
\=sesampainya diappartemen marvel\=
zahra membersihkan diri dan menuju ruang makan
“mbok marvel belum pulang?” Tanya Zahra
“blum non katanya jam 7 sampai appartemen jadi mbok disuruh temenin non dulu baru boleh pulang pulang” jelas mbok onah
“gag usah mbok boleh pulang kok, nanti kemalaman mbok” ujar Zahra
“benar non tidak apa-apa?” Tanya mbok onah
“ngga apa mbok saya berani kok” ujarnya
Mbok onah pun bersiap pulang kerumah mama marvel karena memang saat ini mbok nah belum tinggal bersama mereka, jika mereka sudah pindah baru mbok onah ikut tinggal disana begitu juga dengan supir yang kemarin ditolak Zahra menjadi supir pribadinya ia suruh bekerja dirumah baru untuk menjadi tukang kebun.
\=pagi hari\=
"selamat pagi" tiba-tiba Marvel sudah berada dikamar Zahra.
"eiiits mau ngapain" Zahra terbangun seketika dan langsung mengamankan dirinya
"haaai, aku cuma mau bangunin kamu" Marvel duduk di kursi kamar Zahra
"pulang jam berapa semalem?" tanya Zahra sambil mengucak matanya yang masih sedikit mengantuk akibat menunggu Marvel semalam.
"kenapa? nungguin ya?" tanya Marvel.
"ya nungguin lah, tapi ketiduran" ujar Zahra malu.
"maaf semalem ada kerjaan yang tidak bisa ditunda jadi harus diselesaikan semalam juga" jelas Marvel.
"Oya mumpung sekarang hari Sabtu gimana kalo kita nginep dirumah eyang" ajak Marvel.
"boleh, aku juga udah kangen sama eyang" ujar Zahra dengan wajah sedikit sedih.
"ayo bersiap, kita mampir dulu ke toko makanan dan jangan lupa oleh-oleh dari Bali buat keluarga mu" Marvel mengingatkan.
"baik laaah ayooo bersiaaap" semangat Zahra.
selesai mandi dan berdandan Zahra mengepak oleh-oleh yang sudah ia beli untuk keluarganya saat ia berlibur dibali dengan Marvel.
"udah siap semua" ujar Zahra sambil merentangkan tangannya.
"ayo kita berangkat barang-barangnya nanti di angkut oleh Tito" ujar Marvel.
mereka pun pergi kerumah eyang zahra, selama di perjalanan Zahra melakukan video call dengan eyangnya.
"tunggu Zahra ya eyang" Zahra menyudahi video callnya
"pasti eyang sangat senang" Marvel bicara sambil mengusap rambut Zahra.
Zahra seketika merasa seperti seorang anak kecil yang sedang dimanja oleh kakaknya, wajahnya memerah namun dia masih menganggap Marvel sebagai seniornya bukan pasangan hidupnya.
"to berhenti disini dulu saya mau membeli sesuatu" Marvel meminta Tito menghentikan mobilnya disebuah restoran seafood kesukaan eyang Zahra.
"apa perlu ditemani?" ujar Zahra.
__ADS_1
"kamu disini saja, tidak lama hanya ambil saja karena sudah dipesan lewat aplikasi" jelas Marvel sambil membuka pintu mobil dan melangkah keluar.
\=didalam restoran\=
"pesanan atas nama Marvel" katanya pada seorang kasir.
"baik pak ditunggu saya ambilkan pesanannya"
dari jauh ada seseorang yang memperhatikan Marvel dan menghampirinya.
"pak Marvel" sapa perempuan itu.
"hmmmm" Marvel mengingat-ingat siapa perempuan ini yang mengenalnya.
"saya Olivia pak rekan kerja bagian percetakan" jelasnya membuat Marvel mengingat dirinya.
"oooh Iyah saya baru ingat" ujar Marvel.
"pak Marvel sedang pesan makanan?" tanya Olivia.
"saya sedang ambil pesanan eyang saya" jelasnya
"waaah cucu yang sangat berbakti ya pak" kagum Olivia.
"pak ini pesanan anda, seafood spesial lima porsi" jelas kasir.
"baik, terimakasih" Marvel mengambil pesanannya.
"mari saya duluan Bu Olivia" pamit Marvel.
Marvel pun berlalu dari pandangan Olivia namun Olivia masih memperhatikan Marvel sampai kemobilnya.
\=sesampainya dirumah eyang Zahra\=
"assalamualaikum, eyang, ayah, bunda" teriak Zahra sambil berlari kedalam rumah karena pintu rumah eyang sudah terbuka.
"Zahra jangan lari" teriak Marvel yang melihat istrinya langsung berlari memasuki rumah eyangnya.
didalam rumah Zahra memeluk erat eyangnya karena sangat merindu.
"Zahra kangen eyang" mata Zahra langsung berkaca-kaca.
"eyang juga kangen Zahra" eyang melepas pelukan Zahra dan mencubit hidung cucu kesayangannya itu.
"kamu nggak kangen ayah dan bunda?" tegur ayah yang baru keluar dari dalam kamarnya.
"kangen dooonk" Zahra mencium pipi ayah dan bundanya bergantian.
"eyang, ayah, bunda" Marvel memberi salam kepada seluruh anggota keluarga.
"sehat Vel" tanya ayah sambil menepuk bahu menantunya itu.
"Alhamdulillah sehat ayah" jawabnya.
"gimana, apa Zahra merepotkan mu setelah kalian menikah?" tanya ayah
"ayaah apaan sih, aku kan selalu mandiri" jawab Zahra segera.
__ADS_1
"dia memang sekarang mandiri, tapi kalau nanti dia sudah jatuh cinta pasti akan sangat manja dan bergantung pada mu Vel" celetuk ayah.
Marvel hanya senyum-senyum mendengar mertuanya menggoda Zahra.
"ayah kami akan menginap disini satu malam" Marvel meminta izin.
"waaah bagus sekali itu" senang ayah Zahra.
"Marvel juga membawakan kita seafood spesial kesukaan eyang" girang eyang sambil membuka bungkusan seafood pemberian Marvel.
"bagaimana toko kue eyang, maaf Marvel belum sempat berkunjung kesana lagi" ujar Marvel.
"berkunjung lagi, memang kamu suka ke toko kue eyang?" heran Zahra
"Marvel itu salah satu pelanggan setia kue eyang, jika perusahaannya ada acara pasti pesan dari koto kue eyang dan dia juga pernah membantu eyang mengantar kue, kalau nggak salah waktu itu kurir eyang sedang sakit" jelas eyang dengan sangat bersemangat.
"jadiiii kamu itu diam-diam mengincar eyang yaa" Zahra melirik Marvel segera.
"apa sih aku itu mengincar kamu bukan mengincar eyang" tawa Marvel.
"itu namanya curang mendekati orang-orang disekitar aku tau" kesal Zahra
mereka semua tertawa kecil melihat Zahra mulai kesal.
malam pun tiba semua orang bersiap untuk istirahat.
Zahra masuk kekamarnya
"Marvel kenapa kamu disini" tanya Zahra.
"ya tidur lah masa mau makan,ini kan udah malem udah waktunya tidur" seru Marvel.
Zahra menggaruk-garuk kepalanya yang terasa gatal karena bingung harus bagaimana.
"sini tidur" kata Marvel sambil menepuk-nepuk kasur dengan tangannya.
"haduuuuh gua baru inget kalo nginep pastinya harus tidur satu kamar" sadar Zahra dalam hatinya.
"aku tidur sama eyang ajah, kangen" Zahra keluar dari kamarnya dan menuju kamar eyang.
"eyang Zahra tidur sama eyang yaaa" Zahra membuka pintu kamar eyangnya yang tak terkunci.
dilihatnya eyang sudah tertidur namun diternyata kasur eyang berubah menjadi single bad terpaksa ia harus kembali kekamarnya.
clek
"kok balik lagi" tanya Marvel.
"nggak jadi eyangnya udah tidur" Zahra menyembunyikan kenyataan karena takut diledek Marvel.
"ya udah sini tidur samping aku, lagian masa penganten baru tidurnya pisah, apa kata dunia" ujar Marvel dengan antusias.
Zahra pun merebahkan tubuhnya di kasur dan memberi sekat dengan guling.
"pembatas" Zahra menegaskan pada Marvel.
"okeeh, siapa takut" tantang Marvel.
__ADS_1
merekapun tidur satu kamar malam ini bukan hanya itu merekapun tidur satu ranjang walau dengan pembatas guling hati Marvel tetap berbunga-bunga karena malam ini ia kembali tidur berdua dengan istrinya, sudah dua malam mereka tidur terpisah sejak pulang dari Bali.