawab Zahra
" nggak usah pake ibu lagi, panggil ajah Olivia kita kan bukan atasan dan bawahan lagi" ujar Olivia dengan nada seperti orang yang sedang menyindir.
"oooh jadi Zahra ini pernah bekerja sama kamu?" ujar omma heran.
Omma Marvel memang tidak terlalu mengetahui identitas Zahra yang sebenarnya karena waktu mereka menikah, Omma Marvel sedang berada di Amerika untuk urusan bisnis dan kehidupan sosialitanya.
"iya Omma Zahra ini karyawan aku dulu, eeeh sekarang nggak nyangka jadi cucu menantunya omma" sinis Olivia.
"maaf Omma, Olivia aku mau istirahat dulu karena hari ini adalah hari pertama pulang jadi tidak bisa terlalu lama menerima tamu" Marvel tau pembicaraan ini hanya untuk membuat Zahra tersinggung.
"baik lah omma pamit dulu" terlihat omma sangat kesal karena Marvel menyuruhnya pulang.
"aku juga pulang" pamit Olivia kesal.
omma dan Olivia pun akhirnya pulang dan Marvel melihat kesedihan di wajah istri tercintanya.
"sayang jangan murung dong, nanti kita kasih tau Omma siapa kamu sebenarnya, pemilik resto terkenal di Jakarta" ujar Marvel.
"nggak apa sayang, lagi pula aku juga belum mengelola resto itu" kata Zahra dengan senyuman tipis di bibirnya.
__ADS_1