Shocking love

Shocking love
T


__ADS_3

Nicky keluar dari bandara dan langsung mencari sebuah taxi untuk membawanya ke hotel tujuan nya. Dia sudah tak mempunyai rumah dijakarta, karena Daddy nya sudah menjual semua aset nya dan memutuskan menetap di Aussy.


Nicky sudah merencanakan ini jauh-jauh hari, ia harus membuat identitas palsu agar Daddy nya tak bisa melacak keberadaan nya. Beruntung dia mempunyai kenalan seorang yang bisa memalsukan data, setelah dirasa rencananya berhasil. Nicky segera mencari teman lama nya agar ia bisa segera melancarkan rencana nya, ia tak punya banyak waktu untuk menunggu lebih lama lagi.


Beruntung Dua hari setelah kedatangan nya, ke indonesia. Nicky mendapat kabar dari Arman, kalau akan diadakan acara reuni SMA nya dulu, sehingga Nicky merasa tuhan telah melancarkan jalan nya untuk bertemu kembali dengen seseorang dimasa lalu nya.


Nicky segera melangkah memasuki Hotel tempat acara, Nicky tau semua orang terkejut akan perubahan diri nya. Bahkan menoleh serempak ketika ia baru mamasuki pintu. Nicky mengedarkan pandangan nya mancari seseorang yang ia rindukan berharap ia akan bertemu dengan nya malam ini.


Tak butuh waktu lama bagi Nicky, untuk bisa mengenali gadis itu, gadis yang telah mencuri hati nya untuk pertama kali nya. Meski Nicky akui sekarang ia telah banyak berubah setelah dewasa. Tapi Nicky masih bisa mengenali nya dengan baik, Nicky sengaja melewati nya begitu saja, untuk melihat bagaimana reaksinya setalah Sepuluh tahun lama nya tak berjumpa.


Seperti yang diperkirakan Nicky sebelumnya, Kikan masih saja membencinya meski semua itu sudah lama berlalu. Seperti menyimpan dendam terhadap dirinya. Hingga ia melihat Kikan mabuk berat karena permintaan dari teman-teman nya, sebenarnya Nicky merasa kasian melihat Kikan disodori minumal berakohol. Tapi dia tak berani berkomentar apa-apa karena takut menjadi perhatian teman-teman nya karena kedapatan membela Kikan.


Entah sadar atau tidak Kikan yang sudah setangah sadar menyenderkan kepala dibahu nya, membuat Nicky merasakan dadanya berdebar kencang karena untuk pertama kali nya dirinya bisa begitu dekat dnegan Kiakn meski ia tetkena pengaruh alkohol membuat nya tak sadar sepenuhnya dengan apa yang ia lakukan.


"Si Kikan udah mabuk berat tuh, tanggung jawab gih siapa yang udah cekokin dia minum tadi" ucap Elsa bersuara, membuat yang lain langsung menoleh ke arah Kikan yang masih bersender ke arah ku karena tak kuat menahan beban tubuhnya.


"Gua nggak tau alamat rumah nya dimana, loe juga sih pakai nyuruh dia minum segala. Kita semua kan yang jadi repot sekarang, siapa coba yang mau nganterin Kikan dalam keadaan teler begini" ucap Karin membuat aku dan yang lain diam, sebenar nya aku mau saja mengantarkan Kikan pulang, tapi aku nggak mau terlihat menawarkan diri terlebih dahulu, sebelum yang lain.


Belum sempat Nicky berpikir lebih jauh, tiba-tiba saja Kikan bergerak-gerak berusaha menahan sesuatu, semua orang yang tadi nya masih sibuk merundingkan siapa yang bersedia menolong mengantarkan Kikan pulang, jadi terdiam serempak. Demi melihat gerak- gerik Kikan, tak ada yang tau setelahnya Kikan sudah memuntahkan cairan putih yang mengakibatkan bajunya dan baju Nicky kotor karena muntahan kikan yang lumayan banyak, setelah itu dia langsung ambruk menimpa Nicky dalam keadaan tertidur kembali membuat Nicky duduk terdiam karena Kikan jatuh dalam dekapan nya.


Semua orang yang melihatnya terkesiap kaget karena ulah Kikan membuat Arman, Elsa dan Karin yang awalnya terdiam jadi tertawa terpingkal-pingkal karena melihat keadaan Nicky yang sangat mengenaskan.


"Jadi sudah ditentukan kan ya, siapa yang lebih bersedia mengantarkan Kikan pulang tentu saja Nicky" ucap Elsa membuat Nicky, pura-pura mendengus sebal dihadapan yang lain padahal dalam hati ia senang bukan kepalang bisa berdekatan dengan Kikan, ini diluar rencananya tapi tuhan sekali lagi berbaik hati menolongnya.


"Sorry Nick, bukan maksud hati melimpahkan Kikan padamu. Tapi keadaan kalian benar-benar buruk, lebih baik kamu segera membawa Kikan pergi dari sini sebelum tubuh kalian dipenuhi oleh muntahan" ucap Arman membuat Nicky segera beranjak dan menggendong Kikan ala bridal style, setelah berpamitan pada teman-teman nya yang lain Nicky segera keluar dari ruangan pesta dan berjalan melewati Balroom. Nicky cukup menyadari ada banyak pasang yang memperhatikan nya karena menggendong Kikan, tapi dia tak perduli dan tetap berjalan lurus kearah parkiran belum sempat Nicky sampai parkiran Kikan kembali memuntahkan cairan putih lagi, dan otomatis mengenai wajah serta pakaian mereka berdua.


Tak ada rasa jijik bagi Nicky ketika melihat keadaan dirinya dan Kikan yang sudah berlumuran cairan muntahan itu. Nicky menarik napas sebentar sebelum berbalik arah, dan memghampiri Resepsionis hotel untuk memesan salah satu kamar. Tak peduli lagi bila keesokan harinya Kikan akan mengamuk kepada Nicky dia akan menjelaskan segalanya lagi nanti.

__ADS_1


💋💋💋💋


Setelah kejadian dikamar hotel tersebut, membuat Nicky membulatkan tekat nya untuk menyelediki semua nya tentang Kikan, ia sengaja menyewa satu Apartemen dengan Kikan, agar Nicky bisa selalu berdekatan dengan nya. Nicky kira semuanya akan berjalan sesuai rencananya tapi diluar dugaan justru masalah datang silih berganti.


Kikan berusaha semakin menghindari nya, meski berulang kali Nicky mendekati nya. Apalagi kehadiran mantan Kikan yang membuat Nicky semakin was-was takut kalau sampai Kikan akan kembali pada nya. Puncaknya dimana malam ia mengajukan sebuah syarat agar Kikan bersedia menjadi pasangan nya. Sebenarnya tak sampai hati Nicky menyetujui janji Kikan untuk menjauhi nya setelah acara malam tersebut, itu bukan tujuan yang ia rencanankan sebelum nya.


Akhirnya karena tak mau Kikan merasa tertekan dan semakin membenci nya, ia bersedia menyetujui permintaan Kikan untuk menjauhi nya meski dalam hati ia akan menemukan cara lain untuk mendekati nya lagi bila keadaan sudah semakin membaik.


Bukan mendapatkan cara malah Nicky semakin terjebak akan rencana yang Amanda buat, membuat Nicky semakin sulit untuk bisa mendekati kikan lagi, Nicky sadar dia seperti laki-laki pengecut saat ini, tapi dia benar-benar tak punya pilihan lain. Kalau tidak, dia akan kehilangan kesempatan selama-lama nya untuk mendapatkan Kikan. Karena bila Daddy nya sudah mengetauhui keberadaan nya, akan sudah dipastikan dia tak akan bisa lolos untuk yang kedua kali nya.


Nicky mengusap wajahnya dengan gusar, dia sudah melangkah sejauh ini. Tak mungkin dia harus mundur karena Ancaman dari Amanda. Belum sempat Nicky berpikir lebih jauh, tiba-tiba pintu ruang inap nya dihempaskan dengan kasar membuat Nicky terkejut.


BRAK


Nicky menoleh ke arah pintu dengan raut wajah terkejut, karena Amanda datang dengan raut wajah penuh emosi.


"Kamu bertanya ada apa? Kamu sadar nggak sih, aku nggak pernah main-main dengan ucapan ku Nick" ucap Amanda dengan wajah merah padam karena menahan emosi.


"Apa lagi yang aku perbuat? Bukan kah aku sudah menuruti semua ucapan mu?" Ucap Nicky menantang, dia tak mengerti apa yang membuat Amanda begitu terobsesi terhadap dirinya hingga membuatnya seperti ini.


"Aku memintamu untuk menjauhi wanita itu, tapi kamu tak mengindahkan ucapan ku. Buktinya aku masih melihatnya berkeliaran disekitar mu, aku sakit Nick aku kecewa. Kamu telah membohongiku" ucap Amanda naik satu oktaf dan menekan setiap ucapan nya membuat Nicky langsung melotot marah terhadap Amanda.


"Aku tak pernah membohongimu, terserah kamu mau percaya atau tidak, aku selalu menolak kehadiran Kikan. Dan satu lagi aku peringatkan kamu jangan sekali-kali mendekati nya, atau kau lebih suka aku  melakukan hal yang tak pernah kamu duga sebelumnya" ancam Nicky, dia sudah muak dengan sikap Amanda yang seenaknya sendiri.


"Jadi kamu mengancam ku?" Tanya Amanda tak percaya dengan ucapan Nicky.


"Meskipun aku terkapar disini, aku masih bisa berbuat sesuatu untuk menyakiti mu" ucap Nicky yakin membuat Amanda terdiam sesaat.

__ADS_1


"Apakah dia lebih penting dari ku? Kenapa kamu selalu menghawatirkan dia sedangkan tidak dengan ku? Apakah sedikit saja tak ada artinya aku bagimu? " Tanya Amanda dengan wajah yang sudah beruraian air mata.


Nicky menangkap nada getir disetiap ucapan Amanda, dia tau dia tak akan pernah bisa membalas perasaan Amanda karena hati nya sepenuh nya sudah diberikan Nicky untuk Kikan.


"Maaf kan aku, tapi rasa cinta mu itu menyakitiku" ucap Nicky menatap tepat pada manik mata Amanda.


"Apa yang kurang dari ku Nick? Apa yang tidak ku miliki sedangkan dia memiliki nya? Aku akan berusaha memenuhi asal kamu mau melihat ku walau hanya sedikit saja" ucap amanda memohon membuat Nicky memalingkan wajah nya karena tak mau melihat Amanda semakin terpuruk karena dirinya.


"Lepaskan aku Amanda, sekuat tenaga kamu menahan ku disini, aku tetap tak akan bisa menerima mu. Karena hati ku sepenuh nya sudah aku berikan pada nya" ucap Nicky menoleh dengan tatapan kosong, dia sudah hampir putus asa menghadapi masalah yang kian membelit hidup nya.


Amanda yang mendengar ucapan Nicky, terdiam kaku ditempatnya, lalu tanpa disangka ia malah tertawa dengan keras seolah kehilangan akal, Nicky hanya melihat tanpa beraksi apa-apa.


"Kamu lebih memilih pergi dari pada bertahan disisi ku? Apakah kurang nya aku Nick? Sehingga membuat mu sangat susah untuk menerima ku?"


"Amanda__ kamu memiliki segala nya, fisik, kecerdasan dan karir. Tapi bukan semua itu yang aku lihat dari wanita. Aku hanya akan menyerah kan hati ku untuk seseorang yang benar-benar bisa membuat ku nyaman. Tanpa aku menjelaskan pun kamu sudah tau aku terkekang dengan peraturan yang Daddy ku buat, hingga mengakibatkan aku kabur dari nya. Kamu wanita yang baik, aku tau itu, jangan lagi buang waktu mu hanya untuk mencintai laki-laki seperti ku. Aku yakin suatu hari nanti Tuhan akan mengirimkan seorang pria yang tepat untuk mu" Nicky berusaha berbicara dengan baik-baik berharap Amanda mau menyerah dan melepaskan nya.


"Nggak Nick, aku nggak akan pernah membiarkan wanita itu merebut mu dari ku" ucap Amanda dengan keras kepala nya, membuat Nicky yang berusa sabar sedari tadi menjadi terpancing emosi.


"Lalu maumu apa? Aku tak akan bisa mencintaimu meski kamu menahan ku bersama mu. Kamu jangan bersikap egois hanya karena kamu mencintai ku. Cinta mu membunuh ku Amanda" ucap nicky sambil menjambak rambutnya sendiri sebagai pelampiasan karena rasa frustasinya.


"Baiklah__kita lihat saja sejauh mana kamu bisa menolak ku, akan aku buktikan bahwa kamu telah salah menilaiku Nick" ucap Amanda, lalu melenggang pergi meninggalkan Nicky yang masih terdiam ditempat nya, Nicky tak bisa diam saja Amanda pasti akan berbuat sesuatu untuk mencelakai Kikan.


Tanpa pikir panjang, Nicky langsung melepas selang infus yang menancap dipunggung tangan nya, dan turun dari brangkar meski kepala nya masih terasa pusing ia tetap berusaha memakai sandal dan segera keluar dari kamar inap nya, dengan hati-hati Nicky menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat situasi. Setelah dirasa aman Nicky segera melangkah menuju koridor dia sengaja membawa jaket dan topi untuk menyamarkan penampilan nya agar tak ada yang mengenali nya.


Beruntung Nicky bisa lolos dan segera menyetop Taxy, yang kebetulan mangkal didepan rumah sakit, Nicky segera menyebut kan alamat Apartemen dan tak lama Taxy melaju meninggalkan rumah sakit membuat Nicky sedikit bisa bernapas dengan lega, meski wajah nya pucat dan darah tak berhenti keluar dari bekas jarum infus, Nicky tetap berusaha bertahan memastikan bahwa Kikan baik-baik saja.


******

__ADS_1


__ADS_2