She'S My Wife

She'S My Wife
Kemarahan Marvel


__ADS_3

pagi menjelang semua bersiap untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing, begitu pula Marvel dan Zahra mereka bersiap dikamar masing-masing untuk berangkat bekerja.


"Vel, aku jalan duluan yaaa" teriak Zahra sambil memakai sepatu flat nya.


"Ra, nanti meeting aku jemput ya" teriak Marvel namun Zahra sudah keluar dari dalam apartemen sehingga tidak mendengarnya.


\=dikantor Zahra\=


"Zahra jam 12 kita jalan ke restoran chamistry pak Marvel mengundang kita meeting disana" info Olivia.


"baik bu, saya akan segera persiapkan dokumen yang harus dibawa" Zahra membuka beberapa map yang berada di meja kerjanya dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang harus dibawa untuk meeting.


"Ra nanti lu ditemenin Lia dan Kiki ya" ujar Sandy yang berada didepan pintu ruangan Zahra.


"okeh nanti gua bareng Lia kali ke sananya naik taksi soalnya hari ini gua nggak bawa mobil" ujar Zahra sambil sibuk menyiapkan dokumen.


\=dikantor Marvel\=


"Sheila untuk dokumen perjanjian kontrak dengan PT. sukses digital printing sudah disiapkan?" tanya Marvel kepada sekertaris dikantornya.


"sudah pak, nanti tinggal taken kontrak saat setuju dengan penawaran dari mereka dan sudah saya tempel materai juga" jelas Sheila sekertaris Marvel yang memiliki tubuh langsing dan tinggi berkulit sawo matang.


"apa nyonya muda ikut meeting dengan kita" bisik Sheila kepada Tito.


"ikut, nanti kamu harus bersikap sopan kepada nyonya muda jangan sampe bos tersinggung" Tito memberi nasehat kepada Sheila.


beberapa orang di kantor Marvel memang sengaja diberitahu bahwa Zahra adalah istrinya agar mereka hormat kepada Zahra dan melayani Zahra ketika berapa di kantornya.


jam 11.30 team promosi dan team multimedia bersiap untuk pergi meeting ke restoran yang sudah di tunjuk oleh Marvel bos PT. Absolute.


"Zahra" panggil Marvel saat mereka bertemu di loby kantor Zahra.


"duuuh kenapa dia ke kantor sih kan janjian di restoran" gumam Zahra dalam hatinya.


"siang pak Marvel" Olivia langsung menghampiri Marvel dan menyapanya.


"selamat siang Bu Oliv" sapa Marvel santai.


"Zahra bisa kamu ikut dengan saya" kata Marvel.


"maaf pak bukannya kita mau ke restoran untuk meeting ya?" tanya Zahra bingung dengan maksud Marvel.


"Iyah kamu bareng saya saja ke restorannya karena ada beberapa yang ingin saya bahas" ujar Marvel.


"maaf pak Marvel jika anda ingin bicara dengan Zahra mengenai pekerjaan saya akan ikut bersama kalian juga karena takut nanti beberapa orang akan salah faham" Olivia menawarkan diri ikut juga.


"ooooh baik lah" Marvel menyetujui dengan lesu.

__ADS_1


mereka bertiga jalan menuju parkiran mobil.


"silahkan pak Bu" Tito membukakan pintu untuk Zahra dan Marvel.


"Zahra kamu duduk didepan saja saya dan pak Marvel duduk di bangku belakang" Olivia langsung memberi perintah kepada Zahra.


"hmmm Bu Olivia saya yang duduk didepan" ujar Tito yang tahu pasti bos nya akan marah melihat istrinya duduk didepan dengannya.


"nggak apa pak Tito saya didepan saja" Zahra tidak ingin membuat Olivia curiga dengan hubungan mereka(Zahra dan Marvel).


Zahra masuk kedalam mobil begitu juga dengan Olivia dan Marvel.


"pak Marvel apa bapak tidak familiar dengan saya?" tanya Olivia memecahkan keheningan.


"maksudh ibu?" tanya Marvel bingung.


"saya adalah teman pak Marvel saat kuliah mata kuliah akutansi" jelasnya.


"maaf Bu Oliv saya tidak begitu ingat" ujar Marvel.


"kamu pasti akan mengjngatku Marvel dan aku pasti akan memiliki mu" gumam oliv dalam hatinya.


Olivia sudah lama memendam rasa kepada Marvel sejak mereka satu kelas di mata kuliah akutansi, kebetulan saat itu mereka berdua satu kelas namun Marvel yang jarang memperhatikan teman perempuan di kampus jadi ia kurang mengingat Olivia.


" sudah sampai pak" Tito keluar dan membukakan pintu untuk Marvel dan Zahra kebetulan Marvel duduk dibelakang Zahra.


"Tito tolong bukakan pintu untuk saya" ujar Olivia tegas.


"Baa...baik Bu" Tito berlari kearah pintu mobil tempat Olivia duduk dan membukakannya.


"angkuh" ujar Marvel dalam hati yang kesal dengan sikap Olivia


"nanti kamu duduk samping aku ya" bisik Marvel pada Zahra.


"pak Marvel silahkan duduk meja dan hidangan makan siangnya sudah kami persiapkan" ujar salah satu pelayan.


"silahkan duduk semuanya dan silahkan kita makan siang dulu baru lanjut meeting" jelas Marvel.


"Zahra kamu duduk dengan Lia dan Kiki disana" perintah Olivia.


"Zahra duduk saja disini untuk ngobrol sekalian" kata Marvel.


" tidak usah pak biar para karyawan saya duduk dimeja karyawan saja" ujar Olivia seperti tidak suka dengan Zahra.


"saya duduk dengan teman-teman saya saja pak" Zahra pamit untuk duduk bersama Kiki dan Lia.


Tito yang melihat kejadian hari ini ikut merasakan apa yang dirasakan bosnya, dia tahu betul boss nya menyiapkan hidangan ini untuk istri tercinta sang bos, namun gagal karena ulah Olivia atasan Zahra yang semena-mena mengatur.

__ADS_1


"Tito bawa dua hidangan ini ke meja Zahra" perintah Marvel yang langsung dikerjakan oleh Tito.


"sepertinya pak Marvel terlalu memperhatikan Zahra" seru Olivia kepada Marvel yang sedang menikmati hidangannya


"karena saya sudah lama kenal dengan Zahra dan sudah lama bekerja sama dengannya sejak ia bergabung dengan kantor anda" jelas Marvel untuk menyembunyikan identitas Zahra.


"sampai tahu makanan kesukaan Zahra?" tanya Olivia lagi.


"oooh itu karena saya suka meeting dengan Zahra jadi saya tau makanan yang biasa ia pesan" gugup Marvel.


"silahkan dicoba hidangannya agar kita cepat memulai meetingnya" lanjut Marvel.


mereka menikmati hidangan yang disediakan oleh Marvel dan sedikit berbincang-bincang.


"ngselin banget sih ini cewe, gagal kan acara lunch dengan Zahra" kesal Marvel dalam hati.


setelah makan selesai mereka semua memulai meetingnya dan diakhiri dengan menandatangani kontrak kerja sama.


"terimakasih pak Marvel selalu mempercayakan pencetakan brosur dan catalog PT. Absolute kepada kami" Olivia mengucapkan rasa terimakasihnya.


"sama-sama Bu, ini karena saya tau kualitas cetak di tempat anda sangat bagus dan kerja karyawan anda juga sangat teliti" Marvel memuji kerja keras karyawan.


"mari saya antar lagi ke kantor Bu Olivia" ajak Marvel.


saat di depan restoran.


"Zahra kamu pulang saja dengan Lia" perintah Olivia lagi.


"kenapa Zahra tidak bareng kita saja" tanya Marvel yang sedikit kesal dihatinya.


"biar mereka pulang bersama tidak enak melihat karyawan jalan bersama dengan bos dari perusahaan yang bekerja sama dengan kami" ujar Olivia yang sebenarnya memiliki rasa cemburu dengan Zahra yang diperhatikan oleh Marvel


Marvel dan Olivia masuk kedalam mobil sedangkan Zahra menunggu taksi bersama Lia dan Kiki.


"lu duluan ajah Ki bawa motor kan" ujar Zahra.


"Iyah mba, ya udah kalian hati-hati ya" Kiki meninggalkan Zahra dan Lia.


tak lama taksi pun datang dan mereka kembali kekantor


\=saat dikantor\=


"Zahra kamu jangan terlalu dekat dengan pak Marvel, nanti menimbulkan kecurigaan" tegur Olivia pada Zahra saat Zahra dipanggilnya ke ruang kerja Olivia.


" baik bu, apa ada lagi" Zahra mengiyakan perkataan Olivia.


"sudah sana kamu pulang sudah waktunya jam pulang kerja juga" ujar Olivia yang masih menyimpan rasa kesal.

__ADS_1


__ADS_2