
Marvel dan Zahra masih sedikit mengalami kesalah fahamnya yang membuat Zahra mendiamkan Marvel sejak kemarin.
"sayang, jangan diemin aku terus doong" rengek Marvel
Zahra yang sedari tadi sibuk berkutat dengan laptopnya mencari inspirasi untuk acara lamaran sandy dengan Wina.
"naaah siiip bagus niih konsep lamarannya" teriak Zahra.
"sayang siapa yang mau lamaran?" tanya Marvel
"okeh kita siap-siap ke resto" Zahra mabun dari duduknya dan masuk kedalam kamar mandi tanpa menghiraukan Marvel sedikitpun.
"aaah ini semua gara-gara hasutan Olivia dan bodohnya aku termakan hasutan itu" kesal Marvel dalam hati.
wanita yang sejak dulu ia sangat cintai dan kini menjadi istrinya adalah sosok wanita yang tidak mungkin mengkhianati nya namun karena sebuah hasutan membuat Marvel menjadi cemburu buta sehingga tidak berfikir jernih dan membuatnya harus mengalami kondisi seperti sekarang.
"aku pergi ke resto dulu untuk urus kerjaan dan mulai hari ini aku akan bekerja di resto agar aku tidak dianggap wanita pengangguran lagi" pamit Zahra dengan berbicara ketus.
"sayang please maafin aku, aku janji nggak akan seperti kemarin lagi" Marvel buru-buru bersujud di kaki Zahra
adegan melow pun terjadi dipagi hari.
"aku kecewa sama kamu, ternyata hanya sebatas itu rasa cinta dan kepercayaan kamu ke aku" Zahra menitikkan air matanya.
Zahra yang tak menyangka suaminya yang sejak dulu mengejar-ngejar dirinya ternyata bisa terhasut hanya dengan sebuah foto dan juga omongan seseorang yang sudah diketahui memang suka menganggu rumah tangganya.
"sayang aku kemaren begitu bukan karena cinta ku berkurang atau aku yang nggak percaya sama kamu" jelas Marvel.
"kalo kamu percaya sama aku terus kenapa kamu bisa-bisanya berkata seolah aku akan mengkhianati kamu?" Zahra semakin menangis.
"sayang kamu tau kan aku memang selalu cemburu ketika kamu berada didekat Sandy dan kamu pamit sama aku mau ketemu ayah tapi ada foto yang menunjukkan kamu bertemu sama Sandy, itu bikin hati aku panas terbakar cemburu" Marvel terus memberikan penjelasan agar dapat diterima oleh Zahra.
"saat ini aku belum bisa terima penjelasan kamu dan belum bisa memaafkan kamu" tegas Zahra
"kasih aku waktu untuk tenangin diri aku dan jangan bicara apapun" Zahra melepaskan tangannya dari genggaman Marvel dan langsung pergi keluar rumah.
Marvel hanya bisa tertunduk sedih karena semua penjelasannya tidak ada yang diterima oleh istrinya, ia sadar wajar Zahra marah karena mungkin sikapnya kemarin juga menjatuhkan harga diri Zahra dengan mempertanyakan hal itu didepan omma nya terutama di saat itu ada Olivia wanita yang sangat tidak Zahra sukai.
"Ra maafin aku, aku janji akan lebih baik lagi mengendalikan hati ini dan dapat lebih baik lagi memperlakukan mu sebagai istri ku" Marvel berjanji dalam hatinya tidak akan mengecewakan Zahra lagi.
__ADS_1
~Sweet Resto ~
"selamat pagi Bu Zahra" sapa Mia.
"pagi Mia, saya sudah kirimkan konsep acara lamaran pak Sandy ke email Resto mohon kamu chek, print dan kita akan adakan meeting dengan pak Sandy" perintah Zahra saat sampai diruang kerjanya
"wah wah wah anak ayah udah pas banget jadi ibu direktur Sweet Resto" puji ayah Zahra.
"ayah bisa ajah" Zahra tersenyum kecil.
"gitu dong sayang kamu mau kelola usaha keluarga kita" ujar ayah sambil menepuk pundak Zahra
"Zahra masih harus banyak belajar dari ayah karena resto kita kan banyak diberbagai kota dan nggak mungkin aku bisa pegang semua cabang" jelas Zahra dengan suara yang kurang percaya diri
"tenang ajah, Minggu depan pusat resto kita akan ayah pindahkan ke Jakarta, jadi kamu bisa tetap stay di Jakarta" ujar ayah lagi
"serius yah? apa mungkin bisa?" tanya Zahra
"bisa dong sayang dan mereka semua juga sudah siap dengan kondisi ini, semua sudah ayah persiapkan sejak lama" jelas ayah Zahra.
~kondisi rumah olivia~
"hallo, kamu ngapain lagi sih telepon saya" bentak olivia pada seseorang di telpon.
"iiiiish kurang ngajar banget sih itu orang awas ajah kalo sampe ada yang tau kecelakaan itu adalah ulah gue" Olivia bicara dengan nada kesal.
"apa kecelakaan?" Rossa Tante Olivia berteriak
"Tante, sejak kapan Tante disini?" kaget Olivia.
"Tante tanya, apa maksud kamu bilang kalo kecelakaan itu adalah ulah kamu?" tanya Rossa.
"Tante apaan sih pasti Tante salah denger deh" Olivia berusaha menyembunyikannya
"Tante nggak mungkin salah dengar Oliv, atau jangan-jangan kecelakaan yang kamu sebut tadi adalah kecelakaan yang di alami oleh pak Marvel dan Zahra istrinya?" Rossa terus mendesak Olivia
"apaan sih Tante tuh ngaco deh" Olivia terus menghindar
"udah ah Tante bikin mood aku tambah rusak" Olivia meninggalkan tantenya dan masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1
"Olivia, Olivia cepat buka pintunya dan jelaskan semua maksud dari pembicaraan kamu tadi ditelpon" Rossa mengetuk pintu kamar Olivia dan terus berteriak memanggil Olivia.
Rossa memang sangat menyayangi keponakannya itu, akan tetapi ia tidak suka jika Olivia membuat masalah kepada orang lain terutama keluarga Notonegoro, ia sangat tahu konsekuensinya sangatlah besar, dulu ia kehilangan semua project kerjasama dengan PT. Absolute karena perbuatan Olivia sekarang jika Olivia memang penyebab kecelakaan itu ia tidak bisa membayangkan hal buruk apa yang akan menimpa Olivia.
~ Sweet Resto ~
"hai Ra" sapa Sandy yang baru saja datang.
"hai" sapa balik Zahra.
"hmmm sayang ternyata resto pilihan kamu adalah milik keluarga Zahra dan sekarang Zahra yang mengelolanya" jelas Sandy agar Wina tidak salah faham.
"hai mba" sapa Zahra
"hai Zahra" sapa Wina dengan ramah
"langsung ajah kali ya kita mulai meetingnya sebentar lagi masuk makan siang, nanti sekalian makan siang disini dan test food yah" ujar Zahra.
"waaah tanpa test food juga nggak usah diragukan lagi kalo soal rasa" puji Sandy sambil duduk.
"hmm ini konsep yang sudah kami siapkan, ada beberapa pilihan dekorasi, silahkan dilihat-lihat dulu dekorasi dan tata ruangnya" zahra memperlihatkan beberapa gambar dari konsep yang sudah ia susun.
"yang ini bagus ya sayang" ujar Wina pada Sandy.
"kamu suka konsep yang ini?" tanya Sandy
"suka, kita pilih konsep yang ini ajah" ujar Wina
"okeh jadi konsepnya dalam ruangan ya, dan konsep dekorasinya pilih yang nuansa soft pink ya" Zahra mulai mencheklist gambar yang sudah dipilih oleh pasangan yang sedang jatuh cinta itu.
"Oia disini kita juga siapkan gift gitu untuk keluarga yang hadir free untuk kalian dan kami minta daftar tamu nya yang akan hadir berapa orang biar bisa kami persiapkan gift nya" jelas Zahra.
Zahra, Sandy dan Wina masih terus membahas tentang konsep lamaran sandy dan Wina, terlihat keakraban diantara mereka dan tak ada lagi jarak diantara Zahra dan Wina.
#hai para pembaca setia She's my wife, jangan lupa like, komen and jadikan favorit kalian# jangan sampai ketinggalan yaaa, lagi seru jalan ceritanya#
terimakasih kalian sudah membaca novel ku.
mari berkarya bersama dan saling support...
__ADS_1
love u all...❤️
muuuaaach😘