
setelah penangkapan Olivia, Zahra dan Marvel merasa kehidupan mereka kembali normal, tak ada lagi hal-hal yang ekstrim terjadi kepada mereka dan merekapun berharap Olivia bisa menyesali perbuatannya.
"Alhamdulillah banget ya sayang kita bisa membuktikan Olivia dalang dari kecelakaan" ujar Zahra sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"iya, aku juga udah merasa lega cuma ada satu yang kurang" ujar Marvel sambil berfikir.
"apa?" tanya Zahra sambil bangun dari tempat tidur dan menghampiri Marvel yang sedang duduk disofa.
"yang kurang itu sekarang baby buat kita, jadi sekarang waktunya kita kerja keras buat wujudin impian kita" Marvel menggendong Zahra naik ke atas tempat tidur.
malam ini menjadi malam yang panjang bagi dua sejoli yang sedang terbakar kerinduan, bagaikan orang yang sudah lama tak bertemu, Zahra dan Marvel berpagu dengan sangat panasnya, malam ini mereka kembali bekerja keras agar membuahkan hasil yang terbaik, keinginan mereka untuk mempunyai buah hati sangatlah besar.
"hah hah hah" suara nafas lelah terdengar.
"haaaah, pas banget sayang legit" ujar Marvel sambil merentangkan tubuhnya di kasur karena kelelahan.
"kamu tuh ya sayang nakal banget deh, sampe keringetan gini aku, banjir tuh sepre, AC sampe gak berasa efek panasnya permainan kamu" Zahra bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
"sayang kalo udah nggak lemes kita terusin dikamar mandi" teriak Marvel menggoda istrinya.
"sana kamu main ajah sama gayung kalo mau lagi, aku mau tidur" ujar Zahra.
"longgar dong kalo sama gayung mah sayang" Marvel tertawa.
malam ini kebahagiaan menyelimuti mereka berdua, rasa lelah yang mereka rasakan terbayar sudah, mereka pun tidur terlelap dan nyenyak.
__ADS_1
kukuruyuuuuuk
suara ayam berkokok telah terdengar, pagi ini mereka kembali melanjutkan aktifitas masing-masing, Zahra pergi ke resto dan Marvel bekerja di perusahaannya
"daaah" Zahra melambaikan tangannya pada Marvel yang berada didalam mobil.
hari ini Zahra diantar oleh Marvel ke resto.
"pagi Bu" sapa satpam
"pagi pak" Zahra menyapa kembali.
sikap Zahra yang ramah dan sopan membuat semua karyawannya merasa nyaman dipimpin oleh Zahra, meski ia seorang anak dari pemilik resto terkenal Zahra tetap memiliki sikap dan sifat yang rendah hati.
"terimakasih juga Bu Zahra sudah percaya kepada kami" Mia berterimakasih kembali mewakili team.
"mari kita kembali bekerja keras dan hasil nya bukan hanya uang yang kita dapatkan tetapi juga rasa kepuasan diri karena sudah membuat orang lain bahagia, bekerja jangan hanya karena uang ya kita harus bekerja dengan hati juga" nasihat Zahra.
"siap Bu Zahra, pasti kita bekerja dengan hati, customer senang kita pun girang"
semua tertawa mendengar salah satu staff bicara seperti itu.
"okeh semua boleh bubar dan kembali bekerja" Zahra membubarkan staff nya.
pekerjaan yang Zahra lakukan saat ini membuatnya kembali bersemangat dan senang karena bisa membuat orang lain bahagia.
__ADS_1
tok tok tok
suara pintu ruangan Zahra terketuk.
"permisi Bu ada yang mau bertemu ibu didepan" ujar Mia.
"baik saya kesana sekarang" Zahra bangkit dari duduknya.
Zahra berjalan menuju ruang tamu yang disediakan untuk customer yang datang.
terlihat di sana seorang wanita paruh baya sedang duduk dan sangat familiar.
"omma" sapa Zahra saat berada didepan omma Marvel
"Zahra maaf Omma mengganggu pekerjaan kamu" ujar omma
" nggak apa omma, omma kenapa kok ke resto?"tanya Zahra heran.
"omma mau minta maaf karena sudah membuat kamu tidak nyaman dan sudah memojokkan mu" ujar omma dengan penuh sesal
"omma, omma nggak perlu minta maaf, Zahra ngerti saat itu omma dalam keadaan terpengaruh oleh Olivia" Zahra sangat lah pengertian .
"terimakasih kamu sudah sangat baik dan mau mengerti omma, kamu memang wanita yang tepat untuk menjadi istri Marvel" omma memeluk Zahra.
sikap omma yang sudah menerima Zahra membuat Zahra memeliki kekuatan baru untuk rumah tangganya, bagaikan mendapat sebuah restu yang sangat besar yang membuatkan semakin yakin rumah tangganya akan sangat bahagia.
__ADS_1