
hari ini Zahra dan bundanya pergi ke kantor polisi untuk mengetahui perkembangan kasus kecelakaannya dengan Marvel.
"Bun kira-kira polisi aapa sudah menemukan pelakunya?" tanya Zahra saat di mobil.
"bunda juga nggak tau sayang, udah sabar ajah sebentar lagi sampai dan kita bisa dengarkan penjelasan dari pihak kepolisian" bunda menenangkan Zahra yang terlihat sangat tidak sabar.
sesampainya di kantor polisi Zahra dan bundanya langsung menemui komandan kepolisian yang menangani kasusnya.
"selamat pagi Bu" sapa komandan kepolisian.
"pagi pak" jawab Zahra dan bundanya.
"silahkan duduk Bu, saya akan jelaskan perkembangan yang kami temui" jelas pak polisi.
Zahra dan bundanya pun duduk dan mulai mendengarkan beberapa penjelasan dari pak polisi.
"jadi ini adalah kecelakaan yang sengaja dibuat ya pak?" tanya bunda Zahra
"benar Bu karena dilihat dari cctv mobil itu seperti sedang menunggu kehadiran mobil Bu Zahra dan pak Marvel, saat mobil Bu Zahra dan pak Marvel terlihat mereka tiba-tiba jalan dan menabrakkan mobilnya" jelas pak polisi
"apa sudah diketahui siapa yang merencanakan ini semua pak?" tanya Zahra penasaran.
"belum Bu untuk itu kami semua sedang melacak pemilik mobil yang menabrak tersebut" pak polisi pun menutup berita acara pertemuan ini.
__ADS_1
"baik pak jika ada perkembangan lagi mohon segera hubungi saya" pinta Zahra
"pasti Bu, pasti akan kami kabari segera" jawab pak polisi.
Zahra dan bunda nya pun pulang setelah mendengar penjelasan dari pihak kepolisian.
"semoga segera polisi menemukan pelaku kecelakaan ini" ujar bunda Zahra
"Iyah Bun benar semoga saja secepatnya tertangkap" ujar Zahra.
sesampainya di rumah Zahra dan Marvel.
"mobil siapa mbok ini?" tanya Zahra saat melihat mobil terparkir di halaman rumahnya.
"itu nyonya... anuu" mbok nah bicara terbata-bata sembari mengikuti Zahra berjalan menuju ruang tamu.
"hai Zahra" sapa Olivia dengan wajah yang di manis-manis kan.
"ada keperluan apa kesini?" tanya Zahra lagi.
"mau nengok Marvel ajah, sekalian bawain masakan untuk Marvel, kata omma itu masakan kesukaan Marvel, jadi aku masakin deh" jawab Olivia dengan sangat semangat.
"oooh terimakasih sudah membawakan masakan kesukaan untuk suami saya" jawab Zahra sambil mengecup pipi suaminya didepan Olivia.
__ADS_1
"sayang gimana kata kepolisian?" tanya Marvel sambil merangkul istrinya untuk duduk disampingnya.
"sudah ada titik terang" ujar Zahra
"titik terang?" kaget Olivia.
"Iyah titik terang sudah didapatkan oleh kepolisian tinggal dicari siapa pelakunya! memang kenapa?" Zahra menjalaskan lalu bertanya kepada Olivia
"oooh nggak..nggak apa-apa hmmm bagus polisi sudah ada titik terang" ujar Olivia seperti orang gugup.
"ok aku pulang dulu ya, kapan-kapan mampir lagi" Olivia kemudian berpamitan.
setelah Olivia pergi.
"sayang kenapa?" tanya Marvel yang melihat istrinya terdiam.
"kenapa Olivia terlihat seperti orang ketakutan, padahal sebelumnya dia sangat antusias bicara kalo dia bikinin kamu makanan sok sok merhatiin kamu gitu" heran Zahra.
"udah-udah nggak usah dipikirin, sekarang kita makan ajah yaaah" ajak Marvel.
"makan masakan Olivia?" tanya Zahra sambil berwajah kesal.
"enggak lah sayang" kata Marvel sambil memegang wajah istrinya
__ADS_1
"aku udah masak, masakan kesukaan kamu" kata Marvel sambil menyentuh kecil hidung Zahra.
Zahra pun langsung tersenyum lebar karena suaminya ternyata sudah menyiapkan masakan kesukaannya, disaat sakit seperti ini saja Marvel masih bisa membuat kejutan-kejutan kecil untuk dirinya.