Shocking love

Shocking love
Q


__ADS_3

Nicky memandang langit-langit kamar inap nya, pikiran nya melayang pada satu jam yang lalu, dia tak menyangka masalah nya akan serumit ini. Amanda serius dengan ucapan nya bahkan dia sudah memberi peringatan kapada Nicky lewat kejadian yang dialami nya. Ya dalang dibalik kajadian kecelakaan yang dialaminya adalah Amanda, dia sengaja menyuruh orang untuk mencelakai Kikan. Dia bahkan tak tau harus berbuat apa bila dia tak ada disana kemaren.


Satu jam yang sebelum nya.


"Hallo Nick, bagaimana keadaanmu?" Ucap Amanda saat memasuki ruangan inap nya membuat Nicky terkejut karena kedangan Amanda yang secara tiba-tiba.


"Ngapain kamu kesini?" Ucap Nicky dingin tanpa berniat memandang amanda dia memalingkan wajah nya ke arah luar jendela yang terletak tepat disamping dirinya berbaring dibrangkar.


"Aku cuma mau melihat kondisi mu, ternyata luka nya cukup parah ya? Bagiamana kalau ternyata Kikan yang memgalami luka-luka ini?" Sontak ucapan Amanda membuat Nicky langsung menoleh ke arah Amanda dan memandang lurus ke arah mata nya mencari jawaban.


"Apa maksud mu? Kenapa kamu harus membawa-bawa Kikan dalam masalah ini, bukan kah aku sudah memenuhi permintaan mu untuk tidak mendekati nya lagi?" Ucap Nicky dengan wajah penuh dengan emosi.


"Tapi kamu melanggar nya dengan diam-diam masih memperhati kan nya, jangan kamu pikir aku tak tau apa-apa tentang kamu yang selalu mengikuti Kikan setiap pagi untuk berangkat kerja, baru kamu sendiri berangkat ke rumah sakit. Kamu tak menghargai perasaan ku Nick, aku sakit melihat mu yang diam-diam masih memperhatikan nya, padahal sudah jelas-jelas aku melarangmu untuk mendekati nya, aku cemburu melihat hanya Kikan yang selalu kamu perhatikan, tapi kamu selalu bersikap dingin terhadap ku. Apakah tidak ada sedikit saja tempat buat ku disini?" Tunjuk Amanda pada dada kiri Nicky, membuat Nicky terdiam kaku.


"Maka jangan salahkan aku bila aku memperingatkan mu lewat kecelakaan ini"


"Jadi semua ini ulah mu" ucap Nicky terkejut akan ucapan Amanda, membuat Amanda tersenyum licik.


"Anggap saja seperti itu, bila kamu melanggar nya sekali lagi, maka jangan salah kan aku bila aku berbuat hal yang lebih lagi untuk menjauhkan nya dari mu" Nicky mengepalkan tangan nya menahan emosi, dia tak oernah tau Amanda bisa berbuat sejauh ini untuk menjauhkan nya dari Kikan.

__ADS_1


"Dasar iblis, aku tak tau wanita  sepertimu mempunyai penyakit jiwa" ucap Nicky, membuat Amanda tak terpengaruh dengan ucapan Nicky dia memajukan wajah nya membuat Nicky membuang wajah nya kesamping.


"Aku tak peduli pendapatmu tentang ku, yang aku tau kau akan selalu menjadi milik ku, tak kan ku biarkan wanita manapun merebutmu dari ku Nick" setelah mengucapkan kata menjijikan itu, Amanda melangkah menjauh dari Nicky yang sudha tak sudi lagi memandang nya membuat ego Amanda terluka tapi dia berusaha bersikap tenang.


"Ingat, aku selalu tau apa yang kamu lakukan. Jangan sekali-kali kamu bertindak sesuatu yang memicu kamu kehilangan wanita tercintamu" lanjut nya lagi membuat Nicky menggeram kesal, haruskan ia ditekan seperti ini. Bukan kah sama saja dia akan melukai hati Kikan bila dia menuruti perminataan Amanda.


saat pikiran Nicky masih menerawang jauh, Nicky dikejutkan dengan pintu ruang inap nya yang dibuka dari luar, dan muncul sosok Kikan diikuti Rere dan juga Tommy.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Kikan saat sudah berada dihadapan Nicky, dia hanya memandang datar kedatangan Kikan tanpa tersenyum jahil seperti biasa nya,.emmbuat Kiakn sedikit bingung dengan sikap Nicky terhadap nya. Dia tidak mengalami Amnesia kan? Tanya Kikan dalam hati.


"Ehm__aku__mau ngucapin terimakasih sama kamu karena udah nolongin aku dalam kecelakaan motor, mungkin kalau nggak ada kamu, Aku yang bakalan berbaring disini" ucap Kikan sedikit canggung karena Nicky sedari tadi hanya diam saja tanpa menanggapi ucapan Kikan, Rere yang melihat perubahan sikap Nicky sedikit bingung dan juga merasa sebal, tapi tak mau ikut campur terlalu jauh, dia cukup tau diri tak mau masuk terlalu jauh urusan Kikan.


"Aku nggak marah, kamu nggak usah merasa bersalah, aku bakalan baik-baik saja setelah beristirahat beberapa hari. Saat ini aku hanya ingin istirahat. Bisakah kalian keluar" ucap Nicky memotong ucapan Kikan dengan cepat membuat Kikan bungkam seketika.


Wajah ramah yang ditunjukan tadi, berubah menjadi wajah jengkel karena tanggapan kurang baik dari Nicky, tanpa banyak kata Kikan langsung melangkah keluar dari ruangan Nicky, diikuti Rere dan juga Tommy. Meninggalkan Nicky seorang diri dengan wajah penuh penyesalan, dia tau telah membuat Kikan terluka karena penolakan nya, tapi untuk saat ini dia belum bisa berbuat apapun.


"Maafkan aku" ucap nya lirih sambil menatap sentu daun pintu yang sudha tertutup rapat menyisakan perasaan sesak didadanya.


👄👄👄👄👄

__ADS_1


Aku merasa terluka karena penolakan Nicky, kenapa sikap nya jauh berubah terhadap ku? Apakah dia dendam pada ku karena membuat nya cedera hingga tidak bisa lagi bekerja untuk sementara waktu. Ok, mungkin seperti itu, tapi tak bisakah dia hargai sedikit saja rasa bersalah ku terhadap diri nya?, aku masih kesal akan sikap Nicky barusan membuat ku melangkah dengan cepat meninggalkan ruangan nya, tak ku pedulikan orang-orang yang memandang ku bingung karena aku, melangkah dengan langkah lebar hibgga menabrak beberapa orang yang sedang melangkah dikoridor, tiba-tiba labgkah ku terhenti karena panggilan Rere yang membuat ku tersadar bahwa ia sedari tadi mengikutiku.


"Kikan tunggu, kamu mau kemana?" Ucap nya smcemas setelah berdiri dihadapan ku.


"Aku mau pulang, aku malas disini" ucap ku menjelaskan, saat akan melangkah lagi Rere menarik lenganku hingga membuat ku mengurungkan niat untuk pergi.


"Apa lagi seh Re? Kamu tau sendiri kan tadi, tanggapan nya gimana sama Aku" ucap ku lelah aku sudah malas ribut dengan siapapun untuk saat ini, yang aku butuhkan adalah istirahat.


"Ia aku tau, tapi nggak harus gini juga kan? Mungkin saja dia masih terpukul dengan keadaan nya hingga membuat nya terpaksa harus Bedrest untuk beberapa waktu sampai keadaan nya kembali pulih. Kamu harus berpikir positif Ki" ucap Rere berusaha menghibur ku, jujur entah kenapa aku merasakan sakit atas penolakan Nicky, mungkinkah ini karma karena aku sering menolak dia dulu?.


"Tapi nggak harus kek gitu juga kan, seolah-olah dia baik-baik saja dengan keadaan nya, dan nggak butuh orang lain. Re_ aku hanya akan membantu  merawat nya agar dia cepat sembuh untuk menebus rasa bersalah ku apa itu salah?" Tanya ku masih kekeh pada pendirian ku, Rere hanya memandangku sendu sebelum berucap.


"Jujur, aku tadi sempat terkejut mendapati Nicky bersikap dingin terhadap mu. Yang aku tau dia tertarik sama kamu, tapi untuk hari ini aku melihat dia seperti menahan sesuatu atas sikap nya. Jadi__ aku minta, kamu jangan berpikiran negatif dulu, mungkin dia hanya butuh waktu untuk nenangin pikiran nya. Besok kamu harus datang lagi kemari, kamu nggak boleh menyerah hanya karena satu kali penolakan, bukankah kamu sudah menolak dia berkali-kali dan dia tetap bertahan?" Ucap Rere mmebuat ku bungkam seketika, ya benar aku sudha berkali-kali menolak Nicky tapi dia selalu datang lagi dan datang lagi lalu kenapa hanya dengan satu kali penolakan aku harus menyerah?.


"Kalau kamu takut, biar aku temenin kamu tiap mau kesini" lanjut nya membuat ku terharu, meski kadang bawel, Rere selalu ampuh dalam menenangkan perasaan ku. Aku akngsung memeluknya erat karena terharu dia selalu ada buat ku.


"Terimakasih__" ucap ku masih memeluknya, membuat Rere menganggukan kepala nya.


"Sekarang lebih baik kita pulang dulu, besok kita kesini lagi, untuk sekranag kita biarkan Nicky beristirahat dengan cukup, sebelum menghadapi mu besok" ucap Rere sambil tersenyum lebar ia menggandeng Kikan mengabaikan Tommy yang hanya pasrah mengikuti kemanapun Rere melangkah.

__ADS_1


__ADS_2