Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 28_Apa Aku Suka Tebar Pesona,Kapan?


__ADS_3

Setelah melihat sang tuan muda Alvaro telah menghilang dari lobby perusahaan kehebohan kembali terjadi,banyak dari mereka yang sampai jingkrak-jingkrak karena bisa melihat sang tuan muda Alvaro yang jika yang Alina dengar sangat jarang menampakan muka tampannya.


"Astaga tampan banget tuan muda Alvaro pagi hari ini"


"Omg pagi-pagi udah lihat dua pangeran tampan saja"


"Tumben sekali tuan Alvaro mau menunjukan mukanya di depan umum kayak gini"


Kalimat pujian dan kekaguman terus terdengar di telinga Alina membuat dirinya kesal sendiri.


"Lihat saja Al,aku akan ngambek sama kamu"ucap Alina dalam hati dengan kesal.


Bahkan kedua sahabat Alina sampai melongo di tempat karena mungkin ini menjadi pertama kalinya mereka melihat wajah tampan Alvaro yang benar-benar sangat tampan.


"Hey Mel Clar kalian cepat sadar deh sebelum kerasukan setan"panggil Alina supaya menyadarkan Melodi dan Clara yang masih diam di tempat dengan pandangan ke arah lift yang tadinya Alvaro gunakan untuk naik ke lantai ruangan kerja dirinya berada.


Padahal tuan muda Alvaro juga sudah menghilang di balik pintu lift tersebut,namun kedua teman Alina ini masih melongo di tempat,membuat Alina geleng-geleng kepala.


"Hah iya Lin"beo Melodi yang tersadar dari lamunanya dengan muka bodohnya sementara Clara sudah kembali dengan muka sadarnya.


"Hah heh,kalian berdua  itu kalau terpesona minimal sadar kondisi tempatnya dimana deh?ngak sadar apa kalau kita masih berada di lobby yang tentunya banyak sekali karyawan yang berlalu lalang"tegur Alina sambil memandang ke arah kedua temanya itu.


Seketika itu pula Clara dan Melodi meringis menahan malu,karena saat mereka memandang ke arah sekitar ternayata ada beberapa karyawan yang melihat ke arah mereka dengan pandangan heran.


"Hehehe maklum lah Lin,kita kan baru bisa lihat muka dari samg tuan muda yang selama kita bekerja dari kemaren belum kelihatan batang hidungya."ucap Melodi cengegesan.


"Hmm iya bener Lin,sumpah aku ngak nyangka ternyata tuan muda Alvaro Dipta Dirgantara emang-emang benar-benar tampan rupawan"oceh Clara yang selalu mengagumi cogan.


"Hooh,ternyata tuan muda lebih tampan dari asisten Reno membuat aku iri saja kepada kamu Lin yang tiap hati bisa melihat wajah tuan muda,secarakan kamu yang jadi sekretaris dari tuan muda itu."ucap Melodi yang membanding-bandingkan asisten Reno dengan tuan muda Alvaro.


"Hustt kamu itu ngak boleh membanding-bandingkan tuan muda sama asisten Reno secara kan mereka beda"tegur Alina terhadap Melodi.


"Hehehe bercanda kali Lin,oh iya tuan muda udah punya pacar atau istri belum ya?"tanya Melodi sambil cengegesan ngak jelas.


"Kalau itu sih kita semua ngak tau,secara kan kehidupan pribadi tuan Alvaro kan juga sangat tertutup ngak semua bisa kita ketahui"ucap Clara.

__ADS_1


"Udah-udah stop deh kalian bahas tuan muda Alvaro lebih baik kita segera ke ruang kerja masing-masing soalnya juga udah mau mulai jam kerja nih.Tuan muda juga udah datang aku ngak mau kalau beliau marah karena aku belum juga ke ruanganku"jelas Alina kepada kedua temanya.


"Eh bener-bener nih,aku juga harus segera ke ruanganku nih kalau kelamaan bisa-bisa asisten Reno yang galaknya minta ampun itu ngomel-ngomel ngak jelas lagi kayak kemaren sama aku"ucap Melodi sambil mengingat hal yang terjadi kemaren bersama tuan Reno.


"Yaudah aku duluan ya"pamit Alina.


"Bareng Lin kita kan satu lantai"ucap Melodi sambil mengikutin langkah Alina.


"Oke hati-hati ya kalian semangat kerjanya"ucap Clara yang tidak satu lantai dengan mereka berdua,jadi mengunakan lift yang berbeda untuk mencapai lantai dimana ruang kerjanya berada.


"Siyap kamu juga Clara"ucap Alina dan Melodi serempak sebelum masuk ke dalam lift.


Selanjutnya ke tiga gadis itu berpisah dengan memasuki lift yang berbeda.


***


Sementara di sisi tuan muda Alvaro saat ini dirinya sudah berada di dalam ruangan kerja miliknya dengan pandangan lurus ke arah komputer.


Jika kalian berfikir Alvaro sedang fokus terhadap pekerjaannya,maka kalian salah besar.Karena nyatanya saat ini Alvaro sedang fokus memantau pergerakan Alina lewat cctv yang sudah terhubung dengan komputer.


Namun Alvaro di buat kesal sendiri lantaran Ia tak juga melihat batang hidung Aera yang mau menampakan diri di kamera tersebut.


"Kemana sih kamu Rose,lama sekali sampainya.Apa dia masih asik bergosip kayak karyawan yang lainya yah?"guman Alvaro berperang dengan batinya begitu ia tadi teringat melihat Alina di antara banyaknya karyawan yang sedang heboh dengan kedatanganya.


Jangan mereka pikir Alvaro tidak mengetahii jika mereka bergosip membicarakan Alvaro,karena dengan pendengarannya yang tajam dirinya mampu mendengar walau hanya sebuah bisik-bisik.


"Awas kau Rose kalau kamu ikut-ikutan bergosip dan membicarakan Reno yang ketampanannya hampir setara denganku,namun tetap saja aku yang paling tampan"gerutu Alvaro yang kesal sendiri dengan pemikiranya.


Memang tadi Alvaro berjalan menuju ke dalam perusahaan bersama dengan Reno sang asisten pribadi jadi jangan heran kalau Alvaro merasa Alina mengagumi laki-laki lain.


Tadinya sebenarnya Alvaro sudah lumayan lama di dalam mobil,dirinya berlama-lama di dalam mobil sengaja menunggu Alina yang lama tak muncul-muncul.


Tentu saja Alvaro merasa khawatir dengan Alina,tadinya ia sebenarnya tidak tega kalau meninggalkan Alina melangkah dari halte,namun karena permintaan Alina maka Alvaro tidak bisa membantah.


Namun saat kegiatan Alvaro yang sedang menunggu-nunggu Alina harus terhenti tak kala Reno berangkat dan memarkirkan mobilnya di samping mobilnya.Dan Reno tentu saja menyapa Alvaro dan mengajak Alvaro masuk bersama,mau tak mau Alvaro menyetujuinya karena tak mau membuat Reno curiga dengan keberadaanya yang berlama-lama di dalam mobil.

__ADS_1


"Nah itu dia"ucap Alvaro dengan senang tak kala melihat Alina yang sudah memasuki ruangan khusus sekretaris.


Tanpa berlama-lama Alvaro segera mengambil telepon seluler di atas meja kerjanya san menghubungkan dengan telepon seluler di ruangan Alina.


Alina yang baru saja tiba di ruangannya langsung di suguhi dengan telepon seluler di ruangannya tentu saja merasa penasaran,dengan segera pula ia mengangkat panggilan tersebut takut ada yang penting tanpa melihat telepon dari bagian mana.


"Hallo"


"Keruanganku sekarang Rose"perintah Alvaro yang langsung di matikan oleh sang penelpon.


"Ishhh apaan sih Alvaro main perintah-perintah ngak jelas terus di suruh ke ruanganya"guman Alina dengan kesal tanpa tahu setiap pergerakannya di perhatikan oleh Alvaro dari dalam ruanganya.


Karena merasa kesal juga Alina segera menuju ke ruangan Alvaro yang tak begitu jauh dari ruangan dirinya.


Tok.tok.tok..


Walau hubungan dirinya lebih dari sekedar bos dan sekretaris,namun Alina tetap mengetuk pintu ruangan tersebut sebagai rasa hormat kepada atasanya.


"Masuk"terdengar suara Alvaro yang menyuruh Alina masuk,Alina yang mendegarkanya pun segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut dengan raut muka yang cemberut dan kesal.


"Ada apa tuan muda"tanya dengan kesal Alina.


"Hey-hey kenapa muka kamu kesal begitu ,apa ada yang membuat kamu kesal,jika iya bilang sama aku siapa yang udah buat kamu kesal begini"ucap tuan muda Alvaro dengan rentetan pertanyaan.


"Kamu"jawab dengan singkat Alina terhadap Alvaro.


"Lho kok aku sih Rose,memang aku ada salah apa sama kamu"ucap Alvaro yang tidak terima di salahkan oleh Alina padahal dirinya merasa tidak punya salah.


"Karena,kamu itu suka tebar pesona"jawab Alina dengan ketus.


Mendegar jawaban Alina tentu saja Alvaro langsung menjatuhkan rahangnya dengan perlahan.


"Apa aku suka tebar pesona,kapan?"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2