She'S My Wife

She'S My Wife
Tekanan


__ADS_3

Zahra kembali kekantor setelah empat hari beristirahat dan tidak masuk kerja.


"udah sehat?" tanya Sandy ketika bertemu Zahra di loby kantor.


"udah mas, udah sehat" jawab Zahra sambil terus berjalan.


"beberapa hari lalu pak Marvel introgasi gua tentang kita ada di hotel, emang kenapa sih? jujur gua enggak ngerti ada apa sebenernya" tanya Sandy.


"mas kita ngobrol abis pulang kerja ajah ya di cafe biasa" ujar Zahra dan meninggalkan Sandy.


mereka masuk ke ruangan masing-masing dan kembali bekerja.


\=dikantor Marvel\=


"pak saya sudah menyuruh orang mengikuti kegiatan Bu Olivia, dan ada sesuatu yang mencurigakan" Tito memberikan informasi kepada bosnya.


"apa itu ?" tanya Marvel.


"Bu Olivia memberikan uang kepada seorang pria dan pria itu seperti memakai baju pelayan di hotel bromoiz" jelas Tito.


"terus selidiki, jika benar Olivia melakukan hal kotor ini kepada Zahra kita harus mencari tahu lagi apa maksud dan tujuannya melakukan ini semua" kata Marvel dengan tatapan tajam.


"baik pak, saya permisi dulu" usai ia melaporkan Tito keluar dari ruangan Marvel, meninggalkan Marvel dan kemarahannya.


\=dikantor Zahra\=


"Zahra besok kita ada jadwal meeting lagi dengan perusahaan pak Marvel dan kalau bisa jam delapan pagi kami harus sudah di sana, saya akan menyusul nanti" Olivia tiba-tiba masuk ke ruangan Zahra tanpa mengetuk pintu membuat Zahra sedikit terkejut dengan sikap bos barunya ini.


"baik bu" jawab Zahra singkat.


"satu lagi kamu hari ini lembur untuk menyelesaikan semua pekerjaan mu yang tertunda" Olivia pun pergi usai memberi perinta kepada Zahra


"huft, sebenernya orang ini kenapa sih kok ketus banget, gua harus cari tau tentang dia" gumam Zahra dalam hati.


tring tring (ponsel Zahra berbunyi)


"sayang hari ini kita ketemu di cafe Louis, ajak Sandy juga" isi pesan Marvel pada Zahra.


"hari ini aku lembur kemungkinan selesai jam tujuh malam, nanti aku info ke mas Sandy" Zahra membalas pesan Marvel.


jarum jam terus berputar dan menunjukkan waktu makan siang.


"Mba makan siang yuk" ajak Lia pada Zahra.


"okeh" Zahra langsung mengiyakan ajakan Lia karena ia sadar harus menjaga kondisi tubuhnya demi janin diperutnya.

__ADS_1


mereka pun menuju kantin, disana juga ada ci Maya, Sandy dan Kiki mereka semua berkumpul untuk makan siang bersama.


"aaaaah akhirnya kita makan siang bareng lagi" girang Kiki.


"sepi Ra kantin nggak ada Lo" celetuk ci Maya.


"emang kalo nggak ada gua nih kantin enggak ada yang beli apa sampe sepi" Zahra bicara sambil tertawa kecil.


"maksudnya suasana kita sepi hambar gitu" tegas ci Maya.


"lu emang sakit apa sih mba?" tanya Kiki.


"pusing biasa ajah cuma harus full istirahat kecapean kata dokter" Zahra menyembunyikan keadaan yang sebenarnya.


mereka makan bersama dan melepas rindu setelah empat hari tidak bertemu Zahra ditambah lagi besok sudah masuk weekend dan mereka sudah harus berpisah lagi untuk sementara waktu.


"Ra lu kenapa? kok kaya pucet gitu masih sakit ya?" ci Maya yang melihat wajah Zahra pucat langsung bertanya


"nggak apa kok ci, palingan masih pemulihan ajah" jawab Zahra


"lu mendingan nggak usah lembur Ra" ujar Sandy yang tadi tak sengaja mendengar percakapan Zahra dan Olivia.


"kerjaan banyak mas, jadi harus lembur" Zahra meneruskan makan siangnya.


mereka semua selesai makan siang dan berjalan menuju kantor lagi


\=dirumah eyang Zahra\=


"yah, Bu, kayaknya kita harus minta Zahra untuk berhenti kerja, aku nggak mau anak dan calon cucu kita kenapa-kenapa" bunda mulai khawatir.


"sabar dulu Bun, kalo permasalahan ini selesai nanti kita bicarakan dengan Zahra" ujar ayah.


"kita kan sudah buka cafe di Jakarta, biar Zahra yang pegang cafenya, biar dia yang mulai kelola usaha kita" bunda kembali bicara dengan nada mendesak.


"Iyah Iyah nanti kita bicarakan dengan Marvel dan Zahra ya Bun" ayah mengelus punggung bunda agar istrinya itu lebih tenang menghadapi permasalahan ini.


\=malam hari di cafe\=


"silahkan duduk Sandy" Marvel mempersilahkan Sandy duduk.


"maaf pak ini ada apa ya?" Sandy kembali heran kenapa ia harus bertemu dengan Marvel dan sekarang ada Zahra juga.


"Sandy, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya sebagai"


"saudara aku, Iyah pak Marvel itu masih saudara" Zahra memotong pembicaraan Marvel.

__ADS_1


"Sandy tolong ceritakan kembali kronologis kamu bisa pergi ke hotel bromoiz" ujar Marvel tanpa basa-basi.


Sandy menceritakan kejadian ia bisa berada di hotel karena perintah dari Olivia dan tidak tahu bahwa Zahra juga ada di hotel tersebut, mereka berdua akhirnya menunggu calon klien yang dibicarakan oleh Olivia namun tak kunjung datang, dan akhirnya ada seorang pelayan laki-laki yang membawakan mereka minuman untuk menunggu klien tersebut, akhirnya karena haus mereka berdua meminum minuman tersebut, setelah itu ia tidak tahu ada kejadian apa lagi, tiba-tiba ketika ia terbangun sudah berada di rumah.


"kronologis nya sama dengan yang aku ceritakan berarti" ujar Zahra.


"apa kamu masih ingat wajah pelayan tersebut?" Marvel kembali bertanya


"agak inget sih kalo liat atau ketemu" Sandy menjawab dengan ragu.


"kalau begitu saya mau kamu bekerja sama dengan saya" Marvel meminta bantuan kepada Sandy untuk menyelidiki masalah ini.


hari terus berganti sudah beberapa hari ini Zahra diberikan banyak sekali pekerjaan oleh Olivia sampai-sampai ia seringkali merasa pusing.


"Zahra kerjakan dokumen ini, periksa dengan teliti anggaran untuk produksi" perintah Olivia


"Tapi Bu ini kan bukan tugas saya" bantah Zahra


"sekarang jadi tugas kamu" desak Olivia.


"semua harus selesai hari ini karena besok kita ada dua meeting klien, PT. Absolute dan restoran sweetie" ujar Olivia yang kemudian meninggalkan Zahra dan tumpukan dokumen.


"ya ampuuun banyak bangeeet, kenapa siiih dia kok aneh gitu" gerutu Zahra dalam hatinya


waktu sudah menunjukkan jam tujuh malam namun pekerjaan Zahra masih belum selesai, bahkan dihari libur pun kemarin Olivia memberikan Zahra pekerjaan via online.


"Zahra kamu harus selesaikan ini semua, saya mau jam delapan pagi laporannya sudah ada diatas meja kerja saya" Olivia kembali keruang kerja Zahra untuk memastikan Zahra bekerja dengan benar.


"Ra lu lembur sampe jam berapa? Kiki ajah udah mau ganti shift" ujar ci Maya.


"gua juga udah mau pulang nih udah beres" ci Maya kembali bicara.


"nggak tau nih ci parah banget, banyak banget dokumennya" Zahra mulai mengeluh.


selama ini ia tidak pernah mengeluh tentang pekerjaannya karena memang Zahra selalu mempunyai jadwal kerja secara terperinci dan menyelesaikan semua tepat waktu sesuai date line.


"baru kali ini kita ketetran begini, padahal belum ketemu klien tapi udah disuruh ngitung-ngitung" ujar ci Maya yang keheranan.


"ya udah ci kalau mau pulang duluan enggak apa" ujar Zahra.


beberapa staff sudah mulai kembali kerumah masing-masing, tinggal Zahra dan beberapa staff multimedia yang memang kerjanya di bagi dua shift.


haaaaiii semua semoga novel ini bisa menjadi favorit kalian....


mampir terus untuk membaca episode berikutnya ...

__ADS_1


terimakasih yaaaa....🥰


__ADS_2