
Jujur saja aku sedikit bingung dengan sikap Nicky pada malam hari ini. Bagaimana tidak, sedari tadi dia memperlakukanku dengn lembut dan penuh dengan perhatian seperti menjaga kekasihnya sendiri. Padahal hubunganku denganya bahkan tak pernah baik-baik saja sedari dulu, tapi entah kenapa aku merasa dia malam hari ini begitu perhatian denganku, atau semua perlakuan dia cuma sandiwara belaka karena aku bersedia menemaninya untuk datang ke jamuan makan malam hari ini. Cih... kalau benar begitu adanya aku bakalan bersedia bertepuk tangan paling keras karena sandiwaranya yang begitu apik dan sempurna jangan harap aku bakalan terlena dengan semua perlakuanya padaku malam ini kita lihat saja sampai mana dia bakalan mampu berakting dengan sempurna.
"Amanda..." ucap Nicky sambil memandang wanita yang berdiri dibelakangnya.
"Hay Nick... datang sama siapa kamu?" Ucap wanita itu sambi melirik sekilas kearahku dan aku masih tetap bergeming ditempatku.
"Perkenalkan dia Kikan pasanganku malam ini" ucap Nicky sambil tersenyum dan menarik tanganku lembut untuk berdiri disampingnya.
"Kikan"
"Amanda" ucap nya sambil menjabat tanganku dan tersenyum lembut kearahku, entah cuma perasaanku saja atau gimana aku merasa dia seperti tersenyum sinis kearahku.
Setelah itu Nicky dan Amanda tenggelam dalam obrolan yang entah apa aku tak paham aku cuma diam tak menghiraukan dua sejoli yang sedari tadi mengobrol dan aku tak berusaha untuk mengikuti obrolan mereka. Aku sibuk memperhatikan seluruh ruangan yang rata-rata mereka memang dokter dirumah sakit ini. Jujur saja aku sedikit risih karena Nicky sama sekali tak mengindahkanku dan terus mengobrol dengan Amanda meski tanganya terus saja menggenggam tanganku meski aku sudah berusaha menarik tanganku tapi entah tenagaku yang kurang kuat atau apa tanganya malah semakin rapat menyelipkan jari-jarinya kedalam jari-jariku dan itu semua tak luput dari tatapan gadis itu yang entah kenapa selalu melirik kearah tautan tanganku dengan Nicky.
"Ehm... Nick aku ingin ke toilet" ucapku sambil berusaha menarik tanganku dari genggaman tangan Nicky dan melirik kearah Amanda yang sekilas dia seperti tak suka akan kehadiranku disamping Nicky.
"Perlu dianter takutnya kamu nyasar" ucap Nicky seraya berdiri hendak mengantarku tapi aku cegah karena aku hanya ingin sendiri dan menenangkan hatiku yang sedikit tak karuan karena kehadiran Amanda.
"Nggak usah aku bisa pergi sendiri" tolaku halus dan aku segera melenggang pergi untuk keluar dari ruangan yang jujur saja sebenarnya aku enggan berlama-lama untuk berada didalamnya tapi karena demi kesopanan aku masih mau untuk tetap tinggal karena bagaimanapun aku harus menepati janjiku buat balas budi kepada Nicky.
Setelah menemukan toilet kikan buru-buru memasuki salah satu bilik wc dan membuka pintu wc yang pertama. Toilet rumah sakit ini cukup bersih dan ada empat bilik didalamnya selain itu juga ada tiga wastafel yang berdempetan dan memanjang lengkap dengan cermin besar diatas wastafel itu sendiri.
"Ah... leganya" batin Kikan tersenyum puas, perutnya mulai tenang setelah semua beban itu dikeluarkan baru saja kikan akan membuka pintu wc kikan mendengar ada orang yang kasak kusuk didepan wastafel dan diurungkanya niatnya untuk keluar karena dia malas bertemu dengan orang-orang yang tak dikenalnya dan memandangnya seakan dia mahluk asing dari ruang angkasa karena dia bukan salah satu pegawai rumah sakit ini.
"April kamu bawa lipstik nggak?" ucap cewek bersuara sopran "aku minta dong " cewek yang dipanggil itu tak menjawab.
"April kamu dengar nggak sih" tanya cewek bersuara sopran itu sekali lagi dengan nada sedikit tinggi, karena merasa cewek yang bernama April itu tak menyahuti pertanyaanya.
"Sabar kek, aku lagi cari blush-on nih"
Dumel cewek yang bernama April itu, suara April rada alto.
"Kamu mau lipstik Ran?" ucap cewek lain yang ini mezzosopran "aku punya nih"
__ADS_1
"Akhirnya... ketemu juga blush-on aku" ujar April.
"Ran, kamu tadi ngeliat nggak?" Tanya si April "Tadi dokter Nicky dateng nggandeng cewek lo"
Deg
Jantung kikan seolah jatuh menggelinding kala mendengar obrolan tak terduga dari wanita-wanita yang entah siapa. Dia semakin penasaran akan lanjutan obrolan yang mereka bahas.
"Kalau itu kamu nggak usah nanya lagi pastinya aku juga ngelihat gimana gagah dan berkarismanya Dokter Nicky, tapi kira-kira siapa ya cewek yang digandeng sama Dokter Nicky? Selama beberapa bulan ia bekerja dirumah sakit ini tak ada satupun yang berhasil menarik perhatianya bahkan Dokter Amanda yang paling menonjol diantara dokter dan suster lainya pun tak mendapatkan respon lebih dari Dokter Nicky" ucap cewek bersuara sopran panjang lebar dan itu semakin membuat kikan semakin menengang.
"Cantik sih, dan ku rasa mereka punya hubungan spesial dilihat dari cara mereka datang dengan pakaian serasi dan tak lepas dari tangan Dokter Nicky yang bersikap protektif terhadap cewek itu, meski aku menangkap cewek itu tak sedikitpun merespon perlakuan Dokter Nicky tapi aku melihat tatapan Dokter nicky terus tertuju pada tu cewek meski ada Dokter Amanda dihadapanya" ucap cewek yang bersuara mezzosopran.
"Kok kamu malah muji-muji tu cewek sih cel? Bukanya kamu juga suka sama Dokter Nicky?" Ucap April menyahut tak terima dengan ucapan temanya.
"Bukan maksud niat muji tu cewek pril tapi coba kita bersaing dengan sehat buat ngedapetin Dokter Nicky selama ini kan kita nggak tau tipikal cewek yang disukain Dokter Nicky kayak apa dan setelah malam ini aku sedikit mengerti tipikal cewek yang disukain sama Dokter Nicky itu bukan hanya soal cantik dan menarik buktinya Dokter Amanda yang terkenal cantik dan paling menarik dikalangan dokter dirumah sakit ini tetap nggak bisa membuat Dokter Nicky berpaling padahal kita semua tau, dari awal Dokter Nicky bekerja disini cuma Dokter Amanda yang terang-terangan menunjukan perasaanya namun Dokter Nicky masih bersikap sewajarnya meski tau Dokter Amanda anak dari pemilik rumah sakit ini" dan sontak ucapan cewek yang bersuara mezzosopran itu membuat kikan kaget tak menyangka. Seorang Nicky yang notabenya pembuat onar jadi setenar itu bahkan apa yang dikatakanya kemaren benar adanya banyak dokter dan suster yang suka sama dia.
"Lagian bagian mana yang bisa dikagumi dari Nicky padahal juga biasa aja" dengus kikan keki dalam hati tak menyangka dengan pendengeranya.
"Benar juga apa katamu Cel, berarti cewek yang malam ini datang sama Dokter Nicky hebat juga ya bisa ngegaed Dokter Nicky kira-kira tu cewek siapanya ya? Moga aja hubungan mereka belum terlalu jauh jadi aku masih punya kesempatan buat deketin Dokter Nicky" ucap April dengan antusias.
"Ya udah yuk jangan kelamaan ditoilet acaranya kan bentar lagi udah mau dimulai" ucap April lagi dan setelah itu suasana toilet kembali sepi.
"A... jadi begitu, aku nggak tau ternyata Nicky cukup tenar juga selama menjadi dokter disini" batin kikan berkomentar. Bahkan dia sama sekali nggak tau bagian tubuh Nicky yang mana yang membuat para suster dan dokter disini yang membuatnya tertarik. Dan setelah dirasa suasana toilet sudah sepi dia segera keluar dari bilik wc dan segera kembali kedalam ruangan pesta takut-takut dia terkunci semalaman karena nggak keluar-keluar dari dalam toilet.
*******
"Kamu dari mana aja sih Ki, aku dari tadi nyariin kamu tau nggak" ucap Nicky sedikit ada nada panik dalam suaranya dan aku hanya mengernyit bingung bukanya tadi aku sudah bilang bakalan ketoilet batin kikan menyahuti.
"Bukanya tadi aku udah bilang mau ke toilet" ucap Kikan menyuarakan isi kepalanya.
"Kan aku kuatir takutnya kamu nyasar makanya aku nyariin kamu" ucap Nicky sambil menarik tangan Kikan untuk kembali duduk dikursi tadi dan disana sudah berkumpul beberapa orang karena memang acaranya akan segera dimulai. Kikan melirik ke arah kursi disebelah Nicky yang ditempati Amanda bahkan setelah dia tinggal ke toilet pun Amanda masih betah berlama-lama disebelah Nicky membuat emosi Kikan seketika memuncak, dia merasa Amanda sengaja melakukan itu membuat Nicky jadi mengabaikan kehadiranya yang semakin membuatnya jengkel setengah mati.
"Ck.." decak Kikan keki karena ia merasa benar-benar tak suka dengan pandangan Amanda yang dengan terang-terangan memuja Nicky dihadapanya. Tanpa sadar ia dengan sengaja merangkul lengan kanan Nicky yang duduk bersebelahan dengan posesif seperti takut akan kehilangan miliknya.
__ADS_1
Sedangkan Nicky memandang Kikan dengan tatapan kebingungan. Gimana nggak bingung selama ini Kikan enggan berlama-lama berdekatan denganya, bahkan tadi dia sadar betul Kikan berusaha mati-matian melepaskan tuatan tanganya yang memang dengan sengaja menggenggam jemari Kikan agar ia terlihat bahwa dirinya dan Kikan benar-benar sepasang kekasih. Agar tidak didekati oleh wanita-wanita yang tertarik denganya karena selama ia bekerja dirumah sakit itu ia sadar betul banyak Dokter serta suster yang masih berstatuz singgle dengan terang-terangan menunjukan rasa tertariknya. Bahkan Amanda salah satu dokter serta anak dari pemilik rumah sakit inipun menunjukan dengan jelas rasa tertarik terhadap dirinya. Maka ia berharap dengan kehadiran Kikan mereka akan berpikir untuk mundur dengan teratur dan berfikir dua kali untuk mendekatinya.
Maka dengan melihat gelagat Kikan yang tak sewajarnya kali ini membuat Nicky benar-benar kebingungan meski ia tak keberatan karena melihat Kikan terlihat posesif terhadapnya bahkan ia dengan senang hati kalau memang Kikan hendak berlama-lama memeluk lenganya.
"Ehm.. Nick acaranya kapan selesainya sih aku udah mulai jenuh berlama-lama disini" seru kikan berusaha semanja mungkin dia ingin melihat gimana reaksi Amanda setelah ia bersikap seperti itu, bukanya tak sadar ia sadar betul dengan apa yang ia lakukan bukan untuk menarik perhatian Nicky, tapi karena ia tak suka terhadap Amanda karena sedari awal entah kenapa Kikan merasa Amanda mengibarkan bendera perang dihadapanya. Kita lihat saja sejauh mana ia akan bertahan bukankah yang menjadi pasangan Nicky malam hari ini adalah dirinya tapi dengan sengaja Amanda berusaha untuk menarik perhatian Nicky dihadapan dirinya.
"Kenapa, Apa kamu kurang sehat? Kalau ia sebaiknya kita pulang saja aku nggak mau apa-apa terjadi padamu" ucap Nicky dengan kuatir karena bagaimanapun pastinya Kikan sangat tidak nyaman berada dilingkunganya karena Nicky sadar betul Kikan bukan tipikal orang yang suka datang keacara formal seperti ini sedikit ada rasa bersalah dibenaknya.
"Ah.. bukan begitu, aku hanya sedikit lelah " ucap Kikan melirik ke arah Amanda yang menatapnya dengan amarah yang berkobar dimatanya dan Kikan tersenyum puas karena dia berhasil membuat wanita rubah itu merasa tersaingi karena kehadiranya.
"Kalau begitu kita pulang saja, aku nggak mau kalau sampai kamu sakit" ucap Nicky sambil membantu Kikan untuk berdiri dan setelah berpamitan dengan sang empunya acara Nicky segera menggandeng tangan Kikan untuk meninggalkan ruangan itu dan bisa dilihat dari sudut mata Kikan yang melewati tempat Amanda wanita itu memandang kepergian Nicky dengan rahang mengeras seperti menahan bom yang siap meledak. Dan semua itu tak disadari oleh Nicky membuat Kikan tersenyum senang karena dengan kejadian tadi dia bisa mengalahkan si rubah betina itu.
Setelah sampai diparkiran rumah sakit Nicky segera membukakan pintu mobilnya dan membantu Kikan untuk masuk disamping tempat duduk supir dan ia segera masuk kedalam tempat duduk disebelah Kikan, Nicky melirik sebentar kearah Kikan karena masih bibgung dengan perubahan sikap Kikan.
"Ki kita mampir ke lestoran dulu ya untuk makan karena didalem tadi kamu belum makan apapun" ucap Nicky dengan nada sedikut kawatir melihat Kikan hanya diam saja setelah memasuki mobil.
"Terserah.." ucap Kikan singkat padat dan jelas membuat Nicky semakin kebingungan, tadi pas didalem kalem banget kenapa pas udah diluar balik lagi juteknya batin Nicky.
"Ya udah kita makan direstoran favorit-ku aja kalau gitu kamu pasti suka" ucap Nicky masih berusaha mencairkan susana meski dalam benaknya dia masih kebingungan dengan sikap Kikan tapi dia berusaha buat nutupin kebingunganya dengan berpikir positif tinking mungkin dia lagi PMS tebak Nicky jadi dia lebih memilih zona aman yaitu diam.
Setelah melewati perjalanan yang sedikit kendala karena kemacetan disinilah mereka duduk berhadapan disebuah restoran jepang karena Nicky sangat menyukai makanan seafood semacamnya.
"Kamu mau pesan apa Ki biar aku yang pesankan" ucap Nicky dengan raut wajah yang berbinar tak menyangka bahwa setelah sekian lama ia mengenal Kikan tak sekalipun gadis dihadapanya ini mau beramah tamah denganya bahkan ia sangat tak suka bila Nicky mendekatinya jadi untuk malam hari ini dia benar-benar sangat bahagia melihat Kikan mau berlama-lama denganya bahkan dia tak menolak ajakanya untuk dinner bareng.
"Terserah kamu saja" ucap Kikan tanpa minat melihat kearah Nicky pandanganya mengarah hanya pada satu titik yaitu vas bunga diatas meja yang mereka tempati dan itu cukup membuat Nicky semakin kebingungan dibuatnya tapi tak lama karena Nicky segera memesan beberapa menu makanan yang ia yakini Kikan menyukainya dan setelah itu ia kembali menatap Kikan yang masih tak bergeming seperti tadi.
"Kamu kenapa? Dari tadi diam saja" ucap Nicky dengan mimik wajah yang serius karena melihat Kikan terus saja berdiam diri dari tadi. Bahkan pertanyaanya tak mendapat respon apapun dari Kikan karena dia sibuk dengan pikiranya sendiri sehingga membuat Nicky berusaha menyentuh tangan Kikan untuk digenggamnya baru Kikan tersadar dari lamunanya.
"Nick.. A-apa yang kamu lakukan" ucap Kikan salah tingkah karena dia baru saja tersadar tanganya berada didalam genggaman tangan Nicky yang membuat laju detak jantung Kikan berdetak tak karuan.
"Kamu ke.."
"Malam Ki, nggak nyangka ya kita bisa ketemu disini" ucap seseorang yang dengan sengaja memotong ucapan Nicky dan sontak ucapan orang tersebut membuat Kikan dan juga Nicky menoleh dengan segera untuk melihat siapa gerangan datang tanpa mereja duga.
__ADS_1
******