Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 27_Antara Bos Dan Sekretaris.


__ADS_3

"Apa"


"Lho kenapa sih Rose kok kayak gitu banget?minta kita ngak usah saling kenal segala"protes Alvaro mendengar ucapan Alina,tentu saja Alvaro tidak akan pernah setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Alina.


"Ihh aku tuh ngak bermaksud kayak gitu Al,kita layaknya orang yang tak kenal saat di depan banyak otang.Kamu maksud ngak sih kalau aku minta kamu kayak gitu agar nanti mereka ngak curiga dengan hubungan kita yang sudah sangat akrab"jelas Alina menjawab protesan dari Alvaro.


"Lho ya biarin aja mereka curiga kalau kita emang udah deket dari dulu,kalau mereka sinisin kamu atau berani sama kamu tinggal jawab aja kalau kita udah kenal dari dulu.Kalau perlu biar aku yang turun tangan buat kasih pelajaran sama karyawan aku itu"ucap Alvaro dengan tegas.


Well tentu saja Alvaro tidak mau kalau mereka layaknya orang yang tidak saling kenal saat di depan umum,Alvaro saja harus menahan rasa rindu terhadap Alina kurang lebih selama lima tahun,dan pada saat bertemu mereka tidak bisa kembali lagi seperti dulu karena terhalang status Alina yang hanya seketaris baru dan dirinya adalah pemimpin perusahaan.


"Bukan masalah hukuman atau apa jika mereka mau mencekai aku Al,tapi aku cuma ingin bekerja layaknya karyawab biasa tugasku sebagai sekretaris kamu dan bekerja sesuai tugasku."jelas Alina agar Alvaro paham dengan keinginanya.


Alina memang tidak ingin karena kedekatanya dengan Alvaro yang lebih dari sekedar sekretaris dan bos karena jika hal itu terjadi maka bisa Alina pastikan akana banyak karyawab dan para pekerja yang akan mengosip dan membenci Alina.


Karena Alina yang hanya sektertaris baru mampu menjalin kedekatan dengan bosnya dalam wakti dekat,dan pastinya mereka akan mengambil dari sisi negatif tentang kedekatan itu.


"Oke teserah kamu deh Rose,tapi kalau sedang berada di ruangan pribadiku atau di luar jam kantor maka kamu tidak usah formal dan harus sepertinya biasanya tanpa ada embel-embel bos dan sekretaris"ucap dengan tegas Alvaro.


Alvaro hanya bisa menurut dengan Alina agar demi keamanan Alina dari santapan karyawannya.Namun Alvaro juga mengiyakan permintaan Alina di karenakan demi keamanan dari kakeknya bahkan keluarga besarnya agar tidak curiga dan membuat Alina dalam bahaya.


"Huh demi keselamatan kamu aku tidak boleh egois Rose"ucap Alvaro dalam hati.


"Oke siyap tuan muda"ucap Alina dengan senyum manis yany tersunging di bibirnya.


"Nanti kita ketemu di lobby ya"ucap Alvaro sebelum Alina keluar dari dalam mobilnya.


"Oke siyap Al,yaudah aku turun dulu ya"pamit Alina sambil membuka pintu mobil mewah Alvaro dengan menekan tombol yang ada di sisinya.

__ADS_1


"Iya kamu hati-hati Rose,kalau ada apa-apa kabari aku ya"pesan Alvaro kepada alina.


"Iya Al"jawab Alina yang sudah turun dari dalam mobil Alvaro.


Alvaro yang melihat itupun segera melajukan mobilnya meninggalkan Alina yang berada di depan halte.


Sementara Alina yang sudah melihat mobil menghilang dari pandanganya,melangkah berjalan kaki ke arah perusahan yak letaknya lumayan jauh.Namun tidak ada kata lelah bagi Alina sehingga dengan langkah lebarnya senyum manis di bibirnya Alina menyusuri jalan tersebut dengan semangat.


Saat Alina baru melangkah beberapa meter dari halte,terdengar bunyi klakson yang membuat Alina mau tidak mau menghentikan langkahnya dan melihat siapakah pemilik mobil itu.Dan ternyata adalah..


"Alina"panggil Melodi dengan suara cemprengnya yang sudah setia duduk di samping Clara yang mengemudikan mobilnya.


"Eh Melodi,Clara"ucap Alina terkejut begitu melihat teman barunya yang beberapa hari ini sudah akrab dengan Alina.


"Hai Alina"sapa Clara dengan senyum manisnya yang membuat Clara tampak sangat anggun dan cantik.


"Hai juga Clara,kalian mau berangkat kerja ya?"tanya Alina basa-basi.


"Iyadeh Mel"jawab Alina mengiyakan ucapa Melodi.


"Lin,loe kok ngak bilang sih kalau mau berangkat kerja,gue kirain loe ngak berangkat.Kalau tau loe berangkat kan gue jemput loe di gang depan biar berangkat bareng gue jadinya loe ngak usah naik angkutan umum dan jalan kaki ke perusahaan dengan jarak yang lumayan jauh"oceh Calara kepada Alina.


"Hehe ngak papa kali Ra gue berangkat pakai angkutan umum,lagian gue ngak enak juga kalau tiap hari nebeng sama loe mulu"alasan Alina agar tidak menimbulkan kecurigaan kalau sebenarnya Alina di jemput oleh Alvaro.


"Entah bagaimana lagi kalau Clara dan Melodi tahu kalau sebenarnya gue di antar Alvaro dari rumah sampai sini.Huh ngak kebayang reaksi keterkejutan mereka begitu tahu aoa yang sebenarnya terjadi"guman Alina tentunya di dalam hati mana mungkin di ucapkan secara langsung yang ada Clara dan Melodi pingsan di tempat.


"Gue mah nak ngak masalah kalau harus nebengin loe berangkat kerja setiap hari,yang ada gue malah seneng Lin,mobil gue suasannya jadi ngak sepi"ucap Clara yang sangat baik itu mau berteman dengan Alina.

__ADS_1


"Iya Lin,Clara kan baik hati jadi harus kita manfaatin lah biar nggak rugi haha"ujar Melodi sambil bercanda.


"Itu mah loe Mel"ucap dengan kesal Clara kepada Melodi yang selalu bar-bar.


"Iya lah itu gue masa setan sih Clar"ucap Melodi kembali yang sepertinya tidak akan berhenti membuat Clara kesal lagi.


"Udah kalian nggak usah ribut kayak gitu,nanti takutnya malah telat deh kerjanya"nasehat Alina yang selalu jadi penengah.


"Nah betul tuh,yaudah Lin loe masuk aja ke mobil gue dari pada harus jalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh kan"perintah Clara.


"Nggak ngrepoti nih Clar"ucap Alina yang merasa tidak enak dengan Clara yang secara sukarela selalu menebengi dirinya saat berangkat dan pulang dari kantor.


"Santai aja kali Lin,kayak sama siapa aja sih loe merasa ngak enak kayak gitu"ucap Clara sambil terkekeh.


"Yaudah deh"jawab Alina sambil masuk ke dalam mobil milik Clara dan duduk di bagian belakang.


Setelah itu Clara melajukan mobilnya menuju perusahaan Dirgantara tempat dimana mereks bekerja.Di dalam mobil itu di isi dengan ocehan Melodi yang selalu membuat Clara kesal dan berakhir Alinalah selalu menjadi penengah di antara mereka berdua.


Tak lama mobil yang di kendarai oleh Clara telah sampai di parkiran,dengan segera ketiga gadis cantik itu keluar dari dalam mobil masuk menuju ke dalam perusahaan.


Saat sudah sampai di lobby ternyata tengah terjadi keributan lantaran dari yang Alina dengar sang pemimpin perusahaan telah datang ke kantor pagi ini dengan secara terbuka tidak seperti biasanya yang selalu terturup dan tentu saja hal inilah yang membuat mereka heboh.


"Mereka heboh hanya karena melihat Alvaro,astaga memang sih Alvaro sangat tampan"guman Alina dalam hati dengan mata teduhnya memandang Alvaro yang sedang berjalan dengan raut muka dingin dan datar namun sangat berwibawa.


Saat Alvaro akan melewati dirinya yang sedang berdiri sambil memberi salam hormat kepada Alvaro Alina begitu gugup takut Alvaro tidak mengindahkan ucapanya tadi.


Namun semua berjalan dengan baik,Alvaro hanya diam melewati Alina tanpa sepatah kata apapun dan hal tersebut membuat dirinya merasa lega yang luar biasa.

__ADS_1


"Syukurlah Alvaro berperilaku biasa antara bos dan sekretaris"ucap Alina dalam hati dengan lega.


Bersambung.


__ADS_2