She'S My Wife

She'S My Wife
suami idaman


__ADS_3

"selamat pagi kesayangan akuu" gombalan pagi keluar dari bibir Marvel.


"selamat pagi suamiku yang suka gombal" ujar Zahra.


"aku kan gombal cuma sama kamu sayang" baper Marvel.


"oooh Iyah dong harus, kalo berani gombalin cewe lain aku bikin kamu kurus" ancam Zahra sambil tertawa kecil.


"emang aku sekarang gendut apa?" cemberut Marvel.


"sedikit sayang" jawab Zahra sambil menggerakkan jarinya.


mereka berdua sarapan bersama dan kembali beraktifitas masing-masing.


"Tito tolong persiapkan untuk saya makan malam dengan nyonya" perintah Marvel.


"nyonyaa besar tuan?" tanya Tito


"istri saya titoo" kesal Marvel.


"oooh habis boss bilangnya nyonya doang nggak bukan nyonya muda" ujar Tito sambil garuk-garuk kepala.


"buat suasana seromantis mungkin dan makanan sesuai selera nyonya muda" Marvel kembali memberikan perintah.


"siap boss" Tito menyanggupi perintah bossnya.


Tito langsung bergegas menjalankan tugas yang diberikan oleh Marvel, ia tidak mau boss dan nyonya mudanya kecewa dengan pelayanannya.


Tito sebagai asisten pribadi sekaligus teman Marvel sangatlah memiliki kinerja yang sangat profesional, ia dulu adalah salah satu anak dari panti asuhan yang dikelola keluarga Marvel dan ia bisa kuliah dibantu juga oleh keluarga Marvel sehingga Tito tidak pernah merasa tertindas ketika Marvel memarahinya saat ia melakukan kesalahan dedikasinya kepada keluarga Marvel sangatlah besar sehingga Marvel dan keluarganya sangat percaya kepada Tito.


"Bu Zahra, ada client baru datang dan ingin langsung bertemu dengan ibu" ujar Mia.


"baik saya akan temui client itu, kamu jangan ragu ketika ada client yang ingin langsung bertemu dengan saya bilang saja pasti saya akan menemuinya" jelas Zahra.


"baik Bu" Mia mengiyakan perkataan Zahra


Zahra dan Mia berjalan menuju ruang khusus client.


"selamat siang" sapa Zahra.


"selamat siang, apa ini manager Resto?" tanya seorang lelaki kepada Zahra.

__ADS_1


"benar pak, saya adalah manager Resto disini, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Zahra


"saya rencananya mau mengadakan lamaran disini sekaligus acara ulang tahun calon tunangan saya" ujar lelaki tersebut.


Zahra dan lelaki itu bercincang-bincang membicarakan tentang konsep dan rencana lelaki itu untuk melamar calonnya.


"baik nanti saya berikan kabar untuk kerjasamanya" ujar lelaki itu sambil bangkit dari duduknya


"kami tunggu kabar baiknya, semoga niat baik anda diberi kelancaran" Zahra memberikan kesan positif setiap kali bertemu dengan pacara calon clientnya sehingga banyak yang tertarik untuk membuat acara di restonya.


"semoga kali ini kita juga dapatkan client ya Bu" harap Mia


"makanya berdoa yang banyak" Zahra menepuk pundak Mia dan dibalas senyum kecil oleh asistennya itu


"hallo sayang" Marvel menelpon Zahra.


"hmm tumben telepon aku jam segini?" tanya Zahra dari seberang telepon.


"Iyah deh maaf aku sekarang jarang telepon kami kalo lagi dikantor, kerjaan aku lagi banyak banget sayang kamu kan tau abis kecelakaan itu dan pencarian pelaku kecelakaan kita membuat aku mengabaikan urusan kantor" Marvel menjelaskan panjang lebar


"Iyah sayang aku ngerti kok, kamu kok sekarang jadi mudah baper sih" ledek Zahra.


"tau nih sekarang ini kok aku kayaknya gampang baper deh sayang, apa karena cape kali ya urusan kantor" Marvel berkata sambil memijat-mijat keningnya.


"ya udah aku lanjut kerja ya sayang, kalo kerjaan aku udah selesai aku jemput kamu" Marvel menutup teleponnya.


tok tok tok


"masuk"


"siang pak, saya mau memberi tahukan untuk dinner sudah siap" kata Tito pada Marvel.


"bagus, kerja kamu memang paling TOP" puji Marvel sambil mengacungkan jempol.


"saya nanti pulang agak lebih awal, mobil saya bawa kamu nanti bawa mobil kantor ajah pulangnya" jelas Marvel.


"baik pak, semoga acaranya lancar dan nyonya muda senang" harap Marvel.


"Aamiin" Marvel mengaminkan.


waktu berjalan dengan sangat cepat...

__ADS_1


"saya pergi dulu" ujar Marvel kepada Tito


"hati-hati pak" Tito mengingatkan bossnya.


"tenang" Marvel pun segera masuk kedalam mobil dan mengendarainya menuju resto mertuanya


sesampainya di resto


"hai" sapa Zahra saat memasuki mobil Marvel.


"hmmm kayaknya istri aku wangi dan cantik banget nih" puji Marvel.


"hmmm biar suami aku cape nya hilang pas lihat istrinya cantik dan wangi, jadi nggak lirik cewe lain juga sihh" ujar Zahra.


"kalo aku sampe lirik cewek lain kamu bisa sunatin aku lagi deh biar kapok aku" Marvel dan Zahra pun tertawa bersama.


"sayang hari ini aku mau bawa kamu kesuatu tempat" kata Marvel sambil mengecup punggung tangan Zahra.


"katanya kamu cape kok kita pergi bukannya istirahat dirumah" keluh Zahra.


"sayang seberti kata kamu, cape aku hilang sekejap saat melihat kecantikan kamu dan wanginya aroma kamu" lagi-lagi Marvel menggombal.


"kamu bisa ajah" senyum Zahra


Zahra dan Marvel menyusuri setiap jalan menggunakan mobil menuju tempat yang sudah dipersiapkan oleh Tito untuk makan malam romantis mereka.


"baik kita sudah sampai" Marvel menunjukkan tempat makan romantis mereka.


makan malam romantis ini dibuat disebuah taman yang dihiasi lampu-lampu, bunga dan juga alunan musik klasik.


"waaaw bagus banget sayang, kamu tuh ya selalu deh jadi suami ter the best" puji Zahra.


"silahkan duduk ratu ku" Marvel menarik bangku untuk Zahra


"terimakasih suami ku" Zahra duduk dan menikmati suasana taman yang sangat indah.


"sayang kapan kamu siapin semua ini?" tanya Zahra.


"tadi pagi aku minta Tito untuk dekorasi taman ini dan aku yang arahkan semua nya sehingga jadi suasana romantis ini" Marvel memuji diri sendiri.


"Iyah deh emang kamu itu suami idaman banget, terimakasih ya sayang" Zahra berkaca-kaca.

__ADS_1


mereka menikmati malam yang penuh romantis ini hanya berdua saja ditemani alunan musik yang indah yang sudah di persiapkan oleh Tito.


__ADS_2