
Amanda duduk sendirian di sebuah Cafe, ia sedang menunggu seseorang, penolakan Kikan tempo hari membuat nya semakin bertidak lebih jauh, ia akan melihat seberapa kuat Kikan akan mempertahan kan Nicky.
Obsesi terhadap Nicky, telah membuat nya buta arah, segala cara akan ia tempuh demi mendapatkan apa yang ia inginkan, Amanda orang yang ambisius, dia tak pernah mengenal kata menyerah sedari kecil ia terbiasa mendapatkan apapun yang ia inginkan, maka dari itu ia yakin akan mendapatkan Nicky apapun cara nya.
Amanda tersenyum licik, rencananya kali ini akan membuat Kikan memilih untuk meninggalkan Nicky, dia punya segudang rencana hingga membuatnya yakin semua akan berjalan dengan sempurna. Amanda melirik pintu untuk melihat sosok permpuan cantik yang baru saja memasuki pintu Cafe, dari penampilan nya menunjukan bahwa wanita tersebut bukan lah dari kalangan bawah, angkuh dan dingin itulah yang Amanda tangkap saat untuk pertama kali melihat sosok Rachel.
Ya, Amanda sudah memikirkan rencananya matang-matang, ia akan mengguankan Rachel untuk menyingkirkan Kikan, setelahnya ia akan menyingkirkan Rachel, rencana yang sudah berputar dikepala Amanda.
"Selamat datang Rachel, maaf memintamu bertemu disini" ujar Amanda sambil mengulurkan tangan ke arah Rachel yang baru saja duduk di hadapan Amanda, tapi Rachel hanya membuka kaca mata hitamnya tanpa berminat membalas uluran tangan Amanda yang masih menggantung.
"Brengsek, andai dia tak berguna sudah aku singkirkan dia sekarang juga" geram Amanda dalam hati, dalam dalam kenyataan Amanda hanya tersenyum kecut sambil kembali menarik tangan nya, ia harus menekan emosi nya untuk membuat rencananya berjalan dengan lancar.
"Mau pesan apa? Akan aku pesan kan" ujar Amanda masih berusaha memasang tampang ramah nya.
"Tidak perlu berbasa-basi, aku datang ke sini tidak untuk membuang waktu ku, katakan di mana Nicky?" Ujar Rachel cuek, membuat Amanda harus ekstra sabar menghadapi sikap bossy Rachel, Amanda segera menguasai lagi sikap tenang nya.
"Akan aku beritahukan, tapi sebelum itu aku akan memberitahukan mu sesuatu, Nicky sekarang sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis, dia hanya menginginkan harta Nicky, bahkan dia wanita dari kelas rendahan yang tak pantas sama sekali berdampingan dengan Nicky, maka dari itu aku memintamu merebut kembali Nicky, bukan kah kalian sudah hampir bertunangan sebelum Nicky kabur darimu?" Ujar Amanda membuat kebohongan tentang Kikan, mambuat Rachel berpikir sejenak karena memikirkan ucapan Amanda.
"Kenapa kamu mau membantuku? Apa untungnya kamu memberitahukan hal ini padaku?" Tanya Rachel to the point, dia bukan wanita naif yang akan percaya begitu saja dengan omongan orang lain, membuat Amanda mengangguk paham karena Rachel bukan gadis bodoh yang akan gampang dia hasut.
"Kalau boleh jujur, sebenarnya aku juga menyukai Nicky, tapi aku sadar Nicky tak memilihku, akan sangat menyedihkan bila melihat Nicky lebih memilih wanita yang jelas-jelas di bawah standart ku, maka dari itu aku lebih merelakan Nicky kembali bersamamu, dibanding bersama dengan jalang itu, bahkan aku sudah muak dengan keangkuhan yang ditunjukan nya, aku sudah mencoba bicara baik-baik tapi dia menolak untuk meninggalkan Nicky" terang Amanda panjang lebar, dia akan merendahkan harga dirinya di depan Rachel, demi membuat Rachel percaya akan sandiwara yang ia pernakan untuk menjatuhkan Kikan, membuat Rachel tersenyum sinis.
"Tak heran bila Nicky menjadi rebutan banyak wanita, dia tampan dan juga putra tunggal dari seorang bangsawan, tapi siapa gadis yang kamu maksud mampu membuat Nicky bertekuk lutut itu?" Akhirnya Rachel penasaran juga dengan perempuan yang bisa membuat Nicky tertarik bahkan dirinya tak mampu membuat Nicky tertarik pada nya, Amanda tersenyum licik akhirnya Rachel masuk dalam jebakan nya.
"Namanya Kikan amalia, dia hanya gadis biasa yang bekerja sebagai seorang arsitek, aku berharap kamu bisa menyingkirkan wanita itu sesegera mungkin" ujar Amanda sambil menyerahkan selembar foto yang memperlihatkan Kikan di sana, Rachel manatap intens foto Kikan hingga wajah datarnya memperlihatkan senyum misterius yang mampu membuat orang lain bertanya-tanya rencanya apa yang ada diotak nya.
"Sebenci itukah kamu pada nya, hingga memintaku untuk menyingkirkan wanita itu?" Tanya Rachel sambil manatap lurus ke arah mata Amanda.
"Sangat, maka dari itu aku membuat kesepakatan dengan mu, kamu dapatkan kembali Nicky, dan aku akan tersenyum puas melihat Kikan menderita karena kehilangan Nicky, kita impas bukan?" ujar Amanda tersenyum sinis, dia akan melakukan hal licik sekalipun demi mendapatkan tujuan nya.
"Jadi__, dia mencoba bermain-main dengan mendekati Nicky? Akan aku tunjukan bagaimana caranya bermain dengan benar" Ujar Rachel membuat Amanda tersenyum senang karena rencananya berhasil untuk menghasut Rachel, tinggal menunggu waktu maka semua akan berjalan sesuai dengan rencananya.
********
Kikan sedang berkutat dengan pekerjaan nya, dia mendesah berat tak ada ide satupun untuk, menyelesaikan rancangan nya, karena emosi dia melempar kertas yang tadi di remasnya secara sembarangan, membuat Rere menoleh sejenak melihat tingkah sahabat sekaligus atasan nya tersebut.
"Kenapa? Aku lihat-lihat mood mu kurang bagus semenjak kedatangan si medusa kemaren, apakah dia mengatakan sesuatu?" Tanya Rere meninggalkan pekerjaan nya dan melangkah mendekati kikan.
__ADS_1
"Perasaan ku benar-benar tak tenang Re" ujar Kikan mendesah lelah, dia memilih meninggalkan pekerjaan nya dan duduk di sofa ruangan nya.
"Apa yang dikatakan Medusa belum tentu benar adanya Ki, kamu jangan sampai termakan kata-kata dia, bisa saja dia cuma membohongimu untuk membuat mu berpisah dari Nicky" ujar Rere berusaha menenangkan kegelisahan Kikan.
"Tapi kalau dipikir-pikir, dia nggak mungkin nekat datang kemari, bila untuk membuat omong kosong yang tak ada buktinya"
"Memang nya apa yang dikatakan si medusa sama kamu? Kenapa setelah kedatangan nya membuatmu murung dan enggan bercerita kepada ku" Rere manatap Kikan intens membuat Kikan menundukan wajahnya sendu.
"Dia mengatakan bahwa Nicky sudah punya tunangan, kalau benar adanya aku mesti gimana Re?" Kikan memandang Rere sedih dia bingung akan perasaan nya sendiri.
"Tu,tunangan?" Tanya Rere tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Tapi aku minta kamu jangan percaya dengan apa yang Amanda katakan Ki, bisa saja itu cuma salah satu cara buat kamu mundur teratur kalau kamu ingin memastikan coba kamu tanyakan langsung masalah ini pada Nicky biar kamu bisa mengambil tindakan untuk hubungan mu dengan Nicky" ujar Rere memberi pendapatnya kepada Kikan, Kikan hanya terdiam mencerna ucapan Rere, benar, dia harus memastikan sendiri dengan menanyakan semua nya kepada Nicky, meski hubungan mereka baru seumur jagung tapi lebih baik dia memastikan diawal dari pada dia tau dari orang lain.
"Bagaimana kalau benar adanya Nicky sudah bertunangan? Apa yang harus aku lakukan Re?aku tak akan sanggup bila dia hanya berniat mempermainkan perasaan ku" ujar Kikan karena kegelisahan nya.
Rere memandang sendu Kikan, ia tau Kikan sudah jatuh terlalu dalam akan perasaan nya terhadap Nicky, menyuruh nya pergi juga akan semakin membuat hatinya terluka, maka dari itu Rere akan menyuruh untuk bertahan.
"Kalau memang Nicky hanya berniat mempermainkan mu, dia tak akan bertindak sejauh ini Ki, kamu bisa tanyakan pada hati nurani mu, apakah Nicky hanya berniat bermain-main terhadap mu? kamu tak seharusnya meragukan perasaan Nicky, hanya karena ucapan perempuan itu" Ucapan Rere seperti menampar Kikan, benar, kenapa dia harus ragu kalau memang Nicky susah bertunangan tidak mungkin dia bertindak sejauh ini untuk mendapatkan hati nya, Kikan sedikit lebih tenang karena kata-kata yang Rere ucapkan benar adanya, setidaknya dia hanya butuh satu kepastian lagi dan dia harus menanyakan langsung pada Nicky.
********
Sadar tengah diperhatikan, membuat Nicky mendongak dan menatap wajak Kikan, membuat Kikan seketika menunduk karena malu ketahuan tengah memperhatikan nya, Nicky tersenyum simpul melihat wajah Kikan langsung merona karena malu.
"Kenapa? Apa ada yang salah dengan wajah ku, sehingga membuat mu terus memandangku tanpa berkedip, apa aku terlalu tampan hingga membuat mu terpesona?" Ujar Nicky membuat Kikan mencibir dan bangkit dengan membawa piring kotor bekas makan mereka, Kikan nampak cukup nyaman berada di dapur Nicky, membuka lemari, mengecek peralatan memasak.
Nicky sangat senang melihat pemandangan di depan nya, Kikan dengan celemek yang melekat di badan nya, memasakn sarapan dan makan malam untuk nya, sementara anak mereka sedang bermain dan menonton tv, yah khayalan tinggalah khayalan entah kapan mimpi Nicky bisa terwujud.
"Minum obat dulu sebelum beristirahat" ujar Kikan sambil menyodorkan beberapa obat dan gelas air putih di hadapan Nicky, membuat lamunan Nicky buyar seketika.
"Terimakasih" ucap Nicky tulis setelah meminum habis obat nya, kini mereka duduk terdiam sambil menonton tv, membuat Nicky menarik tangan Kikan untuk duduk lebih dekat dengan nya.
"Maaf, aku belum bisa mengajakmu Dinner di lestoran mewah, untuk merayakan jadian kita, keadaan ku yang seperti Mummi hidup tak memungkin kan untuk keluar rumah" ujar nicky merasa bersalah, karena semenjak mereka jadian Nicky belum bisa mengajak Kikan kencan karena keadaan nya yang belum sembuh betul, Kikan hanya tersenyum lembut menyadari Nicky memikirkan perasaan nya.
"Tidak masalah, begini juga sudah cukup, lagipula apa bedanya makan di lestoran mewah, atau di dalam apartemen sama-sama makan kan intinya, kamu jangan terlalu memikirkan ku, aku bukan wanita yang suka menuntut, yang penting kamu sembuh dulu baru bisa mengajak ku jalan masih banyak waktu untuk kita menikmati kebersamaan" Nicky tersenyum lembut, inilah yang di sukai dari Kikan wanita yang bisa membuatnya nyaman dia bahagia telah mendapatkan Kikan.
"Terimakasih, tapi aku janji setelah sembuh nanti aku akan membawamu kemanapun yang kamu inginkan" ujar nicky bersemangat membuat Kikan tertawa bahagia.
__ADS_1
"Bagaimana kalau Dinner romantis nya kita ganti di apartemen ku saja, aku akan memasak yang enak untuk mu, meski tak selezat masakan di lestoran mewah, aku akan menyajikan makanan hasil masakan ku sendiri" ujar Kikan menyuarakan ide dalam kepala nya, Nicky berpikir sejenak setelahnya menggangguk mantap.
"Selama ini aku belum pernah merasakan masakan mu, jadi akan sangat sepesial bila aku diperbolehkan mencicipi masakan dari wanita yang aku cintai"
Blush
Pipi Kikan seketika merona, Nicky sukses membuat Kikan melambung tinggi, bahkan hanya dengan sekali pujian sudah bisa membuat hati Kikan meleleh, Nicky yang tau Kikan merona karenanya tertawa keras.
"Kenapa harus malu, kalau kita menikah nanti, kamu jangan pernah bosan mendengar ku memujimu setiap hari, karena aku tak akan pernah berhenti memuji mu, satu-satu nya wanita yang menarik perhatian ku dari dulu" seketika ucapan Nicky membuat Kikan bungkam, dia teringat kembali masalah yang mengganggu pikiran nya beberapa hari ini, membuat wajah yang awalnya tersenyum menjadi murung seketika, Nicky yang menyadari perubahan wajah Kikan sedikit cemas.
"Ada apa? Kenapa kamu murung, Apa ada yang salah dari perkataan ku?" Tanya Nicky cemas membuat Kikan memandang intens wajah Nicky.
"Nick, apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya Kikan hati-hati dia harus memastikan semuanya dulu, karena biar bagaimanapun ini untuk kejelasan hubungan mereka kedepan nya.
Deg
Seketika Nicky menjadi gusar, apakah Kikan tau sesuatu terhadap dirinya? Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu.
"Apa maksudmu Ki? Apa yang mengganggu pikiran mu? Katakan padaku"
"Apakah kamu mau jujur dan bercerita padaku kalau aku bertanya sesuatu padamu?" Kikan akan memberanikan dirinya bertanya pada Nicky, dia tak bisa menyimpan kegelisahan itu lebih lama lagi.
"Tentu saja, katakan, apa yang ingin kamu tanyakan padaku" meski dimulut Nicky terlihat tenang tapi tidak dengan hati nya, dia begitu cemas Kikan telah mengetahui sesuatu.
"Apa benar kamu sudah bertunangan sebelum menjalin hubungan dengan ku?" Ucap Kikan dalam satu tarikan napas, dia harus bertanya langsung pada Nicky sebelum segalanya menjadi teka teki untuk nya.
"Siapa yang mengatakan nya padamu? Aku bukan tunangan orang lain, kalau itu yang kamu takutkan, setatusku masih single" ujar Nicky cepat, karena tak ingin Kikan salah paham dengan apa yang orang lain katakan, dia tak akan menebak siapa yang sudah lancang memberitahukan Kikan kabar bohong tersebut, yang Nicky pikirkan apa yang maksud dari orang itu membuat kabar bohong bahwa dia sudah bertunangan.
Mendengar jawaban Nicky membuat Kikan memandang lekat mata Nicky, tak ada kebohongan di dalam nya hingga membuat Kikan merasa lega bukan mian, dia sudah tau kegelisahan nya tak beralasan, Nicky tak mungkin membohonginya, meski tak dipungkiri ada rasa bersalah yang begitu besar karena sudah menuduh Nicky mempermainkan perasaan nya, Kikan baru akan menghambur untuk memeluk Nicky, tapi Nicky tahan hingga membuat Kikan mengerutkan keningnya bingung.
"Katakan? Siapa yang sudah berbohong mengenai pertunangan ku? Kalau aku sudah bertunangan aku tak akan berada di sini untuk mu" ucap Nicky tegas, membuat Kikan menggigit bibir nya karena takut, dia sudah membuat Nicky tersinggung karena tuduhan nya tadi, Kikan menunduk sedih.
"Maafkan aku, aku sempat meragukan mu karena hasutan seseorang, bahkan aku sempat mengira kamu mempermainkan aku, karena aku terlalu takut hatiku kecewa lagi, selama ini aku berusaha meyakinkan hati ku, untuk menjalin hubungan dengan mu, tak mudah bagiku menerimamu untuk menjadi kekasihku, apalagi hubungan kita sejak awal sudah tak baik hingga membuatku mengira kamu hanya bermain-main dengan ku" Nicky menangkup wajah Kikan ia memandang lekat wajah sendu kikan, Nicky memberanikan mengecup kening kikan sesaat sebelum membawanya ke dalam pelukan nya, membuat Kikan memejamkan mata karena berusaha menenangkan debar jantung nya, karena perlakuan lembut Nicky.
"Maka dari itu, aku memintamu mulai saat ini percayalah padaku, aku tak akan pernah mematahkan hatimu, hatiku sepenuhnya telah ku berikan untuk mu, tak peduli orang lain berkata apapun jangan pernah percaya, tak mudah bagiku mengambil keputusan, aku mohon, kamu mau berjanji satu hal untuk ku, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku, karena aku yakin duniaku akan hancur bila kamu melakukan nya" ucapan Nicky membuat hati Kikan tersayat perih, betapa bodohnya Kikan bila masih meragukan perasaan Nicky, lewat kata-kata yang Nicky utarakan sudah membuktikan, betapa dalam perasaan yang Nicky miliki untuknya, Kikan menitihkan air mata nya karena bahagia di cintai begitu besar oleh pria ini.
"Aku berjanji, tak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, terimakasih karena cintamu sudah menyadarkan ku, suatu hubungan harus di dasari rasa saling percaya agar tidak goyah, maaf karena sempat meragukan mu" Kikan semakin mengeratkan pelukan nya, dia berjanji ini untuk pertama dan terakhir kali nya meragukan oerasaan Nicky, betapa bodoh nya apabila dia melepaskan Nicky hanya demi hasutan Amanda.
__ADS_1
**********