
Tepat di saat matahari tengah bersinar terik-teriknya,di sebuah perusahaan Dirgantara Group terlihat sosok laki-laki yang tampan rupawan tengah berjalan dengan lankah tegap di sertai tatapan tajam dan sorot mata yang tajam melewati loby perusahaan tanpa menghiraukan pandangan kagum dari kaum hawa yang berada di sekitar loby,karena ini waktu istirahat siang.Ia melangkah cepat menuju ke lantai dimana ruanganya berada.Namun langkahnya terhenti tak kala melihat sosok asisten pribadinya yang melangkah tegesa-gesa menuju dirinya.
"Selamat siang tuan muda dan selamat datang di perusahaan"salam sosok pria yang sifatnya hampir sama dengan seseorang yang di panggil tuan tersebut,sama-sama kejam,dingin dan cuek.
"Hmm siang Ren,untuk apa kau melangkah terburu-buru menujuku.Apakah ada hal yang penting yang ingin kamu sampaikan kepadaku?"tanya laki-laki tersebut yang ternyata adalah sosok tuan muda di perusahaan tersebut,yang artinya ia adalah pemimpin perusahaan Dirgantara Group tersebut.Sosok yang kamaren menjadi perbincangan Alina,Melodi,dan Clara.
"Tidak ada hal pentibg yang ingin saya sampaikan tuan,saya hanya ingin menyapa anda.Karena kebetulan saya juga habis makan siang di Cafe seberang sana"ucap asisten Reno sambil memandang Cafe di seberang kantor yang menjadi tempat ia pilih untuk mengsisi perutnya yang kosong di siang hari.
Kemudian sang tuan muda mulai melangkah ke arah lift khusus petinggi perusahaan,menuju lantai dimana ruanganya berada.Ia melanjutkan perbicangan dengan Reno yang mengikuti di belakangya mengikuti langkahnya di sertai perbincangan singkat.
"Ohh aku kira ada hal penting yang ingin kamu sampaikan.Bagaimana apakah kamu sudah menemukan seketaris baru pengganti seketaris sebelumya yang menjijikan itu?"tanya sang tuan muda dengan mengingat seketaris yang kemaren yang sungguh menjijikan karena secara terang-terangan ia mendoga dirinya.
"Sudah mendapatkan tuan,dan juha sudah saya seleksi secara ketat kemaren tuan,jadi anda tidak akan kecewa dengan seketaris pilihan saya saat ini,karena ia adalah sosok yang sopan dan santun serta tidak akan melakukan hal menjijikan yang membuat anda marah"jawab Reno dengan bangga karena ia yakin jika Alina adalah sosok yang tepat saat ini buat seketaris taun muda.
"Yah semoga saja Ren,karena jika aku tidak cocok maka kau harus mencari yang cocok kembali denganku.Selain sopan santun,kamu juga harus mencari yang cekatan dan juga yang cerdak otaknya,karena menjadi seketarisku maka harus pintar"ucap tuan muda dengan tegas.
Saat ini mereka sudah berada di dalam lift menuju lantai paling atas dimana ruanganya berada.Di dalam lift sebenarnya Reno sangat gugup dengan sikap tuanya yang dingin dan kejam,walau dirinya sudah terbiasa dengan sifat tuan mudanya yang seperti itu.
"Baik tuan,saya akan pastikan Alina tidak akan mengecewakan anda"jawab Reno dengan tegas.
"Alina?"tanya tuan muda dengan memikirkan nama itu dengan tidak asing.
"Benar tuan namanya adalah Alina"jawab Reno dengan pasti.
"Hah kenapa aku malah mengingat Rose,padahal ini namanya Alina sangat berbeda sekali.Seginikah rinduku terhadap kamu Rose hingga aku selalu terbayang wajah cantik dan senyuman manis kamu"batin tuan muda dengan pandangan tajam ke depan saat mengingat seseorang spesial di hatinya.
"Apakah ada yang salah dengan ucapan saya tuan?"tanya Reno saat dirinya melihat keterdiaman tuan muda sejak ia menyebutkan nama Alina.
"Oh tidak ada aku hanya sedang memikirkan sesuatu"jawab tuan muda dengan cepat.
"Owh begitu saya kira kenapa"ucap Reno.
"Hmm,Ren bagaimana apakah meeting kemaren berjalan dengan lancar?"tanya tuan muda kepada asisten kepercayaanya,yang ia percaya untuk menghadiri rapat dengan kliennya kemaren,karena ia ada urusan mendadak.
"Semuanya berjalan dengan lancar tuan,tapi pak Broto bertanya mengapa anda tidak menghadiri rapat tersebut"jelas Reno terkait meeting dengan klienya kemaren.
"Hmm kau jawab apa pertanyaan pak tuan itu?"tanya tuan muda.
"Saya menjawab sesuai ucapa anda jika anda ada kepentingan mendesak di keluarga anda"
"Hmm,"
Selanjutnya di dalam lift hanya terjadi keheningan,karena kedua orang itu sama-sama memiliki sifat dingin jadi akan terjadi keheningan karena tidak ada topik yang di bicarakan.
Tak lama lift yang mereka tumpangi telah sampai ruangan yang di tuju oleh tuan muda dan Reno.Setelah itu mereka keluar dari lift.
__ADS_1
"Ren,kau ikutlah denganku ke ruanganku untuk mengambil berkas yang sudah aku tanda tangani"perintah tuan muda sambil melangkah ke arah ruangannya.
"Baik tuan"jawab Reno sambil mengikuti langkah tuan mudanya.
Saat melewati ruangan seketaris CEO,ternyata ruangan tersebut kosong,langsung saja tuan muda menanyakan keberadaan seketaris itu kepada asistenya.
"Dimana seketaris yang kamu pilih itu Ren,baru pertama bekerja saja sudah hilang entah kemana?"tanya tuan muda dengan sinis,ia jadi meragukan seketaris pilihan Reno kali ini.
"Mohon maaf tuan,sepertinya Alina sedang makan siang di kantin perusahaan mengingat waktunya saat ini adalah waktu istirahat"jawab Reno berusaha memendam kemarahan tuan mudanya.
"Cih makan siang apa,kalau lama sekali seharusya ia sudah kembali bukan.Segera kau hubungi dirinya setelah mengambil berkas di ruanganku,karena aku akan sibuk saat ini jadi aku membutuhkan dirinya secepatnya"perintah tuan muda dengan tegas.
"Baik tuan saya akan segera menghubungi dirinya untuk segera keruangan anda"jawab Reno dengan patuh.
"Hmm,silahkan kamu ambil dokumen yang ada di meja kerjaku dan segera kau kerjakan poin-poin yang sudah aku coret"
"Baik tuan"jawab Reno,kemudian ia mengambil dokumen yang di perintah oleh tuan mudanya,ternyata jumlahnya lumayan banyak.Segera ia bawa dokumen tersebut dan berpamitan kepada tuan mudanya.
"Kalau begitu saya permisi dahulu tuan"pamit Reno kepada tuan mudanya yang sudah duduk singgah di kursi kebesaranya sebagai CEO.
"Hmm"jawab singkat sang tuan muda.
Reno kemudian keluar dari ruangan tuan muda dan menuju ke ruangannya dan ia juga bisa melihat kalau ruangan seketaris dirinya juga kosong,sepertinya Melodi juga sedang makan siang.
Dirinya lalu menghubungi nomor Melodi untuk menhajak Alina kembali,sebelum di pecat oleh tuan muda.Kenapa Reno menghubungi Melodi bukan Alina?jawabanya ia tidak memiliki nomor Alina.
***
Sementara itu di kantin sebuah perusahaan Dirgantara terlihat tiga orang gadia yang masih asik bercanda ria membicarakan hal yang kocak dan heboh yang membuat mereka bertiga tidak henti-hentinya tertawa tanpa tahu kalau waktu istrirahat hampir selesai.Mereka juga tidak menyadari sejak tadi mereka menjadi pusat perhatian karena terklihat asing di mata mereka.
"Hahaha ngakak banget sih loe Mel,lagian mana mau tuh pak asisten sama loe yang rada-rada begini"ucap gadis dengan sisa tawa di wajahnya.
"Heh Clara loe sih belum tau aja nih ya,ternyata pak Reno tuh orangnya lebih galak dan kejam dari yang kita kira,coba deh loe bayangin masak gue yang baru awal bekerja aja udah di kasih segitu banyaknya pekerjaan,mana di surun buatin kopi lagi padahal kerjaannya tuh banyam banget.Nyesel gue pernah naksir sama dia kalau kelakuaannya kayak gitu"cerocos Melodi yang kesal dengan Reno sang asisten bos.
"Yah kalau soal kerjaan sama kali Mel,aku juga udah kerjaan tadi.Banyak baget malam bedanya kalau aku belum ada tuan muda jadi belum di suruh ini itu"jawab gadis cantik yang bernama Alina itu.
"Wah enak banget loe lin,tapi gue pansaran nih sama CEO kok belum kelihatan juga ya"ucap Melodi penasaran.
"Eh katanya siang ini_"ucapan Alina terpotong dengan bunyi suara telepon dari ponsel Melodi.
"Hust sutt pak asisten telfon nih"ucap Melodi memberi tahu temanya agar tidak berisik saat melihat nama kontak di ponselnya ternyata pak Reno.
"Hallo pak"
"Sedang dimana kamu,bukankah sudah saya bilang jangan terlalu banyak tingkah.Dan cepat kembali sebelum saya pecat kamu.Sekalian jika kamu bersama Alina beritahu dia kalau tuan muda sudah datang ke perusahaan dan ia mencari Alina untuk datang ke ruanganya jangan sampai membuat tuan muda menunggu lama kalau tidak ingin di pecat."suara Reno terdengar dingin seperti menahan amarah.
__ADS_1
"Baik pak saya akan segera kesana dan menyuruh Alina untuk segera menghadap tuan muda"jawab Melodi dengan muka masam.
"Hmm"
Ternyata setelah itu panggilan di matikan oleh Reno secara sepihak,sungguh membuat Melodi geram.
"Hihh sebel punya atasan kayak dia"ucap Melodi sambil cemberut.
"Mel ada apa?"tanya Alina penasaran.
"Oh astaga"guman Melodi.
"Lin kita harus secepatnya kembali berkerja kalau ngak bakal di pecat,tadi asisten Reno bilang kalau loe udah di tunggu oleh tuan muda di ruanganya"ucap Melodi dengan risau.
"Apa,jadi tuan muda udah sampai.Astaga aku baru keinget pesan tuan Reno.Yaudah yuk kita kembali dulu,duluan Clara"pamit Alina sambil menarik tangan Melodi.
"Iya hati-hati"teriak Clara saat kedua temanya sudah berlari keluar dari kantin.
"Astaga ribet banget sih jadi seketaris,untung aku di jadikan staf,walau pusing mikirin angka yang penting santai"guman Clara sambil bersyukur.
Sementara Alina dan Melodi telah sampai di lantai ruangan mereka berada,dengan tegesa-gesa Alina pamit kepada Melodi untuk pergi ke ruangan tuan muda dahulu.
"Mel gue duluan ya,sebelum di pecat sama tuh tuan muda"pamit Alina kepada Melodi.
"Oke Lin,semangat ya"ucap Melodi memberi semangat,walau dirinya juga dag dig dug karena ia pasti akan kena marah Reno.
"Iya Mel"ucap Alina sambil melangkah cepat ke arah ruangan yang ia ketahui ruangan tuan mudanya.
Ia segera meneka tombol agar bisa masuk ke ruangan tuan muda,ia sudah di beritahu bagaimana caranya masuk ke dalam ruangan tuan muda tersebut.Setelaj menekan tombol pintu tersebut otomatis terbuka dan nampak ruangan besar yang biasanya di gunakan oleh tuan muda untuk menerima tamu.Kemudian ia melangkah kembali menuju pintu yang ada di ruangan tersebut dan mengetuk pintu yang di dalamnya terdapat tuan muda.Ruangan yang Alina ketuk adalah ruangan privasi yang hanya bisa di masuki oleh orang-orang tertentu.Ruangan itu adalah ruangan kerja tuan muda sebagai pemimpin perusahaan.
Tok.tok.tok
"Masuk"
Mendengar suara yang menyuruhnya masuk Alina pun segera menekan knop pintu dan ia bisa melihat keadaan dalam ruangan yang sangatlah mewah dengan luas sama dengan ruamah miliknya.Banyak rak dengan banyaknya buku dan dokumen yang tersusun di dinding ruangan tersebut.Sebenarnya Alina ingin melihat seluruh ruangan tersebut namun matanya tertuju dengan obyek seorang pria yang tengah duduk di kursi kebesaranya yang membelakanginya.
"Permisi tuan muda"salam Alina dengan gugup sekaligus entahlah kenapa perasaanya tidak tenang.
Sementara tuan muda yang mendengar suara yang tak asing di telinganya,segera memutar kursinya agar bisa melihat sosok pemilik suara tersebut.Dan betapa terkejutnya dirinya melihat siapa yang berdiri di depanya.
Deg.
"Rose"
Bersambung.
__ADS_1