Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 7_Penasaran


__ADS_3

Di dalam mobil Clara terdengar heboh karena obrolan absurd mereka bertiga,namun yang paling heboh siapa lagi kalau bukan Melodi si paling ngak bisa diam.


"Eh kalian pada penasaran ngak sih sama muka pemilik perusahaan Dirgantara Group?"tanya Melodi kepada Aera dan Clara.


"Hmm kalau gue sih jujur penasaran banget sama muka tuh pemilik perusahaan secara kan dari gosip yang gue denger pemiliknya tuh orang yang kejam dan dingin terus nih ya kata temen gue yang pernah kerja di sana tuan pemilik Dirgantara Group itu orangnya sangatlah misterius,karena ngak semua orang bisa melihat muka dia,hanya orang penting dan kalangan atas lah yang mengetahui muka pemilik perusahaan Dirgantara Group itu"jelas Clara tentang pemilik perusahaan Dirgantara Group.


"Emang bener ya Clar,kalau pemilik perusahaan Dirgantara Group itu tuh orangnya kejam sama dingin.Kok gue jadi rakut yah jadi seketaris tuh orang"ucap Alina yang sedari tadi menyimak pembicaraan Clara dan Melodi menjadi takut.


"Dari berita yang gue denger sih bener lin,tapi kita kan juga ngak tau kebenaranya gimana,secara kan yang kita dengar cuma dari gosip yang entah benar atau ngak"ucap Melodi.


"Emm Gue jadi penasaran banget deh sama tuh orang"ucap Alina.


"Nih ya,aku kasih tau rahasia kecil tentang tuh pemilik perusahaan"ucap Clara.


"Rahasia apa nih Clar,jangan bikin kita kepo tingkat dewa"ucap tidak sabaran Melodi menunggu ucapan Clara.


"Nih ya gue kasih tau,kalau pemilik tuh perusahaan sangatlah tampan rupawan dan sangatlah mengoda iman terus nih ya dia itu masih muda banget"ucap Clara sambil tersenyum.


"Wahhh bener nih loe Clar"ucap Melodi memastikan ucapan Clara barusan.


"Hmmm seratus persen benar,karena dulu temen gue pernah bertemu langsung dengan tuh pemilik perusahaan saat ada acara para pembisnis,kebetulan saat itu tuh pemilik perusahaan Dirgantara mau menghadiri acara para pembisnis,soalnya tidak pasti ia mau datang ke acara seperti itu"jelas Clara menyakinkan kedua teman barunya.


"Gue jadi penasaran sama mukanya deh,tapi yang jelas pasti tampan lah,secara kan keturunan dari seorang Dirgantara akan terlihat jelek"ucap Melodi membenarkan,karena memang keturunan dari seorang Dirgantara tidak lah ada yang minus dari segi ketampanan.


"Tapi kenapa yah saat aku menelusuri siapa pemimpin perusahan Dirgantara Group yang muncul gambar seorang paruh baya yang sudah lumayan tua"ucap Alina bingung,karena ia pernah menelusuri siapa pemilik perusahaan tersebut namun yang ia dapatkan adalah gambar seorang paruh baya yang masih terlihat tampan,berbeda dengan yang Clara ceritakan bahwa pemilik perusahaan adalah seorang pria yang masih muda.


"Mungkin itu gambar tuan Azam Dirgantara Lin,karena memang baru saja ini terjadi pergantian pemimpin di perusahaan Dirgantara lantara tuan Azam akan pensiun di usia dini karena ingin menghabiskan waktunya dengan istrinya yang sangat ia cintai"jelas Clara berdasarkan berita dari temannya.


"Owhh mungkin saja sih"ucap Alina paham.


"Eh kalau status tuh pemimpin perusahaan apa nih Clar kalau loe tau?"tanya Melodi kepo dengan status pemimpinnya.


"Kalau masalah tuh gue bener-bener ngak tau sih,karena tuan muda Dirgantara adalah sosok yang sangat anti terhadap perempuan,tapi ngak tau juga kalau ia sudah menikah"jawab Clara.


"Wah kalau dia masih jomblo,bisa loe embat dong Lin"ucap Melodi mengoda Alina.

__ADS_1


"Apaan sih Mel,lagian gue untuk sekarang belum mau ngurus masalah percintaan dulu"jawab Aera sambil tersenyum.


"Iyadeh Lin"ucap Melodi.


"Eh kalian dah pada punya kekasih belum nih?"tanya Clara kepo dengan status teman barunya itu sudah punya kekasih atau masih jomblo.


"Kalau gue sih maih jomblo ya,tapi kayaknya kedepanya gue ngak jomblo lagi deh"ucap Melodi sambil membayangkan sesuatu yang membuat ia senyum-senyum sendiri.


Alina dan Clara yang melihat tingkah laku Melodi pun penasaran dengan apa yang terjadi dengan Melodi sehingga ia senyum-senyum sendiri seperti orang yang ngak waras.


"Mel loe masih waras kan?"tanya Clara kepada Melodi yang masih senyum-senyum sendiri.


"Apaan sih tentu saja gue masih waras dan ngak gila ya"kesal Melodi karena ia di sangka sudah gila padahal ia sedang membayangkan cowok tampan yang membuat ia terpesona pertama kali saat melihat sosoknya.


"Lah terus kenapa loe dari tadi senyam-senyum ngak jelas"ucap Clara.


"Nih ya aku kasih tau sama kalian berdua,kalau aku tuh terpesona sama kegantengan asisten Reno yang sangatlah tampan rupawan"jelas Melodi sambil membayangkan muka asisten Reno yang membuat ia bahagia.


"Hah"beo Alina dan Clara secara bersamaan karena terkejut dengan ucapan Melodi.


"Apaan sih kalian berdua mukanya pada kayak gitu,jelek tau"ucap sebal Melodi karena temannya hanya cengo dengan yang apa Melodi ucapkan.


"Iya bener Lin,gue tuh terpesona sama tuh Asisten Reno yang ganteng banget"ucap Melodi dengan senyum di wajahnya yang tak kunjung luntur.


"Ya ampun Mel,baru juga ketemu sekali udah naksir aja loe itu padahal tuh asisten kayaknya sifatnya sebelas dua belas sama tuh pemilik perusahaan"ucap Clara berdasarkan dari yang ia lihat tadi saat interview.


"Hmm gue ngak peduli yang paling penting tuh cowok udah bikin jantung gue ngak sehat tadi"jelas Melodi.


"Maksud kamu apa Mel,kok bawa-bawa jantung segala sih?"tanya Aera sambil tertawa karena ucapan teman barunya yang aneh.


"Nih ya saat tadi ia interview gue nih,jantung gue rasanya mau lompat terus jedag-jedug terus karena di tatap sama tuh orang"jelas Melodi sambil mengingat kejadian saat ia sedang di interview oleh asisten Reno.


"Hahahaha"seketika tawa Alina dan Clara mengelegar di dalam mobil tersebut karena merasa lucu dengan apa yang di ucapkan oleh Melodi.


"Ihh kenapa pada malah ketawa sih"ucap kesal Melodi kepada dua temanya karena malah menertawakan dirinya.

__ADS_1


"Lagian yah Mel,jantung loe tuh ada-ada aja masak cuma di tatap sama asisten Reno bisa langsung jedag-jedug sih"ucap Clara sambil tertawa pelan karena merasa lucu dengan jantung Melodi.


"Hmm gue juga ngak tau yah,kenapa bisa jedag-jedug saat di tatap sama tuh asisten Reno"ucap Melodi lagi.


"Mungkin emang bener kamu emang suka tuh sama asisten Reno makanya jantung kamu jedag-jedug.Tapi aku kasih tau ya besok kalau kamu udah mulai bekerja jadi asistennya tuan Reno harus jaga sikap agar tuan Reno ngak infil sama kelakuan kamu"nasehat Alina dengan di sertai senyuman yang sangat manis.


"Bener kamu kalau suka sama cowok harus jual mahal agar tuh kalau suka balik sama kamu si cowok ngejar-ngejar kamu kan kalau kayak gitu kita bisa tau mana yang tulus mana yang engak"tambah Clara dengan pandagan fokus kepada jalan yang ia lewati.


"Siyap deh,aku akan ingat selalu pesan kalian berdua"ucap Melodi dengan semangat mendengar nasehat dari teman barunya.


"Oh iya nih aku masih penasaran sama nama pemimpin tuh perusahaan,kamu tau ngak Clar namanya siapa?"tanya Melodi yang masih di landa rasa penasaran yang tinggi terhadap sosok pemimpin perusahaan tersebut.


"Kalau ngak salah sih namanya tuan muda Alvaro"ucap Clara dengan ragu,karena ia di kasih tau temanya sudah lumayan lama.Namun ucapan Clara seketika membuat Alina terkejut.


"Apa Alvaro"ucap terkejut Alina mendengar nama yang baru saja di sebut oleh Clara.


"Iya kalau ngak salah sih,emang kenapa Lin lok loe kayak terkejut gitu sih?"tanya Clara penasaran lantaran saat Clara menyebutkan nama itu Alina terkejut.


"Bener tuh sama apa yang di ucapkan sama Clara loe kenapa Lin kok terkejut gitu,"tanya Melodi ia juga penasaran saat Clara menyebutkan nama Alvaro Alina langsung terkejut.


"Eh ngak papa sih gue cuma kaget aja sama namanya soalnya nama itu sama dengan nama orang di masalalu gue"jelas Alina dengan menutupi kesedihanya dengan tertawa pelan.


"Owhh gue kirain kenapa"ucap Melodi saat mendengar penjelasan dari Alina.


"Semoga itu bukan kamu Al"guman Alina dalam hati dengan perasaan sedih saat mengingat nama tersebut.


"Alina"panggil Melodi.


"Eh iya Mel,kenapa?"tanya Alina terkejut karena di panggil oleh Melodi saat dirinya melamun.


"Ngak papa,cuma manggil aja lagian loe sih melamun"ucap Melodi cengegesan yang membuat Alina dan Clara tersenyum.


"Ngak kok,gue ngak ngalamun"jawab Alina.


"Iyadeh"balas Melodi.

__ADS_1


Selanjutnya di dalam mobil tersebut hanya di isi dengan candaan membahas tentang pemimpin Dirgantara Group yang katanya tampan namun kejam dan juga misterius.


Bersambung.


__ADS_2