
Dua orang insan sepasang kekasih saat ini sedang tertidur pulas di dalam sebuah kamar rahasia di ruangan sang laki-laki.Dua orang itu adalah Alvaro dan Alina,mereka berdua saat ini sedang berada di alam mimpi,tidak menghiraukan hari yang mulai beranjak senja.
Sedari tadi bunyi ponsel dari kedua insan manusia itu saling bersautan berbunyi tiada hentinya,namun bunyi ponsel tersebut tidak mengusik Alina dan Alvaro yang masih nyaman karena saling memeluk satu sama lain.
Karena bunyi yang tiada hentinya membuat Alvaro langsung membuka matanya untuk melihat siapa yang menelfonya terus menerus tanpa henti.Tangannya meraba handphone yang berada di meja kecil samping dirinya tertidur,ia kemudian memgambil handphonenya dan melihat siapa yang memganggu waktu tidurnya.Saat melihat nama sang penelfon Alvaro dengan malas langsung menekan ikon warna hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Ada apa Ren?"tanya Alvaro dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Maaf menggangu ada tuan muda,saya hanya ingin memastikan keberadaan anda karena tidak ada di ruang kerja anda dan saya sudah menunggu anda sejak tadi untuk meminta tanda tanggan namun anda belum juga kunjung kembali.Alina juga tidak ada di ruanganya tuan"jawab Reno.
"Hmmm aku sedang sibuk,kau taruh saja berkas itu di meja dan bisa kembali bekerja.Masalah Alina dirinya sedang bersamaku jadi kamu tidak usah khawatir"
"Baik tuan muda"
"Hmm apa ada lagi yang ingin kamu sampaikan Ren?"tanya Alvaro agar nanti Reno tidak menghubungi dirinya lagi,karena hal ini sangatlah menganggu waktu kebersamaan dirinya bersama dengan Alina.
"Tidak ada tuan"
"Ya sudah aku akhiri"jawab Alvaro sambil mematikan teleponnya.
"Huh aku kira ada hal penting apa,sampai ia menelfonku terus menerus,membuat aku terganggu saja"guman Alvaro karena ia kesal waktu kebersamaan dengan Alina harus terganggu dengan panggilan telfon dari Reno.
Alvaro memutuskan untuk melihat jam berapakah sekarang,karena keadaan sudah lumayan gelap,dan saat ia melihat jam dinding yang tergantung indah di depanya langsung terkejut,karena sudah jam 17.00
"Selama itulah aku tidur"ucap pelan Alvaro sembari terkejut karena hari sudah beranjak sore dan waktunya para karyawan di perusahaan Dirgantara Group untuk pulang.Alvaro tidak menyangka jika ia bisa tidur selama itu,mungkinkah efek karena tidur bersama Alina.
"Lebih baik aku segera membangunkan Alina agar ia segera mengangkat telefon yang sedari tadi berbunyi"guman Alvaro sembari menatap Alina yang masih tertidur pulas memeluk perutnya,ia akan membangunkan Alina karena telfonya terus berbunyi.
"Wake up Rose"ucap Alvaro membangunkan Alina dari mimpi indahnya.
Karena Alina tak kunjung bangun dirinya pun mulai mencium seluruh permukaan wajah Alina dengan gemas,karena Alina sungguh membuat dirinya gemas dengan raut polos milik gadisnya.
Alina yang saat ini masih dalam mimpi yang sangat indah,merasa geli karena merasakan benda kenyal yang mendarat di wajahnya.Karena tidak bisa menahan sensasi geli,Alina secara perlahan membuka kelopak matanya.Dan ia terkejut saat Alvaro tidak henti-hentinya mendaratkan kecupan di wajahnya.
"Ihh setop Al,geli banget"ucap Alina sambil tertawa.
"Alvaro"teriak Alina kembali karena Alvaro tak juga kunjung berhenti mencium dirinya secara gemas.
"Baiklah-baiklah Rose,Al akan berhenti asalkan kamu segera bangun"jawab Alvaro sambil mengakhiri kecupan di wajah Aera.
"Emm"guman Alina sambil bangun dari tidurnya dan mulai duduk sambil bersandar di bahu Alvaro.
"Hmm sayang sebaiknya kamj segera angkat panggilan yang sedari tadi berbunyi di telefonmu"perintah Alvaro agar Alina segera mengangkat panggilan yang sedari tadi tiada henti berbunyi.
"Oh astaga,baiklah akan segera aku angka Al"ucap terkejut Alina sambil duduk tegak dan mengambil handphonenya.
__ADS_1
"Melodi"guman pelan Alina saat membaca nama kontak di layar handphonenya.
"Duh Al,gimana nih si Melodi telfon aku.Pasti dirinya nyari keberadaan ku sekarang,karena udah waktunya pulang"ucap Alina dengan gusar karena pasti Melodi bahkan Clara mencari keberadaan dirinya yang tak kunjung keluar dari perusahaan.
"Kamu tenang oke,suruh saja mereka pulang dahulu dan berikan alasan kalau kamu saat ini sedang bersamaku meeting di luar"ucap Alvaro memberikan solusi kepada Alina yang saat ini kelihatan cemas.
"Baiklah"jawab Alina,kemudian ia mengangkat panggilan yang sedari tadi tiada berhentinya.
"Hal_"
"Hallo Alina loe kemana aja sih?gue sama Clara udah nunggu loe nih di parkiran sejak tadi.Gue telfon dari tadi juga ngak loe angkat,sebenarnya loe kemana sih Lin?"cerocos Melodi memotong ucapan Alina.
"Eh sorry Mel tadi ngak gue angkat soalnya ini gue lagi menemani tuan muda Al meeting dengan kolega bisnisnya di luar jadi terpaksa hp gue dalam mode silent takut menganggu"jawab Alina sesuai solusi yang di berikan oleh Alvaro.
"Ohh astaga,terus loe pulangnya gimana Lin?"tanya Melodi.
"Loe tenang aja Mel,nanti gue bisa cari taksi atau apalah loe sama Clara pulang aja dulu,lagian tempat meetingnya jauh dari perusahaan jadi kalau kalian nunggu gue maka akan lama banget"jawab Alina dengan sedikit gugup.
"Oh yaudah kalau gitu,gue sama Clara pulang duluan ya.Loe hati-hati pulangnya,kalau ada apa-apa hubungi gue atau Clara"pesan Melodi dengan penuh perhatian.
"Iya Mel loe tenang aja"
"Yaudah Lin gue matikan ya telfonya soalnya gue sama Clara mau pulang dulu"
"Iya bay Melodi"
"Gimana?"tanya Alvaro saat Alina sudah mengakhiri panggilanya.
"Hmm aku udah suruh Melodi sama Clara untuk pulang duluan "jawab Alina.
"Yaudah kita siap-siap buat pulang,aku akan antar kamu pulang"perintah Alvaro.
"Eh ngak usah Al,aku bisa cari kendaraan umum"tolak Alina takut merepotkan Alvaro.
"Rose plis kali ini jangan tolak ajakan aku,pokoknya kamu akan aku antar pulang"ucap Alvaro tanpa penolakan.
"Em baiklah"jawab Alina saat ia sudah mendengar nada bicara Alvaro yang tidak mau adanya penolakan.
Kemudian Alvaro dan Alina siap-siap untuk pulang karena hari juga sudah mulai gelap,jadi Alina juga tidak mau berlama-lama karena takut ayahnya khawatir karena ia pulang terlambat.
"Sudah siap sayang"
"Udah Al"jawab Alina.
Setelah itu Alvaro melangkah keluar dari ruangannya di ikuti oleh Alina yang berjalan di belakangnya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari karyawan yang masih tersisa beberapa karena sepertinya akan lembur malam.Untungnya ruangan asisten Reno sudah kosong jadi tidak menimbulkan kecurigaan saat Alina dan Alvaro melangkah bareng keluar dari ruangan Alvaro.
__ADS_1
Saat di lift Alina juga meminta untuk berpisah lift,dan Alvaro setuju saja walau rasanya berat.Alvaro menaiki lift khusus para petinggi perusahaan sedangkan Alina dirinya menaiki lift khusus karyawan.
Saat sudah sampai di loby Alvaro dan Alina juga tidak melangkah bersama karena akan menimbulkan kecurigaan dari beberapa orang karyawan yang masih berlalu lalang.
Alina melangkah ke halte bus yang letaknya tak jauh dari perusahaan sesuai perintah Alvaro tadi dan menunggu Alvaro yang mengambil mobilnya di parkiran.
Tak membutuhkan waktu lama Alina menunggu tampak mobil mewah warna hitam merek lamborgin berhenti di depan Alina dan membunyikan klason.
Alina pun segera beranjak memasuki mobil tersebut dengan cepat takut ada yang melihat dirinya yang hanya seorang seketaris memasuki mobil mewah berharga miliyaran.
"Huh"ucap lega Alina saat dirinya sudah duduk manis di dalam mobil.
"Kenapa sayang?"tanya Alvaro saat melihat tingkah gadisnya.
"Lega aja Al bisa masuk ke mobil kamu tanpa di ketahui seseorang"jawab Alina.
"Hmm ada-ada saja,kamu tunjukan alamat rumah kamu ya Rose"ucap Alvaro kepada Alina agar memberikan alamat rumah Alina.
"Baiklah nanti akan aku tunjukan sembari berjalan"jawab Alina.
Selanjutnya di dalam mobil terjadi perbincangan ringan antara Alvaro dan Alina,sampai tidak terasa mobil yang di kendarai oleh Alvaro telah sampai di jalan menuju gang rumah Alina.Alina pun meminta Alvaro untuk berhenti di jalan tersebut seperti kemaren saat Clara akan mengantarkan dirinya memasuki rumah.
"Stop disini aja Al"perintah Alina.
"Loh kok stop di sini sih,dimana rumah kamu sayang?"tanya Alvaro penasaran karena Alina malah menyuruh dirinya berhenti di jalan besar seperti ini.
"Ngak papa Al,aku turun di sini saja,rumah aku ada di dalam gang jadi mobil ngak bisa masuk"ucap Alina sambil melepas selfbeat.
"Apa kamu tinggal di gang itu sayang?"tanya Alvaro sembari menunjuk gang yang sempit itu.
"Iya Al"
"Astaga,lebih baik kamu tinggal di apartemenku saja Rose dari pada di perumahan itu"
"Ngak bisa Al,plis kamu ngertiin aku kali ini.Aku duluan ya soalnya takut ayah khawatir"ucap Alina sambil membuka knop mobil Alvaro.
"Rose"
"Plis Al,aku sedang buru-buru takut ayah nyariin aku"ucap Alina dengan cemas.
"Hmm baiklah,nanti malam aku kabari kamu"
"Iya,see you Al"ucap Alina sembari bergegas keluar dari mobil Alvaro.
"See you too Rose"jawab Alvaro sembari memandang Alina yang sudah mulai melangkah ke arah gang sempit itu.
__ADS_1
"Segitukah sulitnya hidup kamu Rose"
Bersambung.