
Author pov
Nicky masih memandangi pintu yang sudah tertutup rapat, meski Kikan sudah pergi Lima Belas menit yang lalu. Ada rasa sesak di hati ketika dia harus bersikap demikian terhadap Kikan, anggap saja dia lemah, Nicky sudah mempertaruhkan segala nya agar bisa tetap berada disini, tapi tuhan tetap saja masih terus menguji nya dengan kejadian seperti ini.
Tak ada yang tau tentang perasaan Nicky, dia bukan lah seseorang yang akan bebas melakukan apapun dengan hidup nya. Bahkan sedari kecil ia sudah didikte Daddy nya untuk menjadi pribadi orang lain, dia hanya bisa menjadi diri sendiri ketika di sekolahan, karena disitu Papa nya tak akan mengusik Nicky. Bukan tanpa alasan Nicky mau menuruti kemauan Amanda begitu saja, dia tak mau Amanda benar-benar akan melakukan ancaman nya untuk melaporkan keberadaan nya pada Daddy nya.
Nicky memutuskan untuk kabur ketika dia dipaksa untuk menerima pertunangan dengan Anak rekan bisnis Daddy nya. Dia akan melakukan apapun itu kecuali menyuruhnya menikah dengan wanita yang bukan pilihan hati nya, Dia tak akan bisa membayangkan bila hidup seatap dengan seseorang yang tak ia kenali sebelumnya.
Sekuat tenaga Nicky menolak tapi Daddy nya, seperti menulikan telinga dan tetap melaksanakan mimpinya untuk berbesanan dengan rekan bisnisnya tersebut. Nicky kecewa, ia seperti sebuah properti yang siap dijual bila itu menguntungkan Daddy nya, bahkan Mammy nya hanya menasehati, untuk menuruti keinginan Daddy nya karena semata-mata itu untuk kebaikan bersama.
Kebaikan apa bila Dia sama sekali tak bahagia dengan hidupnya, bahkan sedari kecil dia harus menuruti kemauan Daddy nya tak ada yang namanya bermain atau berteman yang dengan orang yang tak sederajat dengan keluarga nya, bahkan untuk pergi dan pulang sekolah pun ia harus rela diantar dan dijemput oleh supir. Tak ada yang banyak tau bila Nicky adalah pribadi yang kesepian, bahkan ke dua orang tua nya tak pernah bertanya apakah dia bahagia dengan kemewahan yang ia dapat kan.
Hingga hari itu tiba, malam dimana ia diam-diam masuk menyelinap ke dalam ruangan pribadi Daddy nya dan melihat berkas yang berisikan data wanita yang akan dijodohkan dengan nya, Nicky segera mengambil foto dan data gadis itu setelah dirasa semua yang ia butuhkan sudah ia dapatkan ia segera mengembalikan berkas itu didalam laci dan keluar tanpa membuat orang lain curiga.
Nicky segera bertindak cepat menyelidiki gadis itu, dia bernama Rachel, yang umurnya dua tahun lebih muda dari nya. Dari profil yang Nicky dapatkan, ia sudah tau bahwa gadis itu adalah putri dari seorang pengusaha konglomerat dari negri gingseng. Daddy nya benar-benar pintar dalam memilih calon menantu idaman, tak heran bila Daddy nya bersikukuh untuk melakukan pertunangan merangkap dengan kelanjutan bisnis yang mereka lakukan.
__ADS_1
Nicky harus segera bertindak untuk menggagalkan pertunangan ini, tak peduli bila tindakan nya akan membuat keluarga nya kecewa terhadap dirinya. Sudah cukup bagi nya dianggap robot uantuk melancarkan rencana Daddy nya. Dia harus mengambil tindakan sebelum semua nya benar-benar terlambat, Nicky menghadiri pertemuan keluarga hanya untuk melihat apakah gadis itu bisa diajak kerja sama untuk menggagalkan pertunangan tersebut.
"Bisa kah kita berbicara empat mata" ucap Nicky pada Rachel, saat dirasa perhatian Daddy dan Mammy nya tak tertuju lagi ke arah nya mereka sedang mangadakan Dinner hanya untuk memperkenalkan Nicky dan Rachel.
"Tentu saja" ucap Rachel dengan bibir tersenyum tipis, Nicky tau Rachel tipe wanita yang mempesona. Bahkan setara dengan model karena lekuk tubuh nya yang menggoda, tapi entah gemilau fisik Rachel tak bisa membuat Nicky tertarik sama sekali.
Nicky melangkah menuju balkon Lestoran, diikuti Rachel dari belakang, setelah dirasa posisi sedikit menjauh dari kluarga nya Nicky berbalik untuk menatap wajah Rachel yang Nicky akui secantik boneka dengan tubuh sexy karena gaun yang ia kenakan mempertontonkan kemolekan tubuh nya, bila yang ada dihadapan laki-laki lain Nicky yakin bahwa ia tak akan pernah bisa menolak pesona seorang Rachel tapi itu tidak dengan Nicky, dia bukan tipe pria yang menyukai wanita yang terlalu terbuka dan glamor.
"Jadi__ apa yang membuat mu ingin berbicara hanya berdua dengan ku?" Ucap Rachel membuat Nicky langsung menoleh ke arah Rachel.
"Apakah, kamu menyetujui pertunangan ini?" Ucap Nicky To the pint karena Nicky tak suka berbasa- basi.
"Tapi kamu belum mengenal ku? Bagaimana bila aku seorang playboy atau aku bukan lah pria baik-baik apakah kamu akan tetap menerima pertunagan ini?" Ucap Nicky berusaha membujuk Rachel agar ia berpikir lagi, tapi bukan wajah terkejut yang Rachel berikan tapi dia malah tertawa renyah sambil menutupi wajah nya membuat Nicky mendengus kesal, bisa-bisa nya dia tertawa disaat genting seperti ini.
"Aku tak akan pernah mempermasalahkan masa lalu mu, aku juga punya masa lalu. Bahkan semua orang, masalah itu kita bisa mengenal satu sama lain seiring dengan berjalan nya waktu, Aku sungguh sangat beruntung, bisa dipilih menjadi kandidat calon isteri mu. Karena aku sungguh tertarik pada mu, aku bukan wanita yang suka bertele-tele aku sudah tertarik pada mu sejak Papi menunjukan foto mu" ucap nya gmblang tanpa malu-malu membuat ku harus mengumpat dalam hati karena ternyata dia bukan gadis polos seperti dugaan ku, apa yang harus Nicky lakukan selanjut nya bila Rachel bisa tak bisa masuk dalam rencana nya.
__ADS_1
Nicky tau Rachel adalah gadis yang suka dengan kehidupan mewah dan glamour. bisa dilihat dari
penampilan dan kehidupan yang dilakukan nya, sangat bertolak belakang dengan sifat Nicky yang tak pernah suka kehidupan mewah, dia lebih suka hidup bebas dan itu tak pernah ia dapatkan dari kecil, dia akan selalau dikelilingi Bodyguard kemanapun ia pergi, Nicky sudah terbiasa hidup dalam pengawasan daddy nya. Maka dari itu untuk kali ini Nicky berusaha menentang permintaan Daddy nya dengan kabur dari pertunagan nya bersama Rachel.
Nicky sudah merencanakan semuanya, disaat semua orang sedang sibuk mempersiapkan perta pertunangan yang akan diadakan malam ini, Nicky sudah mengepak semua barang-barang yang dibutuhkan ke dalam koper, sebelum menyembunyikan nya ke tempat yang aman. Dia sudah mempertaruhkan segala nya untuk kesempatan itu, dia akan kabur dan menerima tawaran pekerjaan yang ditawarkan seseorang pada nya.
Nicky menatap lima tiket dengan tujuan berbeda negara, untuk mengelabuhi Daddy nya, dia harus melakukan cara licik agar bisa terbebas dari pertunangan sialan ini. Dalam hati Nicky berulang kali meminta maaf kepada dua orang tua nya, dia tau dia akan membuat kecewa Daddy dan Mammy nya untuk pertama kali dalam hidupnya, tapi dia harus melakukan ini agar dia bisa terhindar dari pertunagan tersebut.
Nicky segera memasukan ke lima tiket tersebut dan mengintip dari lipatan pintu, hanya ada Dua penjaga didepan Pintu, lalu dia merogoh handpone untuk menghubungi seseorang.
"Cepat datang kemari, hanya ada dua penjaga didepan pintu kamar"
"Baiklah aku akan segera bertindak" ucap seseorang dari seberang sana Nicky segera mematikan ponsel nya dan segera menunggu beberapa saat, Nicky kembali mengintip dari balik celah pintu, dia tersenyum licik ketika Edward sahabat Nicky menyamar sebagai pelayan hotel dan menawarkan minuman kepada penjaga tersebut, tanpa curiga mereka menerima minuman tersebut dan meminumnya, tak berselang lama kedua penjaga tersebut jatuh tertidur karena efek minuman yang sudah dicampurkan kedalam minuman tersebut, setelah melihat ada peluang Nicky segera membuka pintu sambil menyeret koper besar dibantu oleh Edward.
Mereka melewati pintu belakang hotel, tanpa diketahuai oleh orang lain, Dua jam kemudian Nicky sudah duduk tenang didalam pesawat yang akan membawanya ke Indonesia, Nicky terdiam sesaat sebelum merogoh sebuah Foto yang masih ia simpan rapi didalam dompet nya, foto yang menampilkan seorang gadis dengan senyum polosnya, gadis yang rambutnya dikuncir pita berwarna warni dengan berbagai asesoris di kepala nya, gadis yang telah mencuri perhatian nya sejak awal dia mengikuti MOS Di SMA, dia masih menyimpan foto itu, foto yang diam-diam dia ambil dimading sekolah ketika masa orientasi siswa telah berakhir.
__ADS_1
"Kikan__aku merindukan mu" Bisik Nicky didalam hati.
******