Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 19_Pernikahan Yang Rumit


__ADS_3

Alvaro saat ini telah berada di dalam kamarnya,kemudian ia melangkah menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanya yang sudah amatlah lengket.


Saat sudah di dalam kamar mandi ia memperhatikan badanyan di depan cermin yang ada di kamar mandi sembari menghela nafas kasar.


"Hah sungguh hari yang snagat melelahkan sekali hari ini"guman Alvaro sembari mengehela nafas dengan kasar membuang semua beban yang berada di dalam benaknya.


Sesungguhnya Alvaro sangatlah malas jika harus kembali ke mansion ini,karena banyak anggota keluarga Dirgantara yang tidak menyukai keberadaan dirinya,karena ia adalah kandidat utama yang akan menempati posisi direktur di perusahaan Dirganatara Group.


Hal itulah yang membuat sosok Alvaro tidak di sukai oleh para sesepu dan bibi serta pamanya karena banyak anggota keluarga Dirganatara yang menginginakan posisi itu.


Namun Kakek Dirganatara telah memutuskan bahwa hanya Alvarolah yang berhak menempati posisi sebagai Direktur di Perusahaan Dirganatara Group mengantikan dirinya,karena Alvaro di mata Kakek Dirgantara adalah sosok yang cocok dan sempurna dan hal ini terbukti saat sudah beberapa tahu ini perusahaan Dirganatara Group berada di puncak kejayaannya.


Alasan mengapa Alvaro membenci keluarga Dirgantara kecuali ibunya adalah karena,ada alasan khsusus mengapa ia membenci keluarga ini.


Alvaro rela pulang ke mansion utama ini atas perintah dari ibunya yang meminta dirinya untuk pulang malam ini,jika tidak maka Alvaro lebih memilih tinggal di apartemen atau rumah pribadi dirinya yang tidak semua orang mengetahuinya.


Setelah menyelesaikan kegiatan mandinya Alvaro keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya sehingga perut sixe pack Alvaro kelihatan dengan sangat mengoda.


Ternyata di dalam kamat tersebut tidak hanya ada Alvaro karena dapat Alvaro lihat ada sosok wanita yang usianya hampir sama dengan Alvaro tengah duduk di sofa dengan senyum manis yang mengembang di wajah cantiknya.


"Alvaro"panggil sosok cantik tersebut yang tak lain adalah Aurin,istri Alvaro.


"Ada apa Aurin?"tanya Alvaro dingin setelah ia memakai pakaiannya di walk ini closet.


"Emm tidak ada apa-apa Alvaro,aku hanya senang saja karena kamu malam ini akan menginap di mansion ini"jawab Aurin dengan lembut.


"Hmm"jawab acuh Alvaro tanpa menghiraukan jawaban Aurin.


Alvaro tanpa peduli dengan Aurin dirinya melangkah menuju ranjang dan mengambil handphonenya yang tadi ia letakan di meja samping tempat tidur.

__ADS_1


Alvaro kemudian fokus terhadap ponsel di tanganya,ia segera mengirimkan pesan kepada gadis yang sangat dirinya cintai.


Alvaro:"Good night sayang,apakah kamu belum tidur?"


Pesan Alvaro yang di kirim kepada Alina gadis yang menjadi cinta pertamanya.Alvaro dapat melihat jika Alina saat ini sedang tidak onlain,dalam benak Alvaro ia berfikir apakah gadisnya telah tidur.


Sementara Aurin yang sejak tadi melihat perilaku Alvaro dari sofa yang ia duduki langsung melangkah mendekati Alvaro yang duduk di kasur.


"Alvaro"panggil Aurin sembari duduk di sebelah Alvaro.


"Apa?"tanya Alvaro singkat tanpa mengalihkan pandanganya dari ponsel menunggu balasan pesan dari Alina.


"Varo boleh ngak kalau kita lagi berduaan seperti ini kamu letakan dahulu ponsel kamu"mohon Aurin dengan hati-hati takut menyingung Alvaro.


"Memangnya ada hal penting yang mau loe omongin sama gue"jawab Alvaro dengan acuh ia sungguh malas dengan Aurin.


"Walau tidak ada hal yang penting yang ingin aku bicarakan dengan kamu tapi kita sebagai suami istri wajib belajar mendekatkan hubungan di antara kita karena aku merasa selama setelah kita menikah sampai saat ini hubungan kita terlalu renggang dan bahkan kita tidak bisa di sebut suami istri Varo"ucap Aurin sambil menunduk sungguh dirinya saat ini merasa sudah berani lancang berbicara seperti itu dengan Alvaro.


"Apa loe keberatan dengan pernikahan ini Aurin?"tanya Alvaro dengan dingin saat ini dirinya menatap tajam istrinya yang hanya dia anggap sebagai istri di atas kertas.


Alvaro memang tidak pernah mengunakan bahasa aku kamu kalai bicara dengan Aurin.Walau mungkin sesekali dia akan mengunakan aku kamu jika itu ada hal penting.


"Jika boleh jujur aku sangat keberatan Alvaro,apa kamu tau aku juga menginginkan sebuah pernikahan impian seperti semua orang."jawab Aurin dengan pelan.


Di dalam hati yang paling dalam Aurin juga mengiginkan sebuah pernikahan yang harmonis,suami yang bisa mengangap dirinya sebagai istri dan juga suami yang perhatian dan penyayang kepada dirinya.Namun itu semua harus Aurin pendam karena Alvaro sebagai suami dirinya tidak pernah memberikan kasih sayang dan perhatian.Entahlah Aurin juga tidak tau apakah Alvaro mengangap dirinya sebagai istri atau tidak.


"Bukankah sejak awal sebelum kita menikah pun aku sudah bilang padamu kalau aku tidak akan pernah bisa memberikan kamu sebuah pernikahan seperti pasangan di luar sana Aurin"jawab Alvaro dengan tenang.


"Tapi Varo,apa kamu tidak mempunyai perasaan sedikit pun selama pernikahan kita.Usia pernikahan kita bahkan sudah hampir dua tahun Varo,apa kamu juga tidak bisa mengubah kebiasaan kamu selama dua tahun kita menikah"ucap Aurin dengan memandang sendu Alvaro.

__ADS_1


"Kebiasaan apa yang harus ku rubah Aurin?"tanya Alvaro tanpa peduli wajah sendu istrinya.


"Kebiasaan kamu untuk bisa mengangap aku istrimu Varo,aku mohon mulai saat ini kamu berubah untuk bisa menghargai aku sebagai istrimu.Sering-seringlah pukang ke mansion agar kita bisa saling menjalani kebersamaan"ucap Aurin dengan tatapan permohonan.


"Sudahlah aku tidak ingin membahas hal ini,karen memang sudah sejak awal aku tidak menginginkan pernikahan ini seharusnya kamu juga sadar kalau suatu hal yang di paksakan sejak awal maka tidak akan berakhir bahagia"jawab Alvaro dengan tegas tanpa peduli dengan tatapan permohonan dari Aurin.


"Tapi Varo kalau kamu bisa berubah sedikit saja aku yakin pernikahan kita akan berjalan harmonis layaknya pasangan lainnya"ucap Aurin yang pantang menyerah terus membujuk Varo.


"Stop Aurin aku tidak ingin lagi membahas hal ini,seharusnya kamu bisa mengerti aku kalau aku tidak akan pernah bisa mencintai kamu sejak awal kita menikah bahkan sejak keluargaku dan keluargamu menjodohkan kita"ucap Alvaro lumayan emosi karena Aurin terus memaksa dirinya.


"Varo_"


"Stop Aurin aku tidak mau terjadi keributan lagi,kalau kamu terus menerus memaksa aku maka jangan salahkan aku kalau aku akan pisah ranjang dengan kamu"potong Alvaro dengan emosi karena ia tadi sedang dalam kondisi marah dengan keluarganya karena keributan yang terjadi.


"Baiklah Varo,tapi aku mohon jangan pisah ranjang"ucap pasrah Aurin karena lebih baik saat ini ia mengalah karena Alvaro sepertinya sudah marah.


"Hmm"balas Alvaro kemudian membaringkan tubuhnya di kasur dan membelakangi Aurin ia malas jika harus berdebat dengan istrinya,jadi lebih baik ia tidur saja karena hari juga sudah menginjak tengah malam.


Sebenarnya Alvaro masih ingin menghubungi Alina namun sepertinya keadaan tidak memungkinkan karena ada Aurin yang bisa mengetahui apa yang di lakukan Alvaro.Jadi lebih baik Alvaro menahan kerinduan terhadap Alina sampai besok.


Sementara Aurin yang di tinggal tidur oleh Alvaro hanya bisa mentap sendu sang suami yang selalu acuh dengan dirinya padahal selama ini ia merasa tidak mempunyai salah dengan Alvaro.


Sambil menahan kesedihanya Aurin membaringkan tubunya di samping Alvaro dengan memandang punggung tegap milik Alvaro.Ingin sekali Aurin memeluk punggung tegak itu namun pasti Alvaro akan marah kepadanya.


"Sampai kapan hubungan kita akan seperti ini Alvaro,pernikahan yang kita jalani tidak layaknya pernikahan pada umumnya.Kamu yang selalu cuek terhadap aku bahkan aku tidak yakin bahwa aku ada di dalam hatimu sebagai istrimu."ucap Aurin dalam hati dengan kesedihan yang luar biasa.


Karena tidak ingin larut dalam kesedihan Aurin pun memejamkan matanya menuju ke alam mimpi.


Yah seperti itulah kehidupan pernikahan Aurin dan Alvaro yang sangatlah rumit karena mereka menikah dengan di jodohkan oleh kedue belah pihak keluarga mereka.Pernikahan yang sudah berjalan hampir dua tahun lamanya itu tidak bisa di bilang pernikahan yang harmonis karena sang suami yang tidak pernah mengangap pernikahan itu ada.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2