
kehamilan yang semakin hari semakin bertambah usianya membuat Zahra merasakan ingin sesuatu untuk dimakan.
"sayang aku mau makan kwetiau goreng" rengek Zahra
"udah jam sepuluh malam sayang cari dimana?" Marvel bingung dengan permintaan istrinya.
"pasti ada sayang mereka kan bukanya sore sampe malam" Zahra terus merengek
"okeh ratu ku, aku akan membawakan kwetiau goreng kesukaan kamu" Marvel langsung bergegas pergi.
disepanjang jalan yang Marvel lewati tidak ada penjual nasi goreng atau kwetiau goreng, ditempat biasa Zahra pesan kwetiau pun tidak jualan
"hallo yah" Marvel menelepon ayah Zahra
"Iyah Vel kenapa?" sahut ayah Zahra.
"yah diresto ada menu kwetiau goreng ngak?" tanya Marvel.
"tumben cari kwetiau goreng kamu Vel" tanya ayah Zahra heran.
"itu Zahra yah mau makan kwetiau goreng" jelas Marvel lagi
"sebentar ayah tanya bunda dulu biasanya bunda punya stok kwetiau, nanti ayah telepon" ayah Zahra menutup teleponnya.
ayah Zahra berjalan menuju ruang tamu dan menghampiri istrinya yang sedang menonton televisi.
"Bun kita ada stok kwetiau?" tanya ayah Zahra.
"ada kenapa ayah mau bunda buatin kwetiau?" tanya bunda Zahra.
"bukan ayah tapi Zahra yang minta kwetiau goreng Bun, Marvel sudah cari-cari nggak ada yang buka" jelas ayah Zahra
"ya udah ayah telepon Marvel suruh ambil kwetiau nya kesini, bunda bikin sekarang" bunda Zahra langsung beranjak dari duduknya dan menuju dapur.
bunda Zahra langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kwetiau goreng.
"assalamualaikum" Marvel masuk kedalam rumah orang tua Zahra.
"masuk Vel" teriak ayah dari dalam.
__ADS_1
"ini kwetiaunya, bunda buat agak banyak biar kamu juga makan" bunda memberikan kotak makan kepada Marvel.
Marvel langsung bergegas pulang untuk memberikan kwetiau pesanan Zahra.
"sayang" Marvel menaiki tangga dirumahnya
"sayang aku di dapur" ujar Zahra.
Marvel pun langsung menuruni tangga dan menuju dapur.
"dapet sayang kwetiau gorengnya?" tanya Zahra segera.
"dapet dong" ujar Marvel sambil menunjukkan kotak makan yang ia bawa.
"kotak makan kamu bawa kotak makan dari rumah tadi?" tanya Zahra heran.
"bukan sayang ini dari rumah bunda" cerita Marvel.
"jadi ini kwetiau beli dideket rumah bunda?" Zahra bertanya tak mengerti.
"jadi aku kan udah keliling tapi masih nggak ketemu penjual kwetiau makanya aku telepon ayah aku kira di resto ada menu kwetiau karena nggak ada jadi ayah tanya bunda apa ada bahannya dirumah dan ternyata ada jadi ini buatan bunda" cerita Marvel panjang lebar.
"ya ampun sayang makasih banget ya" Zahra mengecup pipi Marvel.
"besok-besok kayaknya aku harus booking super market biar bisa beli bahan makanan kalo tiba-tiba kamu minta makanan malem-malem" Marvel berkata sambil memakan kwetiau.
bagi Marvel kehamilan Zahra adalah anugra terindah karena mereka sempat kehilangan calon bayi sebelumnya membuat Marvel lebih waspada dan lebih meningkatkan penjagaan.
pagi hari
ueeek ueeek
"sayang kamu pake parfum dikamar ya?" teriak Zahra.
"Iyah sayang kan biasanya begitu" kata Marvel sambil melongoknke dalam kamar mandi
"besok jangan pake minyak wangi, jangan pasang pengharum ruangan juga pokoknya aku nggak mau ada yang wangi-wangian aku mual" Zahra keluar kamar mandi lemas.
"maaf sayang aku nggak tau kalo sampe segitunya" Marvel mendekat ke Zahra.
__ADS_1
"jangan deket-deket bau" Zahra merasa mual setiap kaliencium aroma wewangian.
"okeh okeh kali begitu kamu pindah ke kamar tamu dulu aku buka pintu kamar kita biar normal lagi" Marvel menghindar dari Zahra ia tak mau istrinya mengeluarkan makanan yang sudah ia makan.
Zahra melangkah keluar dan masuk ke dalam kamar tamu.
"mbok nanti klo kamar saya sudah nggak wangi parfum lagi tolong nyonya disuruh masuk lagi kekamar" ujar Marvel pada mbok nah
"nyonya dimana memang tuan?" tanya mbok nah.
"ada diruang tamu, saya pergi kekantor dulu ya mbo, titip nyonya" Marvel bergegas ke kantornya.
didalam mobil Marvel.
terasa dilidah dan terbayang enaknya makan buah rujak dibenak Marvel.
"to beli mangga muda dimana ya?" tanya Marvel.
"di ujung gang ada boss tukan rujak tempo hari saya liat dan beli katanya menetap disana" jelas Tito.
"tolong belikan saya mangga muda pakai sambal nya" perintah Marvel sambil mengeluarkan uang pecahan seratus ribu.
"mau diantar kerumah tuan rujaknya?" tanya Tito.
"enggak lah mau saya makan langsung dimobil" kata Marvel
kata-kata yang diucapkan Marvel membuat Tito keheranan.
"boss mau makan rujak?" heran Tito sehingga bertanya
"Iyah memang salah?" tanya balik Marvel.
"ngidam boss?" tanya Tito lagi.
"mungkin to" jawab Marvel sambil heran dengan perilakunya sendiri.
"untung mintanya mangga muda bukan daun muda bisa kacau"bisik Tito
"apa yang kamu bilang to barusan?" tanya Marvel yang tak jelas dengan perkataan asistennya itu.
__ADS_1
"ooh bukan bos" Tito lega boss nya tak mendengar perkataannya barusan.
"