She'S My Wife

She'S My Wife
Nyonya Marvel Notonegoro


__ADS_3

semua orang memberikan ucapan kepada Zahra dan Marvel atas pernikahan mereka berdua, tak sedikit orang yang memberikan hadiah pernikahan, dan sangat mewah acara yang telah dipersiapkan oleh Marvel.


"terimakasih sayang atas semua ini" ujar Zahra pada Marvel saat diakhir acara.


Marvel mebalasnya dengan senyuman dan kecupan dikening Zahra, terpancar dari wajah Marvel aura kebahagiaan dan sejenak ia melupakan masalahnya.


setelah hari itu diacara resepsi yang digelar oleh Marvel membuat Zahra kini semakin resmi menjadi nyonya Marvel Notonegoro.


"selamat pagi Bu Zahra" sapa staff saat Zahra berjalan di loby kantor Marvel.


"selamat pagi" jawab Zahra ramah.


semua orang melihat kearah Zahra yang berpenampilan berbeda dari biasanya.


Zahra yang dulu pergi kekantor dengan beberapa dokumen dan pakaian formal seorang karyawan kini berjalan menyusuri loby kantor dengan status nyonya muda yang bergaya sangat fashionable, dari atas hingga kaki semua terlihat sangat elegan.


"sekarang sudah jadi nyonya muda ya, berbeda gayanya" gunjing salah seorang tamu yang kemungkinan besar melihatnya diacara televisi saat resepsi pernikahannya dilaksanakan.


Zahra menghiraukan gunjingan orang-orang, ia terus berjalan menuju ruangan suaminya.


"pagi Bu" sapa sekertaris pribadi Marvelsaat melihat Zahra datang.


"pagi, apa pak Marvel ada diruangannya?" tanya Zahra


"pak Marvel sedang ada meeting Bu, apa perlu saya beritahukan pak Marvel kalau ibu ada dikantor?" tanya nya.


"ngak apa-apa saya menunggu diruangannya saja" ujar Zahra dengan nada yang sopan.


meski kini ia sudah resmi berstatus sebagai istri dari boss besar ia tetap ramah dan bersikap sopan kepada para karyawan suaminya.


Zahra menunggu Marvel selesai meeting sambil melihat-lihat tata ruang kerja suaminya.


"sayang" sapa Marvel saat sampai di ruangannya.


"kamu kenapa nggak ngomong kalo mau kesini, aku kan bisa percepat meetingnya" lanjut Marvel sambil memeluk Zahra.


"aku nggak mau ganggu kamu sayang" jawab Zahra mesra sambil mengusap wajah suaminya.


"kenapa kamu kekantor?" tanya Marvel.


"emangnya aku kalo kekantor harus ada maunya ya?" cemberut Zahra.


"nggak dong sayang, kapan ajah kamu boleh kesini" Marvel bicara dengan nada mesra.


mereka berdua memang pasangan sejoli yang sangat romantis.


"aku bosen dirumah terus" keluh Zahra.


"ya udah kamu pergi ke mall ajah mama atau bunda kan bisa sayang biar nggak jenuh" ujar Marvel.

__ADS_1


"aku mau kerja lagi" rengek Zahra.


"kan kita udah pernah bicarakan hal ini sayang, kamu boleh kerja tapi kelola restoran ayah" kata Marvel.


"kelola usaha itu tanggung jawabnya besar sayang, kalo aku nggak bisa terus malahan kacauin usaha ayah gimana?" bantah Zahra.


"sayang, kamu itu punya potensi menjadi seorang pemimpin" puji Marvel.


"Zahra yang aku kenal itu orangnya selalu optimis, inovatif dan kreatif, kamu coba kembangkan usaha ayah dan siapa tau punya ide-ide menu baru" Marvel melanjutkan pembicaraannya untukemberi semangat kepada istrinya.


Zahra berfikir sejenak tentang perkataan Marvel, dilubik hati Zahra ia bukan hanya takut tidak bisa menjadi pemimpin melainkan takutenjadi beban untuk karyawan ketika ia kurang cakap mengelola usaha.


"beri aku waktu untuk berfikir baru aku bisa ambil keputusan" ujar Zahra.


"ya udah sambil kamu mikir-mikir gimana kalo kita pergi liburan?" ajak Marvel.


"liburan emang kamu punya waktu senggang?" kata Zahra sambil tersenyum meledek.


"maaf deh kalo kemaren-kemaren aku sibuk terus dan pulang malem, aku janji Minggu ini kita liburan, kamu mau kemana?" Marvel merangkul istrinya sambil berjalan keluar ruangannya.


"saya pulang lebih awal ya" kata Marvel saat sampai didepan meja sekertarisnya


"baik pak"


Marvel dan Zahra kembali kerumah dan memikirkan kemana mereka akan berlibur pekan ini, mengingat beberapa hari setalah acara resepsi mereka, Marvel sangat sibuk karena banyaknya permintaan dipercepatnya pembangunan perumahan yang sedang perusahaannya bangun.


"Jogja?" Marvel berfikir.


"boleh juga tuh, kita nginep deket-deket Mali*bor*, disana suasananya bagus" Marvel menyetujui pilihan Zahra untuk berlibur kejogja.


sesampainya dirumah


"sayang, kamu nih apa-apaan siiih turunin aku" Zahra meronta saat Marvel menggendongnya.


"shuuuut kita kekamar aku kangen kamu" Marvel menggendong Zahra dan menaiki tangga menuju kamar mereka.


bruk pintu kamar tertutup.


"aaah, sayang pelan-pelan jangan buru-buru" jerit Zahra saat b*j* nya dibuka Marvel.


mereka berdua melepas rindu, sudah beberapa hari ini mereka tidak melakukan ritual malam yang panas, Zahra dan Marvel melakukan penyatuan mereka dengan menggebu.


"hmmm...ahhh" suara mereka menjadi pengiring gerakan tubuh yang semakin memanas.


"aaah sayang" mereka semakin cepat karena sudah sama-sama melayang...


"aaaaaaah"Marvel terkulai lemas disamping Zahra, tubuhnya seakan tak memiliki tulang.


"sayang kamu hebat banget" puji Marvel dengan nafas yang masih tak beraturan.

__ADS_1


Zahra tersenyum melihat kepuasan diwajah suaminya itu, tak disangka mereka berdua semakin hari semakin jatuh cinta.


"udah bersih-bersih dulu yuk" ajak Zahra.


"ayo" Marvel menarik tangan Zahra menuju kamar mandi.


saat mereka masuk kekamar mandi Marvel membawa Zahra kembali kepenyatuan.


"sayang lagi?" tanya Zahra


"satu ronde lagi" ujar Marvel sambil memulai aksi liarnya.


baru saja mereka beristirahat selama tiga puluh menit namun tak menyangka Marvel kembali ingin men*km*t* permainan istrinya lagi.


"kamu tadi jago banget sih bikin aku nagih" goda Marvel.


Zahra tersenyum dan kembali menjadi macan yang akan segera menerkam mangsanya.


kali ini Zahra yang menjadi pengendali permainan mereka berdua, Zahra mengerahkan seluruh sisa-sisa tenaganya untuk membuat semburan yang dahsyat lagi, pasalnya ia ingin kembali mengandung.


"ahhh...yesss...hmmp...good baby" Marvel kembali meracau.


turun naik nafas mereka membuat suasana semakin panas dan keringat bercucuran.


"baby yeeees...aaaah...aaaah"


permainan kembali selesai dan segera membersihkan tubuh mereka untuk beristirahat karena tak terasa waktu sudah larut malam.


krruuukkkk terdengar suara dari dalam perut.


"kamu laper?" tanya Zahra sambil tertawa kecil.


"kayaknya cacing diperut aku protes niih abis kerja keras tadi" sahut Marvel.


"ya udah aku buatin makan malem buat kamu"


"masak yang praktis ajah sayang kamu juga kan pasti cape" teriak Marvel saat Zahra hampir menghilang dari pandangannya.


kegiatan yang mereka lakukan tadi membuat energi terkuras habis sehingga perlu diisi amunisi kembali agar mereka berdua bisa berdiri tegak saat berjalan nanti.


Zahra membuat dua bungkus mie instan untuk mereka berdua.


"mariii kita masak mie" Zahra mengikat rambutnya dan bersiap untuk memasak.


Haaai semua,,, aku baru update lagiii... mohon maaf jika tulisannya sedikit dewasa,,,,


komen yaaah jika suka novelku dan jangan lupa like and jadi kan novel favorit kalian...


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2