She'S My Wife

She'S My Wife
Rumah sakit


__ADS_3

"Marvel" Zahra sadar dan langsung memanggil suaminya.


"sayang kamu udah sadar" Marvel langsung memeluk Zahra.


"aaaah" Zahra teriak kesakitan.


"sayang kamu kenapa?" bunda Zahra panik melihat Zahra teriak kesakitan.


"perut Zahra sakit Bun" Zahra bicara sambil menahan sakit.


"Marvel bawa Zahra ke rumah sakit dulu Bun" Marvel langsung menggendong Zahra menuju mobilnya.


"yah kita ikut sama Marvel kerumah sakit" bunda bicara dengan ayah Zahra.


"bunda tunggu saja dirumah sama eyang, biar ayah dan Marvel yang bawa Zahra ke rumah sakit" ayah Zahra langsung masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil Marvel.


"Vel kamu tenangin Zahra, ayah akan menyetir mobil dengan cepat.


"hati-hati yah" ujar Marvel sambil duduk disisi Zahra.


"perut aku sakit banget" Zahra terus mengeluh kesakitan.


"sabar sayang" Marvel terus berusaha menenangkan Zahra


sesampainya dirumah sakit Zahra langsung dibawa ke UGD dan diperiksa oleh dokter keluarga Marvel.


"pak Tio tolong bantu periksa Zahra, dia mengeluh kesakitan sejak bangun dari pingsan" Marvel menjelaskan kondisi Zahra kepada dokter.


"tenang saja pak Marvel saya akan berusaha yang terbaik untuk kesembuhan istri anda" dokter menutup tirai dan memeriksa Zahra.


"tenang Vel, Zahra pasti baik-baik saja" ayah Zahra memberikan support kepada Marvel.


tak lama dokter keluar dari ruangan UGD.


"gimana dok keadaan Zahra?" tanya ayah.


"kami harus membawa Bu Zahra ke ruang pemeriksaan USG, karena kita harus periksa kondisi dalam perut Bu Zahra" dokter dan perawat segera membawa Zahra ke ruang USG diikuti oleh ayah Zahra dan Marvel.


"kita periksa dulu ya Bu Zahra, setelah tau kondisinya kita akan tau Bu Zahra kenapa dan bisa kita beri 0enanganan yang tepat" jelas dokter.


"ayah tunggu diluar ya Vel" ayah menunggu Zahra dan Marvel diluar ruangan.


dokter memeriksa kondisi Zahra dengan USG.


"selamat pak Marvel istri anda hamil usia satu Minggu" dokter bicara sambil memperlihatkan hasil USG kepada Marvel.

__ADS_1


"istri saya hamil dok?' Marvel mempertegas karena ia takut salah dengar.


"benar pak, karena kondisi kehamilan ditrisemester pertama membuat Bu Zahra kaget, dan saya lihat tadi saat keluar hasil lab darah ada semacam obat bius yang masuk ini yang membuat sedikit kontraksi tapi tidak terlalu berbahaya karena tidak terlalu banyak dikonsumsi" jelas dokter


"apa Bu Zahra ada masalah, sehingga mengkonsumsi obat bius?" tanya dokter.


"saya kurang tau dok, tadi saya ditelpon oleh orangtua Zahra bahwa Zahra tidak sadarkan diri"


"ini kehamilan pertama jadi harus dijaga dengan baik dan sebaiknya Bu Zahra istirahat selama tiga hari di rumah sakit" dokter memberitahu Marvel bahwa Zahra harus dirawat inap.


"sayang kamu hamil" ucap Marvel sambil mengelus rambut Zahra


"tapi anak kita nggak apa-apa kan?" Zahra khawatir dengan kondisi janinnya


"kita berdoa semoga janinnya bisa berkembang dan kamu harus di rawat inap" Marvel sangat bahagia dengan kabar ini


"mari kita keruang perawatan, kamar nya sudah di siapkan di VVIP ruang mawar" perawat membawa Zahra menuju ruang rawat inap.


kriiiing kriiiing suara HP Marvel berdering.


"Marvel kamu dimana? mama dengar Zahra masuk rumah sakit?" mama Marvel bicara di telpon dengan nada khawatir.


"mah Zahra tadi pulang dengan keadaan pingsang" Marvel menjelaskan kronologis kenapa Zahra bisa pingsan dan dia sedang menyelediki kasur ini.


"Marvel kamu harus segera urus semua ini, mama nggak mau ada hal buruk yang terjadi sama Zahra dan calon cucu mama" mama Marvel menegaskan agar anaknya selalu menjadi menantu dan calon cucunya.


"baik mama siap-siap kesana ya" mama menutup telponnya.


\=diruang rawat inap\=


"sayang sebenernya aku kenapa?" tanya Zahra yang tidak ingat kenapa ia bisa ada dirumah.


"Ra, kamu istirahat dulu, jangan dibahas dulu" Marvel tidak ingin Zahra menjadi sakit karena kepikiran dengan masalah ini.


"baiklah" Zahra berkata sambil bermuka manja.


"sayang kamu harus lebih hati-hati karena aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa" Marvel mengecup kening Zahra dan Zahra pun memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.


Marvel berusaha mencari tahu siapa yang melakukan hal buruk ini kepada Zahra, ia menghubungi pihak hotel.


"halo, saya dengan Marvel Notonegoro, saya mau melihat video cctv hari ini apa bisa?" ujar Marvel lewat telepon.


"maaf pak, untuk melihat hasil rekaman cctv harus melalui prosedur kepolisian jika ada tindakan krimal atau pun masalah lainnya" jelas seorang receptionis hotel.


"baik terimakasih" Marvel mengakhiri telponnya

__ADS_1


kriiiing kriiing HP Marvel berdering.


"halo, Tito apa ada titik terang?" tanya Marvel pada Tito yang menelponnya.


"kita harus melapor kepada kepolisian dulu baru bisa melakukan penyelidikan pak" ujar Tito.


"tunggu tiga hari lagi sampai Zahra sehat, karena kalau melapor korban harus dihadirkan" Marvel benar-benar khawatir dengan kondisi istrinya.


hari-hari berganti, Zahra sudah mulai terbiasa dengan kehamilannya dan sudah terlihat lebih segar dari hari kemarin.


"kamu sudah enakan nak?" tanya bunda pada Zahra.


"sudah Bun, hari ini aku udah bisa pulang kan?" tanya Zahra


"ayah sudah meminta izin lima hari untuk kamu libur bekerja, ayah sudah bilang kalau kamu sakit dan harus dirawat intensif" bunda menjelaskan kepada Zahra.


"pasti kerjaan Zahra numpuk Bun dikantor" Zahra mencemaskan pekerjaannya.


"kamu nggak usah cemas, aku udah suruh Lia untuk menghandle nya" Marvel keluar dari toilet dan langsung.


"Lia, maksudnya kamu hubungi Lia?" tanya Zahra.


"udah kamu istirahat nanti kita bahas lagi, aku mau ke dokter dulu" ujar Marvel dan keluar ruangan Zahra.


\=diruang dokter\=


"silahkan duduk pak Marvel" dokter mempersilahkan Marvel duduk dan menunjukan hasil USG Zahra.


"untuk kasus Bu Zahra, saya harap tidak terulang lagi, karena jika terulang akan berbahaya bagi janinnya" ucap dokter.


"saya pastikan tidak akan pernah terjadi lagi dok" Marvel menegaskan.


"Bu Zahra boleh pulang hari ini dan chek up setiap sebulan sekali" dokter mengingatkan jadwal kontrol kehamilan.


"baik dok, terimakasih" Marvel meninggalkan ruangan dokter dan kembali keruangan Zahra.


"bukannya itu Marvel" ujar Olivia yang tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat Marvel keluar dari ruangan dokter obgyn.


"siapa yang hamil, apa istrinya?" Olivia bertanya-tanya dalam hatinya


Marvel menuju ruangan Zahra begitu pula dengan Olivia dan dipertengahan jalan Marvel sadar ada Olivia memasukin ruangan Zahra, ia pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar istrinya agar menghindari kecurigaan yang mungkin akan muncul dibenak Olivia.


clek


"selamat siang" Olivia masuk ke ruangan perawatan Zahra.

__ADS_1


"siang, Bu Olivia" Zahra terkejut melihat Olivia berada di ruang perawatannya.


__ADS_2