
"kondisi janin bagus, detak jantung normal dan berat bayi sudah mencapai 1.2kg" dokter memeriksa kondisi janin Zahra.
"dok kapan kira-kira bayinya lahir?" tanya Marvel.
"sekitar 2bulan lagi pak Marvel" kata dokter.
"apa nggak bisa sekarang dok?" pertanyaan Marvel membuat dokter tertawa
"tidak bisa pak Marvel semua ada jadwalnya kecuali terjadi accident" jelas dokter yang.
"de kamu yang baik ya di perut ibun" Marvel langsung bicara kepada calon bayinya sambil mengelus perut Zahra.
melihat kelakuan Marvel Zahra dan dokter tertawa kecil.
"jadwal kontrol dua Minggu lagi ya, jangan lupa vitamin dikonsumsi tiga kali sehari dan konsumsi makanan bergizi" pesan dokter.
"siap dok, saya pastikan semua itu tidak terlewat" Marvel meyakinkan dokter.
"kami pamit dulu dokter terimakasih" Zahra dan Marvel berpamitan.
Zahra dan Marvel keluar ruangan pemeriksaan dan langsung menuju apotek untuk mengambil vitamin yang sudah dokter resepkan.
"sayang berat nggak sih?" tanya Marvel
__ADS_1
"berat tapi aku happy kok" jawab Zahra sambil melirik perutnya dan tersenyum seakan-akan melihat wajah bayinya.
"terimakasih ya sayang kamu sudah bertahan sampai hari ini, aku bangga sama kamu" Marvel menggenggam erat tangan Zahra.
kehidupan wanita yang sedang hamil memang seperti dunia terbalik, makanan yang dulu disukai berubah menjadi tidak suka, makanan yang dulu tidak disuka menjadi makanan yang wajib ada, perubahan mood yang sangat drastis terkadang dirasakan oleh Zahra selama kehamilannya, kadang ia sangat sensitif dengan segala keadaan, Marvel yang dulu pulang diatas jam tujuh malam dan menurut Zahra itu biasa sekarang sangat tidak disukai Zahra seakan Marvel mengabaikannya semenjak ia hamil, merasa jelek dan takut dicampakkan, sifat yang sangat bertolak belakang dengan sifat asli Zahra.
"sayang hibur ibun terus ya, bilang sama ibun kalo papi sayang banget sama ibun dan junior" Marvel berusaha selalu berkomunikasi dengan calon bayinya agar Zahra tersenyum.
"maafin aku ya sayang suka tiba-tiba aneh sifat dan sikapnya" Zahra malah menjadi melow.
"udah-udah sayang nanti kamu malahan jadi nangis lagi" Marvel menenangkan istrinya.
Marvel sangat tahu betul jika Zahra sudah meminta maaf ia akan mulai menangis begitu semenjak hamil.
Marvel yang masih bingung bagaimana menenangkan Zahra ketika melowistrinya datang, ia benar-benar tak tahu asal mula datangnya rasa itu, ketika ia tidak perhatian Zahra akan merasa diabaikan, saat ia perhatian Zahra malah merasa bersalah dan menjadi menangis.
"sayang kamu jangan nangis, kata orang nanti kalo ibunya suka nangis anaknya jadi cengeng" Marvel berusaha menghibur.
"tuhkan kamu malahan doain anak kita jadi cengeng" Zahra malah menjadi marah.
"aduuuh salah lagi deh, ya tuhan dari merasa bersalah ke menangis sekarang marah, apa seekstrim ini perubahan mood ibu hamil" Marvel bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.
"nyonya Marvel Notonegoro" panggil petugas apoteker.
__ADS_1
Marvel langsung beranjak dari duduknya dan menuju apotek.
"saya suami nyonya Marvel" info Marvel
"ini vitamin nya pak, diminum tiga kali sehari dan untuk yang satunya cukup satu kali sehari ya pak" jelas apoteker rumah sakit.
"mba disini jual obat biar ibu hamil gak baperan lagi?" tanya Marvel.
"si bapak ada-ada ajah mana ada obat kaya begitu, kalo ada udah banyak yang antre pak" kekeh petugas apoteker.
"jadi yang kaya begitu bukan hanya istri saya ya mba?" tanya Marvel penasaran.
"hampir semua ibu hamil mengalami perubahan mood pak" ujar apoteker itu.
"terimakasih" Marvel meninggalkan tempat apoteker dan menghampiri Zahra lagi
"ayo sayang kita pulang" ajak Marvel.
"kita makan dulu yuk sayang aku laper" tiba-tiba Zahra kembali ceria
"ayok kamu mau makan apa semua aku penuhi" kata Marvel sambil menggandeng istrinya.
"syukurlah Zahra sudah ceria lagi" gumamnya dalam hati.
__ADS_1