She'S My Wife

She'S My Wife
Minggu yang cerah


__ADS_3

Zahra bangun dari tidurnya yang lelap dan ia melihat Marvel sudah tidak ada disampingnya.


"kemana dia pagi-pagi sudah bangun" tanya Zahra dalam hati.


clek terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan Zahra sedikit merasa merinding karena pintu kamar mandinya terbuka sendiri dan keluar sosok tinggi dari dalam kamar mandi.


"Marvel" teriak Zahra


"kenapa sih kaya liat hantu" heran Marvel.


"emang hantu, hantu nggak jelas" Zahra beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi.


"kalo udah selesai mandi langsung keruang sebelah yaa" teriak Marvel.


"mau apa keruang sebelah itu privat room" balas Zahra dengan berteriak dari dalam kamar mandi.


"udah cepetan ajah" Marvel keluar dari kamar Zahra menuju ruang privat room yang berada disebelah kamar istrinya itu.


"seleranya bagus juga, nuansa minimalis yang manis" puji Marvel dalam hati yang melihat dekorasi ruang privat istrinya.


Marvel berkeliling melihat-lihat isi dari ruangan itu, ia melihat satu foto yang sangat membuatnya cemburu.


"kenapa liat-liat barang orang" celetuk Zahra saat masuk kedalam ruangannya.


"bagus fotonya dimana ini?" tanya Marvel sambil menyembunyikan perasaan cemburunya.


"itu waktu liburan kepantai, apa nggak liat itu kami di pantai" jawab Zahra ketus.


"hmmm kelihatan tapi hanya memastikan saja dipantai apa dan liburan dengan siapa ajah" selidik Marvel.


"lihat foto sebelahnya, itu teman-teman kantor semua berkumpul berarti aku berlibur bersama mereka semua bukan hanya dengan mas Sandy" Zahra merasa tidak suka saat diselidiki tentang kegiatan masalalunya.


"kenapa kamu bisa panggil dia mas sedangkan ke aku selalu menyebut nama" protes Marvel sambil meletakkan foto Zahra kembali ditempatnya.


"karena dia lebih tua dari aku"


"aku pun lebih tua dari mu dua tahun" Marvel kembali merajuk.


"udah aaah jangan banyak tanya" Zahra duduk di sofa.


"kenapa tadi nyuruh kesini?'tanyanya sambil melipat tangannya didada karena kesal.


"Zahra aku mencintai mu" tiba-tiba Marvel mengungkapkan isi hatinya.


"selama kita mempersiapkan pernikahan, bulan madu dan sampai hari ini aku baru bisa menyatakan cinta ku dengan benar kepada mu" Marvel mengambil tangan Zahra dan menciumnya.

__ADS_1


"Zahra terimalah cinta ku dan diriku ini" Marvel mengeluarkan kotak cincin dan membukanya tepat dihadapan Zahra,.pemandangan yang sangat romantis dan mungkin membuat semua orang akan iri.


"Vel" Zahra baru mau bicara namun bibirnya langsung dikunci oleh jari Marvel yang lentik.


meskipun Marvel seorang pria ia memiliki jemari yang sangat indah dan lentik yang terkadang membuat Zahra tak bisa berpaling dari jari-jari itu.


"kalo aku nggak mau gimana?" celetuk Zahra yang membuat Marvel lesu.


"aaah males ah nggak bikin sebel" Marvel duduk disebelah Zahra.


Zahra tertawa kecil melihat sikap Marvel yang baru kali ini ia lihat, baper, dan seperti anak kecil saat ngambek.


"pernikahan kita baru menginjak hitungan Minggu berdoa lebih giat" Zahra beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Marvel sambil meledek.


\=dimeja makan\=


"Zahra dimana Marvel nak, kenapa belum turun untuk sarapan pagi?" tanya eyang


"sebentar lagi Marvel turun" benar dugaan Zahra Marvel segera keluar dari private Room dan turun menuju meja makan.


"pagi eyang" sapa Marvel.


"bunda dan ayah kemana eyang?" tanya Zahra heran yang tidak melihat orang tuanya di rumah.


"bunda dan ayah mu sedang pergi keluar sebentar" jawab eyang.


"eyang kapan rencana ayah akan membuka restorannya dijakarta" tanya Marvel


"kemungkinan kurang lebih satu bulan lagi, beberapa barang seperti furniture masih ada yang belum selesai dibuat dan dipasang" jelas eyang panjang lebar.


Zahra yang melihat keakraban eyang dan Marvel merasa bahwa Marvel adalah pria yang perhatian, bahkan dia sudah lebih dulu mampu merebut hati eyang dengan membatunya di toko kue.


"Zahra kapan kamu mau meneruskan usaha ayahmu?" tanya eyang tiba-tiba yang membuat Zahra mematung terdiam.


"tenang saja eyang segera Zahra akan mengambil alih urusan restoran" Marvel membantu Zahra menjawab pertanyaan eyang.


"be..benar eyang" Zahra berkata dengan terbata.


"bagaimana cara menjelaskan kepada mereka bahwa aku tidak terlalu tertarik usaha kuliner" gumam Zahra dalam hati.


\=siang hari\=


"eyang, Zahra dan Marvel sudah mau pulang karena hari ini aku dan Marvel akan pindah kerumah kami jadi harus pulang segera" ujar Zahra yang bingung kemana perginya kedua orang tuanya itu.


"assalamualaikum" salam ayah dan bunda.

__ADS_1


"ahhh syukurlah bunda kenapa pergi lama banget sampe jam satu siang" cemas Zahra.


"lihat bunda mencari ramuan ini, ini bagus untuk kamu agar bisa cepat mengandung" bunda mengeluarkan botol obat dari dalam tasnya.


"tadi lama karena stoknya habis jadi bunda dan ayah meminta apotekernya untuk meracik lagi beberapa botol untuk kami, daaan ini lah hasilnya" tiga botol obat dikeluarkan oleh bunda Zahra yang disambut wajah kesal Zahra.


"bunda apa-apaan sih, aku dan Marvel masih masa perkenalan" jawab Zahra kesal


"sayaaang, kalian sudah cukup mengenal satu sama lain, sekarang waktunya kalian membuatkan kami cucu yang cantik dan tampan" bunda menggenggam tangan Zahra erat.


tak tahu lagi harus bagaimana dengan kondisi yang semakin membuat Zahra sesak nafas dibuatnya, kemarin menikah cepat-cepat sekarang meminta cucu.


"aaaah apa mereka harus selalu berbuat sesuka hati" kesal Zahra didalam mobil.


"hei, jangan marah-marah nanti cantiknya jadi nambah" goda Marvel dan melihat sabuk pengaman belum terpasang pada Zahra, ia mendekatkan dirinya.


"mau apa" Zahra kaget.


"safety belt nya belum terpasang" Marvel semakin mendekat dan memegang sabuk pengaman pada Zahra membuat Zahra menjadi salah tingkah lagi.


"hari ini sangat cerah dan sepertinya aku semakin tertarik dengan mu" ucap Marvel yang seketika mendaratkan ciumannya di kening Zahra


wajah Zahra menjadi merah merona bagaikan udang yang baru saja direbus.


"ke...kenapa selalu salah tingkah" gimana Zahra di dalam hatinya.


"hmmm wajah mu semakin memerah, aku yakin akan segera mendapatkan hati mu Zahra" gumam Marvel dalam hati sambil menarik ujung bibirnya dan tersenyum kecil.


Marvel kembali melajukan mobilnya menuju kerumah baru mereka, sudah tak sabar Marvel ingin mencoba saran-saran yang diberikan oleh asisten pribadinya itu.


\=flasback dikantor Tito\=


"Tito bagaimana cara mu mendapatkan hati pacarmu dulu" tanya Marvel.


" apa jika aku memberi tahu pak bos akan memberikan aku kenaikan gaji" ujar Tito.


"yaa aku akan menaikkan gaji mu dan memberimu libur satu Minggu, apa cukup?' tegas Marvel


"cukup boos itu sangat menyenangkan"


" jadi dulu pacar ku itu wanita yang sangat sulit ditembus, aku sudah berkali-kaliengajaknya kencan dan setelah ajakan ke sepuluh kali ia baru mau menemui ku" cerita Tito.


"lalu aku memperlakukannya seperti seorang putri walau bukan dengan shopping wanita lebih menarik ketika diri mereka diperhatikan, dimanja dan di puji" lanjut Tito.


"lalu apa lagi" Marvel semakin penasaran.

__ADS_1


"dan lakukanlah hal-hal kecil secara tiba-tiba, seperti mengecup kening, pipi sambil mengucapkan selamat tinggal atau selamat datang."wanita pasti akan luluh dan dia Pasti akan salah tingkah"


"kau benar Tito, aku harus lebih perhatian kepada Zahra dan keluarganya, cepat cari tau semua tentang Zahra dan keluarganya aku ingin Zahra segera mencintaiku. ucap Marvel bersemangat.


__ADS_2