Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 31_Apa Artinya Keluarga Jika Saling Membenci?


__ADS_3

Sementara Alvaro yang berada di dalam mobil menjadi sadar lantaran ia  meninggalkan Alina di dalam ruangannya sendiri.Kini Alvaro menjadi kesal dengan dirinya sendiri yang terlalu panik mendengar kabar itu membuat dirinya lupa bahwa masih ada Alina di ruanganya.


"Anggghhh bodoh loe Al,bisa-bisanya meninggalkan Alina tanpa kejelasan yang jelas"guman Alvaro saat telah tersadar dengan apa yang ia lakukan.


Mau kembali ke kantor pun rasanya tak bisa lantaran ia sudah melajukan mobipnya lumayan jauh dari perusahaan bahkan bisa di katakan ia sudah hampir sampai di tempat yang akan ia tuju.


"Lebih baik nanti lah gue kasih kabar Rose,kalau udah gue sampai sana"ucap Alvaro dalam hati sambil memikirkan jalan keluarnya.


Tak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Alvaro telah sampai di tempat yang ia tuju.


"Varo"panggil wanita cantik yang sejak tadi menunggu kedatangan Alvaro.


"Bunda ada di dalam Var,"jawabanya dengan suara yang sangat lembut.


"Gimana keadaanya?"tanya Alvaro dengan dingin,tidak ada nada lembut sedikit pun dari nada bicaranya untuk wanita tersebut.


"Aku belum tau bagaimana keadaan bunda,karena dokter juga belum keluar dari dalam ruangan"jelasnya.


"Kenapa bunda bisa pingsan Aurin,apa yang membuat dia bisa di larikan ke rumah sakit ha?"ucap Alvaro dengan penuh penekanan di setiap ucapanya.


Yah ternyata wanita tersebut adalah Aurin,wanita yang tadi mengabarkan Alvaro bahwa bundanya jatuh pingsan hingga di larikan ke rumah sakit.Tentu saja hal tersebut membuat Alvaro sangat panik hingga tidak bisa berfikir jernih hingga dirinya meninggalkan Alina.


"Aku tidak tau Var,tadi bunda setelah menyiram tanaman ia jatuh pingsan di taman.Bunda baru di temukan setelah lumayan lama kita cari-cari tidak ada di dalam mansion hingga salah satu pelayan menemukan bunda di taman dalam kondisi pingsan"jelas Aurin dengan lancar.

__ADS_1


"Kalau gitu kemana keluarga lainya kenapa hanya loe yang duduk di sini tungguin bunda?"tanya Alvaro tetap dengan suara dingin menanyakan keberadaa anggota keluarganya yang lain lantaran sejak tadi ia tidak melihat mereka.


"Kakek,nenek,sama ayah masih berada di kantin soalnya mereka belum juga sarapan lantaran tadi langsung membawa bunda ke rumah sakit"


"Terus kemana para paman dan bibi serta sepupu?"tanya Alvaro yang tak juga menemukan keberadaan paman,bibo dan para sepupunya.


"Aku tidak tau dimana keberadaan mereka lantaran tidak ikut ke rumah sakit tadi"jawab Aurin yang memang tidak mengetahui keberadaan orang yang di tanyakan oleh Alvaro.


"Huh mereka tidak tau di untung sekali,sudah menumpang di mansion,namun saat ada penghuni mansion yang sakit mereka cuek-cuek saja"umpat Apvaro terhadap kelakukan para paman serta bibinya yang menurut dirinya sangat tidak tau di untung sama sekali.


"Varo kau tak boleh seperti itu,karena mau bagimanapun mereka tetap paman dan bibimu serta mereka adalah saudara sepupumu,seharunya kamu tetap memaklumi mereka karena mereka tetaplah keluargamu"ucap nasehat nenek Alvaro yang tak sengaja mendengar ucapan Alvaro,


Saat ini kakek Dirgantara serta istrinya bahkan anaknya yang tak lain adalah ayah Alvaro sudah kembali dari kantin.Mereka juga tidak sengaja mendengar pembicaraan antara suami istri itu.


"Maaf tapi saya tidak peduli mereka adalah keluarga saya atau bukan karena selama ini saya merasa mereka bukan keluarga saya"jawab Alvaro dengan sinis,tentu saja ia tidak mau di bilang keluarga dengan paman,bibinya bahkan para sepupunya lantaran mereka kelakuannya saja sangat tidak mencerminkan keluarga terhadap Alvaro.


"Varo kau jangan pernah berucap seperti itu,mau bagaimana pun mereka tetap paman dan bibimu.Janganlah saling membenci satu sama lain di antara keluarga"nasehat kakek Dirgantara dengan tegas,karena ia tidak mau ada kebencian di dalam keluarga besarnya,karena bisa saja nanti akan mencoreng nama keluarga besar Dirgantara.


"Apa artinya keluarga jika saling membenci?"tanya Alvaro dengan senyum miring di wajahnya menanyakan hal tersebut terhadap kakeknya.


"Tidak ada kebencian di dalam keluarga kita Alvaro,semua itu pasti hanya kesalahpahaman kakek tau mungkin paman dan bibimu kali ini tidak bisa datang ke rumah sakit karena mungkin memang sedang ada masalah yang mendesak yang tidak bisa di tinggalkan"ungkap kakek Dirgantara yang tak mempermasalahkan kedatangan anak dan mantunya kali ini.


"Ingat kek,bagiku tidak ada keluarga jika di dalamnya masih ada perselisihan serta kebencian yang ada,coba kakek bayangkan bagimana perasaan bunda saat ia sakit namun keluarganya tak lengkap menjengkuknya."ungkap Alvaro yang sangat memikirkan perasaan bundanya saat seseorang yang di anggap keluarga tidak ada datang.

__ADS_1


"Mungkin mereka masih ada urusan Var,jadi tidak usah di perpanjang lagi lah masalahnya lagi pula bundamu hanya pigsan kan jadi tidak usah memperpanjang masalah lagi"ucap nenek Dirgantara yang terdengar sangatlah santai tanpa tau kalau ucapanya membuat Alvaro seketika emosi.


"Oke aku paham mungkin jika mereka masih benar-benar ada di luar negeri atau sedang ada masalah pekerjaan atupun masalah penting lainya,tapi seharusnya anda tau kalau mereka itu hanyalah seorang penganguran yang kerjaanya menghabiskan uang keluarga Dirgantara,benar bukan?"


"Hahaha dan aku yakin saat ini mereka sedang bersantai seakan-akan tidak ada hal yang penting bagi mereka"lanjut Alvaro yang mengetahui kebiasaan paman dan bibinya yang hanya akan bersantai di rumah tanpa peudli dengan orang dalam keluarga yang sedang sakit.


"Hentikan ucapan kamu Alvaro,paman dan bibimu tidaklah setega itu,mana mungkin mereka hanya bersantai-santai mereka juga akan bekerja jika kamu memberikan posisi meraka yang tinggi tidak hanya menjadi seorang karyawan"ucap nenek Dirgantara yang tidak terima anak dan mantunya di katakan seperti itu oleh Alvaro.


"Heh yang anda maksud posisi menjadi CEO begitu,hahaha anda sama saja dengan anak dan cucu anda yang sangat gila kekuasaan ternyata"cibir Alvaro terhadap nenek Dirgantara yang ternyata sifatnya sebelas dua belas sama dengan paman serta para sepupunya yang selama ini mengiginkan posisi sebagai CEO sekaligus sebagai ahli waris perusahaan Dirgantara mengantikan kakek Dirgantara.


"Apa kurang ajar kamu Alvaro"ucap nenek Dirgantara dengan sangat keras,raut mukanya seketika memerah menahan amarah.


"Cukup kalian berdua tidak usah ribut-ribut di rumah sakit apalagi istriku sedang sakit,jika ingin ribut silahkan di rumah saja.Masalah paman dan bibimu tidak usah kau urusi Var biarkan mereka buat sesuka hati karena akan ada penyesalan di kemudian hari"ucap Ayah Alvaro dengan sangat tegas,selama ini memang dirinya sangat cuek namun sesungguhnya di dalam hatinya ia memiliki sifat lembut namun ia tutupi lantaran rasa bersalah terhadap Alvaro.


Ayah Alvaro juga kecewa dengan kelakukan kakak serta adiknya yang tidak menjenguk istrinya saat sakit,padahal tadi ia melihat mereka tidak ada urusan apapun dan hanya menjadi pengganguran.


"Benar kalian berdua tak usah ribut-ribut,diam dan tunggu sampai dokter keluar"ucap kakek Dirgantara dengan tegas.


"Tapi_"ucap nenek Alvaro terpotong lantaran bunyi pintu yang terbuka menampilkan dokter yang keluar dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Bagiamana keadaan bunda saya dok?"


"Bagaimana keadaan istri saya?"

__ADS_1


"Bagaimana keadaan menantu saya?"


Bersambung.


__ADS_2