She'S My Wife

She'S My Wife
Foto


__ADS_3

"sayang hari ini aku pergi dulu yaa, ada perlu diresto ayah" pamit Zahra.


"aku anter ya" ujar Marvel.


"hari ini kamu masih harus istirahat jangan kemana-mana dulu" pesan Zahra.


"okeh okeh nyonya" Marvel menurut apa kata istrinya


"aku pergi ya" Zahra pamit dan mengecup kening suaminya.


zahra mengendarai mobilnya menuju restoran.


sesampainya diresto


"selamat datang Bu" sapa pelayan resto kepada Zahra.


"siang Mia" sapa Zahra balik.


"bapak sudah datang?" tanya Zahra pada Mia.


"bapak infonya hari ini tidak bisa datang Bu, tadi mendadak ada supplier kita yang tiba-tiba bermasalah" jelas Mia.


"okeh, tamunya udah Dateng?" tanya Zahra.


"belum Bu, silahkan tunggu di meja nomor 20" Mia menunjukkan letak meja kepada Zahra.


pukul sepuluh tepat terlihat sosok yang tak asing masuk ke dalam resto.


"loh mas Sandy" panggil Zahra.


"ibu sudah kenal dengan pak Sandy?" tanya Mia.


"Iyah kami sudah saling kenal" ujar Sandy menjawab pertanyaan Mia.


"Bu Zahra ini pak Sandy yang kebetulan mau menyewa room meting resto untuk acara pertunangan"


"oooh jadi mas Sandy yang mau sewa dan mau tunangan juga?" tanya Zahra dengan antusias.


"Iyah Ra gua rencana mau ngelamar cewe gua" jelas Sandy.


"oke oke kalo begitu kita ngobrol dulu konsepnya Lo mau kaya apa" Zahra dan Sandy menuju meja nomor 20.


dimeja nomor 20 mereka berbincang sambil tertawa kecil, pertemuan yang tidak disengaja ini membuat mereka sedikit bernostalgia.


"gua beneran nggak nyangka kalo resto ini punya lu" Sandy terkejut dengan cerita Zahra


"belom sih, ini belum jadi milik gua karena gua belum pede buat kelola resto ini, tapi tenang buat lu khusus gua yang akan urus semuanya" janji Zahra


"bener yaah, lu tuh kan dulu sering banget dekor-dekor kalo dikantor lagi ada acara" Sandy mengingat masa-masa kerja mereka.

__ADS_1


"gimana lu masih di sana mas?" tanya Zahra.


"oooh gua udah mulai urus usaha bokap, selama dua bulan ini gua yang udah Mulai handle" kata Sandy.


"gitu dong, sayang kan usaha bokap lu cukup besar mas, kali ajah dengan lu yang handle usahanya akan semakin besar" doa Zahra.


"aamiin aamiiin" Sandy mengaminkan doa Zahra.


"okeh makasih untuk perjamuannya dan makasih udah mau urus acara pertunangan gua, gua pamit dulu masih ada yang perlu diurus dikantor" pamit Sandy pada Zahra


"ciieee bapak CEO, klo judul novel CEO muda yang memperjuangkan cintanya" ledek Zahra.


"apaan sih lu, ada ajah, ya udah gua pamit yaa, bye" Sandy pun meninggalkan meja nomor 20.


Zahra yang sangat senang bisa bertemu Sandy masih senyum-senyum sendiri


"Buu..Bu Zahra" Mia memanggil Zahra yang masih serius senyum-senyum.


"eeeh maaf Mia" sadar Zahra.


"seneng banget Bu" ledek Mia.


"Iyah kita udah lama nggak ketemu dan dia udah seperti Kaka saya" jelas Zahra


"okeh Mia, nanti kita bicarakan lagi detailnya bersama team WO" lanjut Zahra.


"baik Bu, hmmm ibu mau tunggu bapak apa mau langsung pulang?" tanya Mia.


Zahra pun meninggalkan resto dan bergegas pulang kerumahnya.


tiiin tiiiin


Zahra membunyikan klakson mobilnya agar dibukakan pintu oleh satpam dirumah


"siap Bu" satpam langsung membuka gerbang.


"ada siapa pak?" tanya Zahra pada satpam dirumah


"nggak tau Bu, tapi perempuan yang datang" jelas pak satpam.


Zahra masuk kedalam rumahnya dan langsung melihat ada Olivia disana dan juga omma Marvel, terlihat raut yang sangat serius di wajah mereka.


"siang omma" sapa Zahra


"hmmm siang" jawab omma sinis


"omma udah lama dirumah? kok kamu nggak kabarin aku sih sayang?" Zahra langsung bertanya pada Marvel.


"kamu dari mana?" tanya Marvel dengan suara tegas

__ADS_1


"aku dari resto tadi aku udah bilang kan sayang ke kamu" Zahra heran mengapa suaminya bertanya seperti itu


"hmm bukannya kamu abis ketemu cinta pertama kamu?" celetuk Olivia


"cinta pertama? maksudnya?" Zahra menatap mereka secara bergantian karena tak tahu apa maksudnya Olivia


"lihat ini kamu tertawa bersama lelaki ini diresto" omma memperlihatkan foto yang ada di hp Olivia


"looh kok bisa ada foto ini?" tanya Zahra semakin heran.


"kenapa? kamu heran kita bisa dapatkan foto ini?" ujar omma


"apa sih ini maksudnya?" Zahra bicara keras.


"kamu kenapa bisa ketemu Sandy?" tanya Marvel.


"sayang kamu kira aku sengaja ketemu atau janjian sama mas Sandy?" tanya Zahra kecewa.


"Zahra kamu tau Marvel sedang sakit kenapa kamu bisa tertawa lepas dengan pria lain?" omma membentak Zahra


"omma, aku kesana karena permintaan ayah untuk ketemu tamu yang akan sewa resto dan aku juga kaget ternyata Sandy yang mau sewa room meting resto" Zahra menjelaskan.


"apa hubungannya ayah kamu dan kamu dengan resto itu?" tanya Olivia.


"karena itu adalah salah satu resto yang dikelola ayah kebetulan resto itu baru di beli ayah satu bulan yang lalu, jadi pas kita kecelakaan ayah dan bunda itu lagi urus pembelian resto milik teman ayah" Zahra menjelaskan panjang lebar.


"wah wah wah hebat banget yaaa keluarga kamu bisa punya resto jangan-jangan itu uang dari Marvel" tuduh Olivia


"cukup" teriak Marvel


"Zahra dan keluarganya adalah pemilik sweet resto yang membuka cabang di berbagai kota" Marvel mulai membela Zahra.


"sayang maafin aku" Marvel meminta maaf karena menyesal telah mencurigai istrinya.


"aku cuma kecewa Vel kamu lebih mudah dihasut mereka dibanding kamu bicarakan dulu baik-baik sama aku" Zahra bicara dan langsung berjalan menaiki tangga rumahnya.


omma yang terkejut mendengar bahwa cucu menantunya adalah seorang pewaris dari resto yang selama ini ia puja puja kelezatan masakannya hanya bisa terdiam dan terduduk lemas.


"omma, omma" Olivia memanggil omma Marvel.


"Olivia sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan pernah mempengaruhi keluarga ku lagi, kali ini aku masih berbaik hati memaafkan mu" usir Marvel pada Olivia


"lihat ajah Marvel kamu akan menyesal karena sudah memilih zahra sebagai istri mu" ancam Olivia.


Marvel tidak tahu apa yang harus ia perbuat, kebodohannya yang tidak mempercayai istrinya adalah kesalahan yang sangat fatal, Zahra yang sejak dulu ia tidak mudah dapatkan dan sekarang sudah sangat mencintainya tapi ia malah terhasut dengan foto yang diberikan Olivia.


"omma, sebaiknya omma juga pulang saja kerumah mama, karena Marvel harus menyelesaikan kesalahan fahamnya ini" Marvel sedikit kesal dengan ommanya


"satu lagi, omma jangan selalu memandang rendah orang hanya karena omma tidak banyak tau dan mudah terhasut dengan orang lain tanpa menyeledikinya" lanjut Marvel.

__ADS_1


"ditambah dia adalah penyebab dari Marvel kehilangan calon anak marvel" Marvel sedikit memberi informasi kepada ommanya dan langsung meninggalkan ommanya yang masih duduk terdiam.


__ADS_2