Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 30_Alina Memang Cemburu.


__ADS_3

"Jadi kamu masih ingat masalalu kita dulu nggak Rose"ucap Alvaro yang sengaja menunda-menunda untuk bercerita.


Alvaro berencana ingin membuat Alina penasaran sehingga akan membuat Alina cemberut dan hal itulah yang paling Alvaro sukai.Raut muka Alina yang cemberut menambah kesan yang sangat lucu dan imut di mata Alvaro.


"Kok jadi masa lalu sih Al yang kamu bahas,bikin aku sebel saja tau nggak"ucap Alina dengan kesal terhadap Alvaro.


Rasanya Alina ingin sekali mencubit pipi Alvaro lantaran perasaan kesal bercampur dengan gemas.Saat di luaran sana Alvaro akan berperilaku dingin dan acuh tak acuh terutama terhadap perempuan.Namun saat bersama dirinya Alvaro akan berperilaku menyebalkan karena suka mengoda Alina yang membuat Alina berakhir kesal sedangkan Alvaro akan tertawa bahagia lantaran telah membuat Alina kesal.


"Yah soalnya aku itu mau cerita pas masalalu kita Rose,jadi aku tanya dulu kamu ingat ngak"jelas Alvaro dengan penuh kesabaran.


"Aku ngak ingat,jadi kamu sekarang cerita cepat jangan mengulur-ulur waktu dong"perintah Alina dengan tegas karena rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap apa yang akan di ceritakan oleh Alvaro.


"Baiklah-baiklah"


"Kamu ingat tidak jika masa SMA aku adalah most wanted boy di SMA Erlangga?"tanya Alvaro mengawali ceritanya.


"Hmm iya-iya kamu memang cowok paling tampan dan populer di SMA Erlangga jadi lanjutkanlah"jawab Alina dengan malas.


Menurut Alina rasanya Alvaro sangat sombong karena predikat most wanted boy di SMA Erlangga dulu,padahal Alina juga mendapatkan julukan most wanted girl di sekolah jadi mereka sangat serasi bukan dulunya,namun mereka harus terpisahkan karena keegoisan seseorang yang tidak setuju dengan hubungan mereka.


"Hmm kamu ingat kan pas hari pertama kita jadian aku jemput kamu ke rumah terus kita berangkat bareng nah,pas lewat koridor SMA banyak kan cewek yang muji aku tampan dan lain lain terus kamu ngambek sama aku,eh ternyata kamu cemburu karena banyak yang muji-muji aku."jelas Alvaro sambil tersenyum manis penuh kemenangan sembari mengingat masa lalunya bersama Alina yang sangat indah.


Blus.


Seketika itu pula raut wajah Alina yang putih langsung berubah memerah layaknya memakai blus on.Saat mendengar cerita Alvaro dirinya jadi ingat dulu sangat cemburu saat di koridor banyak yang memuji Alvaro,jadi dirinya ngambek seharian dengan Alvaro padahal saat itu mereka baru saja jadian.


"Alvaro"rengek Alina dengan cemberut karena sangat-sangat merasa malu dengan cerita masa lalunya.


"Apa Rose,kamu ingat kan pas itu kamu ngak mau omong sama aku bahkan saat aku ajak ke kantin saja kamu juga ngak mau.Kamu itu kalau cemburu dulu sangat menyebalkan tau aku harus bujuk kamu berhari-hari agar kamu ngak ngambek sama aku,itu pun kamu harus aku sogok dulu sama makanan kesukaan kamu hahahaha"ucap Alvaro sambil menceritakan kisah mereka.


"Ihh udah dong jangan bikin aku malu"ucap Alina sambil menjambak rambut Alvaro dengan gemas.

__ADS_1


"Aww aduh Rose jangan jambak rambut aku dong sakit tau"rengek Alvaro karena tiba-tiba saja Alina menjambak rambutnya,walau tak keras namun tetap saja Alvaro merasakan geli karena jambakan Alina tak main-main.


"Makanya kamu jangan terus ledek aku dong"ucap Alina dengan sebal,tanpa mau melepas tanganya dari rambut Alvaro.


"Iya-iya ampun dong Rose nanti rambut aku patah tau"ucap Alvaro memohon ampun kepada Alina agar melepas jambakannya.


"Oke deh,karena aku baik hati maka aku lepas"ucap Alina dengan senyum manis dengan penuh kemenangan bisa membuat Alvaro memohon ampun dengan dirinya.


"Huh ternyata kebiasaan kamu nggak berubah ya Rose kalau lagi sebal sama aku kamu pasti jambak rambut aku"ucap Alvaro sambil mengusap-usap rambutnya.


"Hmm entahlah"jawab Alina bodo amat.


"Rose,jujur deh sama aku"ucap Alvaro yang tiba-tiba saja berubah menjadi seriusĀ 


Membuat Alina juga berubah menjadi serius karena sepertinya Alvaro akan mengucapkan hal yang serius dan tak main-main.


"Jujur soal apa Al"tanya Alina sambil memandang mata tajam milik Alvaro.


"Apaan sih Al?kamu kok tanya kayak gitu banget,emang kamu penasaran sama jawaban aku Al"ucap Alina yang tiba-tiba saja merasa gugup lantaran Alvaro kali ini sangat serius.


"Jika aku jawab jujur maka jawabanya iya Rose aku sangat penasaran dengan jawaban dari kamu"ucap Alvaro penuh harap sambil memandang ke arah Alina.


Mendengar ucapan Alvaro tentu saja hal tersebut membuat Alina berperang dengan pikiranya haruskah ia jujur atau bagaimana,karena Alina saat ini tidak tau hubungan mereka sebatas bos dan sekretaris atau lebih.


"Rose,kok malah diam saja sih"ucap Alvaro menyadarkan Alina dari lamunanya.


"Emang kamu berharap banget ya kalau aku jawab iya?"tanya Alina yang sepertinya ingin mengulur-ulur waktu.


Jujur Alina juga butuh waktu untuk berfikir tentang perasaannya,apakah iya cemburu atau tidak sama sekali.


"Iya Rose aku sangat berharap banget kamu bilang iya namun kalau kamu memang tidak cemburu katakan tidak juga tak apa.Aku tak mau membebani kamu atau memaksa kamu Rise"jawab Alvaro kali ini dengan sangat bijaksana karena dirinya tidak mau membuat Alina merasa terkekang.

__ADS_1


"Baiklah aku akan jawab jujur tapi kamu jangan kecewa ya"ucap Alina dengan memandang Alvaro dengan sorot mata yang tidak dapat di artikan.


"Hmm tentu saja aku akan menerima dengan lapang dada"jawab Alvaro yang berusaha ikhlas apalagi saat dirinya melihat sorot mata Alina yang tak terbaca.


Alvaro seketika merasa cemas dengan jawaban yang akan Alina berikan,jika Alina bicara iya maka Alvaro akan senang karena sesuai rencana namun jika tidak maka Alvaro akan tetap berusaha.


"Aku_"


Tut.tut.tut.


"Hmm tunggu Rose aku angkat telefon dulu"ucap Alvaro memotong ucapan Alina lantaran tiba-tiba saja hp di saku celananya bergetar berulang-ulang.


Kemudian Alvaro menjauh sedikit dari Alina untuk mengangkat telefonnya.


"Apa"


"Baiklah saya akan segera menuju ke sana sekarang juga"


Begitulah sekiranya yang dapat Alina dengar saat Alvaro mengangkat telefonya,terlihat Alvaro sangat panik dan khawatir sekali.


"Rose aku pergi dulu ya karena ada urusan mendesak aku minta tolong nanti kamu handle dan atur ulang jadwal meeting aku ya karena aku harus pergi dulu sekarang ada hal mendesak yang aku selesaikan"ucap Alvaro dengan tergesa-gesa bahkan tanpa mendegar jawaban dari Alian Alvaro langsung melangkah meninggalan ruangan miliknya dengan sangat panik.


Alvaro seakan tidak memikirkan perasaan Alina saat ini,apakah Alvaro tidak bisa menghargai Alina sedikit saja.


"Aku memang cemburu Al"jawab Alina setelah melihat bayangan Alavaro hilang di balik pintu,namun suara Alina terdengar sangat parau.


Namun pernyataan Alina seakan tidak penting lantaran Alvaro sudah pergi meninggalkan Alina sendirian.


Kemudian dengan cepat ia keluar dari ruangan Alvaro menuju ruangan dirinya untuk menenangkan pikiranya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2