
"sayang kamu sudah mendekati seminggu lagi melahirkan, harus jaga kesehatan dan tenangkan fikiran mu" Cakra menasehati wita yang sudah dua hari ini terlihat tidak ceria.
"bang aku bersyukur banget bisa diberikan kesempatan untuk merasakan menjadi seorang ibu" ujar wita sambil mata berkaca-kaca.
"aku juga sangat bersyukur dan sebentar lagi kita akan menjadi orang tua dan pasangan yang sangat bahagia" Cakra mengusap pipi wita dengan lembut.
"aku berharap bisa mencium dan memeluknya sekali saja" wita kembali bersedih.
"sayang kamu bahkan bisa memeluk dan menciumnya sebanyak yang kamu inginkan" Cakra mengelus perut istrinya yang semakin membesar dari hari ke hari.
wita tersenyum ketika melihat suaminya begitu bahagia akan menjadi seorang ayah.
dikediaman orang tua Marvel
"pah kita harus persiapkan barang-barang untuk cucu kita dirumah ini, jadi pas mereka nginep semua sudah tersedia mereka enggak perlu repot bawa barang lagi" ujar mama Marvel dengan antusias.
"mah membeli barang terlalu banyak itu pemborosan karena kalo cucu kita besar perlengkapannya tidak akan terpakai dan pasti kita buang" ujar papa Marvel.
"paah ini kan cucu pertama kita jadi aku mau kasih yang terbaik" nyonya besar keluarga Notonegoro itu terus ngotot ingin belanja perlengkapan bayi
"mah kita belanja yang mereka perlu saja tidak usah berlebihan" tegas papa Marvel.
dikediaman Marvel.
__ADS_1
kriiiing kriiiing
suara ponsel Marvel berbunyi
"hallo Vel" sapa mamanya.
"hallo mah, ada apa?" tanya Marvel
"sayang kamu bilang Zahra dong buat siap-siap mama mau jemput kita shopping buat junior" mama Marvel bicara dengan nada gembiranya.
"tapi mah sebaiknya bulan depan saja belanjanya menunggu keputusan dokter untuk jenis kelamin" ujar Marvel.
"baiklah mama akan turuti" mama Marvel menutup telponnya karena menyerah.
dikediaman Marvel
"mama mau beliin tempat tidur bayi, dll untuk junior kalo nanti nginep disana" jelas Marvel.
"sayang nggak usah bilang mama lagi kan nanti kita bisa bawa dari rumah nanti ngak kepake juga mubazir" ujar Zahra
"aku udah bilang begitu ke mama dan mama ngerti" Marvel tersenyum.
"hari ini anak papi nakal nggak?" Marvel mengelus perut Zahra.
__ADS_1
"enggak dong papi, aku baik sama ibun, yang nakal itu papi yang suka jail dan godain ibun" Zahra meledek Marvel.
"bilangin sama ibun ayah kangen pengen main sama ibun di kasur" Marvel mengedipkan matanya.
"genit" Zahra mengecup pipi Marvel dengan cepat.
Marvel langsung tanggap dan mengecup bibir Zahra, mereka pun langsung menuju dunia yang hanya milik mereka berdua, kenikmatan dunia yang sangat mereka sukai adalah bermesraan diatas ranjang.
Marvel sangat berhati-hati saat ini ketika bermesraan dengan Zahra karena ia tidak ingin menyakiti Zahra dan calon bayinya.
"sayang pelan-pelan" ujar Zahra.
"kamu diatas sayang biar aman, kita main aman dulu sekarang" ujar Marvel sambil merubah posisi mereka.
"sayaaang..." Zahra menjerit.
"sabar sayang sabar" Marvel meminta istri untuk bertahan
"sedikit lagi pelepasan sayang, enak banget, goyang sayang" ujar Marvel.
mereka berdua berpadu menikmati semuanya, meski Zahra sedang hamil besar ia tetap bisa menikmatinya namun tetap pada ritme yang perlahan tidak agresif seperti sebelum hamil.
"hah panas, keringetan banget sayang" Marvel merentangkan tangannya karena tubuhnya sudah lemas tak bertenaga.
__ADS_1
"kamu nggak kesakitan kan?" tanya Marvel sambil menoleh ke arah Zahra.
"enggak kok kan kamu main aman" Zahra tertawa.