Shocking love

Shocking love
N


__ADS_3

NICKY POV


Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit, meski raga ku disini, tapi tidak dengan pikiran ku. Pikiran ku melayang pada malam dimana aku bertemu terakhir dengan Kikan, malam dimana aku telah berjanji untuk melepas kan nya dan tak mengganggu nya lagi. Meski pun berat aku harus melakukan nya, aku sadar selama ini dia tak pernah suka keberadaan ku disekitar nya. Bahkan ketika aku berusaha akrab dengan keluarga nya, Kikan tetap tak pernah menyukai ku. Bukan tanpa alasan dia membeci ku setengah mati, aku sadar kesalahan ku dulu yang selalu mengganggu nya, di waktu SMA menjadi pemicu Kikan tak menyukai ku.


Bagaimana aku menjelaskan nya, bahwa sebenar nya aku tak pernah berniat terlihat buruk di mata nya. Bahkan kalau boleh jujur aku sudah menyukai nya ketika pertama kali aku bertemu dengan nya waktu awal MOS. Tak pernah aku merasakan perasaan ini terhadap gadis lain, sehingga membuat ku tak tau harus berbuat apa untuk sekedar mendekati nya. Alhasil aku hanya mampu mendekati nya dengan cara menjahili nya, mungkin Kikan salah menangkap maksud dari sikap ku hingga membuat nya membeciku setenagh mati.


Aku memijit pelipis ku yang terasa pusing sudah dua minggu ini aku berusaha menyibukan diri dengan pekerjaan tak ku hiraukan badan ku yang sebenarnya sudah berteriak minta diistirahat kan bahkan kepala ku sering pusing akhir-akhir ini.


"Dokter Nicky" panggil suara lembut dari arah belakang, membuat ku sontak menghentikan langkah ku, dan menengok ke arah belakang mendapati Amanda yang tersenyum ke arah ku "sudah mau pulang ya dok?" Ucap nya sambil menghampiri ku.


"Ia sudah jam nya saya pulang" ucap ku formal.


"Wajah Dokter sangat pucat, apakah dokter baik-baik saja?" ucap nya dengan nada hawatir, pantas saja kepalaku sakit sekali mungkin karena fisik ku mulai keleleahan karena aku ajak terus-terusan bekerja dua minggu ini tanpa mengambil hari libur, berharap bisa mengalihkan pikiran ku dari kikan.


"Ya, aku baik-baik saja" ucap ku meyakin kan meski sebenarnya aku sedikit ragu bisakah aku menyetir pulang dalam keadaan seperti ini.


"Bagaimana kalau Dokter Nicky pulang dengan ku saja, biar mobil Dokter ditaruh disini saja. Karena tidak memungkin kan Dokter pulang dalam keadaan seperti ini" ucap nya memberi saran, aku berpikir sejenak menimbang apakah aku harus menyetujui usul Amanda atau aku harus pulang sendiri dengan keadaan ku sepeti ini.


"Apakah tidak merepotkan?" Tanya ku sedikit ragu.


"Tentu saja tidak, bukan kah Apertement Dokter satu arah dengan rumah ku" ucap nya santai, aku mengangguk sebagai jawaban, setelah merapikan peralatan, aku segera pulang menumpang mobil Amanda, badan ku yang sudah lemah tak memungkinkan ku untuk menyetir sehingga aku membiarkan Amanda yang menyetir saat perjalanan pulang, mata ku sedikit berat karena efek dari obat yang aku minum, entah sudah berapa lama aku tertidur. Saat tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang manis menempel dibibirku , meski berat, aku memaksakan mataku untuk terbuka.


"Shit"


Seketika rasa kantuk ku hilang, digantikan emosi yang memuncak. Apa yang aku dapati ketika membuka mata, saat Amanda telah mencium ku, dalam keadaan aku setengah sadar. Dengan reflek aku mendorong tubuhnya, meski badan ku sedikit melemah, tapi aku berusaha mendorong tubuh Amanda yang tengah menempel erat di didadaku.

__ADS_1


Amanda tersentak dan segera menjauhi tubuh ku, ia salah tingkah dan segera menyembunyikan ponsel yang tadi dia pegang.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mencium ku?" Cecar ku memandang Amanda dengan berang, Amanda seperti kehilangan kata-kata berusaha menahan gugup.


"A,aku... aku...." ucap nya tergagap belum bisa mengeluarkan kata-kata nya.


"Maafkan aku, tapi asal Dokter tau. Aku sudah lama menyimpan perasaan pada Dokter" ucap nya berterus terang membuat ku menakan pelipis karena rasa pusing ku yang belum hilang.


"Tapi bukan begini cara nya, bagaimana kalau__" ucap ku terputus saat aku menangkap sosok perempuan yang telah berjalan terburu-buru melewati depan mobil Amanda dengan wajah seperti menahan tangis dan__ "Shit" sekali lagi aku mengumpat didalam hati, pasti dia telah melihat nya, tidak, aku harus menjelaskan pada Kikan, saat aku membuka seatbelt dan akan membuka pintu mobil, tiba-tiba Amanda dengan sigap langsung menarik lengan dan memeluk ku dengan erat, membuat ku menegang dan mengurungkan niat untuk keluar dari  mobil.


"Jangan pergi, aku mohon jangan pergi. Maaf kan aku telah lancang mencium mu, tapi aku mohon berikan aku kesempatan aku akan berusaha menjadi perempuan yang pantas untuk mu" ucap nya sambil memohon, tapi aku tak menghiraukan ucapan nya, aku menguraikan pelukan nya saat aku akan berbalik untuk membuka pintu, ucapan Amanda membuat ku menegang ditempat.


"Kalau dengan cara halus kamu tetap tak menghiraukan ku, bagaimana kalau dengan cara kasar? Selangkah Dokter keluar dari mobil, maka foto ini akan aku sebar bahkan bukan hanya akan membuat heboh seluruh orang tapi juga kedua orang tua Dokter di Aussy akan tau dan segera menyuruh Dokter kembali ke Aussy untuk melanjutkan bisnis keluarga dan melarang Dokter kembali ke indonesia lagi" ancamnya membuat ku langsung menoleh ke arah Amanda yang sedang memegang ponsel dan menunjukan sebuah foto yang membuat ku melotot dengan sempurna.


Foto yang memperlihat kan aku dan Amanda seolah tengah berciuman dalam keadaan aku yang bertelanjang dada, seolah aku dan Amanda tengah melakukan hal yang tak sepantasnya, bukan hanya aku saja yang bertelanjang dada, ternyata difoto tersebut Amanda juga seperti tak memakai atasan. Aku langsung melihat kemeja ku yang sudah tak terkancing lagi meski didalamnya aku masih memakai dalaman, orang akan tetap berpikir aku dan Amanda telah melakukan sesuatu didalam mobil.


"Aku cuma mau kamu menuruti semua keinginan ku, termasuk menjadi kekasih ku"


"Jangan gila kamu? Kenapa aku harus menuruti kemauanmu" ucap ku berang menolak permintaan gila Amanda.


"Jadi__kamu lebih suka menolak kemauan ku?" Tanya Amanda dengan senyum sinis yang terpampang diwajah nya "Jangan kira aku nggak tau ya alasan kamu lebih memilih menetap diindonesia dan berprofesi sebagai dokter, dari pada memilih menjadi pengusaha dan tinggal di Aussy" Lanjutnya, sukses ucapan nya membuatku bungkam sekatika.


"Apa maksud ucapan mu?" Tanya ku panasaran karena selama ini aku tak pernah bercerita apapun masalah ku terhadap orang lain.


"Well, sebenar nya aku cukup terkejut mengetahui fakta, bahwa kamu menyukai seseorang gadis, hingga rela menentang keluarga demi mendapatkan cewek yang kamu suka" sontak ucapan Amanda membuat ku terkejut bagaimana bisa dia tau tentang masalah ku.

__ADS_1


"Kau mencari tau tentang ku? Berani nya kau__" ucapan ku terhenti saat Amanda dengan tegas menunjukan ponselnya lagi membuat ku harus menahan emosi, "sial" batinku berujar perih.


"Asal kamu tau saja, aku bisa ngelakuin apapun yang aku mau selama itu menyangkut kesenangan ku" ucap nya sambil menyentuh dagu ku tapi aku segera menepis tangan nya.


"Apa kurang nya aku dibanding gadis itu? Aku punya segalanya, karir, harta dan juga fisik yang sempurna, kenapa selama ini kamu tak pernah menanggapi perasaan ku padahal aku sudah menyukai mu sedari Lima tahun yang lalu saat aku masih menjadi junior mu dikampus" ucap Amanda berapi-api, aku menggeleng pelan, Tak menyangka Amanda mengatakan hal itu.


"Nggak ada yang salah dengan mu, kamu sempurna, mempunyai segala nya, tapi satu hal yang harus kamu tau bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Aku tak bisa memberikan perasaan lebih pada mu, maaf kan aku" ucap ku menyesal karena tak bermaksud menyakiti hati nya.


"Tapi itu dulu__, tapi tidak dengan sekarang, aku akan membuat mu mencintai ku dan melupakan gadis itu untuk selamanya" ucap Amanda yakin membuat ku manatap Amanda dengan datar.


"Jangan pernah kamu mengancam ku, karena sampai kapan pun aku tak akan bisa mencintai mu. Sadarlah kamu hanya terobsesi terhadap ku" ucap ku menjelaskan, membuat Amanda menahan geram.


"Tapi aku bisa melakukan nya, atau kamu lebih memilih aku menyakiti gadis pujaan mu, agar kamu baru mau menurutiku? Bukan kah kamu sudah melihatnya tadi, dia melihat kita berciuman. Anggap saja itu hadiah kecil ku untuk nya" ucap nya dengan sebelah alis terangkat menantang, Aku mengepalkan tangan ku tanda aku sudah mulai geram.


"Berengsek" jadi ini rencana nya, dia sudah tau bahwa aku dan Kikan tinggal diApertemen yang sama, sehingga memudah kan nya meluruskan rencananya.


"Atau kamu lebih memilih aku memberi hadiah kejutan yang lebih besar lagi untuknya?, jangan kamu kira aku nggak menyelidiki keluarga nya, jauh sebelum ini aku sudah mempersiapkan segalanya" ucap nya dengan senyum sinish membuat ku langsung muak terhadap nya.


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh Kikan dan keluarga nya, atau kalau tidak aku akan menghancurkan mu lebih dari yang kamu bayangkan" ucap ku dengan mendesis marah, Amanda tersenyum menang.


"Kalau kamu mau menyetujui kesepakatan yang aku berikan, maka aku tak akan pernah mengusik gadis mu. Tapi kalau aku mendapati mu masih berusaha mendekati nya, maka jangan salah kan aku bila aku menghancurkan nya" ucap nya sarkatis, membuatku bungkam seketika memikirkan baik dan buruk nya bila aku menuruti kemauan Amanda.


Biar bagaimanapun aku tak mau menyakiti Kikan terlalu jauh, tapi dengan aku bersama dengan Amanda, sama saja aku menutup kesempatan untuk mendapatkan Kikan. Aku sudah melangkah sejauh ini, bahkan aku sudah menentang Dad, dan lebih memilih menetap disini hanya untuk bisa bertemu kembali dengan Kikan. Bagaiamana kalau aku menolak kesepakatan Amanda tapi aku juga tak mau mempertaruhkan keselamatan Kikan.


Aku mengusap wajah ku dengan kasar, setidaknya aku harus memilih keselamatan Kikan untuk saat ini, aku  bisa memikirkan cara agar aku bisa lepas dari Amanda nanti.

__ADS_1


"Baiklah, aku menerima kesepakatan yang kamu buat, tapi tepati juga janji mu untuk tidak menganggu Kikan, kalau sampai kamu berbuat diluar kesepakatan aku tak akan segan-segan untuk menghancurkan mu" ucap ku mengancam, dan sontak jawaban ku membuat wajah Amanda yang sebelum nya datar, tersenyum culas karena cara yang dia gunakan untuk menekanku telah berhasil, tuhan aku harap pilihan ku ini untuk kabaikan bersama setidaknya aku masih bisa melihat mu meski aku sadar pilihan ku ini akan semakin membuat mu membenciku.


***


__ADS_2