Shocking love

Shocking love
V


__ADS_3

Aku sudah masuk ke dalam kantor, setelah acara bolos kemaren. Ku tampikan senyum menawan ku untuk orang-orang yang menyapa dan berpapasan dengan ku, Karena hari ini hati ku dalam mode on sangat baik jadi ku pikir nggak ada salah nya berbagi kebahagiaan lewat senyum yang terpampang diwajah ku. Aku melewati kubikel Rere dan mendapatkan wajah datar Rere ketika menyambut kedatangan ku.


"Selamat pagi__, apa jadwalku hari ini?" Sapa ku sambil tersenyum ke arah Rere.


"Yang diare perutmu kan?, bukan kepala mu?" Ucap Rere dengan kerut diwajah nya menanadakan dia sedang heran melihat tingkah ku.


"Sialan, bukan nya senang aku udah masuk kerja malah diledekin" jawab ku pura-pura sebal.


"Lagian aku lihat kamu dari tadi senyum-senyum sendiri, gimana nggak heran? Kemaren ngeluh sakit diare, sekarang udah sembuh senyum-senyum nggak jelas gini kan bikin aku bertanda tanya" ucapnya lebay membuat ku memutar mata dengan malas.


"Udah ah, gosip aja kerjaan mu. Cepat datang ke ruangan ku. Aku mau lihat hasil kerjaan mu selama aku tinggal kemaren apakah ada masalah?" Ucap ku mengalihkan pembicaraan, karena aku tau kalau aku meladeni cuap-cuap Rere bisa seharian nggak kelar-kelar karena kekepoan Rere yang memang sudah sangat akut.


Rere mengikutiku memasuki ruangan ku dengan wajah manyun nya, tapi aku berusaha cuek tak memperdulikan nya, nanti biar jadi kejutan untuk nya, ada kabar bahagia dariku. Aku segera memulai pagi ku dengan sekedul yang sudah Rere siap kan untuk ku, untung saat aku membolos kemaren Deadline ku sudah aku kerjakan jadi aku tak akan merasa bersalah telah membebankan tugas ku kepada Rere. Tanpa terasa waktu sudah menunjukan hampir jam satu siang dan aku merasa sedikit lapar karena tadi pagi aku hanya sarapan roti selai dan susu bersama Nicky. Kalau mengingat Nicky, pipi ku kembali bersemu karena malu, setelah mengungkap kan perasaan satu sama lain aku dan Nicky lebih banyak mengobrol menceritakan apapun tetang ku dan tentang nya selama sepuluh tahun kami berpisah bahkan aku tak menyangka Nicky tak pernah sekali pun menjalin sebuah hubungan setelah lulus SMA.


Bohong kalau aku tak tersanjung bila mengetahui ternyata Nicky menempatkan ku didasar hati nya sedalam itu, bahkan aku saja sudah memiliki beberapa mantan kekasih sejak awal kuliah. Ngomong-ngomong ini sudah waktu nya makan siang kan aku harus menanyakan Nicky apakah ia mau aku pesan kan sesuatu, sebenarnya aku tak tega membiarkan diapertemen sendirian dengan keadaan nya yang masih harus menjalani pengobatan, dikarenakan Nicky enggan berurusan dengan Amanda lagi, akhirnya Nicky lebih memilih untuk dirawat di rumah saja dengan mendatangkan teman nya yang berprofesi sebagai dokter.


" Ki, ngomong-ngomong sudah waktu nya istirahat makan siang, mau aku pesan kan sesuatu, atau kita makan diluar saja?" Ucap Rere menyadar kan aku dari lamunan ku.


"Aku ingin makan di cafe seberang jalan sekalian beli bubur" ucap ku tanpa sadar membuat Rere kebingungan dan aku baru manyadari kebodohan ku karena keceplosan.


"Ehm__ maksudnya kan perutku baru sembuh dari diare, masak udah makan yang keras-keras" ucap ku beralasan, membuat Rere mengangguk paham, dan fyuuh untung alasan ku tepat kalau nggak bisa berabe, batinku berujar.


Rere sudah mengantri untuk memesan makanan, sedangkan aku lebih memilih mencari tempat duduk, aku mendapatkan tempat duduk yang lumayan strategis karena cafe sedang rame biasanya akan sangat susah mencari tempat duduk yang pas.


Setelah duduk nyaman aku segera mengecek ponsel ku takut-takut ada pesan dari Nicky, dan ternyata tebakan ku tidak meleset ada dua pesan tertera nama Nicky disana aku segera membuka pesan dengan jantung berdebar karena penasaran.


"Kamu melupakan sesuatu, hubungi aku bila sudah ada waktu senggang"


From. Nicky jelek


Aku mengernyit bingung membaca pesan text dari Nicky, melupakan sesuatu? Dengan segera aku membalas pesan nya.


"Benarkan? Apa yang aku lupakan, semua berkas ku telah aku bawa ke kantor"


To. Nicky jelek

__ADS_1


"Kamu lupa mengabari kekasih mu, bahkan kamu melupakan bahwa kamu sudah punya kekasih yang sedang sakit parah disini.


From. Nicky jelek


"Ck, dasar__" ucap ku berdecak sebal membaca pesan dari Nicky, tak ayal membuat ku tersenyum malu juga.


"Benarkah? Kasian sekali, tapi sepertinya kekasih mu lebih memikirkan pekerjaan nya dibanding dirimu yang sedang sakit"


To. Nicky jelek.


Aku sengaja menggodanya karena jujur saja aku seperti masih belum percaya hubungan.kami sudah berganti setatus.


"Kasian sekali diriku, bila harus bersaing dengan pekerjaan nya. Tapi aku berharap suatu hari nanti dia hanya akan fokus pada ku dan juga pada Nicky junior"


From. Nicky jelek.


Blush


Entah kenapa wajah ku langsung panas saat membaca pesan Nicky, aku mengibas-ngibaskan tangan ku karena merasa wajah ku tak bisa berhenti tersenyum. Kenapa aku merasa Nicky sangat manis, bahkan hanya bertukar pesan saja bisa membuat ku seperti ini, tuhan__ bantu aku untuk mengendalikan hatiku yang terus bergemuruh karena perlakuan Nicky.


Tanpa sadar Rere sudah berdiri disamping ku dengan nampan berisi penasan kami, dia mengintip ponsel ku yang masih menyala pada pesan terakhir yang Nicky kirim, aku yang kedapatan Rere langsung salah tingakh dan mematikan ponsel ku karena ketahuan berkirim pesan dengan Nicky.


"Ehm__ nggak juga kok" ucap ku masih berusaha berkilah, Rere mengipaskan tangan nya tanda tak percaya dengan ucapan ku.


"Jadi kemaren hanya alasan mu saja kan, pakai acara pura-pura sakit diare. tau nya lagi asyik pacaran"


"Bukan__, ini nggak seperti yang kamu pikirkan. Bahkan aku tak merencanakan nya, tiba-tiba Nicky sudah berdiri didepan pintu apertemen ku" Rere langsung menoleh ke arah ku karena terkejut mendengar cerita ku.


"Kok bisa, Bukanya dia lagi terkapar di rumah sakit? Lalu ngapain dia datang ke Apartement mu?" Ucap nya beruntun karena rasa penasaran nya, karena tak meu berbelit-belit akhirnya aku menceritakan kejadian diaman aku datang ke rumah sakit saat sepulang kerja kemaren hingga kejadian dimana Nicky berterus teranga akan perasaan nya, membuat Rere menganga tak percaya akan apa yang ia dengar.


"Uwh__ So sweet juga ya si Nicky, gak nyangka gitu cowok kayak dia bisa sedalam itu suka ma cewek" komentar Rere setelah aku menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Tapi Ki, itu si cewek medusa yang kamu ceritain yang namanya Amanda, kok bisa ya cinta sampai terlewat obsesi gitu biar bisa milikin si Nicky. Jadi penasaran kayak apa orang nya" ujar Rere mengutarakan pendapat nya.


"Aku nggak tau, tapi aku lihat pas Mama masuk rumah sakit, memang banyak para suster dan Dokter muda yang suka terang-terangan memandang Nicky karena tertarik. Bahkan di pesta waktu itu aku dengar sendiri para perawat membicarakan tentang Nicky, di toilet" jawab Kikan sama tak mengerti nya.

__ADS_1


"Kamu harus bisa menjaga apa yang sudah menjadi milimu Ki, mempertahan kan itu lebih sulit dari pada mendapat kan. Apalagi Nicky banyak yang mengincar, kalau kamu lengah sedikit saja, aku yakin akan ada banyak cewek macam Amanda yang akan merebut nya dari mu" ucap Rere membuat ku semakin gelisah, karena memang benar ada nya apa yang dikatakan oleh Rere.


💋💋💋💋


Sepulang dari kantor aku sengaja membeli makanan untuk ku sendiri dan juga untuk Nicky. Keadaan Nicky yang belum baik betul membuat ku harus selalu menjaga pola makan nya. Setelah berganti baju dengan pakaian santai, aku segera beranjak menuju Apartemen Nicky, meski hubungan kami sepasang kekasih, Nicky lebih memilih kembali ke Apertemen nya sendiri, karena tak ingin kami menjadi bahan omongan para tetangga. Setalah memasukan password yang sudah Nicky beritahukan, aku segera menuju dapur untuk mengambil mangkuk dan menyiap kan bubur untuk Nicky.


Jujur saja, sebenarnya aku merasa canggung berada di dalam Apartemen Nicky, biar bagaimana pun kami baru saja berhubungan tapi aku seolah-olah seperti seorang istri yang sedang menyiapkan keperluan sang suami ketika sakit. Ingatan ku melayang pada pesan Text yang Nicky kirim tadi siang, membuat ku malu untuk membalas nya, Sehingga aku memilih untuk mengabaiakan pesan nya.


Setelah selesai aku segera membawa mangkuk bubur ke dalam kamar Nicky, keadaan Nicky yang masih terluka parah mengharuskan nya betrest untuk beberapa hari kedapan, dan Dokter juga menyarankan kembali, Nicky harus mendapatkan cairan infus agar kondisi Nicky cepat pulih sehingga mengharuskan Nicky harus terus diatas tempat tidur.


"Nick__" ucap ku pelan sambil menyentuh lengan Nicky, membuat Nicky membuka mata nya perlahan.


"Kamu dah pulang? Jam berapa ini?" Ucap nya serak sambil tersenyum ke arah ku.


"Udah, ini sudah jam enam. Kamu makan dulu ya, habis tu minum obat, tadi aku sengaja mampir untuk beliin kamu bubur ayam" ucap ku sambil mengambil mangkuk bubur dan bersiap untuk menyuapi nya.


Aku mulai menyuapi Nicky, dia makan dalam diam meski tak banyak yang masuk ke dalam mulut nya, setidaknya aku bersyukur Nicky bersedia makan meski hanya sedikit. Setelah meminum obat, aku segera membereskan mangkuk untuk aku bawa ke dapur, karena sebenarnya dada ku tak berhenti berdetak sedari tadi saat berdekatan dengan Nicky, tapi gerakan ku terhenti saat tangan ku ditahan oleh Nicky.


"Aku mau cuci mangkuk dulu nanti aku kembali lagi" ucap ku, saat melihat Nicky enggan untuk melepaskan tangan ku.


"Nanti dulu, aku masih merindukan mu. Kenapa seharian ini kamu mengabaikan ku? Bahkan kamu tak mambalas lagi pesan terakhir ku" ucap nya seraya menggenggap tangan ku dengan sebelah tangan nya yang tak diperban. Hatiku kian bergemuruh hebat saat mendapat perlakuan dari Nicky, bahkan lidah ku kelu tak tau harus mengatakan apa karena gugup.


"Ehm__ aku sibuk, dan untuk pesan mu yang terakhir perlukah aku menjawab nya?" Ucap ku pelan karena malu, pisisi ku terlalu dekat dengan nya saat ini dan ini cukup membuat kerja jantung ku semakin keras berdetak.


"Tentu saja, aku tidak berencana hanya menjadikan mu kekasih ku tapi juga calon ibu dari anak-anak ku kelak" ucap nya mantap, semakin membuat ku terpana karena jawaban tegas Nicky, jujur saja aku tak pernah membayang kan hal ini akan terjadi, Andrian saja belum pernah membahas masalah serius ini untuk melangkah ke jenjang pernikahan, ketika masih berpacaran dengan ku. Tapi Nicky, bahkan dia belum genap berpacaran Dua puluh empat jam dengan ku, tapi dia sudah membahas masalah berumah tangga bahkan membawa-bawa anak didalam nya, hati ku menghangat karena nya.


Wanita mana yang tidak terharu, bila dirinya diinginkan begitu besar, oleh seorang pria yang bahkan dalam mimpi pun tak pernah ia bayang kan sebelum nya.


"Sebesar itukan kamu mengingin kan ku Nick?" Tanya ku memastikan karena, aku takut salah paham dengan jawaban Nicky tadi, Nicky mebelai wajah ku lembut, memandang ku penuh kasih sayang.


"Tak ada wanita lain yang aku inginkan selain dirimu, bahkan hanya kamu yang aku perjuangkan selama ini. Tak peduli sebanyak apapun orang yang berniat memisahkan kita, aku akan tetap teguh memperjuangkan hati ku untuk mu, maukah kamu berjuang bersama ku, berjuang hingga kita bisa membuktikan kepada mereka bahwa kita pantas untuk bersama" ucap nya tegas, sambil memandang mata ku dengan intens, membuat mata ku berkaca-kaca karena tak bisa membendung rasa haru atas ucapan nya, tak perlu bertanya, hanya melihat tatapan teduh nya sudah menggambarkan betapa dalam rasa cinta nya untuk ku.


"Tuhan__, mudah kan lah jalan kami untuk bersama, jauhkan lah kami dari mara bahaya, tak ada yang aku inginkan selain laki-laki dihadapan ku ini"


Do,a ku dalam hati, Aku menggangguk mantap sebagai jawaban, bahkan aku sudah tak bisa berkata-kata karena tak bisa membendung tangis ku, aku lengsung menghambur ke dalam pelukan Nicky, aku bahagia telah dicintai oleh dia, pria yang dikirimkan tuhan untuk ku, pria yang memberikan aku tempat terdalam dihati nya.

__ADS_1


"Terimakasih...."


******


__ADS_2