She'S My Wife

She'S My Wife
Rekaman CCTV


__ADS_3

Tito mengendarai mobilnya menuju hotel tempat Zahra dan Sandy tidur berdua.


didalam pesan yang dikirimkan ke nomor hp Tito ada sebuah foto yang menunjukkan Zahra dan Sandy sedang tidur bersama disebuah kamar hotel, mereka berdua terlihat tidur bersama diatas satu ranjang, sehingga membuat Marvel geram melihat foto tersebut.


"hallo pak, saya sudah chek CCTV hotel tapi tepat di titik lokasi kamar nyonya muda CCTV dalam perbaikan" jelas Tito yang gagal mendapatkan rekaman CCTV.


Marvel menutup telponnya dan mengepal tangannya sangking geram dan marah.


"kalau sampai ketemu akan aku lenyapkan orang itu" gumam Marvel dalam hati.


"Vel" panggil papanya.


"kamu belum menemukan kejelasan foto tersebut?" tanya papa Marvel.


"belum pah, aku sedang berusaha" ujar Marvel lesu.


"kamu harus menemukan siapa yang mau menyakiti Zahra karena kelak kita harus melindungi Zahra dan janinnya calon cucu papa, jangan pernah lengah Marvel" tegas papa Marvel


"aku pergi ke rumah sakit dulu pah" Marvel pamit kepada papa nya untuk kembali kerumah sakit.


dalam perjalanan Marvel terus berfikir bagaimana cara ia mendapatkan kejelasan ini.


"Sandy, aku harus bertemu dengan Sandy" Marvel memutar balik mobilnya menuju kantor Zahra.


\=dirumah sakit\=


"mah kok Marvel belum sampe juga, kita kan mau pulang" tanya Zahra


"sebentar mama coba telpon papa dulu" mama mengeluarkan ponselnya dan menghubungi papa Marvel.


\=dikantor Zahra\=


"selamat siang, saya mau bertemu dengan Sandy staff multimedia" ujar Marvel kepada salah satu staff receptionis.


"baik ditunggu sebentar pak" ujar seorang staff sambil menghubungi bagian multi media melalui telepon.


Sandy dan Marvel pun bertemu, terlihat aura kemarah diwajah Marvel.


"selamat siang pak Marvel" sapa Sandy.


"pak apa ada yang bisa saya bantu?" Sandy bertanya kepada Marvel.


"Sandy ada sesuatu yang ingin saya bicarakan, tapi tidak disini, ikut saya" Marvel membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju mobil.


Sandy yang tidak tau apa yang akan dibicarakan Marvel hanya bisa mengikuti Marvel tanpa banyak bicara.

__ADS_1


"masuk" perintah Marvel kepada Sandy.


Sandy masuk kedalam mobil dan Marvel melajukan mobilnya.


kriiiing kriiiing (bunyi ponsel Marvel)


"hallo mah, tito akan menjemput mama dan Zahra dirumah sakit, aku titip Zahra" ujar Marvel dan langsung menutup telponnya.


"Zahra, apa Zahra yang ku kenal, tapi kenapa dia harus menitipkan Zahra dan menyuruh asistennya menjemput Zahra, membingungkan" ujar Sandy dalam hati.


"kita sampai, kita bicara didalam" Marvel menghentikan mobilnya disebuah cafe tidak jauh dari kantor tempat Zahra dan Sandy bekerja.


mereka berdua memasuki cafe dan saling berpandangan, Sandy dengan pandangan bingung dan Marvel dengan pandangan marah.


"dimana kamu tiga hari lalu?" tanya Marvel kepada Sandy.


"tiga hari lalu saya bekerja dikantor pak" jawabnya.


"apa kamu pergi kesebuah hotel?" tanya Marvel sambil mengepalkan tangannya.


"ia benar pak, kok pak Marvel bisa tau?" tanya Sandy heran.


"apa kamu menjabak Zahra dihotel itu?" ujar Marvel yang tiba-tiba memegang kerah baju Sandy dan ingin melayangkan tinjunya.


"menjebak Zahra maaf maksud bapak apa ya?" tanya Sandy semakin tak mengerti dan ketakutan dengan sikap Marvel.


"benar pak saya kesana atas perintah Bu Olivia, dia meminta saya menemui seorang klien dan ternyata Zahra ada di hotel itu juga" jelas Sandy.


"baik kalo begitu kamu boleh pergi, jangan beritahu siapapun tentang pembicaraan kita hari ini, kalau ada yang tanya bilang saja saya meminta kamu untuk menemani minum kopi" tegas Marvel


"baik pak, saya permisi" pamit Sandy dan langsung pergi dari cafe tersebut.


"Tito, kamu selidiki Olivia, cari tahu apa dia terlibat dalam kasus ini" Marvel menelpon Tito saat Sandy sudah tak terlihat ada di cafe.


diperjalanan menuju kantor.


"apanya yang nemenin ngopi, dikasih air putih ajah enggak, udah bawa orang maksa, kasar plus nyuruh orang bohong lagi" gerutu Sandy sambil berjalan menuju kantor.


"dan, lu dari mana kejar baju lu sampe lecek gitu" tanya ci Maya saat Sandy sampai di kantor.


"ngopi" jawab Sandy singkat dengan nada sedikit menekan.


"tadi kata orang depan lu dicari pak Marvel? kenapa? ada masalah? ci Maya memberikan rentetan pertanyaan yang membuat Sandy jadi kesal.


"ci gua tadi dah bilang gua ngopi jadi ya gua abis ngopi sama orang itu" Sandy kesal dan langsung meninggalkan ci Maya.

__ADS_1


"diiiih kok sewot sih" gumam ci Maya.


\=dirumah mama Marvel\=


"aku pulang" ujar Marvel sambil membuka pintu rumah mamanya


"Marveeeeeeeel" teriak mamanya


"mama ini apaan sih pake teriak" Marvel menghampiri mamanya.


"Marvel, kenapa kamu nggak jemput mama dan Zahra" kesal mama.


"Marvel ada urusan mendesak mah" jawab Marvel.


"urusan mendesak apa sampai tidak mementingkan mamanya dan istrinya?" marah mamanya lagi.


"Marvel curiga kalau atasan Zahra terlibat dalam kasus ini" jelas Marvel kepada mamanya tentang kecurigaannya kepada Olivia


"curiga? maksudnya kenapa kok kamu curiga sama Bu Olivia?" Zahra yang tidak sengaja mendengar percayakan Marvel dengan mamanya bingung dan mulai bertanya.


"sa...sayaaang sabar dulu ya,,, tarik nafas jangan marah kasian Dede bayinya" ujar mama sambil memapah Zahra untuk duduk disofa.


"ya tapi kenapa Marvel bisa curiga mah, apa apa emangnya?" Zahra kembali bertanya.


"Vel,sebaiknya kamu jelaskan pada Zahra" kata papa Marvel.


Marvel membuka hp nya dan Meu menunjukkan foto Zahra dan Sandy namun ragu.


"Vel, ada apa sih?" Zahra semakin penasaran.


"tapi kamu jangan kaget kasian bayi kita" ujar Marvel dan memberikan ponselnya kepada Zahra.


"Vel, apa maksud foto ini kapan ini diambil?" Zahra kaget melihat fotonya


"itu sore sebelum kami dibawa kerumah sakit, Tito dapat pesan itu dari nomor tidak dikenal" jelas Marvel.


"tapi aku nggak melakukan ini sama mas Sandy dan hari itu bukannya Olivia menyuruh aku ketemu klien dan tiba-tiba aku bangun dan udah ada dirumah bunda" Zahra bingung dan takut Marvel tidak percaya


"sayang aku percaya sama kamu, kita semua percaya, maka itu kita curiga sama Olivia karena Sandy pun hari itu disuruh Olivia untuk bertemu klien" ujar Marvel.


"aku juga bingung harusnya kalau memang kita berdua menemui klien yang sama, bukannya berangkat bareng kesannya biasa kan begitu dan setelah minuman kami datang, aku nggak inget apa-apa lagi" jelas Zahra sambil mengingat-ingat kejadian hari itu.


untuk semua para pembaca novel She's my wife terimakasih atas kunjungannya, terimakasih sudah menjadikan novel ini favorit kalian,,,


simak terus ceritanya bantu Author agar menjadi lebih baik...

__ADS_1


terimakasih semuaaaa....


love u all


__ADS_2