
Aku masih sesenggukan didekapan Nicky, entah kenapa aku enggan untuk mengangkat wajahku dan bertatapan dengan Andrian. Nicky masih bergeming ditempatnya dengan sabar menungguku menuntaskan tangisku sambil mengusap-usap punggungku dengan tangan kirinya yang melingkar dipunggungku, Nicky juga tak berkomentar apa-apa terhadapku yang langsung memeluknya dengan erat setelah ku rasa hatiku sedikit lega aku meregangkan pelukanku terhadap Nicky entah seperti apa wajahku saat ini tak kupikirkan lagi.
"Sorry.."ucapku spontan setelah sadar apa yang ku lakukan. Aku langsung berdiri dari posisiku duduk dan meringis menahan rasa sakit yang masih terasa dipantatku aku berdiri dengan tertatih sambil memunguti sisa barangku yang berserakan dilantai dibantu oleh Nicky setelah semua barang berhasil aku kembalikan ke dalam tas aku berdiri sambil bersandar ditembok sebagai penompang tubuhku.
"Ki maafin aku, bukan maksud aku mau biarin kamu jatuh tadi" ucap Andrian sambil mendekat kearahku tapi aku segera beringsut dan memilih bersembunyi dibalik tubuh Nicky yang berdiri tepat disampingku.
"Sebaiknya kamu pergi dan biarin Kikan sedikit tenang" ucap Nicky berusaha melindungiku dari Andrian dan aku semakin merapatkat tubuhku dipunggung Nicky karena saat ini entah kenapa aku seperti enggan untuk bertatap muka dengan Andrian aku merasa Andrian bukan menataapku dengan tatapan cinta seperti dulu lagi tapi lebih seperti terobsesi terhadapku.
"Siapa lo berani-beraninya ngelarang gua untuk ketemu sama pacar gua sendiri" ucap Andrian murka karena merasa Nicky sudah masuk terlalu jauh dalam hubunganku dengan Andrian.
"Ak..."
"Dia kekasihku" potongku cepat sebelum Nicky menyelesaikan ucapanya dan sontak ucapanku membuat kedua pria dihadapanku menatapku dengan tatapan horor seolah shock dan tak percaya apa yang telah aku ucapkan barusan.
"Nggak, kamu nggak serius kan Ki" ucap Andrian setelah tersadar dari keterkejutkanya.
"Aku serius dengan ucapanku bahkan hubungan kami sudah dapat persetujuan dari keluargaku" ucapku tegas berusaha menutupi kegugupanku karena sudah berani membuat kebohongan terbesar dalam hidupku dengan membawa-bawa nama keluargaku didalamnya dan juga aku harus berusaha menahan rasa malu dihadapan Nicky karena dengan gampangnya mengakuinya sebagai kekasihku.
Aku melirik kearah Nicky yang sudah mengahdapku dengan kening berkerut tanda dia pun tak menyangka aku akan dengan mudahnya mengatakan dia sebagai kekasihku dan mungkin dia menagkap maksudku untuk menghindari Andrian lewat dirinya sehingga dia tak menyangkal ucapanku.
"Ya kami memang sepasang kekasih jadi mulai sekarang jangan pernah ganggu Kikan lagi" ucap Nicky tegas sambil menggenggam tanganku dan mengangkatya untuk ditunjukin dihadapan Andrian.
"Nggak, kalian pasti bohong, kamu nggak akan secepat ini buat lupain aku kan Ki " ucap Andrian maju untuk menyentuhku tapi dengan gerakan cepat Nicky sudah merengkuhku kedalam dekapanya dan menjauhkan dari Andrian.
"Kamu udah dengar kan tadi Kikan bilang gimana, jadi saya mohon jangan pernah ganggu Kikan lagi karena bila itu terjadi kamu akan berhadapan dengan saya" ucap Nicky tegas sambil menggiringku menuju kedalam apertemen dan meninggalkan Andrian dalam keadaan masih terkejut akan ancaman Nicky meski akupun sedikit terkejut dengan reaksi Nicky yang sedikit berlebihan dalam bersandiwara tapi aku tak menolak ketika Nicky memeluk dan menggiringku meninggalkan Andrian yang masih tetap bergeming ditempatnya.
******
"Ehm.... maaf tanganku" ucapku dengan gugup karena meski kami sudah berada didepan pintu kamarku tapi Nicky tak juga melepas genggaman tanganya terhadapku.
__ADS_1
"Eh sorry.." ucapnya kemudian melepas tanganya dan entah kenapa ada rasa tak rela serta debaran hebat terhadap jantungku.
"Untuk yang tadi.. makasih karena kamu sudah bersedia berpura-pura dihadapan Andrian" ucapku kikuk sedikit canggung karena kejadian barusan tanpa perencanaan dan malah menyeret Nicky kedalam urusanku dengan Andrian.
"Don,t worry, aku seneng bisa bantu kamu lagian cowok tadi kayaknya masih belum terima kamu putusin dan masih ngejar-ngejar kamu" ucap Nicky tersenyum hangat didepanku dan entah kenapa itu semua malah menambah kerja detak jantungku makin tak beraturan karenanya.
"Emm... untuk yang tadi jangan masukin ke hati ya maaf udah ngakuin kamu sebagai pacarku dihadapan Andrian anggap aja itu cuma gurauan" ucapku dengan pipi merona merah karena mengakui Nicky sebagai pacar padahal sikapku selama ini tak pernah baik terhadapnya.
"Ok aku maafin tapi ada syaratnya" ucapnya dengan senyum merekah seperti habis memenangkan lotre.
"Syarat?" ucapku dengan susah payah meneguk air ludahku sendiri sambil melihat Nicky mengangguk senang,jangan bilang Nicky minta imbalan karena kejadian tadi. Harusnya aku nggak boleh senang dulu dia mau nolongin aku kalau ujung-ujungnya nggak ada yang namanya bantuan gratis sedikit menyesal aku awalnya mengira Nicky ternyata tak seburuk yang ku kira nyatanya dia tetap Nicky yang nyebelin dari dulu batinku sambil mengrucutkan bibirku tanda aku benar-benar di php in.
"Apa syaratnya? Jangan yang aneh-aneh pokoknya" ucapku sambil menatapnya tajam sambil bersedekap didepan dada menunggu jawabnya.
"Syaratnya nggak susah kok dan itu aku anggap impas karena kamu udah seenaknya ngaku-ngaku pacar aku" ucapnya dengan senyum merekah dan aku hanya menatapnya dengan padangan murka.
"Cepat katakan sebelum aku berubah pikiran. Dasar dari dulu emang nggak berubah nggak bisa apa nolong orang dengan tulus" ucapku dengan sebal sambil menggerutu.
"Ck... alesan aja resiko apa? Yang ada aku yang malah rugi tau nggak coba tadi yang datang bukan kamu pasti yang aku akuin pacar bukan kamu tapi orang lain karena tadi adanya cuma kamu ya udah jadi terpaksa aku milih kamu buat pura-pura jadi pacar aku" ucapku ketus sambil mendongakan daguku tanda aku nggak mau diremehin sama dia memangnya seburuk itu apa jadi pacar pura-pura aku pakai sok-sok an bersiko katanya.
"Tentu saja beresiko, kamu tau karismatik seorang Nicky Ananta tu seperti apa, dirumah sakit aja banyak yang ngejar-ngejar aku dari perawat sampai dokter disana berusaha mati-matian buat ngerebut perhatian aku tapi tadi kamu seenaknya aja nyerobot barisan dan dengan lantang bilang aku pacar kamu kan kalau fans aku dengar bisa turun pamor aku" ucapnya dengan PD nya dan aku hanya menganga tak percaya dengan ucapanya.
"What .... memangnya seburuk itu apa aku sampai-sampai membuat mu turun pamor" ucapku tak sadar karena tak terima dengan ucapan Nicky.
"Oke-oke jangan kecewa, aku tau kamu berharap banget bisa deket sama aku tapi kamu mau kan menuhin persyaratanku?" Ucapnya dengan santai tanpa mengindahkan perasaanku yang benar-benar sudah dongkol setengah mati.
"Ya udah cepetan katakan apa syaratnya awas aja kalau sampai syaratnya macam-macam aku nggak bakalan menuhin" ancamku sambil membuang muka males banget rasanya pengen cepat masuk keladalam rumah biar nggak liat mukanya yang nyebelin itu.
"Nggak banyak macam kok cuma satu macam aja" ucapnya sambil menampilkan seringaianya yang membuatku ingin sekali mencakar mukanya.
__ADS_1
"Kamu cukup nemenin aku dinner diacara ulang tahun rumah sakit lusa mendatang. Kamu jadi pasangan aku selama disana cukup impas kan sama harga yang udah aku bayar untuk bantuin kamu" ucapnya dengan menatapku dengan intens dan sedikit banyak membuatku grogi karena tatapanya itu tak seperti biasanya.
"Ehm... jadi cuma itu?" Ucapku berusaha tenang berusaha menutupi kegusaran hatiku.
"Yap cuma itu dan aku berharap tak mendapat penolakan dari kamu" ucapnya dengan pandangan menuntut.
"Oke kalau cuma itu syaratnya aku bisa menuhin setelah acara dinner itu usai aku berharap kita tidak berhubungan apa-apa lagi, kehidupan kita bakalan kembali seperti semula sebelum kejadian malam ini terjadi bagaimana?"
"Deal.." ucap Nicky sambil meraih tanganku yang bebas dan menggenggamnya dengan erat dan semua itu malah membuat kerja jantungku seperti hendak melompat dari tempatnya karena sentuhan tangan Nicky terhadapku bagaimana mungkin hanya dengan bersentuhan kulit denganya membuatku hampir gila arrrraggghhhh.... jeritku dalam hati.
**********
Dan disinilah aku malam ini bersama Nicky didalam aula rumah sakit yang disulap megah menjadi ruangan pesta yang lumayan apik dengan tatanan bunga disetiap sudut ruangan nicky menggandeng tangaku dengan santainya berjalan memasuki ruangan acara. Dia seoalah tidak canggung dengan tatapan orang-orang yang mengarah kepada kami berdua. Bahkan dia dengan tenangnya mengampit lenganku dan berjalan dengan anggunya seolah dia hanya berdua denganku tanpa ada orang lain disekeliling kami. Bagiamana tidak jadi pusat perhatian kalau kami datang dengan baju yang senada aku mengenakan dres panjang sampai mata kaki berwarna merah marun dengan atasan tanpa lengan yang memamerkan lengan putihku seperti kemben sedangkan Nicky memakai baju dalaman putih dibalut tuxedo berwarna merah marun dengan dasi kupu-kupu didalamnya membalut dada bidangnya dengan sempurna.
Ya ini diluar kesepekatanku dengan Nicky bukankah kemaren dia hanya bilang cukup aku datang denganya diacara dinner ulang taun rumah sakit tanpa ada syarat datang dengan baju senada tapi Nicky tetaplah Nicky yang licik dan tak bisa ditebak saat aku sudah siap dengan gaunku berwarna rose dengan panjang selutut dia mengatakan bahwa aku sama sekali tidak cocok mengenakan gaun itu jadi aku harus datang dengan gaun yang senada denganya karena biar kami serasi awalnya aku menolak karena tak terima dengan keputusanaya. Karena dia mengancam akan menciumku kalau aku menolak dengan terpaksa aku memakai gaun ini dan merubah tatanan rambutku yang semula aku gelung menjadi aku gerai karena harus menutupi leher jenjangku.
Sedikit banyak aku mulai risih melihat mereka yang dengan terang-terangan menatapku seakan mau mengulitiku hidup-hidup dan aku hampir mengumpat kala melihat Nicky dengan cueknya malah tersenyum lebar sambil menggiringku menuju meja yang sudah tersedia oleh panitia pesta dan menarikan salah satu kursi dan mempersilahkan aku duduk. Kalau bukan sandiwara mungkin aku sudah tersanjung akan perlakuan Nicky yang lembut malam ini seolah-olah dia benar-benar memujaku tapi setelah mendapatkan kesadaran yang sempat terlena tadi aku sadar Nicky benar-benar berbakat menjadi aktor karena sandiwaranya yang benar-benar membuatku mual.
"Kamu mau minum apa biar aku ambilin" ucapnya lembut sambil tersenyum lembut kearahku.
"Apa aja yang penting dingin, sumpah aku gerah banget terang-terangan ditatap oleh semua orang karena kamu berhasil membuatku menjadi pajangan malam ini. Kamu sengaja ya bikin aku keki dan ngajakin aku kesini kalau tau kayak gini aku bakalan menolak mentah-mentah persyaratanmu ini" ucapku setengah berbisik karena aku tak mau menjadi pusat perhatian lagi kalau samapai aku mencaci kaki Nicky ditempat ini.
"Tenang aja Ki, kamu nggak usah gugup gitu dong dateng ke sini bareng aku rilex... oke " ucap Nicky sambil mengerling nakal terhadapku dan aku makin sebal dengan tingkah Nicky yang diluar nalar itu kenapa dia malah nyantai banget sih padahal aku udah hampir meledak dengan ulahnya. Nicky berjalan meninggalkanku sendiri dengan hati dongkol aku mengedarkan ke seluruh penjuru ruangan pesta untuk melihat apa mereka masih terang-terangan memperhatikan aku dan tentu saja aku masih menemukan mereka berbisik-bisik sambil melirik kearahku terlebih mereka yang cewek. Semoga malam ini cepat berlalu batinku dalam hati.
"Ki ini minumanya kalau kamu lapar kamu bilang aja ntar biar aku yang ambilin buat kamu" ucap Nicky yang dengan tiba-tiba sudah berdiri disampingku sambil meletakan minuman berwarna orens dimeja sambil tersenyum terhadapku.
"Ehm... makasih" ucapku pelan sambil menutupi rasa gugupku karena tatapan Nicky yang sepenuhnya mengarah kepadaku.
"Nicky...." ucap lembut suara perempuan memecah keheningan diatara aku dan Nicky dan sontak membuat aku langsung menatap keasal suara yang berada tepat dibelakang Nicky, wanita yang sangat cantik dan anggun memakai gaun berwarna putih gading yang melekat sempurna ditubuh rampingnya wanita itu berjalan dengan anggunya dan langsung melangkah menghampiri Nicky yang masih setia berdiri disampingku tanpa rasa canggung dia langsung memeluk Nicky dan mencium pipi kanan dan kirinya dan mengabaikan keberadaanku disini dan membuatku sedikit..... cemburu, what jealous yang benar saja aku langsung menepik pikiranku yang konyol itu dan berusaha bersikap biasa saja.
__ADS_1
"Amanda..."
*******