Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 21_Sudahi Harapanmu Yang Mustahil.


__ADS_3

"Karena aku tidak mencintaimu"ucap Alvaro dengan tegas dan tanpa ragu sedikit pun Alvaro mengatakan hal tersebut kepada Aurin tanpa memikirkan perasaan Aurin karena dirinya sudah muak dengan pernikahan paksa yang ia jalani dengan Aurin.


Deg.


Aurin yang mendegar hal tersebut tentu saja merasa sakit hati karena ucapan Alvaro yang langsung menyakiti hatinya dan mampu membuat dirinya diam membisu tanpa mengatakan hal apapun menangapi ucapan Alvaro yang membuat dirinya sakit hati.


Namun perasaan mencintai Alvaro lebih besar dari rasa sakit yang Aurin rasakan dengan berusaha baik-baik saja Aurin memandang Alvaro dengan mendongrak ke atas untuk menatap wajah suami yang sangat ia cintai namun tidak mencintai dirinya.


"Apa alasan kamu tidak mencintaiku Varo bukankah selama ini kita sudah menikah dalam jangka waktu yang lumayan lama namun mengapa kamu tidak bisa mencintaiku?"tanya Aurin dengan tegar agar air matanya tidak jatuh mengingat ucapan Alvaro yang sangat menyakitkan.


"Kamu seharusnya mengetahui bahwa perasaan cinta itu tidak bisa di paksakan Aurin"jawab Alvaro tanpa memandang raut muka melas dan menyedihkan Aurin yang berada di hadapanya.


Justu saat ini pandangan Alvaro ke depan memikirkan Alina yang selalu ia rindukan serta gadis satu-satunya yang Alvaro cintai selama ini.


"Tapi tidak ada salahnya kan kalau kamu belajar mencintaiku karena mau bagaimana pun kita adalah suami isti Varo"ucap Aurin yang tidak pantang menyerah untuk bisa membuat Alvaro mencintai dirinya.


"Tentu saja itu salah"jawab Alvaro dengan cepat sambil tersenyum miring.


"Apa salahnya Alvaro status kita adalah suami istri dengan pernikahan yang sah secara agama dan hukum"jawab Aurin dengan bingung karena ucapan Alvaro yang mengatakan hal yang tidak ia harapkan.


Aurin sangat berharap jika Alvaro akan menjawab mau membuka lembaran baru dengan dirinya dengan menjalankan pernikahan pada umumnya.

__ADS_1


"Yah salahnya adalah aku hanya di jodohkan oleh keluargku dan tanpa melibatkan perasaan yang menjadi prioritas utama dalam menjalankan sebuah ikatan pernikahan"jawab Alvaro dengan lantang di sertai suara keras agar istrinya sadar diri,sadar posisi dan sadar kenyataan kalau pernikahan mereka bukan atas cinta melainkan sebuah pernikahan paksa yang di lalukan oleh kedua keluarga besar mereka.


"Tapi Varo,asalkan kamu tahu kalau sejak awal keluarga kita menjodohkan kita aku sudah menaruh perasaan terhadap dirimu.Dan aku sangat berharap kita akan menjalani pernikahan pada umumnya setelah kita menikah namun mengapa kemu tidak menghagai perasaan dan pernikahan ini Al"ucap Aurin mengeluarkan unek-uneknya dengan tangisan yang mulai keluar membasahi wajahnya.


Karena walau perasaanya sudah kuat sejak awal menikah dengan Alvaro saat menghadapi sifat acuh dan dingin Alvaro,namun semua orang pasti akan mengalami hal yang namanya capek dalam menjalani segala sesuatu yang terus menerus mengores hatinya.


"Makanya kalau jadi orang jangan suka berharap"


"Karena tidak semua harapan menjadi kenyataan"lanjut Alvaro dengan sinis merasa muak dengan wanita yang berstatus sebagai istrinya ini.


Sudah sejak lama sebenarnya Alvaro muak dengan Aurin yang sangat berharap dengan dirinya agar bisa mencintai dirinya padahal jika bisa Alvaro katakan dengan dunia ia akan mengatakan bahwa sangat mustahil mencintai Aurin karena cintanya sudah semua ia berikan kepada Alina seorang.Namun karena menjaga keamanan dan kenyamanan terhadap Alina dirinya harus bisa menahan egonya untuk mengatakan kepada dunia bahwa Alina miliknya.


"Sudahlah kamu tidak usah menangis seperti itu,membuat aku malas mendegarkanya.Memangnya kamu pikir aku tidak tau kalau kamu yang mengajukan perjodohan kita di percepat bukan?"ucap Alvaro dengan sinis sambil memandang malas ke arah Aurin yang menurut dirinya sangat lebay dan alay.


Alvaro mengetahui kalau perjodohan dirinya dan Aurin memang atas keinginan kedua belah pihak keluarga besar mereka.Namun karena rasa yang di miliki Aurin terhadap Alvaro dirinya menyuruh orang tuanya agar membicarkan tentang perjodohan mereka agar bisa di percepat karena Aurin sudah tidak sabar menjadi istri Alvaro.


Memang benar pernikahan mereka yang di landasi perjodohan itu di percepat karena keinginan Aurin yang sangat pede bisa membuat Alvaro mencintai dirinya namun hal itu sampai sekarang tidak terjadi,bahkan Alvaro semakin hari semakin membenci Aurin.


Padahal Alvaro dulu sudah berusaha menunda pernikahan mereka dan keluarganya pun setuju namun karena desakan dari keluarga Aurin yang meminta pernikahanya di percepat membuat dirinya tidak bisa lagi menunda pernikahan itu karena ancaman dari keluarganya yang membuat dirinya lebih baik mengalah dari pada membuat orang yang ia sayang menderita karena perbuatan keluarganya yang sangat kejam itu.


"Hiks maafin aku Varo kalau semuanya salah aku yang membuat pernikahan kita di percepat,namun aku berharap mulai sekarang kita jalani pernikahan yang sesunguhnya ya.Aku janji akan berusaha belajar menjadi istri yang lebih baik lagi mulai sekarang"ucap Aurin dengan mengiba dengan di sertai tangisan kepada Alvaro agar bisa luluh terhadap permintaan dirinya.

__ADS_1


"Apa tadi katamu pernikahan yang sesungguhnya,ingat Aurin pernikahan sesungguhnya itu adalah pernikahan tanpa adanya paksaan untuk menerima pasangan.Dan sejak awal aku juga tidak berharap akan menjalani pernikahan impian terhadap dirimu karena sudah sejak awal aku di jodohkan aku sudah bersumpah tidak akan mencintaimu"ucap Alvaro dengan datar dan dingin merasa muak dengan Aurin yang sangat suka berharap itu.


"Tapi Varo aku yakin kalau kita pasti akan bisa menjalani pernikahan impian kalau kamu mau berubah dan berusaha mencintaiku.Aku juga yakin kalau semakin lama kamu akan mencintaiku asalkan kamu mau membuka hatimu untuk diriku Varo"jawab Aurin dengan percaya diri bahwa dirinya akan di cintai oleh Alvaro dalam waktu dekat.


"Hmm,sekarang aku tanya dengan cara bagaimana aku mencintai dirimu kalau aku saja tidak akan pernah membuka hatiku untuk kamu Aurin"ucap Alvaro dengan senyum miris terhadap wanita di hadapannya yang sangat percaya diri itu.


"Tentu saja itu hal yang mudah Varo,kamu harus sering pulang ke mansion utama agar kita bisa menghabiskan kebersamaan di dalam mansion ini,karena dengan kebersamaan maka akan tercipta perasaan hangat dan dengan perlahan akan timbul perasaan cinta di antara kita"ucap Aurin dengan semangat merasa Alvaro akan membuka hatinya untuk dirinya.


"Jangan percaya diri kamu,memangnya aku sudi pulang ke mansion yang seperti neraka ini.Tentu saja sangat mustahil kalau aku akan sering ke mansion yang layaknya neraka jahanam ini.Dan juga mustahil kalau aku akan mencintai kamu"jawab Alvaro dengan tenang tanpa menghiraukan ucapan Aurin yang sangat percaya diri.


"Sudahi harapanmu yang mustahil!!,Aurin sebelum kamu gila"lanjut Alvaro dengan cuek sambil meninggakan dari hadapan Aurin.


"ALVARO"panggil Aurin merasa kecewa dengan tanggapan Alvaro yang cuek dan tidak menghiraukan permintaanya itu.


Namun Alvaro hanya cuek tanpa peduli sambil terus melangkah keluar dari dalam kamarnya karena ia tidak mau terus menerus mendengarkan ucapan Aurin yang penuh harapan itu lagi pula ia banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan.


Aurin yang di tinggalkan oleh Alvaro merasa kesal ia pun menyusul langkah Alvaro yang lebih dahulu meninggalkan dirinya itu.


Bersambung.


 

__ADS_1


__ADS_2