
"Aku suka tebar Pesona,kapan?"ucap Alvaro merasa syok dengan ucapan Alina,well sejak kapan seorang Alvaro Dipta Dirgantara tebar pesona.
"Tadi"ucap Alina dengan ketus di karenakan Alina masih merasa kesal dengan Alvaro yang mendapatkan banyak pujian lantaran sebagai bos yang tampan.
"Kapan?"tanya Alvaro yang merasa tidak tebar pesona.
"Tadi"jawab Alina yang jawabanya masih seperti tadi.
"Astaga Rose,iya tadi aku kan tanyanya kapan coba kamu jelaskan dimana dan jam berapa agar aku paham"ucap dengan gemas Alvaro lantaran Alina sejak tadi bilang "tadi"haha ada-ada saja.
"Huh baiklah akan aku jelaskan"ucap Alina sambil menghela nafas meredam rasa kesal yang entah mengapa sampai saat ini masih mendekam di dalam hatinya.
"Oke-oke akan Al dengarkan dengan baik penjelasan Rose"ucap Alvaro dengan sabar,suatu hal yang tak pernah ia lakukan kepada orang lain mengingat salah satu sifatnya yang sangat arogan.
"Hmm kamu itu tadi tebar pesona di lobby terus waktunya tadi pas kamu lewat lobby hingga membuat semua wanita yang melihat kamu menjadi terpesona karena kamu sok ganteng"jelas Alina dengan misuh-misuh lantaran sangat kesal.
"Astaga Rose itu namanya aku tidak tebar pesona dong mereka saja yang terpesona dengan aku lantaran aku itu tampan."ucap Alvaro sambil menjatuhkan rahangnya lantaran sangat syok dengan penjelasan Alina yang sangat di luar pemikiranya.
"Ya sama saja,coba kamu lihat tadi mereka lihat kamu kayak mau makan kamu karena kamu lewat di depan mereka sehingga sama saja kalau kamu itu tebat pesona.Makanya kamu itu jangan lewat depan mereka Rose"protes Alina dengan ucapan Alvaro.
"Aduhh Rose kamu jangan bikin aku tambah gemas ya sama kamu"
"Kalau aku ngak lewat depan mereka,aku harus lewat mana Rose,"ucap Alvaro dengan greget.
"Ya kamu pikir sendiri lah masa tanya ke aku sih"ucap Alina dengan judes.
"Astaga kalau aku ngak lewat depan mereka,masa aku harus lewat atas perusahaan sih biar mereka ngak lihat aku"ucap Alvaro yang sepertinya sudah frustasi dengan kekesalan Alina.
"Hih ngak tau pokonya aku sebel sama kamu Al"ucap Alina yang seakan-akan bodoh amat dengan Alvaro.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih kok kayaknya kesal banget karena aku tebar pesona,padahal kan aku ngak tebar pesona justru mereka yang terpesona dengan aku?"tanya Alvaro dengan penasaran karena Alina sangatlah jarang kesal dengan dirinya.
Saat mendengar pertanyaan dari Alvaro sontak saja Alina bingung harus menjawab apa pertanyaan dari Alvaro.Karena entah mengapa tiba-tiba saja otaknya buntu tidak bisa menemukan jawaban untuk membalas ucapan Alvaro.
"Emm itu haduh apa ya"ucap Alina yang bingung harus menajawab apa yang membuat dirinya malah mengrluarkan kata-kata itu.
"Kok ngak bisa jawab sih Rose kan aku bertanya"ucap Alvaro dengan senyum penuh kemenangan.
"Ihh apa ya,pokonya aku kesal saja ya"balas cepat Alina tanpa tau nanti apa yang akan di pikirkan oleh Alvaro.
"Kamu cemburu kan?"ceplos Alvaro dengan cepat tanpa memikirkan nanti tangapan Alina bagaimana.
"Hah"ucap terkejut Alina dengan ceplosan Alvaro.
"Iya Rose kamu itu cemburu karena banyak yang terpesona sama aku jadinya kamu itu kesal dan artinya sama saja kalau kamu cemburu"ucap Alvaro sambil tersenyum penuh kemenangan merasa sangat senang jika Alina benar-benar cemburu.
"Apa sih Al,aku tuh ngak cemburu ya sama kamu"bantah Alina mentah-mentah dengan ucapan Alvaro karena ia merasa tidak cemburu.
"Karena artinya_"ucap Alvaro sambil mengantung ucapanya yang sepetinya dengan sengaja membuat Alina penasaran dengan kalimat yang selanjutnya akan ia ucapkan.
"Artinya apa Al?kalau ngomong itu jangan suka di gantungin dong.Kamu itu kebiasaan deh selalu bikin aku penasaran saja dengan kalimat yang akan kamu ucapkan selanjutnya.
"Kamu masih memiliki perasaan terhadapku Rose"ucap Alvaro dengan serius sambil menatap bola mata Alina yang sangat cantik menurut Alvaro,membuat dirinya tak pernah bosan memandang ciptaan tuhan ya ng sangat sempurna baginya itu.
"Apa sih Al jangan ngada-ngada deh"
"Pokonya aku ngak cemburu ya sama kamu dan kamu jangan bilang aneh-aneh deh Al sama aku"lanjut Alina yang sepertinya kata-kata itu ia gunakan untuk menyembunyikan sesuatu perasaan yang aneh yang bersarang di hatinya.
Dengan sengaja pula Alina mengindar dari kontak mata Alvaro yang sejak tadi memandang ke arah dirinya dengan mata tajamnya yang jujur membuat Alina tidak tahan untuk membalas tatapan tajam dari Alvaro.
__ADS_1
"Kamu jangan menghindar dari tatapanku Rose,jika kamu menghindar artinya kamu memang sedang dalam masa cemburu Al"ucap Alvaro menantang Alina agar menatap dirinya.
"Apa sih Al,aku tuh ngak cemburu ya kamu jangan terus paksa aku dong"ucap Alina yang sepertinya akan kalah dengan Alvaro di karenakan dirinya memang benar-benar tidak berani menatap mata Alvaro di karenakan jantungnya berdetak lebih cepat.
"Hahaha kamu itu lucu banget tau Rose,aku tau kok kalau kamu cemburu karena kita pernah mengalami hal seperti ini"ucap Alvaro di sertai tawa penuh kemenangan karena dugaan dirinya benar,lantaran Alina tak berani menatap mata tajam miliknya.
"Kapan coba aku merasa ngak pernah tuh cemburu sama kamu,kamu itu yah jangan ngarang-ngarang aja yang bikin aku makin tambah kesal deh sama kamu."ucap Alina yang tak mau mengakuinya.
Coba bayangkan,mau di taruh di mana coba muka Alina jika Alvaro benar-benar mengetahui dan sadar kalau Alina memang benar-benar cemburu.Kalau Alvaro tahu kalau dirinya cemburu bisa saja Alvaro akan terus meledeknya.
"Heh Rose aku tuh ngak ngarang-ngarang segala ya,ini tuh kenyataan dan pernah terjadi di masa lalu ya.Kamu jangan mengelak lagi deh sama aku"ucap Alvaro yang tidak terima lantaran Alina mengatakan kalau dirinya hanya mengarang cerita saja.
"Yaudah coba kamu cerita sama aku kapan aku cemburu sama kamu"ucap Alina yang sepertinya menantang Alvaro untuk menceritakan suatu kejadian di saat Alina cemburu.
"Oke tapi setelah aku cerita kami jangan mengelak lagi ya kalau kamu itu memang benar-benar cemburu"ucap Alvaro dengan senyum licik.
Di dalam otak Alvaro sudah tersusun banyak hal yang ia pastikan akan membuat Alina mati kutu.
"Ya tergantung sama cerita kamu dong Al,aneh deh kamu itu"ucap Alina yang sepertinya sedang berusaha tenang tanpa terpengaruh dengan ucapan Alvaro.
"Pokonya kamu harus janji dulu sebelum aku bercerita panjang kali lebar kali tinggi"ucap Alvaro yang sepertinya akan membuat Alina mati kutu kali ini.
"Ngapain sih janji-janji segala"tolak Alina yang tidak mau jika harus janji dengan Alvaro karena pastinya akan menguntungkan Alvaro dan merugikan dirinya.
"Yaudah kalau kamu ngak mau janji maka aku ngak mau cerita dan artinya kamu memang benar cemburu dengan aku yang artinya kamu masih memiliki perasaan terhadapku"ucap Alvaro memprovokasi Alina agar mau berjanji dengan dirinya.
"Hisss baiklah-baiklah aku berjanji"ucap pasrah Alina dari pada di sangka-sangka cemburu dan jujur Alina sangatlah penasaran.
"Oke karena kamu sudah berjanji dan aku yakin kamu juga penasaran maka aku akan bercerita"jawab Alvaro dengan senyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Jadi_"
Bersambung.