Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 17_Melampiaskan Emosi


__ADS_3

Saat sudah mulai tenang Alvaro segera melajukan mobilnya meningalkan tempat itu menuju ke tempat dimana ia bisa melampiaskan emosinya.


Dengan mengendarai mobil di atas kecepatan rata-rata dan ugal-ugalan akhirnya mobil yang di kendarai oleh Alvaro sampai di sebuah tempat ramai yang mirip dengan sirkuit balapan,namun bedanya saat ini Alvaro berada di sirkuit balapan liar yang biasanya ia datangi ketika ia sedang emosi.


Kedatangan Alvaro malam ini di sambut antusias oleh para pengunjung dan penonton yang berada di dalam sirkuit tersebut.Sosok Alvaro memang tidak asing lagi bagi mereka para pengunjung sirkuit karena sosok yang lumayan sering ikut ajang balap liar ini dengan taruhan yang tidak pernah main-main.


Selain karena sosoknya yang berdompet tebal,wajah tampan dan rupawan Alvaro tentu saja menarik perhatian para penonton wanita,karena memang sosok Alvaro adalah sosok yang sempurna di mata kaum hawa untuk di jadikan pasangan mereka.


Alvaro segeera menghentikan mobilnya begitu ia sudah sampai di post para penantang maupun peserta yang akan mengikuti ajang balap liar ini.Saat mobil sudah berhenti Alvaro dengan santai keluar dari dalam mobil mewahnya dan melangkah menuju ke tempat pendaftaran.


"Woy bro tumben loe kesini,ada masalah apa loe sampai seorang Alvaro datang kemari"sapa salah satu panitia ajang balap liar ini yang sudah hafal dengan sosok Alvaro.


"Haha loe tau aja Ka,hmm malam ini ada berapa peserta yang akan ikut buat ajang balap liar ini"ucap Alvaro dengan tawa ringan namun mengandung sisi seram bagi mereka yang mendengar tawa Alvaro.


"Hmm lumayan lah Var,sekitar ada dua belas peserta dengan taruhan yang tidak main-main"jawab pria bernama Raka yang sudah Alvaro kenal akrab semenjak ia menginjakan kaki di tempat ini.


"Tanya diantara mereka siapa yang mau taruhan sama gue,dan loe pasti tau kan gue ngak mungkin main-main sama apa yang akan gue taruhin malam ini"ucap Alvaro sombong dengan tatapan tajam serta menusuk lawan bicara.


"Hmm oke-oke bro loe emang ngak bisa di ragukan lagi,tunggu sebentar gue cariin siapa saja yang berani nantang loe malam ini"ucap Raka dengan gugup karena ia merasa teriminasi dengan tatapan tajam Alvaro yang bisa membuat lawan bicara merasa takut.


"Hmm gue tunggu dalam waktu sepuluh menit"jawab Alvaro singkat.


"Oke bro loe tunggu sebentar"ucap Raka panik,karena waktu yang di berikan Alvaro lumayan singkat.Namun karena bayaran yang Alvaro berikan kepada dirinya sangat tinggi,maka Raka tidak mau menyia-nyiakan.Dengan cepat Raka menuju para peserta,maupun penonton dan ia langsung saja menawarkan siapa yang mau menantang seorang Alvaro malam ini.


"Oke,pengumuman-pengumuman di sini siapa yang mau nantang balapan sama Alvaro dengan taruhan yang ia berikan tidak main-main.Yang minat bisa langsung maju ke depan."teriak Raka mengunakan mix yang tersedia,dimana apa yang di ucapkan oleh Raka membuat semua yang berada di sirkuit menjadi sangat heboh.


Mengapa mereka heboh?jawabannya tentu saja karena kepopuleran Alvaro di dunia balap yang tidak usah di ragukan lagi.Karena sosok Alvaro Dipta Dirgantara adalah pembalap nomor satu yang tak mungkin terkalahkan.Dan tentunya Alvaro akan memberikan taruhan yang mampu membuat semua orang penonton maupun peserta yang ada di sirkuit hampir pingsan,karena memang sangatlah di luar nalar.


Di saat terjadi kehebohan yang terjadi di sirkuit Alvaro hanya diam membisu dengan tatapan tajamnya mengintai seluruh area tempat dimana di adakan ajang balap liar ini.


"Hmm gimana nih,ada ngak yang mau nantang Alvaro balapam malam ini"teriak Raka kembali karena belum ada juga yang berani nantang Alvaro malam ini.Raka juga paham kalau peserta dan penonton di sini sudah sangat mengenal bagaimana prestasi seorang Alvaro,maka mereka lebih baik diam.

__ADS_1


"Taruhan yang gue keluarkan kalau menang lawan ada yang manang lawan gue adalah mobil yang gue bawa malam ini dan uang sebesar 5 miliyar"teriak Alvaro dengan lantang yang mampu membuat para peserta dan penonton yang berada di sirkuit tersebut menjadi heboh,karena taruhan yang Alvaro ucapkan tidak main-main.


"Wah gila banyak banget tuh"


"Emang ngak perlu di ragukan lagi,taruhan yang di berikan oleh seorang Alvaro.


"Aduh kalau gue punya uang segitu mending buat makan bakso dapat banyak kenyang lagi"


"Anjir sultan mah bebas"


"Bukan kaleng-kaleng emang"


Teriakan serta ucapan para penonton yang memenuhi area sirkuit tersebut malam ini,banyak para penonton yang takjub dan hampir jatuh pingsan karena nominal yang di sebutkan Alvaro sangalah besar.Coba bayangkan harga uang lima miliyar di tambah dengan mobil lamborgin Alvaro yang di perkirakan mencapai 20 miliyar,uang segitu adalah uang yang banyak bagi mereka.


"Gue terima taruhan loe Alvaro"teriak seorang pria yang menerobos kerumuanan di tengah kerumunan yang sedang heboh.Dan teriakan Leo yang menerima taruhan Alvaro sontak membuat para penonton menjadi semakin heboh.


"Wah-wah selamat datang Leo Arganta"sambut Raka yang tidak asing dengan sosok tersebut.Leo Arganta adalah sosok pembalap yang luamayan di perhitungkan setelah Alvaro,Leo juga merupakan musuh Alvaro selama ini di dunia balap maupun dunia bisnis.


"Hmm apa yang loe taruhkan?"tanya Alvaro dengan suara dingin dan tatapan yang menusuk lawan bicara.


"Kalau gue menang loe harus menyerahkan proyek pembangunan hotel di Milan ke gue dan kalau gue kalah gue ngak akan usik loe lagi"tantang Leo dengan wajah sombongnya,memang sejak dulu Leo Arganta sangatlah membenci Alvaro Dipta Dirgantara karena menganggap Alvaro adalah saingan bisnisnya.


Memang sejak dulu perusahaan Arganta Grup akan selalu kalah dengan perusahaan Dirgantara Group semenjak Alvaro yang memimpin perusahaan itu.


"Oke gue terima tantangan loe tuan Arganta"ucap Alvaro dengan santai tanpa emosi,bagi dirinya proyek pembangunam hotel di Milan itu tidak ada apa-apanya bagi dirinya,karena proyek di Milan hanya proyek kecil dari proyek lainnya yang Dirgantara Group.


Tanpa menunggu balasan dari Leo,Alvaro segera melangkah menuju mobilnya dan mengendarai mobilnya ke arah garis star.Leo yang merasa di abaikan oleh Alvaro menjadi sangat geram.


"Kurang ajar kau Varo,sombong sekali kau.Aku pastikan malam ini kamu akan kalah dari diriku dan akan membuat kamu malu"guman Leo dengan perasaan yang penuh emosi.


Kemudian dirinya juga menyusul Alvaro yang sudah menunggu dirinya di garis star.Leo membawa mobilnya tepat di samping mobil Alvaro.

__ADS_1


Saat posisi mereka saling berdampingan Alvaro hanya cuek saja dengan pandangan fokus ke depan tanpa menghiraukan tatapan sinis dari Leo.


"Cih sombong"sinis Leo saat melihat Alvaro dari mobilnya,karena kaca mobil Alvaro yang memang di buka.


Tak lama datanglah seorang perempuan cantik dengan baju kurang bahan berdiri di antara dua mobil mewah tersebut untuk memulai balapan pada malam hari ini.


"1"


"2"


"3"


"Dor"teriak wanita itu dengan menembakan peluru dari pistolnya ke atas pertanda balapan di mulai.


Saat mendengar bunyi peluru yang sudah di luncurkan kedua mobil tersebut saling silih berganti mengejar satu sama lain.Suasana juga semakin heboh tak kala kedua mobil tersebut saling mengejar satu sama lain.


Banyak dukungan untuk Alvaro sang pembalap nomor satu tak kala mobil Alvaro sudah memimpin di depan.


Mereka dengan semangat teriak nama Alvaro saat Alvaro sudah hampir sampai di garis finis,sementara Leo masih berada di belakang Alvaro saat ini tengah menahan emosi karena sepertinya ia akan kalah malam ini.


Dan yah tentu saja Alvaro pemenangnya,saat ini dirinya sudah memasuki garis finish di susul Leo yang berada di belangnya.


Alvaro dengan rasa puas karena telah melampiaskan emosinya yang bersarang di hatinya.Dengan santai ia melangkah turun dari mobil dan bersandar di kap mobil sambil memandang remeh Leo yang saat ini sudah turun dari mobil dengan muka memerah menahan emosi,kesal dan malu secara bersamaan.


"Tepati janji loe tuan Arganta"ucap Alvaro dengan sorot mata tajam sambil memandang Leo yang berada di depanya.


Tanpa mendengar jawaban Leo,Alvaro lansung berlalu mengendari mobilnya meninggalkan tempat tersebut tanpa menghiraukan teriakan kagum dan heboh para penonton karena Alvaro lagi-lagi menjadi pemenang dalam ajang balap liar ini.


Sementara Leo yang melihat sikap Alvaro,sungguh langsung menahan emosi merasa Alvaro terlalu menyepelekan dirinya.


"Awas kau Alvaro Dipta Dirgantara"guman Leo penuh dendam dengan tatapan merah karena banyak yang menyoraki dirinya karena kalah.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2