
tak terasa pernikahan Zahra dan Marvel menginjak dua bulan, dan seiring waktu berjalan Zahra mulai membuka hatinya namun masih malu untuk mengungkapkannya.
"Zahra tolong belikan saya chesse cake di toko kue Wells" perintah Olivia kepada Zahra.
"maaf Bu apakah tidak bisa meminta OB saja yang membelinya karena saya ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan" tolak Zahra dengan halus.
"saya mau kamu yang membelikannya" kesal Olivia.
Zahra pun pergi membeli pesanan Olivia di toko kue Wells kebetulan jaraknya hanya 2km dari kantor jadi Zahra memesan ojek online karena malas membawa mobil.
"hujan Bu apakah mau berteduh dulu" tanya Abang ojek pada Zahra.
"baik kita meneduh saja dulu" ujar Zahra.
hujan sangat deras masih setengah perjalanan lagi untuk sampai di toko well's.
kriiing kriiing (bunyi ponsel Zahra)
"Zahra kamu dimana lama sekali hanya membeli kue saja" teriak Olivia ditelpon.
"maaf Bu, hujan deras dan saya masih berteduh belum sampai di tokonya" jelas Zahra.
"saya tidak mau tau dalam waktu tiga puluh menit kamu harus sudah sampai dikantor membawa pesananku" Olivia menutup telponnya dan Zahra yang sudah lima belas menit berteduh menjadi bingung karena hujan masih deras.
"bang, apakah membawa jas hujan?"tanya Zahra.
"maaf Bu saya hanya membawa satu saja yang saya pakai" kata Abang ojek online.
"bang kita terobos saja hujannya karena saya harus segera mengambil pesanan dan kembali ke kantor" Zahra bersiap untuk menerobos hujan yang deras ini.
"dingin sekali" gumam Zahra dalam hatinya.
"sudah sampai Bu" ojek online berhenti didepan toko well's.
"pak tolong tunggu sebentar karena saya mau ambil pesananya dulu, nanti saya bayar lebih" perintah Zahra dan berjalan masuk kedalam toko.
"mau ambil pesanan atas nama Olivia" ucap Zahra.
"maaf Bu tadi kuenya sudah diantar oleh kurir ketempat Bu Olivia baru sepuluh menit yang lalu" jelas kasir pada Zahra.
"baik terimakasih" Zahra melangkah keluar toko kue.
"bang tolong antar saya pulang kerumah nanti saya bayar tiga kali lipat" ujar Zahra dan menaiki motor kembali.
hujan yang sudah reda pun menyisakan angin dingin ditubuh Zahra karena bajunya yang sudah basah kuyup.
\=dikantor Marvel\=
"pak saya dapat kabar dari anak buah yang diminta menjaga Bu Zahra, dan katanya Bu Zahra hujan-hujanan naik motor dan sekrg sudah kembali kerumah" Tito memberikan informasi kepada bosnnya yang sangat mencemaskan keadaan Zahra.
"halo mbok nah, apa Zahra sudah sampai dirumah?" tanya Marvel.
"belum pak" jawab mbok nah
Ting tong suara bell rumah bunyi.
__ADS_1
"mungkin itu nyonya muda pak" seru mbok nah sambil berjalan untuk membuka pintu.
"nyonya ya ampuun" mbok nah langsung memapah Zahra yang sudah sangat dingin tubuhnya.
"pak nyonya muda sangat dingin badannya dan terlihat sangat lemas sekali diantar Abang ojek" lanjut mbok onah.
"kita pulang" kata Marvel buru-buru berjalan meninggalkan ruangannya
"siapa yang membuat Zahra hujan-hujanan seperti ini" gumam Marvel dalam hati.
Tito menggas kencang mobil agar segera sampai dirumah boss nya karena ia melihat wajah boss nya yang sudah sangat mencemaskan nyonya muda..
"mbok nah" teriak Marvel saat sampai didalam rumah.
"Iyah pak, nyonya muda sedang tertidur dikamar wajahnya pucat simbok sudah menyediakan obat tapi nyonya tidak mau minum obat" jelas mbok onah dengan nada ketakutan.
Marvel langsung berlari menaiki tangga menuju kamar mereka dan ia melihat istrinya tergeletak parah, saat ia membelai wajah Zahra tiba-tiba suara ponsel Zahra berdering.
"siapa yang menelpon" Zahra membuka matanya.
"tidak usah diangkat biarkan saja, kamu istirahat saja" ujar Marvel.
"Marvel kamu sudah pulang?" tanya Zahra yang melihat Marvel duduk ditepi kasur.
Zahra melihat ponsel nya dan tertulis nama Bu Olivia.
"hallo Bu Oliv" jawab Zahra dari telpon.
"Zahra kamu kemana kenapa kamu tidak kembali ke kantor" teriak Olivia sambil bernada marah.
"maaf Bu Zahra sedang bersama saya, tadi saya tidak sengaja melihat Zahra hujan-hujanan dan mau pingsan jadi saya membawanya pulang kerumahnya" Marvel langsung merebut ponsel Zahra dan bicara dengan Olivia.
"pa..pak Marvel, baik lah kalau begitu" Olivia menyudahi teleponnya.
"dasar anak genit, berani sekali dia menggoda Marvel sehingga Marvel sangat perhatian dengannya" kesal Olivia dalam hatinya.
"kamu kenapa kok mukanya kesal begitu" tanya Bu Rossa yang masuk keruangan Olivia.
"aku kesal dengan Zahra dia berperilaku kurang baik, dia sering menggoda pak Marvel" ujar Olivia.
"masa Zahra seperti itu, sejak kapan?" tanya Bu Rossa yang tidak terlalu percaya.
"sejak aku masuk ke kantor ini aku lihat dia suka menarik perhatian pak Marvel sehingga dia selalu dapat perhatian pak Marvel" cerita Olivia.
\=dikamar Zahra dan Marvel\=
Marvel membuka jas kerjanya dan tidur disamping Zahra yang sangat terlihat pucat, ia peluk Zahra agar merasa hangat.
"tidur lah aku akan menemani" ujar Marvel sambil mengelus pipi Zahra.
Zahra tidak bisa menolak pelukan Marvel karena ia sangat memerlukan Marvel saat ini disisinya.
"Zahra kenapa kamu bisa hujan-hujanan" tanya Marvel.
"Olivia memintaku mengambilkan pesanan di toko kue tapi tiba-tiba hujan dan aku meneduh tapi Olivia meminta ku segera mengambil pesanannya" cerita Zahra.
__ADS_1
"Olivia kau benar-benar menyebalkan" seru Marvel dalam hati.
Marvel mencium kening Zahra dan tidak ada penolakan.
"mungkin karena dia lemas jadi tidak menolak ciumanku" ujar Marvel lagi.
kembali Marvel menci*m Zahra lagi-lagi tak ada penolakan, Marvel pun terus turun menci*um bib*r Zahra disana ternyata disambut oleh Zahra, Marvel terkejut namun terus melanjutkan ci*man mereka, tak terasa tangannya mulai bergerilya menyusuri tubuh Zahra, masih disambut Zahra dengan baik, dan mereka memulai malam pertama mereka malam ini dihari jadi pernikahan mereka yang ke dua bulan.
"malam yang indah" Marvel senang sekali dengan kejadian malam ini.
"Marvel" Zahra membuka matanya dan menci*um suaminya itu.
Marvel terkejut karena Zahra melakukan itu kepadanya.
"apakah ia sudah menerima ku" Marvel bertanya-tanya pada hatinya.
"aku mencintaimu" Marvel mengungkapkan isi hatinya lagi dan di balas dengan senyuman diwajah Zahra.
penyatuan mereka pun selesai dan mereka terkulai lemas di atas kasur.
"terimakasih, istirahatlah" Marvel menarik selimut untuk menyelimuti istrinya yang tertidur lemas.
hari terus berganti dan mereka sekarang sudah saling menjalin cinta, namun Zahra masih meminta Marvel untuk merahasiakan hubungan mereka.
"sayang pulang meeting nanti kita makan siang dulu ya" ajak Marvel pada Zahra yang berada didalam ruangannya.
"hmmm gimana ya kan ada Bu Olivia juga ikut" ujar nya.
" kamu bilang ajah ada perlu sebentar jadi izin keluar istirahatnya" ide Marvel.
"kita lihat nanti ya" kata Zahra sambil menyentuh wajah suaminya.
"selamat siang Bu Olivia, ada yang bisa saya bantu" kata Sheila pada Olivia yang mau berjalan menuju ruangan Marvel.
"saya mau bertemu Marvel"
"taa..tapi Bu.." belum Sheila bicara Olivia sudah terus berjalan menuju ruangan Marvel tanpa disengaja ia melihat Zahra yang sedang bersama Marvel di ruang kerja Marvel.
"dasar wanita genit" Olivia mengepalkan tangannya menahan rasa marahnya karena saat ini ia belum memiliki hunga. apapun dengan Marvel jadi ia tidak bisa marah terang-terangan kepada Zahra.
Olivia pergi meninggalkan Sheila yang masih mematung kaget melihat Olivia hampir membuka pintu ruangan Marvel.
"bilang pak Marvel saya tunggu diruang meeting" kata Olivia sambil berjalan cepat.
tok tok tok
suara pintu ruangan Marvel diketuk Sheila.
"masuk" perintah Marvel.
"pak dan Bu Zahra ditunggu Bu Olivia di ruangan meeting" ujar Sheila.
"baik kami akan kesana" jawab Marvel.
"ayo sayang kita meeting lalu makan siang bersama" lanjut Marvel.
__ADS_1