
Setelah melajukan mobilnya di atas rata-rata Alvaro menghentikan mobilnya untuk meredam emosinya sebentar saja.Karena ia takut jika tetap menjalankan mobilnya dengan emosi yang masih berada di ubun-ubun akan membahayakan keselamatan dirinya,karena bisa saja saat itu ia larut dalam pikirannya dan mengalami kecelakaan karena tidak bisa konsentrasi.
"Huftttt rumit"guman Alvaro sambil membuang nafasnya dengan kasar.
Pikiran Alvaro saat ini sedang memikirkan rencana kedepanya agar bisa menceraikan Aurin dan membina rumah tangga dengan Alina,namun itu sangatlah susah apalagi kalau sampai keluarga besarnya dan keluarga Aurin mengetahui maka bisa di pastikan oleh Alvaro kalau hidup Alina tidak akan tenang karena ia sangat hafal dengan tabiat keluarganya.
Setelah larut lama dalam pikiranya Alvaro kembali menjalankan mobilnya dengan mengurangi kecepatan daru yang tadi ia kendarai.
Ternyata tempat yang di tuju Alvaro adalah tempat kemaren dirinya menurunkan Alina saat mengantarkan Alina pulang.Alvaro menghentikan mobilnya tepat di depan halte yang tak jauh dari gang tempat tinggal Alina.Alvaro akan menunggu Alina dengan sabar karena bisa di bilang ia meninggalkan rumah dalam waktu yang masih benar pagi.Mungkin ia akan menunggu Alina sekitar dua jam lebih lamanya.
"Hufft sampai lupa buka handphone lagi,ini semua karena drama yang sangat memuakan itu"guman Alvaro mengingat jika ia belum membuka handphonenya sejak tadi malam karena ia larut dalam drama rumah tangga yang di perankan oleh istrinya sendiri.
Bahkan dirinya melupakan untuk membaca balasan pesan dari Alina saat tadi malam dirinya mengirim pesan namun ia belum melihat apakah sudah di balas oleh Alina atau belum,karena tadi pagi saat dirinya mengecek belum ada balasan dari Alina.Dengan segera Alvaro membuka room chat antara diirnya dan Alina.
"Astaga"guman Alvaro merasa bersalah terhadap Alina saat ia melihat banyak rentetan pesan yang Alina kirimkan tadi pagi sepertinya saat dirinya ribut dengan Aurin sehingga ia tidak membukanya namun belum ia baca bahkan ia balas.
Alina:"Maaf Al aku baru balas pesanmu karena tadi malam aku tidur lebih awal karena merasa capek"
Alina:"Al apakah kamu marah terhadapku karena tadi malam tidak menjawab pesan yang kamu kirimkan?"
Alina:"Jika kamu marah aku minta maaf ya,soalnya tadi malam aku benar-benar capek"
Alina:"Al"
Alina:"Good morning Alvaro"
Begitulah sekiranya pesan yang di kirimkan oleh Alina terhadap Alvaro,walau terkesan lebay namun memang dulu saat mereka pacaran di bangku SMA,jika Alina lama membalas pesan yang di kirimkan oleh Alvaro maka Alvaro akan ngambek seharian yang membuat Alina kebingungan sendiri.
__ADS_1
Karena merasa bersalah telah membuat Alina sedih maka dengan segera Alvaro menelfon Alina agar memastikan kalau dirinya tak akan marah.Mulai saat ini Alvaro akan berjanji akan lebih dewasa lagi dalam menjalani hubungan dengan Alina karena usia mereka bukanlah usia remaja yang masih sangat labil,kalau ada masalah sedikit-sedikit ngambek.
Tut.tut.tut.
Pada bunyi panggilan ke dua Alina yang berada di seberang sana baru menjawab panggilan dari Alvaro,karena ia baru saja menyelesaikan pekerjaanya yaitu menyapu,mencuci baju,mengepel,bahkan memasak dan pekerjaan lainya.
"Iya hallo Al"jawab Alina di seberang sana dengan masih fokus dengan menghidangkan sarapan di atas meja.
"Haii Rose"sapa Alvaro dengan senyum manis sangat manis dan jika ada orang yang melihatnya mereka yakin akan langsung merasa terpesona karena memang sosok Alvaro yang selama ini akan selalu tampil dengan raut muka datar,dingin dan tatapan tajamnya yang mampu membuat mereka merasa ketakutan,namun semua itu berbeda saat berbicara dengan Alina.
"Iya hai juga Al"jawab Alina dengan suara yang sangat lembut mampu membuat Alvaro yang mendegarkanya merasa samai dan nyaman.
"Emm kenapa kamu menelfon aku pagi-pagi begini Al?"lanjut Alina bertanya dengan begitu penasaran mengapa Alvaro menghubungi dirinya saat pagi-pagi sekali.
"Hmm aku mau minta maaf Rose,karena tadi tidak menjawab panggilan dari kamu karena tadi aku masih ada urusan jadi tidak membuka handphone.Aku minta maaf ya jadi kamu jangan marah sama aku"ucap Alvaro memberikan penjelasan dengan lembut dan nada merengek kepada gadis yang menjadi cinta pertamanya sekaligus menjadi gadis yang menempati hatinya dari dulu sampai sekarang.
"Astaga Al,kamu bikin aku tertawa ngakak aja deh"
"Begini ya Al,aku sama sekali ngak marah kok sama kamu.Seharusnya aku yang bertanya kayak gitu ke kamu haha"lanjut Alina sambil tertawa ringan di seberang sana merasa sangat lucu dengan perilaku Alvaro yang sekarang.
Inilah hal yang selalu membuat Alina merindukan sosok Alvaro,sifat Alvaro memang akan terlihat mengemaskan dimata Alina.Begitu pula Alina sangat mencintai Alvaro dari dulu bahkan sampai saat ini.
"Aku ngak marah kok Rose,lagian kan kamu tadi malam capek jadi aku yakin kalau kamu pasti lelah jadi langsung ketiduran deh"jawab Alvaro sambil senyum-senyum sendiri.
Rasa emosi yang ia dapatkan dari para anggota keluarganya saat ini seketika lenyap saat mendegar ucapan serta suara Alina yang sangat membuat perasaanya tenang dan nyaman.
"Sekali lagi maafin aku ya Al"ucap Alina yang terlihat masih merasa kurang enak dengan Alvaro.
__ADS_1
"Hey Rose dengarkan Alvaro ya"
"Bahwa Al sama sekali tidak marah sama Rose jadi jangan merasa bersalah lagi bahkan sedih karena itu akan membuat Al merasa sangat bersalah sama Rose"lanjut Alvaro dengan suara yang tegas agar Alina tidak kembali merasa bersalah.
"Baiklah Al,aku hanya takut kamu akan ngambek sama kayak dulu pas kita pacaran di bangku SMA.Kamu ngambek sama Rose karena ngak jawab pesan dari Al,terus kamu jalan sama cewek lain"suara Alina yang terdengar sedih mengingat masa lalunya bersama Alvaro.
Dulu saat mereka pacaran di bangku SMA banyak masalah dan drama kecil yang terjadi di dalam hubungan Alina dan Alvaro yang terkadang menjadi masalah.Namun secara tidak langsung dengan adanya drama kecil-kecil itulah hubungan mereka tidak monoton bahkan hubungan mereka lebih berwarna saat banyak drama dan masalah yang terjadi.
Jadi dalam hubungan jangan jadikan masalah yang sedang terjadi menjadi hal yang paling menyedihkan,karena mungkin itu adalah cara tuhan agar hubungan lebih berwarna dan tidak membosankan yang menyebabkan putusnya hubungan yang menjadikan kita ngesad berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
"Hey baby maafkan Al ya karena dulu Al suka ngambek sama Rose yang membuat Alvaro berfikir untuk membalas perasaan kesal Al dengan membuat hati Rose sedih"ucap Alvaro yang terdengar begitu menyesal dengan kelakuan labilnya di masa lalu.
"Sudah Al masalalu biarlah berlalu sekarang kita menata masa depan dengan sebaik-baiknya"ucap Alina dengan bijak.
"Baiklah Rose,oh ya kamu aku tunggu di depan halte,cepat kemari ya soalnya aku sendirian jadi kesepian"perintah Alvaro dengan tegas.
"Apa?yasudah aku akhiri panggilannya dulu ya soalnya mau segera siap-siap"pamit Alina yang merasa terkejut ternyata Alvaro menjemput dirinya.
"Oke bay Rose"
"Bay juga Al"jawab Alina kemudian mematikan sambungan teleponya karena ia harus siap-siap dengan cepat merasa tak enak kalau Alvaro menunggu dirinya terlalu lama.
Sementara Alvaro yang berada di dalam mobil merasa sangat bahagia bisa merasakan momen kembali bersama dengan Alina.
"Rose,Al berjanji akan lebih dewasa"guman Alvaro dengan pandangan lurus ke depan sambil memikirkan langkah selanjutnya yang harusa ia ambil untuk bisa bersama dengan Alina.
Bersambung.
__ADS_1