
sekarang Zahra setiap hari selalu pergi ke resto untuk bekerja dan hari ini Marvel juga sudah sehat seperti sedia kala sehingga sudah dapat bekerja kembali mengurus perusahaannya.
"pagi sayang" Marvel mengecup Zahra.
"pagi juga sayang, sarapan dulu hari ini kan kamu udah mulai ke kantor lagi" Zahra menyiapkan sarapan untuk Marvel.
"wooow banyak banget sarannya sayang" Marvel terkejut di meja makan banyak menu sarapan.
"Iyah kamu harus banyak sarapannya, ini ada bubur ayam kamu mau pakai topping apa? ada sate ati, ada cakwe, sate telur puyuh, ada sosis goreng, telur ayam rebus" Zahra menyebutkan semua topping yang sudah ia buat
"aku mau semua tapi dikit-dikit ajah biar nggak terlalu kenyang, nanti aku sampe kantor bukan kerja malahan tidur lagi kekenyangan" Marvel tertawa kecil.
"okeh aku racik dulu toppingnya" Zahra semakin semangat menyiapkan sarapan untuk suaminya.
Zahra dan Marvel sarapan bersama.
~diresto~
"Mia kamu dan Zahra nanti jangan lupa untuk mengurus semua keperluan acara besok jangan sampai ada yang terlewat" ujar ayah Zahra selaku pemilik resto
"baik pak" patuh Mia yang ditunjuk sebagai sekertaris Zahra
"apa Zahra sudah datang?" tanya ayah Zahra pada Mia
"biasanya Bu Zahra datang jam delapan pak mungkin sebentar lagi sampai" jawab Mia
Zahra sebagai manajer resto cukup disiplin karena ia ingin menjadi contoh bagi karyawannya meskinia adalah anak pemilik resto tetap ia juga seorang pegawai yang digaji oleh ayahnya.
"selamat pagi semua" sapa Zahra pada seluruh karyawan resto.
"pagi Bu Zahra" jawab serentak para karyawan.
"Zahra" terdengar suara yang tak asing memanggilnya.
"ayah" Zahra terkejut ayahnya keluar dari ruangannya
"ayah diresto?" tanya Zahra saat menghampiri ayahnya
"Zahra ayah ada yang mau dibicarakan dulu" kata ayah Zahra.
"kita bicara di ruang ayah" lanjut ayah.
Zahra mengikuti ayahnya dari belakang untuk menuju ruang direktur.
"Zahra kamu masih terus selidiki tentang kecelakaan kamu dan Marvel kan?" tanya ayah saat sampai diruangannya
"masih kok yah, kenapa memang?" tanya Zahra
"nggak apa-apa, ayah takutnya kamu sibuk diresto sampai nggak sempat urus masalah ini" ayah Zahra menepuk pundak Zahra.
"tenang ajah Marvel juga udah sehat jadi sekarang dia yang urus semuanya" jelas Zahra.
__ADS_1
"okeh kalo begitu semoga segera ada titik terang dan kamu sama Marvel selalu aman, ayah takut banget nak liat kamu dan Marvel seperti kemarin" ayah Zahra mulai melow.
"ayah tenang ajah ya, kita pasti baik-baik ajah" Zahra meyakinkan ayahnya bahwa mereka pasti baik-baik saja.
setelah berbincang cukup lama dengan ayahnya Zahra kembali keruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya, karena besok adalah hari Sabtu dimana acara pertunangan atau lamaran sandy dan Wina digelar.
"untuk porsi makanan saya minta di tambah 3porsi ya jadi nanti setiap ada yg ambil paket lamaran kita akan kasih free 3porsi untuk lauknya ya" ujar Zahra.
cara bekerja Zahra sangat cekatan dikarenakan ia biasa bekerja cepat dan teliti, teknik marketing Zahra pun sangat baik sehingga bisa memikat customer.
"kursi-kursi disusun tanpa meja dan disana nanti untuk meja prasmananya" Zahra terus memberikan arahan dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan customer nya.
ayah Zahra yang melihat kecekatan dari anaknya sangat bangga dan merasa yakin anaknya bisa diandalkan untuk membesarkan resto milik nya.
~dikantor Marvel~
"selamat pagi pak, maaf ada omma anda ingin bertemu" ujar sekertaris Marvel.
"ooh baik, antar omma saya ke ruangan saya" kata Marvel.
tak lama omma Marvel masuk kedalam ruang kerja Marvel.
"omma" Marvel memeluk ommanya.
"loh kok dia bisa disini juga omma" Marvel langsung melepaskan pelukannya dan bertanya keberadaan Olivia yang ikut ke kantornya
"Omma sengaja bawa Olivia, kali ajah kalian bisa jadi dekat" ujar omma.
"ya dekat jadi teman" ujar omma lagi.
"maaf Omma Marvel nggak bisa punya teman seperti dia" marah Marvel.
"sayang Olivia ini anak yang baik, bahkan dia ikut menyelidiki perkembangan kasus kecelakaan mu loh" kata omma membanggakan Olivia.
"hheh membantu atau mau mengacaukan?" sinis Marvel.
"Vel, aku serius mau bantu kamu" ujar Olivia dengan kata manis.
"maaf aku nggak butuh bantuan siapapun" ujar Marvel dan langsung kembali duduk di bangku kerjanya
tok tok tok...
"masuk" perintah Marvel.
"selamat siang pak, hmm saya mau ada yang dibicarakan serius" bisik Tito asisten pribadi Marvel.
"hmm kita bicara di ruang kerja mu saja" ujar Marvel sambil bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruangannya diikuti oleh Tito.
"omma Marvel kok semenjak menikah dengan Zahra jadi pribadi yang kurang sopan ya" hasut Olivia.
"kamu benar, memang Zahra itu anak dari pemilik resto terbesar diindonesia tapi kalau nggak bagus prilakunya nggak cocok jadi menantu dari keluarga Notonegoro" kesal omma yang terhasut kata-kata Olivia.
__ADS_1
~diruangan Tito~
"pak polisi sudah menemukan siapa yang membuat kecelakaan itu" ujar Tito.
Tito menceritakan semua detai yang telah polisi informasikan kepadanya, dan membuat kegeraman diwajah Marvel.
"panggil polisi segera ke kantor, saya akan menahannya sampai polisi datang" Marvel berjalan dengan kemarahan dihatinya.
mengingat lagi-lagi dia yang membuat onar didalam rumah tangganya dengan Zahra.
sampainya di depan ruangan Marvel menghela nafas panjang untuk membuat ketenangan dihatinya walau sangat sulit baginya.
"omma dan Olivia mau minum apa?" Marvel tiba-tiba bersikap manis.
"naaah begitu dong jangan marah-marah terus" ujar omma yang senang melihat sikap Marvel yang manis.
"kok bisa Marvel bersikap baik dan menawarkan aku minuman" gumam Olivia dalam hatinya.
"hei Oliv kenapa diem ajah, ayo mau minum apa" kata omma
tok tok tok
terdengar pintu ruang kerja Marvel diketuk.
"maaf pak ada yang ingin bertemu" ujar Tito.
"ya udah Marvel omma sama Oliv tunggu di ruang meeting ya" kata omma sambil beranjak dari duduknya
"enggak apa omma dan Oliv di sini saja kebetulan tamu ini juga ingin bertemu kalian" ujar Marvel.
"selamat siang pak Marvel kami dapat informasi terbaru mengenai kecelakaan yang menimpa pak Marvel dan istri" ujar salah satu polisi
"ini surat penangkapan kepada tersangka ibu Olivia" ujar polisi sembari memberikan surat kepada Marvel.
"Olivia maksudnya apa ini?" ujar omma dengan berteriak
"benar omma jadi Olivia adalah otak dibalik kecelakaan aku dan Zahra, dia menyewa orang untuk menabrak kami berdua" jelas Marvel.
omma tercengang mendengarnya, wanita yang selama ini ia banggakan ternyata adalah otak dibalik kecelakaan yang menimpa cucunya.
paaaak tangan melayang tepat di pipi Olivia.
"omma" teriak Olivia sambil memegang pipinya yang kesakitan
"jangan panggil saya omma lagi, kamu ternyata ular berkepala dua, membohongi saya dan membuat cucu kesayangan saya hampir kehilangan nyawanya" kemarahan tak lagi bisa dibendung.
"maafkan omma Marvel telah mengacaukan hubungan mu dengan Zahra, ternyata mama dan papa mu benar-benar mencari menantu yang selevel dengan kita, cantik dan baik hati" omma meminta maaf kepada Marvel karena menyesal meragukan dan bersikap tidak baik kepada Zahra.
"Marvel dan Zahra sudah memaafkan omma" ujar mervel sambil memeluk ommanya.
"silahkan dibawa pak dan adili dia agar mendapat hukuman yang setimpal" ujar Marvel.
__ADS_1
Olivia pun dibawa oleh polisi.