Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 25_Ciuman Secara Tidak Langsung.


__ADS_3

"Wah Rose,Kamu udah cocok jadi istri aku"ucap Alvaro yang terdengar sangat santai.Namun ucapan Alvaro mampu membuat Alina langsung diam menegang merasa sangat terkejut dengan ucapan Alvaro.


"Apa sih Al?"tanya Alina dengan berusaha menutupi kegugupanya di karenakan ucapan Alvaro yang sangat santai itu tanpa memikirkan perasaan Alina.


Bagimana dengan perasaan Alina?maka jawabanya saat ini sedang di landa rasa terkejut luar biasa.Apalagi jantungnya yang rasanya berdetak lebih cepat dari biasanya di karenakan ucapan Alvaro yang sangat mengejutkan dan di ungkapkan di saat yang tidak tepat.


"Ngak papa Rose,kamu lupakan saja hehehe"ucap Alvaro do akhiri oleh kekehan karena merasa terkejut sendiri dengan ucapannya yang spontan.


Jujur Alvaro merasa sangat gugup setelah ia mengungkapkan hal tersebut di karenakan ia berbicara di bawa oleh suasana.Walau sebenarnya memang ingin sekali Alvaro menjadikan Alina sebagai istrinya namun hal itu mungkin akan mustahil terjadi dalam waktu dekat karena statusnya yang sudah menikah.


Dan demi menutupi kegugupanya Alvaro berusaha membuat suasana kembali tenang tanpa kecangungan sama seperti tadi sebelum ia mengungkapkan hal di luar dugaannya.


"Oke deh Al,yaudah kamu kembali makan nih sarapannya supaya perut kamu ngak sakit"ucap Alina yang juga dengan berusaha mengembalikan keadaan seperti tadi.


Sebenarnya di dalam hati Alina merasakan perasaan senang saat Alvaro mengungkapkan hal tersebut,namun Alina harus sadar diri kalau status kasta antara dirinya dan Alvaro berbeda jadi lebih baik ia menghilangkan perasaan senang itu menjadi perasaan biasa saja.


"Oke Rose,ya kamu makan juga dong kan katanya kamu belum sarapan tadi.Ayo sekarang kamu makan bareng sama kamu suapin aku"perintah Alvaro dengan tegas agar Alina tidak membantah.


"Ngak papa Al,nanti kalau kamu bisa menghabiskan nasi goreng ini aku akan sarapan di kantin perusahaan saja karena yang penting kamu udah kenyang dulu"jawab Alina sambil terus menyuapi Alvaro.


"Pokonya aku ngak mau menerima bantahan dari kamu yah Rose.Kita habiskan sarapan yang kamu buat bareng-bareng,kalau kamu ngak mau maka aku juga berhenti makan itu sarapan sampai kamu mau"tolak Alvaro saat Alina mengatakan ia akan sarapan di kantin perusahaan.


"Yaudah iya-iya nih aku makan"ucap Alina sambil menyendokan nasinya ke dalam mulutnya tanpa sadar jika sendok yang ia kenakan bekas ia menyuapi Alvaro.


Sementara Alvaro yang sedari tadi memperhatikan pergerakan Alina tentu saja merasa senang karena Alina tidak merasa jijik dengan dirinya karena Alina makan dengan bekas sendok yang tadi Alvaro kenakan.

__ADS_1


"Emm Al kenapa kamu senyum-senyum sih?"tanya Alina yang menanyakan alasan mengapa Alvaro senyam-senyum jujur membuat Alina geli sendiri.


"Ngak papa Rose aku hanya tertawa memperhatikan cara makan kamu"ucap Alvaro yang tidak mengungkapkan hal tersebut langsung kepada Alina.


"Memangnya ada yang salah ya Al,dengan cara makan aku?"tanya Alina sambil memikirkan hal apa yang membuat Alvaro tertawa.


"Ngak ada Rose,aku hanya senang saja karena bisa kembali bertemu dengan kamu kembali setelah sekian lama bahkan sekian tahun kita di pisahkan oleh keadaan"ucap Alvaro dengan tulus tanpa ada paksaan.


"Iya aku juga bersyukur kita bisa di pertemukan kembali setelah melewati berbagai macam cobaan dan ujian yang kita hadapi kita akhirnya di pertemukan kembali"ucap Alina yang juga bersyukur bisa di pertemukan kembali dengan Alvaro.


"Hmm bener banget Rose,oh iya aku masih mau dong nasi goreng bikinan kamu Rose.Rasanya benar-benar enak banget deh,sejak kapan kamu bisa masak seenak ini?"tanya Alvaro dengan penasaran karena dulu saat pacaran di bangku SMA Alina sangat tidak suka dengan urusan dapur,namun saat mereka di pertemukan kembali Alina sudah bisa memasak bahkan dengan rasa yang sangat enak menurut Alvaro.


"Sejak peruaahaan ayah bangkrut aku harus bisa memasak karena kalau aku tidak bisa masak entah makanan apa yang akan kita makan,jadi mulai saat itu aku belajar memasak dengan bersungguh-sungguh"ucap Alina sambil mengingat masa lalunya yang seketika membuat ia merasakan kesedihan.


"Sudah Rose,mulai sekarang jangan kamu ingat-ingat masa lalu lagi ya,mulai sekarang kamu harus menjadikan masa depan sebagai tujuan hidup kamu"nasehat Alvaro saat melihat raut muka Alina yang merendung,membuat Alvaro merasa bersalah karena telah membuat Alina menjadi mengingat masa lalunya.


"Iya sama-sam Rose,mana nih katanya mau suapin aku lagi nasgor buatan nona Rose yang sangat sangat cantik"ucap Alvaro sambil mengungkapkan kata-kata manis yang sangat jarang ia lakukan kecuali terhadap Alina.


Alvaro sengaja mengatakan itu agar kondisi perasaan Alina kembali seperti semula tidak mendung lagi.


"Apaan sih Al gombal terus deh kamu?"jawab Alina yang merasa sangat malu karena ucapan Alvaro yang terlalu manis untuk dirinya yang gampang sekali termakan omongan manis.


"Serius deh Rose memang semakin dewasa kamu tambah cantik deh"ucap Alvaro yang sepertinya sengaja akan membuat Alina malu,namun Alvaro malah semakin senang karena melihat muka-muka Alina saat sedang malu sangat imut dan lucu dimata Alvaro.


"Udah deh diam Alvaro"ucap Alina dengan penuh penekanan agar Alvaro berhenti mengoda dirinya.Jujur Alina sangat malu saat di goda oleh Alvaro karena mau bagaimana pun seorang wanita pasti akan malu kalau di goda sama cewek ganteng.Bener ngak pembaca setia novel"Simpanan Tuan Muda Alvaro"?

__ADS_1


"Oke aku diam kalau kamu suapin aku sama nasgor itu"ujar Alvaro sambil menunjuk ke kotak nasi goreng yang di pegang oleh Alina.


"Yaudah nih"ucap Alina sambil menyodorkan satu sendok nasi goreng ke arah mulut Alvaro yang langsung di terima oleh Alvaro dan di lahap dengan cepat pula oleh Alvaro.


Saat nasi goreng tinggal satu sendok suap,Alina akan menyuapkan ke mulutnya namun ia merasa sangat terkejut dan seketika pula ia sadar akan sesuatu,yang langsung membuat mukanya langsung memerah bagaikan kepiting rebus.


Alvaro yang memperlihatkan pun hanya tersenyum kecil tidak menanyakan apapun sementara untuk membuat Alina malu terlebih dahulu.Dan Alvaro akan membuat Alina semakin malu,kita lihat saja sebentar lagi.


Dan tak sampai membutuhkan waktu lama untuk Alvaro menanyakan raut muka Alina yang memerah itu.


"Rose kanapa muka kamu memerah kayak kepiting rebus sih?"tanya Alvaro santai padahal di dalam hatinya ia akan tertawa ngakak yang menjadi penyebab raut muka Alina yang memerah kayak kepiting rebus.


"Apa sih Al aku ngak papa kok,hanya saja aku merasa kepanasan dengan suhu di dalam mobil ini"jawab Alina berbohong tidak mau jujur terhadap Alvaro.


"Owhh begitu Rose aku kira kamu itu sedang malu karena kamu baru sadar kalau_"ucap Alvaro sengaja mengantungkan agar membuat Alina penasaran.


"Kalau apa Al,kalau bicara jangan setengah-setengah deh bikin aku penasaran saja"gerutu Alina merasa kesal dengan Alvaro.


"Kalau kamu malu karena_"ucap Alvaro yang sepertinya tidak memgentikan kegiatannya membuat Alina penasaran.


"Karena apa sih Al?ih sebal deh sama kamu"ucap Alina semakin kesal saja.


"Karena ngak sengaja kita_"


"Ciuman secara tidak langsung"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2