
"mari kita mulai meeting hari ini" Olivia memulai meeting.
mereka semua meeting untuk perencanaan pembuatan pamflet dan sign board untuk pembukaan property PT. Absolute.
praaaangggg
gelas terjatuh dan tumpah membasahi celana panjang Zahra.
"aah maaf aku tidak sengaja menyenggolnya" ucap Olivia yang menyenggol gelas itu.
"Zahra tolong bersihkan pecahan gelasnya" lanjut Olivia dengan memberi perintah kepada Zahra.
"baik bu" ujar Zahra menurut dengan ucapan bos nya itu
"eeee... Bu Zahra tidak perlu nanti saya panggilkan OB saja" ujar Tito segera karena ia tidak mau bos nya marah karena istrinya diperintah oleh orang lain.
"tidak usah pak Tito tidak terlalu banyak serpihannya, Zahra bisa membersihkannya" cegah Olivia.
"nggak apa pak Tito biar saya yang membersihkannya" kata Zahra sambil berjongkok untuk mengambil serpihan gelas kaca itu.
Marvel yang melihatnya merasa sangat geram dan sangat ingin mencegahnya, namun ia tidak mau Zahra menjadi kesulitan karena satu bulan lagi keinginan Zahra akan terwujud.
"aaah" tangan Zahra terkena goresan kaca.
"nyooo..." Tito segera menghentikan ucapannya karena Zahra melihat kearahnya dengan pandangan tajam.
"saya akan ambilkan obat" Tito langsung mengambil kotak obat yang tersedia di ruang meeting.
"hhhm biar kau lihat Marvel, Zahra hanyalah seorang karyawan mana pastas bersama mu" ujar Olivia dalam hati.
Olivia sengaja menumpahkan air dan gelas untuk mengerjai Zahra.
"Zahra sebaiknya kamu pulang saja, karena bajumu basah dan tanganmu terluka" terlihat jelas diwajah Marvel kemarahannya.
"benar kata pak Marvel kamu pulang saja obati tanganmu" ujar Olivia.
"tapi bagaimana dengan laporan meeting saya Bu" Zahra merasa ia masih harus ikut meeting hari ini.
"nanti Lia yang akan mengerjakannya" ujar Olivia.
Zahra pun keluar dari ruang meeting dengan tangan yang masih terluka.
"suruh supir membawa pulang Zahra, dan minta mbok onah segera merawat luka Zahra jangan sampai infeksi" Marvel mengirim chat kepada Tito.
"mari lanjutkan meetingnya karena saya masih ada urusan setelah ini" Marvel bicara dengan nada yang ketus.
meeting pun berjalan kembali tanpa adanya Zahra.
\=dirumah Zahra dan Marvel\=
"nyonya muda, sini mbok obati lukanya" mbok onah sedari tadi menunggu nyonya nya pulang
Zahra dan mbok onah masuk kedalam rumah dan mbok onah membantu Zahra mengobati lukanya, ada beberapa goresan ditangan Zahra tidak begitu dalam namun mengeluarkan darah yang cukup banyak.
\=dikantor Marvel\=
"Tito ayo kita pulang" Marvel langsung keluar ruang meeting dengan langkah yang tergesa-gesa.
__ADS_1
"maaf pak Marvel karena ini sudah waktunya makan siang apa bisa kita makan siang bersama?" Olivia berusaha mengejar Marvel.
"maaf Bu Olivia saya harus segera pulang karena istri saya menunggu dirumah" ujararvel tanpa sengaja membuka identitasnya.
deg
"istri? apa Marvel sudah memiliki istri" tanya Olivia dalam hatinya
Marvel pun menghilang dari pandangan Olivia.
\=dirumah Zahra dan Marvel\=
"sayang...sayang" Marvel masuk kedalam rumah segera dan mencari Zahra.
"nyonya muda sedang dikamar pak, tadi mbok lihat lagi tidur" jelas mbok onah.
"apa lukanya sudah di obati?" tanya Marvel penuh ke khawatiran.
"sudah tadi sudah mbok obati sedikit dalam tapi tidak parah pak" mbok onah menceritakan keadaan luka Zahra.
arvel langsung menaiki tangga dan menuju kamarnya, dilihatnya Zahra sedang tertidur dengan mata yang sembab seperti habis menangis.
"sayang" Marvel mengec*p kening istrinya yang sedang tertidur.
"kok udah pulang" Zahra bangun dari tidurnya karena mencium wangi khas dari suaminya.
"gimana luka mu apa sakit"
Zahra menjawab dengan gelengan kepalanya.
"maaf aku tadi mengacaukan meeting hari ini" Zahra mengganti posisinya dari tiduran menjadi duduk diatas kasur.
"jangan berburuk sangka" Zahra menenangkan Marvel.
"makan dulu ya mbok onah sudah masak opor ayam kesukaan mu" Marvel sangat perhatian kepada istrinya itu
"mbok tolong antar makan untuk Zahra" Marvel menelpon mbok nah.
tok tok tok
"pak ini makan siang ibu Zahra" ujar Siti salah satu pembantu Zahra dan Marvel.
"taro di sini saja bi Siti" perintah Marvel.
tiba-tiba Zahra yang mencium aroma opor ayam menjadi mual.
uuuweeeeekkk
Zahra merasa perutnya sangat mual dan ia langsung berlari menuju kamar mandi.
"sayang sayang kamu kenapa?" tanya Marvel dari balik pintu kamar mandi yang tertutup.
"perut aku mual, kayaknya masuk angin niih" Zahra keluar dari dalam kamar mandi.
"ya udah makan dulu habis itu kita kedokter" Marvel memapah Zahra yang terlihat lemas.
ketika Marvel akan menyuapi Zahra kembali mual.
__ADS_1
"aku minta teh hangat saja Vel" pinta Zahra.
"aku buatkan dulu" Marvel turun kebawah.
"mbook mbook" Marvel lebih sering memanggil mbok nah saat dirumah karena dia sudah terbiasa dari kecil di urus mbok nah.
"Iyah pak" mbok nah langsung menghampiri Marvel.
"mbok Zahra mau teh hangat tolong dibuatkan dimual-mual" jelas Marvel sambil panik.
"baik" mbok nah menyiapkan teh hangat di cangkir khusus punya Zahra.
"pak ini tehnya, jika nyonya masih mual-mual dibawa kedokter saja mungkin nyonya...." mbok nah ragu untuk melanjutkan omongannya.
"lanjutkan saja bi kenapa?"Marvel penasaran.
"mungkin nyonya muda hamil pak" mbok nah bicara dengan takut-takut.
Marvel seketika langsung merasa senang dan membawa teh yang di minta istrinya kekamar.
"sayang apa kamu sudah telat datang bulan?" tanya Marvel tanpa basa-basi.
"harusnya kemarin tanggal aku haid jadi baru satu hari telatnya" ujar Zahra sambil meneguk teh hangatnya.
"kenapa?"tanya Zahra heran.
"kita kedokter yuk" ajak Marvel.
"istirahat sebentar juga aku akan sehat lagi" Zahra menolak dibawa ke dokter.
Marvel pun tidak dapat memaksa istrinya untuk pergi kedokter karena baru satu hari Zahra telat datang bulan.
\=pagi hari\=
"selamat pagi kesayangan" sapa pagi Marvel kepada Zahra
"selamat pagi cintaku" sapa balik Zahra.
pagi yang selalu semakin harmonis dan manis.
Zahra dan Marvel kembali menjalankan aktifitasnya masing-masing.
\=dikantor Zahra\=
"selamat pagi semua" Zahra menyapa teman-temannya.
"pagi Zahra"
Zahra berjalan menuju ruangan kerjanya.
"Zahra kamu hari ini ada janji dengan perwakilan dari restoran Tempo hari kan?" tanya Olivia
"benar Bu habis makan siang saya berangkat ke restoran mereka" Zahra memberitahu Olivia
"oke kalau begitu kamu jangan terlambat kalo bisa kamu makan siang disana saja agar bisa rasa dari masakan mereka" perintah Olivia.
"nanti saya akan kesana juga dengan pak Marvel kami ada janji makan siang" ujar Olivia lagi
__ADS_1
"hmmm pasti kamu akan cemburu zahra melihat saya bersama Marvel,dasar perempuan tidak tahu diri, dia fikir dia cantik sampai menggoda Marvel" gumam nya dalam hati.