
"Segitukah sulitnya hidup kamu Rose"batin Alvaro di dalam hati sembari memperhatikan Alina yang sudah hilang karena memasuki gang tersebut.
Alvaro juga belum kunjung untuk pergi mengendarai mobilnya dari tempat dimana ia menghentikan mobilnya atas perintah dari Alina.Saat ini bahkan pandangan matanya kosong menerawang tentang kehidupan Alina yang saat ini jauh dari kata baik.
Alvaro juga sedang berfikir cara apa yang harus ia lakukan agar bisa membalas penderitaan mereka berdua karena harus terpisah dalam kurun waktu yang cucup lama kepada seseorang yang dekat dengan Alvaro bahkan sangat dekat.
"Entalah balasan apa yang setimpal dengan perbuatan kalian dimasa lalu terhadap diriku dan Alina"ucap Alvaro dengan rahang mengeras mengingat apa yang ia ketahui saat dirinya remaja.
Flashback.
Di sebuah kamar dengan desain serba gelap saat ini seorang pemuda yang sangatlah tampan dan rupawan saat ini tengah di landa kegelisahan karena saat ini gadis yang berstatus pacarnya itu belum kunjung menjawab panggilan dari dirinya.Padahal tadi saat ia mengantarkan gadisnya pulang ia sudah berjanji akan menghubungi dirinya jika sidah sampai rumah,namun ternyata sampai saat ini belum juga ada pesan ataupun panggilan dari gadisnya padahal hari sudah beranjak malam.
"Kamu kemana aja sih Rose,jangan buat aku khawatir karena kamu tidak bisa di hubung.Aku takut kamu kenapa-kenapa karena sampai saat ini belum juga bisa di hubungi"guman pemuda itu sambil berlalu lalang bolak-balik di dalam kamarnya sembari memegang poselnya untuk menghubungi gadisnya.
Yah pemuda itu adalah Alvaro Dipta Kusuma,sang tuan muda dari keluarga Dirgantara.Tidak banyak yang mengetahui tentang Alvaro sang tuan muda Dirgantara karena dirinya sengaja menyembunyikan identitas dirinya sebagai tuan muda Dirgantara karena ia ingin mencari seseorang yang tulus berteman serta menerima dirinya apa adanya tanpa status kekayaan dan kekuasaan.
Dan yah Alvaro berhasil mendapatkan sosok yang tulus menerima dirinya apa adanya tanpa status kekayaan.Ia berhasil mendapatkan sosok gadis yang cantik dan baik serta sederhana yang membuat ia jatuh cinta pada pandangan pertaman,gadis tersebut ada Rosalina Wilson,gadis yang menjadi cinta pertama sekaligus gadis yang akan menjadi cinta terakhir Alvaro.
Saat dirinya sedang di landa kegelisahan karena gadisnya tak kunjung memberi kabar,tiba-tiba saja pintu kamar miliknya di ketuk oleh seseorang dari luar yang membuat lamunanya buyar seketika.
Tok.tok.tok.
Bunyi pintu yang di ketuk dari luar oleh seseorang membuat mau tidak mau Alvaro harus membuka pintu tersebut.Dengan malas Alvaro membuka pintu kamar tersebut dan tampaklah pelayan di mansion milknya sedang berdiri tepat di depan pintu.
"Selamat malam tuan muda"sapanya kepada Alvaro
"Hmm ada apa?"tanya Alvaro to the poin dengan suara yang dingin.
"Anda di suruh oleh nyonya untuk malam bersama keluarga besar di ruang makan tuan"jawab pelayan tersebut karena ia takut dengan sifat tuan muda Alvaro yang sangat dingin.
__ADS_1
"Suruh tunggu"jawab singkat Alvaro.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dahulu"pamit pelayan tersebut dengan terburu-buru agar terhindar dari tatapan dingin Alvaro.
Tanpa menjawab ucapan pelayan tersebut Alvaro masuk kembali ke dalam kamarnya untuk cuci muka dahulu.Alvaro juga mengecek kembali ponsel miliknya untuk melihat apakah Alina mengirim pesan terhadap dirinya atau tidak,dan kekecewaan tampak di wajahnya karena tidak ada satu pun pesan maupun log panggilan masuk dari gadisnya.
"Aku berharap setelah aku kembali dari makan malam kamu sudah menghubungi aku sayang"guman pelan Alvaro,entahlah mengapa ia mempunyai firasat yang tidak enak yang membuat dirinya semakin gelisah.
Akhirnya dengan langkah malas Alvaro melangkah menuju ke arah ruang makan keluarga Dirgantara.Saat sudah sampai di sana ia bisa melihat keluarga besarnya yang saat ini tengah menunggu dirinya.Di meja makan tersebut nampak keluarga besar Dirgantara telah berkumpul menunggu dirinya.
"Selamat malam Varo"sapa beberapa anggota keluarga besar Dirgantara tak kala melihat kedatangan Alvaro sang tuan muda keluarga Dirgantara.
"Hmm"hanya sebuah deheman singkat balasan yang Alvaro tunjukan,dan mereka memakluminya.
"Baiklah karena Alvaro telah kemari,jadi kita mulai makan malam ini saja"titah kakek Dirgantara orang nomor satu sekaligus orang paling di hormati di keluarga Dirgantara.
"Baik kek"balas para cucu Dirgantara,namun kecuali Alvaro karena ia hanya diam tanpa membalas ucapan kakeknya.
Makan malam saat ini dalam keadaan hening,hanya suara sendok beradu dengan piring saja yang terdengar di ruang makan yang sangat luas itu.Alvaro juga makan dengan tenang dan hening walau sejujurnya dalam hatinya ia sedang resah memikirkan gadinya yang tak kunjung memberi kabar,tidak seperti biasanya.
Setelah selesai menyantap hidangan makan malam tersebut Kakek Dirgantara memulai obrolan singkat di meja makan terhadap keluarganya terutama terhadap Alvaro cucu kesayanganya.
"Varo ada yang ingin kakek bicarakan terhadap kamu,bisakah kita berbicara dahulu"cegah kakek Dirgantara saat melihat cucu kesayangannya sudah mau beranjak pergi dari ruang makan.
"Tentang?"tanya Alvaro sembari memandang kakeknya itu.
"Tentang gadis yang saat ini tengah menjadi kekasih kamu Varo"jawab kakek Dirgantara tanpa banyak alasan karena cucunya ini tidak suka dengan orang yang berbasa-basi.
"Bukankah sudah aku bilang tidak ada satu orang pun yang berhak ikut campur urusanku dengan gadisku,jadi aku minta kakek berhenti mengurusi hubunganku denganya"jawab Alvaro dengan pandangan mengiminasi lawan bicaranya.
__ADS_1
"Pokonya kakek tidak akan pernah setuju hubungan kamu dengan dirinya titik Varo,jadi sekarang kita ke ruang keluarga karena ada yang ingin kakek sampaikan"perintah kakek Dirgantara tanpa melihat muka cucunya yang sudah memerah menahan amarah.
"Terserah"jawab acuh Alvaro tanpa peduli dengan siapa ia bicara.Selanjutnya Alvaro melangkah meninggalkan meja makan menuju kamarnya karena saat ini perasaannya mulai resah dan tidak enak,entah apa alasanya.
"Varo"
"Alvaro Dipta Dirgantara"teriak marah kakek Dirgantara karena Alvaro tidak mendengarkan ucapanya,sementara yang lainya hanya bisa diam tanpa bersuara,karena takut semakin menimbulkan kemarahan dari kakek Dirgantara.
Namun yang di panggil hanya acuh dan melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang.Alvaro sungguh begitu muak dengan keluarganya yang selalu mengatur kehidupanya,bahkan keluarganya juga mengatur tentang hubungan Alvaro,mereka tidak pernah setuju dengan hubungan Alvaro dan Alina,entahlah Alvaro juga tidak mengetahui alasanya.
Saat sudah sampai di kamar Alvaro segera membuka layar handphonenya dan betapa ia sangat senang luar biasa karena Alina mengirim pesan terharap dirinya,setelah dirinya menunggu hal tersebut sedari tadi.Dengan cepat-cepat Alvaro membuka pesan dari Alina dan membacanya,seketika perasaan bahagia yang baru saja Alvaro rasakan berubah menajadi rasa cemas,takut,dan gelisah secara bersamaan karena pesan yang di kirimkan Alina.
"Selamat tinggal Alvaro,semoga kamu selalu di limpahkan kebahagian tanpa diriku Al"
Saat membaca pesan tersebut dunia Alvaro seakan hancur,karena ia takut dengan kemungkinan yang terjadi sesuai dengan apa yang ia pikirkan.
Karena kalut dan di hantui rasa takut malam itu juga Alvaro mendatangi kediaman Wilson untuk mememui Alina,namun apa yang ia takutkan terjadi Rose gadis yang menjadi cinta pertamnya telah pergi entah kemana.
Semejak saat itu dunia Alvaro seakan hancur karena kehilangan cinta pertamanya.Hidupnya mulai tak terarah karena tidak menemukan keberadaan Alina,ia mulai menghabiskan waktu dengan pergi ke Club malam dan meminum alkohol di setiap malamnya berakhir dengan mabuk.Namun saat itu ia beruntung memiliki sahabat yang tulus dan sebaik David yang mulai menyadarkan Alvaro agar bisa bangkit dari keterpurukan dan yah Alvaro berhasil bangkit dari jurang kehancuran karena ada David yang selalu menyadarkan apa yang telah Alvaro lakukan.
Alvaro mulai bangkit saat itu dan mulai mencari tahu alasan Alina pergi meninggalkan dirinya tanpa kabar dan Alvaro begitu marah saat mengetahui alasan hancurnya hubungan dirinya dan Alina adalah orang terdekatnya sendiri,dan Alvaro saat itu bersumpah akan membalaskan rasa sakit yang ia rasakan dengan lunas.
Alvaro juga berusaha mencari Alina tanpa lelah namun tidak membuahkan hasil apapun,bahkan ia pernah putus asa namu semangat dan dukungan dari David ia mampu berjuang hingga kini.
Flashback off.
"Angghhhhhh aku bersumpah rasa sakit yang dulu aku dan Rose rasakan akan ku bayar lunas kepada kalian semua"teriak Alvaro yang masih berada di dalam mobil dengan muka merah penuh emosi saat ia mengingat masa lalunya yang sangat suram dan penuh kesedihan
Bersambung.
__ADS_1