Shocking love

Shocking love
28


__ADS_3

BRAAK。。。


Pintu ruangan ku terdorong dengan keras nya, membuat ku dan Rere terkejut oleh nya. Nicky masuk dengan wajah penuh dengan emosi membuat ku langsung memasang tampang waspada.


"Kenapa kamu melarang securiti untuk menahan ku masuk kemari? Bahkan kamu mematikan ponsel mu?" Ujar Nicky emosi membuat ku mengehembuskan napas dengan berat.


"Bukan apa-apa aku hanya tak mau diganggu oleh siapapun, termasuk kamu__" ujar ku berusaha bersikap senormal mungkin.


"Kamu bisa mengabariku, bukan malah menghilang begitu saja, dan mematikan ponsel mu yang membuat ku khawatir setengah mati karena tak bisa menghubungimu" ujar Nicky setengah frustasi.


"Cih jangan kamu pikir aku akan tersentuh dengan kata-kata mu Nick, cukup sekali dan tak akan pernah lagi aku termakan bujuk rayumu" ujar ku tegas membuat Nicky terkejut mendengar ucapan ku.


"Apa maksudmu? Kenapa bisa kamu berbicara seperti itu?" Ujar Nicky dengan tatapan tak percayanya.


"Re, bisa keluar dari ruangan ku sebentar aku ingin berbicara empat mata dengan Nicky" tanpa banyak kata Rere berlalu dari ruangan ku meninggalkan aku dan Nicky berdua di dalam ruangan ku, setelah pintu tertutup dengan rapat aku berdiri menghampiri Nicky yang masih bergeming ditempatnya.


"Apakah kamu punya sesuatu yang ingin kamu jelaskan padaku Nick?" Tanya ku to the point, dengan wajah serius aku mentap kedua manik mata Nicky mencari jawaban atas segala pertanyaan ku.


"Aku tak mengerti, Penjelasan apa yang kamu maksud?" Ujar Nicky masih terlihat bingung atas sikapku kali ini, aku tertawa sumbang atas jawaban yang Nicky berikan.


"Kenapa Nick, kenapa harus orang lain yang mengatakan padaku, kenapa selama ini kamu hanya diam membisu padahal banyak sekali kesempatan mu untuk menjelaskan segalanya padaku kenapa?" Ujar ku akhirnya meluapkan segala kekesalan ku, Nicky yang melihat betapa aku frustasi hendak memeluk ku tapi aku segera mundur untuk menghindari nya.


"Jangan pernah sentuh aku lagi" ujar ku tegas membuat Nicky berhenti untuk menggapai ku, dia masih menampakan wajah bingungnya ketika melihat ku berdiri menjuahinya.


"Tolong jelaskan pada ku, kenapa kamu jadi seperti ini? Kita bisa berbicara baik-baik" ujar Nicky berisaha membujuk ku hendak menyentuh pundak ku, tapi sekali lagi aku tepis tangan nya dan mundur menjauhi nya membuat Nicky hanya mampu memandang ku dengan wajah terluka nya, ku tepis semua pikiran yang membuat aku sedikit dilema tapi aku harus menyelesaikan nya detik ini juga, aku berjalan menuju meja kerja ku meraih amplop coklat yang aku dapat beberapa jam lalu setelah aku pulang dari makan siang, bahkan aku tak tau siapa pengirim nya karena tau-tau amplop itu sudah berada disana saat aku masuk ke ruang kerjaku.

__ADS_1


Ku serah kan amplop itu pada Nicky, tanpa banyak kata Nicky menerima amplop tersebut dan secepat kilat membuka isinya dia melihat beberapa lembar foto dan ada surat didalam nya, tanpa menunggu lagi Nicky membaca surat tersebut dengan wajah terkejut nya, surat yang berisi ancaman untuk ku menjahui tunanganganya dan tak mengganggu lagi dan mengancam akan memberi aku pelajaran bila aku tetap mendekati Nicky.


"Dari mana kamu dapatkan semua ini?" Tanya Nicky sambil mengacungkan foto didepan wajah ku.


"Dari mananya itu tidak penting, yang paling penting adalah, kenapa kamu tetap mendekati ku meski kamu sudah memiliki tunangan?" Ada raut wajah terkejut saat aku melontarkan pertanyaan itu, Nicky berusaha meraih ku tapi aku tetap menepis tangan nya membuat dia berhenti memaksa ku.


"Ki, kamu salah paham, ini tidak seperti yang kamu pikirkan" ujarnya tapi jawaban nya tetap membuat ku tak percaya.


"Ok, aku akan jelaskan tapi aku mohon kamu dengerin aku baik-baik dan jangan menyela setiap penjelasan ku" ujar nya akhirnya, aku hanya bergeming ditempat ku, Nicky menarik tangan ku sekali lagi karena aku sudah lelah menolak akhirnya aku membiarkan Nicky menarik tangan ku untuk menuju sofa kantor ku, kami sudah duduk berhadapan membuat ku berdebar keras karena menunggu apa yang akan Nicky katakan setelahnya.


"Itu foto ketika pertama kali aku bertemu dengan Rachel, kamu jangan mengira itu foto pertunangan ku karena aku tak pernah bertunangan dengan nya"


"Tapi disurat itu__" potong ku cepat membuat Nicky menatap dingin kearah ku.


"Sudah ku katakan jangan potong ucapan ku, atau aku sama sekali tak akan menjelaskan semuanya" ujar Nicky membuat ku menutup rapat mulut ku meski ada perasaan dongkol yang membuat ku harus menahan amarah.


"Cih, bisa-bisa nya kamu membual disaat seperti ini apakah kamu punya otak?" Ucapku lantang membuat Nicky memejamkan matanya seperti memikirkan sesuatu "kalau kamu memang benar menolak pertunangan itu kenapa tadi aku memergokimu bersama wanita itu?" Lanjutku membuat Nicky terbelalak kaget atas ucapan ku.


"Kamu melihatnya?" Ujar nya seperti sebuah bisikan tapi aku masih bisa mendengarnya.


"Tentu saja aku melihat nya, tuhan sedang berbaik hati memperlihatkan kebohongan mu didepan mataku" ujar ku ketus membuat Nicky semakin mengeratkan pegangan tanganya dijari ku.


"Maaf kan aku, aku tidak bermaksud untuk membohongimu tadi tapi karena dia menekan ku sehingga membuat ku menuruti keinginan nya untuk makan berdua, sehingga aku terpaksa berbohong pada mu" jelasnya, tapi karena rasa kecewa aku tak percaya pada semua yang diucapkan nya.


Aku menunduk dalam, sambil menguatkan hati ku, apa yang aku putuskan sudah aku pikir matang-matang sebelum Nicky datang kemari.

__ADS_1


"Lebih baik kita akhiri semua nya Nick" ujar ku akhir nya membuat pegangan Nicky terlepas dia memandangi ku dengan intens.


"Apa maksudmu?"


"Aku bilang aku ingin hubungan kita berakhir" ujar ku lantang sambil mendongakan wajah ku meski sakit aku berusaha menguatkan hatiku untuk kebaikan bersama, meski air mata sudah mengintip dari sudut mataku.


"Ka,kamu bercanda kan Ki? Bukan kah hubungan kita baru dimulai beberapa minggu yang lalu?" Tanyanya masih dengan wajah tak percayanya.


"Aku sama sekali tak bercanda, aku serius dengan apa yang aku katakan, untuk apa mempertahan kan hubungan yang sedari awal sudah terasa salah, bahkan dari semua foto itu aku sudah tau, keluarga mu sudah punya kandidat seorang menantu yang sempurna untuk mendampingi mu kelak, lalu untuk apa aku masih mempertahan kan hubungan yang sudah bisa ditebak arah tujuan nya" ujar ku menjelaskan maksud kenapa aku lebih memilih untuk mengakhiri hubungan yang tak berujung ini, aku melihat Nicky yang wajah nya sudha sepucat kapas dia masih memandang ku dingin, sedikit terbesit rasa kasian pada nya tapi aku harus menguatkan hati ku.


"Kenapa Ki, kenapa kamu sepengecut ini?Bahkan kita belum mencoba tapi kamu sudah menyerah dan memilih meninggalkan ku?" Ucap Nicky membuat ku terhenyak untuk beberapa saat, ada rasa sedikit bersalah melihat Nicky seperti ini, tapi apa mau dikata aku sudah terlanjur mengatakan nya.


"Aku__"


"Kamu tau, aku memperjuangkan hatiku untuk bersama mu, bahkan aku tak peduli pada perasaan ke dua orang tua ku saat aku memilih kabur dihari pertunangan ku dangan Rachel, aku berharap apa yang aku perjuangkan membuahkan hasil yang sepadan dengan pengorbanan ku lakukan, tak peduli seberapa banyak kehilangan yang akan aku hadapi aku tetap melangkah maju untuk mendapatkan mu, tapi lihat, sekarang kamu, wanita yang aku perjuangkan setengah mati lebih memilih menyerah dan mengakhiri semua nya dari pada menggenggam tangan ku dan berjuang bersamaku untuk memperjuangkan hubungan kita?" Ujar Nicky sambil beruraian air mata, apa yang tekah aku lakukan Tuhan, aku tak pernah semenyesal ini karena telah menuruti ego dari pada mendengarkan kata hati, bahkan aku sudah menghancurkan perasaan Nicky, aku hendak meraih Nicky tapi dia mundur untuk menghindari ku.


Sakit_ itulah yang ku rasa apakah seperti ini perasaan Nicky saat aku menolaknya tadi aku tetap bergeming ditempatku melihat tatapan terluka Nicky, seperti tak terima akan perubahan Nicky membuat ku ikutan menangis tetisak.


"Maafkan aku__aku melakukan nya karena aku pikir ini semua untuk kebaikan kita bersama, aku tak mau sampai kamu kehilangan keluarga mu hanya gara-gara mempertahan kan aku" ujar ku akhirnya, berharap Nicky mengerti akan kepetusanku.


"Kebaikan apa Ki, tak ada yang namanya kebaikan bila itu menyangkut perpisahan, kamu hanya tak percaya bahwa aku mampu membahagiakan mu meski aku tau itu akan membuat banyak pihak terluka, aku tak peduli perasaan orang lain yang aku pedulikan aku mampu membuat mu bahagia"


"Tapi tidak dengan cara seperti ini, aku akan sangat berdosa bila kebahagiaan yang kamu janjikan akan melukai hati kedua orang tuamu, aku tak mau itu terjadi, maka dari itu aku mengalah agar kamu bisa kembali pada kedua orang tuamu, kamu bisa membenciku sesuka hatimu aku tak masalah asal kamu bisa kembali pada keluargamu dan menjalani kehidupan bagaimana semestinya" ujar ku tercekat oleh tangisku sendiri.


"Aku pikir wanita yang aku perjuangkan akan memperjuangkan aku seperti halnya aku memperjuangkan nya, ternyata aku salah, dia lebih memilih merelakan aku untuk orang lain dari pada memperjuangkan untuk dirinya sendiri, baiklah, bila keputusan mu sudah bulat, aku akan mengabulkan permintaan mu, jangan pernah kamu sesali keputusan yang sudah kamu ambil, mulai detik ini aku tak akan pernah mengganggumu lagi hiduplah dengan tenang dan bila suatu hari nanti kita tak sengaja dipertemukan aku akan bersikap bahwa aku tak mengenalmu, wanita yang pernah aku perjuangkan tapi lebih memilih memberikan ku pada perempuan lain, terimakasih untuk sakit yang kamu berikan atas besarnya cintaku padamu, semoga kamu bahagia dengan keputusan mu" setelah mengucapkan itu Nicky meninggalkan ku yang masih bergeming ditempat ku, aku hanya mampu menatap pintu yang tadi dilewati oleh Nicky yang sudah tertutup kembali dengan hati hancur, aku menangis menjeritkan penyesalan terdalam ku atas luka yang aku torehkan pada nya.

__ADS_1


"Maafkan aku...."


*********


__ADS_2