
Braaaak (pintu terbuka)
bagh bugh bagh bugh perkelahian terjadi.
"pak bos nyonya muda disini" teriak Tito yang menemukan Zahra terikat.
Marvel langsung berlari menuju arah suara teriakan Tito.
"Zahra" teriaknya ketika melihat istrinya terikat dan sangat lemah.
"istriku, anakku, siapa mereka yang tega melakukan hal ini" gumam Marvel dalam hati sambil mengangkat istrinya dan menggendongnya.
Marvel membawa Zahra keluar dari dalam gudang ditemani oleh Tito asistennya.
"suruh mereka mengikat semua orang ini dan paksa mereka buka mulut atau bawa mereka semua kepolisi" tegas Marvel.
"tolong jangan penjarakan kami" teriak orang-orang yang menyekap Zahra dan tak dihiraukan oleh Marvel.
"ah perutku sakit" keluh Zahra yang terbangun.
"Marvel, kamu menyelamatkan aku" Zahra langsung memeluk suaminya sambil melintangkan air matanya.
"aaaaah perut ku sakiiiit" jerit Zahra kesakitan sambil memegang area perutnya.
"sabar kita kerumah sakit sekarang" Marvel mpercepat langkahnya.
"Tito segera bawa kami ke rumah sakit" perintah Marvel.
"baaa...baik bos" Tito menjawab dengan gugup.
"Tito kenapa kami diam saja" marah Marvel.
"pak bos kaki nyonya ada darahnya" Tito bicara dengan takut-takut.
"sakiiiit....sakiiiiit" Zahra terus berteriak sepanjang jalan.
mereka pun sampai di rumah sakit terdekat.
"dokter cepat tolong istri saya" Marvel memohon kepada dokter.
"baik pak, mohon menunggu kami akan mengambil tindakan untuk istri bapak" ujar seorang dokter yang tidak familiar dengan wajah Marvel.
Marvel dan Tito menunggu di depan ruang UGD, Marvel terus bolak balik seperti gosokan.
"Marvel gimana keadaan Zahra?" tanya bunda Zahra yang sudah tiba di rumah sakit.
saat diperjalanan Marvel menghubungin orang tua Zahra dan orang tuanya untuk menemani Zahra dirumah sakit.
"masih di tangani oleh dokter Bun" jelas Marvel.
"siapa yang tega melakukan ini kepada menantu kami" histeris mama Marvel.
"sabar mah, kita semua pasti akan tau kebenarannya" papa Marvel bicara sambil menepuk-nepuk pundak istrinya itu agar lebih tenang.
"pak orang-orang itu sudah buka mulut" bisik Tito kepada Marvel.
__ADS_1
"jaga mereka jangan sampai lolos, setelah urusan ini selesai kita kesana" kata Marvel.
"siap pak" Tito menjauh dari Marvel dan membuka ponselnya untuk menelpon seseorang.
sudah dua jam Zahra didalam UGD namun dokter belum juga keluar memberikan informasi keaadaan Zahra.
"keluarga pasien ibu Zahra" panggil seorang perawat.
"kami sus" ujar kami semua
"apa ada suaminya?" tanya perawat lagi.
"saya suaminya" Marvel langsung maju.
"pak kami sudah sangat berusaha, namun takdir berkata lain, janin Bu Zahra tidak dapat diselamatkan, dan Bu Zahra masih dalam pengaruh obat jadi belum sadarkan diri" perawat menjelaskan kondisi janin dan Zahra
janin yang menjadi harapan mereka hilang sudah, terlihat penyesalan diwajah Marvel, ia memukul-mukul tembok dan menangisi dirinya yang tidak bisa menjaga istri dan calon anaknya.
"sabar sayang sabar" mama Marvel memeluk anaknya yang sangat kacau itu.
"sabar nak, Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya" bunda Zahra juga menenangkan Marvel.
"sekarang kita temani Zahra didalam biar nanti dia sadar dia tidak terlalu syok" ujar bunda Zahra lagi
mereka semua masuk kedalam ruangan perawatan untuk menemani Zahra yang belum sadarkan diri.
"akan aku kubur orang yang menyakiti istriku dan membuat kami kehilangan calon bayi" Marvel menangis dalam hatinya dan tak terasa air mata mengalir dan jatuh dipunggung tangan Zahra.
"sakit...sakit" Zahra mulai sadarkan diri.
"Ra Ra ini aku Marvel" Marvel mencoba membuat Zahra sadar.
"mah, pah, ayah, bunda" panggil Zahra.
"sayang" jawab mereka serentak
"Bun, Zahra kenapa Lagi?" tanya Zahra yang bingung berada dirumah sakit lagi.
"nggak apa apa sayang" jawab bunda Zahra sambil menahan tangisnya
"Bun, bunda kenapa kok kaya mau nangis" tanya Zahra yang mendengar suara bundanya menahan tangisan.
"sayang, kamu yang sabar ya" ujar ayah.
"kenapa? ada apa?" bingung Zahra dengan banyak pertanyaan di hatinya
"sayang maaf aku tidak bisa menjagamu dan anak kita, anak kita sudah pergi meninggalkan kita" Marvel bicara sambil tersedu-sedu.
"maksudnya apa?" teriak Zahra.
"apa...apa aku..." Zahra tak sanggup meneruskan perkataannya ia sangat takut menghadapi kenyataan ini
"sayang kamu keguguran" bunda berkata jujur tak tahan dan tak tega rasanya memberitahukan Zahra, namun bundanya harus jujur.
"engaaak...engaaak...engaaak mungkin... bohong...anak akuuu" Zahra menangis kencang dan tak bisa dikendalikan.
__ADS_1
bip bip ( suara alarm untuk perawat bunyi)
"suster tolong istri saya sangat histeris" kata Marvel
"baik mohon semua keluar, kamu akan berikan tindakan" ujar sang perawat.
semua anggota keluar ruangan dan perawat mulai memberikan tindakan kepada Zahra, dibiusnya Zahra dengan obat penenang.
"Bu Zahra sudah tertidur, mohon jangan terlalu Rai didalam, maksimal dua orang yang menunggu didalam" ujar seorang perawat dan meninggalkan mereka semua.
"bunda dan mama saya. yang menemani Zahra, Marvel ada urusan dulu" kata. Marvel.
"sayang kamu mau kemana emang?" tanya mama Marvel.
"Marvel mau buat perhitungan dengan mereka yang sudah membuat kita semua kehilangan hal yang berharga" Marvel pergi meninggalkan mereka semua.
"Marvel tahan emosimu, biar polisi yang bertindak, berpikirlah yang tenang" teriak mama Marvel yang tahu apa yang akan terjadi jika anaknya sudah marah besar.
Marvel melajukan mobilnya menuju tempat dimana orang-orang itu disekap oleh anak buahnya
"selamat siang pak" sapa seorang anak buah Marvel ketika ia sampai di gudang perusahaan.
"apa mereka sudah mengaku siapa yang memerintahkan mereka?" tanya Marvel dengan wajah sangar.
"sudah pak, pelakunya adalah..." bisik salah satu anak buahnya lagi.
"kurang ajar apa maunya orang itu, kenapa ia tega kepada Zahra" kesal Marvel dalam hatinya.
"hai para orang suruhan, kalian akan saya manfaatkan untuk menangkap orang tersebut" ujar Marvel sambil memegang kerah baju salah satu orang yang menyekap Zahra.
"pak kami menemukan beberapa chat dan panggilan masuk di ponsel dia" salah satu anak buah Marvel menunjuk seorang pelaku yang berstatus sebagai bos orang-orangnya itu.
" jadi kamu ketua gank nya" Marvel memegang dagu orang tersebut dengan kasar
"bilang sama wanita itu dan minta bertemu" perintah Marvel kepada ketua gank itu.
"ba.. baik pak" jawabnya dengan gugup.
"pantau dia" perintah Marvel.
salah seorang anak buah Marvel memberikan ponsel sang ketua gank untuk menelpon orang yang menyuruhnya menyekap Zahra.
"halloo bos, saya ingin bertemu" ujarnya lewat telpon
" apa apa? kenapa suara mu?" ujar orang tersebut.
" saya sedang tidak enak badan dan butuh uang untuk berobat bos" ujarnya lagi
"kalau begitu kamu pergi kekantor saya, kita bertemu di belakang tempat parkir mobil" ujar perempuan itu dan menutup telponnya.
"kita berangkat" perintah Marvel dan bangkit dari duduknya berjalan menuju kantor wanita yang suaranya terdengar di telpon tadi.
"kamu akan membayarnya" gumam Marvel sambil mengepalkan tangannya.
tetap baca terus yaaa karya kuu ini, semoga kalian selalu suka.
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan jadikan favorit mu.
terimakasih