Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 33_Kamu Pilih Aku Atau Pekerjaan Kamu Rose?


__ADS_3

"Alina" panggil Melodi dengan keras saat melihat Alina yang melangkah dengan tergesa-gesa saat mereka berpapasan di lobby perusahaan.


"Eh Mel" jawab Alina sambil menghentikan langkahnya yang tergesa-gesa.


"Kenapa loe kok tergesa-gesa banget sih Lin, waktu istirahat masih lama kali nggak usah takut kalau soal makan siang" ucap Melodi sambil tertawa pelan tanpa melihat raut muka Alina yang saat ini sudah sangat khawatir sekali.


"Eh aku nggak mau cari makan Mel" ucap Alina yang bingung harus jawab apa pertanyaan datu Melodi.


"Lah terus kalau nggak cari makan loe ngapain tergesa-gesa kayak gitu?"  tanya Melodi dengan sangat penasaran.


"Emm aku tuh lagi mau menghadiri meeting dengan klien, karena tuan muda Alvaro sedang ada masalah mendesak yang membuat dirinya tak bisa menghadiri meeting ini" jawab Alina memberi alasan yang bingung harus menjawab pertanyaan dari Melodi, karena memang Alina sedang ada urusan mendadak yang sangat penting dan tidak mungkin ia memberitahukan hal tersebut kepada Melodi lantaran ini adalah masalah yang sifatnya sangat pribadi


"Loh kok lie sih yang menghadiri meeting, memangnya tuan muda Alvaro kemana Lin?" tanya Melodi yang merasa aneh lantaran kalau tuan muda Alvaro tidak bisa menghadiri meeting maka yang biasanya mewakili saat itu adalah asisten Reno.


"Hmm kalau itu gue nggak tau Mel, karena tadi tuan muda Alvaro hanya nyuruh gue dengan menelpon gue untuk menghadiri meeting ini" jawab Alina secara asal agar Melodi percaya, karena waktunya sudah sangat tidak banyak buat Alina terus mengobrol dengan Tata.


"Oh begitu toh, yaudah sana Lin kalau mau berangkat takutnya klien udah nunggu lama" ucap Melodi sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti dan mempersilahkan Alina untuk bisa pergi.


"Oke Mel, gue duluan ya" pamit Alina sambil melangkah keluar dari perusahaan dengan langkah yang terburu-buru kembali.


"Oke Lin" ucap Melodi sambil memandang Alina yang sudah melangkah jauh ke depan perusahaan.


"Hmm kok Alina kayak aneh begitu ya kayak orang panik, tapi ya sudah lah mungkin Alina memang sedang dalam urusan yang benar-benar panik karena meeting dadakanya" ucap Melodi yang di sertai membuang-buang asumsi kecurigaan.


Sementara Alina yang melangkah terburu-buru sambil keluar dari dalam perusahaan merasa sangatlah lega sambil menghela nafas dengan sangat kasar karena bisa lolos dari pertanyaan Melodi.


"Huh lega bangget bisa lolos dari kecurigaan Melodi, bener-bener bikin takut orang saja" guman Alina dalam hati sambil menunggu seseorang yang sudah di janjikan oleh seseorang juga yang akan menjemput dirinya di sini untuk menuju ke suatu tempat.

__ADS_1


Tit.tit..tit…


Bunyi klakson dari sebuah mobil mewah yang berhenti di depan dimana Alina berdiri.


"Apakah benar anda nona Rosalina Wilson" tanyanya sambil membuka kaca mobil mewah tersebut.


"Emm benat saya adalah Rosalina Wilson" jawab Alina dengan penuh keyakinan.


"Baiklah silahkan anda masuk nona, karena tuan muda Al sudah menunggu anda" seru seseorang tersebut yang Akina yakini adalah anak buah dari Alvaro, karena tidak semua orang bisa memanggil Alvaro Dipta Dirgantara dengan sebutan tuan Al hanya segelintir orang saja yang boleh memanggil Alvaro dengan sebutan Al saja.


"Terima kasih" jawab Alina sambil masuk ke dalam mobil mewah tersebut.


Selanjutnya di dalam mobil hanya terjadi keheningan lantaran Alina bukanlah orang yang terlalu humoris, apalagi saat ini pikiranya sedang tertuju dengan Alvaro yang membuat dirinya sangatlah khawatir.


Flashback.


Saat Alina sedang fokus terhadap pekerjaan dirinya di kejutkan dengan bunyi panggilan telepon dari ponselnya yang terus menerus berbunyi yang membuat ia menunda pekerjaannya untuk mengangkat telepon tersebut dahulu.


Dengan segera pula Alina mengangkat panggilan dari Alvaro lantaran takut ada hal penting yang ingin di sampaikan.


"Hallo Al" sapa Alina sambil melanjutkan pekerjaannya mengetik di layar komputer dengan menaruh handphone di telinga dengan jari lentiknya terus mengetik berkas-berkas yang sangat penting.


"Rose" ucap Alvaro di seberang sana dengan suara yang sangat lirih, dimana hal tersebut sontak saja membuat Alina semakin sangat penasaran sekaligus merasa was-was takut terjadi sesuatu dengan Alvaro.


"Al kamu kenapa?" tanya Alina dengan sangat panik bahkan ia mengabaikan pekerjaannya dengan fokus ke panggilan teleponnya.


"Rose aku butuh kamu" ucap Alvaro di seberang sana dengan suara serak dan lirih.

__ADS_1


"Al jawab pertanyaanku sekarang kamu kenapa?" tanya Alina kembali dengan sangat panik lantaran suara Alvaro yang sangat berbeda dari biasanya itu.


"Nanti aku jelaskan Rose sekarang yang aku butuhkan hanya kamu, aku mohon sama kamu datang ke villa aku sekarang Rose" ucap Alvaro menyuruh Alina untuk datang ke villa pribadi miliknya.


"Baiklah-baiklah Al, aku akan datang ke villa kamu tapi kamu tahu sendiri bukan kalau aku tidak tahu dimana letak villa kamu serta saat ini aku sedang bekerjaan tidak mungkin aku meninggalkan pekerjaanku begitu saja Al" jawab Alina dengan perasaan serba bingung, di satu sisi dirinya sangatlah khawatir dengan keadaan Alvaro, namun  di sisi lain ia juga tak mungkin meninggalkan pekerjaannya begitu saja bisa saja ia di 0ecat lantaran masih anak baru yang bekerja dengan tidak becus.


"Rose untuk masalah pekerjaan biarkan saja, nanti aku akan menghubungi Reno kalau kamu ada masalah genting terkait dengan aku, dan untuk masalah kamu tidak tahu villa aku maka nanti aku akan utus salah satu anak buahku untuk menjemput kamu, kamu tinggal tunggu di gerbang perusahan saja" jelas Alvaro memberi solusi terhadap Alina lantaran ia memang benar-benar membutuhkan Alina saat ini.


"Baiklah aku setuju dengan apa yang kamu bicarakan, nanti setelah aku menyelesaikan satu berkas ini Al karena imj benar-benar penting" jawab Alina dengan tidak enak.


"Kamu pilih aku atau pekerjaan kamu Rose?" tanya Alvaro yang nada bicaranya terdengar begitu dingin membuat Alina merasa takut.


"Lagi pula aku bosnya jadi tidak akan ada yang memecat kamu kalau itu yang kamu takuti karena semua tergantung keputusanku" lanjut Alvaro dengan nada dingin.


"Tapi aku_"


"Tidak ada tapi-tapian sekarang juga kamu keluar dari dalam perusahaan menuju gerbang perusahaan dan tunggu sampai mobil yang di kendarai oleh anak buahku sampai di hadapan kamu" perintah Alvaro memotong ucapan Akian dengan sangat tegas.


"Baiklah Al, aku akan segera keluar sekarang" jawab Alina yang pasrah dengan perintah yang di berikan oleh Alvaro karena sejak dulu dirinya sangat takut jika Alvaro sudah berbicara dingin dan tegas terhadap dirinya.


"Hmm"


Tut.


Setelah kata "hmm" yang di ucapkan oleh Alvaro dapat Alina lihat dan dengar Alvaro telah memutuskan panggilannya secara sepihak.


"Ada apa sebenarnya dengan kamu Al" guman Alina lirih sebelum dirinya membereskan ruang kerjanya dan keluar dari dalam perusahaan sesuai perintah dari Alvaro.

__ADS_1


Flashback off.


Bersambung.


__ADS_2