Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 37_Awal Sebuah Kebohongan.


__ADS_3

"Jadi, apakah kamu juga masih mencintaiku Rose" tanya Alvari dengan suara seraknya serta tatapan tajam memandang bola mata indah milik Alina yang berada di bawah kukungannya saat ini.


Deg.


Rasanya jantung Aera berhenti berdetak seketika mendengar pertanyaan dari Alvaro, rasanya Alina sangat tidak bisa bergerak dan terus terpaku menghadap ke arah Alvaro di karena  mata Alvaro uang mampu membius seluruh sarafnya hingga tak dapat melakukan apapun.


Huftt.


Tiba-tiba saja Alvaro meniup muka Alina dengan lembut hingga helaan nafas Aovaro mampu menyapu mukanya dengan sangat lembut di sertai perasaan.


"Rose" panggil Alvaro dengan sangat seraknya.


Entah mengapa saat ini pikiran Alvaro tertuju dengan bibir tipis milik Alina yang berwarna pink yang sangat imut dan lucu menurut Alvaro.


Cup.


Entah setan apa juga yang merasuki Alvaro hingga ia tidak bisa menahan perasaannya untuk mencium bibir milik Aera. Alvaro sudah tak bisa menahan rindu lagi terhadap bibir berwarna pink alami itu.


Saat mereka dulu pacaran mereka memang sudah sering melakukan kissing bahkan lebih, namun pada saat itu status mereka sudah jelas pacaran. Namun saat ini status mereka belum jelas tentu saja akan merasa sangat canggung kalau Alvaro tiba-tiba menciumnya.


Namun mungkin rasa canggung yang di miliki Alvaro untuk Alina tidak ada hingga ia nekat mencium bibir Alina dengan sangat lembutnya.


"Emm" desah Alina tanpa sengaja saat tiba-tiba saja Alvaro mengigit bibir bagian bawahnya.

__ADS_1


Saat Alvaro mengigit bibir bagina bawahnya tentu saja Alina dengan spontan langsung membuka bibirnya hingga ebuat lidah Alvaro bermain-main di dalam mulut Aljna dengan sangat fanasmya.


Alvaro begitu seperti merasa mabuk saat ******* bibir Alina lantaran rasanya begitu manis, sesuatu hal yang paling Alvaro sukai dulu adalah menikmati bibir Alina.


"Emm stophh Al" desah Alvaro di sela-sela ciumannya saat merasakan tangan Alvaro sudah aktif meraba-raba punggungnya.


Alina memang sempat jatuh dalam pesona Alvaro saat menciumnya namun Alina masih sadar akan batas kewajaran, saat tangan Alvaro akan menjamah punggungnya serta area dadanya tentu saja ia langsung menghentikan apa yang akan di lakukan oleh Alvaro.


Lantaran Aluna tahu batasnya dan tidak mau terjadi sesuatu hal yang tidak ia harapkan, lagi pula statusnya dengan Alvaro saat ini belum pasti, Alina tidak mau merasakan sakit yang lebih dalam lantaran belum mengetahui kehidupan Alvaro yang saat ini.


"Al" teriak Alina saat Alvaro tidak menghiraukan ucapanya, malah saat ini ciuman Alvaro berpindah ke leher Aera hingga menjilat telinga Aera.


"Ahh sial" unoat Alvaro sambil menghela nafas dengan kasar lantaran nafsunya sudah sampai di ubun-ubun, namun dirinya tidak tega saat melihat raut muka Alina yang memelas meminta Alvaro untuk menghentikan apa yang di lakukan oleh Alvaro.


"Hmm maaf Rose" ucap Alvaro dengan raut muka menyesal,namun sangat berbeda dengan hatinya lantaran dengan brengseknya Alvaro ingin lebih dari hanya sekedar ciuman.


"Ishh kamu mah nggak bisa nahan diri" ucap Alina dengan kesal, saat ia akan marah dengan Alvaro ia tidak bisa melakukan hal tersebut lantaran melihat raut wajah penyesalan Alvaro yang membuat ia tidak tega untuk sekedar marah dengan Alvaro.


"Ya mau gimana lagi Al, aku sekarang sudah laki-laki dewasa sangat sulit lah mengontrol hawa nafsu apalagi sama gadis yang sangat aku cintai ini tentu saja melihat bibir kamu yang menggoda itu membuat aku khilaf" jawab Alvaro dengan jujur tanpa mengubah posisinya saat ini.


"Hmm perasaan saat kamu usia remaja dulu kamu juga sudah nafsuan kok Al sama aku" seru Alina mengingat gaya pacaran mereka yang di katakan bebas lantaran Alina terbujuk rayuan maut Alvaro yang kala itu sifatnya dingin saat belum kenal, dan saat sudah pacaran dengan Alina sifat Alvaro yang sebenarnya Alvaro yang mesum terungkap sudah karena Alvaro sering mesumin Alina dimanapun berada.


"Hehehe tapi sekarang aku sudah dewasa jadi kamu tahukan kalau nafsu aku akan lebih hebat dari waktu aku SMA" jawab Alvaro sambil menaik turunkan alisnya menggoda Alina.

__ADS_1


"Ihhu iyain aja deh, hmm aku kok jadi ragu sama kamu yang sekarang ya Al" seru Alina sambil memicingkan matanya ke arah Alvaro yang berada di atasnya, Alina tidak terganggu sama sekali dengan posisi mereka yang lumayan intim itu lantaran mereka dulu juga sudah terbiasa, jadi tidak menjadi masalah bagi Alina, apalagi Alvaro tidak sepenuhnya menindih dirinya jadi Alinara tidak merasa keberatan dengan berat badan Alvaro.


"Ragu kenapa sih Rose bikin aku penasaran?" tanya Alvaro yang menjadi penasaran dengan keraguan yang tengah di rasakan oleh Alina.


"Ragu kalau selama kita berpisah kamu main sama banyak wanita lagi, atau malah sebenarnya kamu sekarang sudah punya kekasih lain lagi" jawab Alian mengungkapkan kecurigaannya.


"Astaga Rose, apa yang menjadikan kamu itu curiga sama aku, kamu tahu bukan bagaimana perasaan aku sama kamu.


Asalkan kamu tahu selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun bahkan aku tidak pernah menjalin hubungan pacaran dengan wanita manapun karena aku masih sangat mencintai kamu Rose" ucap Alvaro menyakinkan Alina dengan tatapan tulusnya yang sama sekali tidak memancarkan kebohongan.


"Tapi maaf Rose status aku memang bukan pacaran namun statusku sudah menjadi suami orang lain.Tapi asalkan kamu tahu Rose bahwa aku tidak mencintai dirinya sampai kapanpun karena di hatiku hanya untuk kamu. Dan aku dan Aurin menikah hanya karena sebuah perjodohan yang di rencanakan oleh keluarga besarku." lanjut Alvaro melanjutkan ucapannya yang tentu saja berada di dalam hatinya, mana mungkin dirinya mau mengakui kalau dirinya sudah bersuami yang ada Alina akan pergi menjauh dari dirinya.


Dan kepergian Alina kembali meninggalkan dirinya adalah suatu yang tidak pernah Alvaro pikirkan sama sekali dalam pikirannya bahkan dalam mimpinya karena jika itu terjadi maka itu adalah mimpi paling buruk yang Alvaro alami sepanjang hidup. Karena kehilangan Alina sama sama ia kehilangan jantung hatinya.


 


"Beneran Al, selama ini kamu belum pernah pacaran dengan wanita manapun saat aku pergi dari kamu?" tanya Alina yang masih belum percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Alvaro lantaran Alvaro adalah sosok tuan muda Dirangara yang pasti banyak di kelilingi oleh banyak wanita, entah itu pasti dari kalangan model atau bahkan anak konglongmerat sekali pun.


"Belum pernah Rose aku pacaran setelah kita berpisah" jawab Alvaro dengan jujur, karena ia dengan Aurin langsung menikah karena perjodohkan tidak ada yang namanya pacaran.


"Segitukah setianya kamu dengan aku Al" jawab Alina yang merasa terharu dengan apa yang di ucapkan oleh Alvaro, tanpa tahu kalau itu adalah awal sebuah kebohongan awal yang di katakan oleh Alvaro tentang statusnya.


"Hmm iya Rose, karena hanya kamu yang aku cinta" jawab Alvari dengan keyakinan lantaran memang rasa untuk Aera selamanya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2