She'S My Wife

She'S My Wife
Dua kebahagiaan


__ADS_3

Zahra terus mendesak kakak iparnya untuk memeriksakan kondisinya agar tau apakah kali ini keajaiban memihaknya atau belum.


"mari ibu ikut saya ke ruang pemeriksaan" kata dokter setelah selesai memeriksa Zahra


"ayo mba, semangat" Zahra terus menyemangati.


Prawita mengikuti langkah dokter dengan ragu-ragu ia takut hasilnya tetap nol, tapi karena Zahra terus mendesaknya ia mau tak mau melakukan pemeriksaan.


"silahkan ibu duduk dulu suster akan mempersiapkan keperluan pemeriksaan dulu" ujar dokter


saat suster mempersiapkan keperluan pemeriksaan, dokter mulai bertanya-tanya seputar kondisi kesehatan Prawita dokter mewawancarai pasien terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi sebelum pemeriksaan agar dapat menyimpulkan dan memberikan penanganan yang tepat.


~dikamar zahra~


"sayang kamu kaya orang gugup gitu sih?" tanya Marvel ketika sampai dikamar perawatan


"mba wit sedang diperiksa dokter obgyn ku sayang, semoga hasilnya baik dan sesuai dengan yang diharapkan" Zahra terus berdoa.


"jadi mau hamil barengan gitu" ledek Marvel


"Iyah bener seru kali ya kalo aku hamil barengan sama mba wit, waaaah aku seneng banget" teriak Zahra sambil membayangkan betapa serunya hamil bareng dengan kakak iparnya


sreeek


pintu ruang perawatan Zahra terbuka, terlihat Prawita masuk dengan kondisi seperti orang yang sudah hilang harapan, seperti tak memiliki tulang dan Zahra yang melihatnya terasa hancur karena dia yang memaksa kakak iparnya untuk melakukan pemeriksaan.


"mba" Zahra langsung meraih tangan wita.


"Ra" raut sedih terlihat diwajah wita.


"mba apa kata dokter" Zahra memberanikan diri bertanya.


wita memeluk Zahra erat dan menangis di pelukan Zahra.


"mba maafin Zahra udah maksa mba buat periksa" Zahra semakin merasa bersalah.


Zahra menepuk-nepuk punggung WITA agar dapat tenang dan bercerita.


"Ra terimakasih berkat kamu mba jadi tau dan mba jadi memiliki harapan" ujar wita sambil mengusap air matanya.


"maksudnya?" Zahra bingung


"mba hamil Ra, sudah jalan lima Minggu" jelas wita sambil tersenyum.


"mba wit serius, nggak bohong kan?" Zahra meyakinkan.

__ADS_1


wita menggeleng kan kepalanya tanda ia tak berbohong.


"mba ini berita besar, ini kebahagiaan yang selama ini ditunggu sama bang cakra, bunda, ayah dan aku juga" kini giliran Zahra yang menitikkan air mata kebahagiaan.


rasa bersalah Zahra seketika berubah menjadi kebahagiaan yang tiada tara, kehamilan kakak iparnya merupakan harapan dan penantian keluarganya.


"ya Tuhan terimakasih engkau telah memberikan kami kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata" ujar Zahra dalam hati sambil meneteskan air mata.


Marvel yang melihat dan mendengar percakapan istri dan kakak iparnya juga terharu, ia mengelus punggung istrinya agar lebih releks, Zahra menatap Marvel dalam seakan berkata "Aku bahagia".


"mba aku sempet takut dan merasa bersalah karena mba terlihat sangat sedih" kata Zahra


"kamu takut ya pasti" tawa jahil wita tiba-tiba muncul.


"mba wit sengaja ya?" tanya Zahra dengan kesal


"mba beneran bahagia sampe-sampe nggak tau harus berekspresi apa dan hanya bisa nangis Ra" wita kembali menitikkan air matanya.


"udah mba nangisnya stop dulu sekarang aku suruh semua kumpul disini nanti mba wit yang bilang sendiri kemereka berita bahagia ini" ujar Zahra dan langsung meraih ponselnya.


kebahagian yang semakin lengkap bagi Zahra, rasa bersalahnya hilang karena kehamilannya yang lebih dulu dibanding kakak iparnya yang sudah lama menantikan buah hati dan ternyata Tuhan memberikan hal terindah mereka bisa hamil bersama walau usia kandungan wita lebih dulu dari Zahra.


"Zahra kamu kenapa kok suruh kita semua kumpul dan wita kok kamu udah disini duluan?" bunda Zahra panik.


"Bun sabar dulu" ujar Zahra.


"bunda, ayah, bang cakra ini loh mba wit punya berita buat kita" Zahra bicara dengan sangat bahagia.


"wit kamu kenapa?" tanya cakra sambil menggenggam tangan istrinya


"wit kamu kenapa nangis?" bunda semakin bingung.


"bunda, ayah, sayang terimakasih selama ini udah selalu support aku, selalu sayang aku dan terutama kamu sayang terimakasih selama ini udah sabar menunggu" wita kembali menangis ia tak kuasa menahan perasaannya.


"sayang maksud kamu apa ngomong begini?" Cakra semakin tak mengerti.


"sayang doa kita terkabul, tuhan menitipkan benih cinta kita di rahim ku" wita tak kuasa lagi ia langsung memeluk Cakra.


Cakra yang membisu dan hanya bisa menangis masih belum menggerakkan tubuhnya karena ia masih tidak percaya dengan semua ini, keajaiban yang Tuhan berikan kepadanya dan istrinya membuatnya tak bisa berkata apapun.


"sayang kamu hamil?" akhir nya Cakra membuka suara dan menatap istrinya penuh cinta


"Iyah aku hamil usia kandungan ku lima Minggu" wita tersenyum dan mengelus perutnya dengan penuh cinta.


"wita bunda bahagian sekali dengarnya sayang" bunda memeluk menantunya perempuan tersayangnya.

__ADS_1


"ayah juga bahagia akhirnya kamu diberikan amanah oleh Allah" ujar ayah mertua wita.


"kalo begitu kamu dan Cakra harus tinggal dirumah bunda selama wita hamil sampai melahirkan" kata bunda


"jadi wita cuma boleh tinggal sama bunda sampe melahirkan ajah nih?" tanya wita.


"kalo kamu bersedia tinggal sama bunda selamanya ya bunda sangat senang wit" kata bunda sambil tersenyum.


"serius Bun?" tanya wita lagi


"serius sayang dan pasti eyang langsung pulang ke Jakarta setelah dengar berita ini" bunda langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi eyang Zahra.


"mba wit kan usia kandungannya lebih dulu dari aku berarti nanti aku tanya-tanya seputar kehamilan ke mba wit ya" Zahra mengelus perut wita


"nanti kita periksa bareng yuk Ra dan nanti anak kita pasti jadi kaya anak kembar" wita mengelus perut Zahra.


mereka semua sangat senang kebahagiaan menyelimuti hati mereka semua.


"sayang kamu ngidam apa?" Cakra tiba-tiba bertanya soal ngidam.


"pokoknya semua yang kamu mau aku cari dan usahakan terpenuhi" ujar Cakra penuh keyakinan.


"sayang aku hamil ajah udah bahagia banget, aku nggak mau ngerepotin kamu, aku mau nya dikasih sehat, dan selamat ajah buat aku dan utun kita" kata wita


"tuh dengerin kata istrinya jangan lebay" Zahra memukul Cakra


"tunggu dulu tadi kamu bilang kamu dan utun maksudnya utun?" bingung Cakra.


"itu sebutan buat calon bayi kita" kata wita.


mereka semua pun tertawa mendengar penjelasan dari wita.


"kalo calon bayi kita namanya apa sayang?" tanya Marvel


"kalo mba wit utun kita apa ya masa otan sih" Zahra menggaruk kepalanya.


"jangan otan dong itu mah sebutan orang utan sayang" Marvel baper.


"Iyah bercanda iiissh calon bapak baper banget sih" ledek Zahra.


"kita kasih nama junior ajah gimana?" ujar Marvel


"hhhmmm boleh juga juniornya Marvel dan Zahra" Zahra senang mendengar nama untuk calon bayinya.


"ok junior dan utun kalian harus selalu sehat, berkembang dengan baik dan menjadi anak yang baik selama didalam perut mammy kalian" Cakra bicara dengan lantang.

__ADS_1


merekapun kembali tertawa bahagia.


__ADS_2