
Di pagi hari yang sangatkah cerah ini terlihat binar bahagia dari gadis yang bernama Alina,ia begitu bahagia karena hari ini adalah hari pertama ia memulai bekerja menjadi seketaris di perusahaan besar di negeri ini.
Dengan semangat yang tinggi Alina,sudah bangun pagi-pagi seperti biasanya yaitu menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya,bersih-bersih rumah yang sederhana namun nyaman dan masih bayak pekerjaan yang Alina kerjakan dengan ikhlas.
Setelah menu sarapan yang ia buat telah selesai ia langsung bergegas menuju kamar miliknya untuk mandi.Setelah selesai mandi ia bersiap-siap perihal apa saja yang ia butuhkan saat bekerja.Ia juga tidak lupa membawa surat kontrak kerja dari perusahaan yang telah ia tanda tangani tadi malam.
Setelah memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal ia bergegas keluar menuju dapur untuk sarapan dan segera memanggil ayahnya untuk sarapan bersama,namun ternyata ayahnya sudah duduk di meja makan,sepertinya menunggu Alina.
"Selamat pagi ayah"sapa Aera kepada Wilson.
"Selmat pagi juga sayang,apakah kamu sudah mau berangkat kerja?"tanya Wilson saat melihat pakaian yang anaknya kenakan,ia begitu kagum saat melihat kecantikan anakmya yang sama persis dengan mendiang istrinya yang paling ia cintai sampai sekarang.
"Iya ayah Alina akan berangkat kerja pagi ini,maka dari itu mari yah kita sarapan bersama"ajak Alina kepada ayahnya yang paling ia cintai.
"Baiklah mari kita sarapan"ucap Wilson menyetujui ucapan Alina.
Selanjutnya mereka sarapan dengan keadaan hening tanpa suara,mereka sarapan tanpa menunggu Sonya dan Karin yang pastinya masih molor.
Setelah selesai sarapan Alina mencuci piring kotor,kemudian ia berpamitan kepada Wilson yang sudah duduk santai di teras rumahnya.
"Yah Alina berangkat kerja dulu ya"
"Iya sayang hati-hati,apakah kamu akan naik angkot berangkatnya Lin?"tanya Wilson.
"Tidak yah,karena pagi ini Alina akan berangkat bersama Melodi dan Clara mengunakan mobil Clara"jelas Alina.
"Mereka berdua siapa sayang?"tanya Wilson.
"Mereka berdua teman baru Alina yah,kemaren kami berkenalan saat interview dan syukurnya kami bertiga lah yang lolos interview."jelas Alina.
"Hmm baiklah,semoga mereka orang yang baik ya Lin"ucap Wilson.
"Iya yah,kalau begitu Aera berangkat sekarang yah,takutnya mereka udah menunggu Alina di jalan besar sana"ucap Alina.
"Iya sayang,hati-hati di jalan yah"pesan Wilson.
"Iya yah,"ucap Alina sambil menyalami tangan Wilson.
Kemudian Alina melangkah ke luar dari pekarangan rumahnya,ia dengan berhati-hati berjalan ke arah jalan besar untuk menunggu Clara dan Melodi.Alina bersyukur mempunyai teman seperti Melodi dan Clara yang baik dan tanpa alasan mau berteman dengan dirinya.
Setelah sampai di jalan raya ternyata Clara dan Melodi belum tiba,Alina pun menunggu mereka di halte bus yang tidak jauh dari tempat tersebut.Memang kemaren Clara mengajak Melodi dan Alina untuk bareng dengan dirinya saat berangkat kerja selain waktunya yang sama jalur yang di lalui pun sama.
Tak lama Alina menunggu mobik milik Clara berhenti di depan tempat Alina menunggu,dan munculah Melodi melalui kaca mobil yang sudah duduk di depan.
"Alina"panggil keras Melodi.
"Hay Mel,Clar"sapa Alina kepada Melodi dan Clara.
"Hay Lin"balas Melodi dan Clara.
"Langsung masuk aja Lin"ucap Clara kepada Alina.
"Oke Clar"balas Alina kemudian ia duduk di bangku belakang karena Melodi sudah duduk manis di bangku depan.
__ADS_1
"Oke kita lets go"ucap semangat Clara sambil menjalankan mobilnya menuju ke arah perusahaan Dirgantara Group.
"Gimana Lin,loe udah siap buat kerja hari ini?"tanya Melodi.
"Tentu saja udah dong Mel"jawab Alina.
"Wah loe berarti udah siap dong berhadapan sama pak Ceo yang tampan itu"goda Clara kepada Alina.
"Ihh apaan sih Clar,lagian nih ya belum tentu tuh Ceo tampan"ucap Alina.
"Kalau menurut gue sih pasti tampan seratus persen tebakan gue bakal tepat sasaran"ucap Melodi heboh.
"Iya kalau bener tampan,lagian percuma kalau tampan tapi dingin dan kejam"ucap Alina.
"Iya sih,oh ya Mel loe gimana udah nyiapin pelet untuk pak Reno"ucap Clara kepada Melodi yang katanya jatuh cinta sama asisten pemimpin perusahaan Dirgantara.
"Tentu saja Melodi yang cantik paripurna ini udah nyiapin pelet yang ampuh biar tuh asisten kepincut sama gue"ucap pede Melodi.
"Emang loe kasih pelet apa tuh pak asisten?"tanya Clara penasaran dengan pelet apa yang akan Melodi berikan kepada pak Reno.
"Kalau itu sih rahasia gue,dan hanya gue yang tau"ucap Melodi.
"Iyadehh"
Tak lama kemudian mobil yang di kemudikan oleh Clara sampai di perusahaan Dirgantara Group,segeralah Clara memakirkan mobilnya di parkiran khusus karyawan.
"Huff akhirnya sampai juga,aku jadi gugup deh pas udah sampai"ucap Melodi.
"Hmm tenang saja Mel,kita hanya perlu percaya diri"ucap Alina menenangkan Melodi yang di landa gugup.
"Siyap"ucap Alina dan Clara secara bersamaan.
"Yaudah yuk kita masuk ke bagian HRD untuk menyerahkan kontrak kerja yang telah di tanda tangani"ajak Clara.
"Ayo"ucap Melodi,ia kemudian turun dari mobil Clara yang di ikuti oleh Alina dan Clara.
Mereka bertiga pun menuju ke ruang HRD untuk menyerahkan kontrak kerja sekaligus menanyakan terkait pekerjaan yang akan mereka bertiga lakukan.
"Tok..tok…tok.."
"Masuk"ucap seseorang dari dalam ruangan tersebut.
Setelah mendengar balasan dari dalam ruangan tersebut ketiga gadia yang cantik dan manis tersebut masuk ke dalam ruangan,dapat ia lihat jika pak Tio kepala HRD telah sibuk dengan berkas yang ada,memang jika di perusahaan Dirgantara group kepala HRD akan datang lebih awal.
"Apakah ada yang bisa saya bantu nona-nona?"tanya pak Tio selaku kepala HRD.
"Begini pak,kami disini ingin menyerahkan kontrak kerja yang telah kami tanda tangani,sekaligus untuk menanyakan tentang pekerjaan apa yang harus kami lakukan"jelas Alina dengan penuh hormat kepada pak Tio.
"Owlah begitu,kalau masalah itu silahkan perkenalkan nama kalian bertiga beserta jabatan yang telah di terima pilihan asisten Reno"perintah pak Tio kepada Alina,Clara,dan Melodi.
"Baik pak"jawab mereka serempak,kemudian satu persatu mulai memperkenalkan diri.
"Nama saya Melodi pak,saya di utus oleh asisten Reno untuk menjadi seketaris tuan Reno sendiri"
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Clara,saya di utus oleh tuan Reno untuk menjadi staf di bagian keuangan"
"Kalau nama saya Rosalina biasanya di sapa Alina saya di pilih tuan Reno untuk menjadi seketaris tuan muda"
Secara bergantian Alina,Clara dan Melodi memperkenalkan diri di hadapan pak Tio.
"Hmm baiklah kalau begitu,Alina a Melodi kalian bisa naik le lantai paling atas yaitu lantai 55 disana kalian langsung masuk saja ke ruangan yang bertuliskan Asisten Ceo disana kalian menunggu saja kedatangan tuan Reno untuk menanyakan tentang tugas kalian.Biasanya tuan Renoyang akan tiba pukul delapan dan untuk Clara biar saya antarkan kamu ke bagian keuangan untuk memperkenalkan kamu"jelas pak Tio sesuai amanat dari asisten Reno.
"Baik pak"ucap serempak.
"Baiklah ayo Clara saya antarkan kamu ke bagian keuangan dan kalian berdua(Alina dan Melodi)langsung naik ke lantai 55"perintah pak Tio.
"Baik pak"jawab Alina dan Melodi.
Mereka pun keluar dari ruangan HRD dan menaiki lift khusus karyawan,walaupun disana ada satu lift lagi namun lift itu di khususkan untuk pemilik perusahaan dan khsusus orang penting saja jadi mereka yang hanya karyawan biasa tidak berani menaiki lift tersebut.Lift yang mereka naiki pun menuju lantai yang mereka tuju,karena ruangan yang akan di tepati Clara berada di lantai 48 maka saat sudah mencapai lantai 48 lift pun berhenti kemudian ia dan pak Tio keluar dari lift.
"Duluan ya Lin,Mel"pamit Clara saat ia akan keluar dari lift.
"Okey,bay Clara"ucap Alina dan Melodi.
Kemudian setelah Clara dan pak Tio keluar dari lift,lift pun berjalan kembali naik ke lantai 55,tempat dimana Alina dan Melodi tuju.
Tak beberapa lama lift pun berhenti kembali di lantai yang Alina dan Melodi tuju,mereka berdua pun keluar dari lift dan mencari ruangan yang di beritahu oleh pak Tio.
Mereka berdua sangatlah kagum dengan lantai 55,terlihat sangatlah mewah dan terlihat arsitektur bangunan yang mewah dan tidak membuat mata yang memandang bosan.
Memang di lantai 55 ini adalah lantai istimewa karena di lantai tersebut hanya ada ruangan CEO dan asisten CEO serta para seketaris mereka berdua.
"Wah gila mewah banget di lantai ini"kagum Melodi.
"Iya Mel,mewah banget ngak heran sih kan ini perusahaan di negeri ini"jawab Alina dengan mata menjelajah seluruh ruangan ini,jujur ia juga begitu lagum dengan lantai 55 ini walaupun dulu perusahaan ayahnya juga besar dan mewah namun itu tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan perusahaan Dirgantara Group.
Tak lama setelah berkeliling di lantai tersebut mereka telah menemukan ruangan asisten CEO.
"Eh ini Lin ruangannya"Ucap Melodi saat ia melihat nama yang tertempel di pintu.
"Eh bener deh,yaudah kita masuk aja"ucap Alina karena tadi ia teringat pesan Tio jika asisten Reno akan datang pukul delapan sementara saat ini masih pukul setengah tujuh.
"Ayo"
Mereka berdua masuk ke dalam ruangan asisten Ceo dan saat mereka masuk, mereka semakin kagum dengan perusahan ini karena ruangan tersebut sangat mewah.
"Gila sih mewah banget,kalau ruangan asisten Ceo aja udah mewah kayak gini,gimana dengan ruangan CEOnya ya Lin"kagum Melodi.
"Bener Mel gimana yah ruangan CEO,secara kan ia orang nomor satu di perusahaan ini"ucap Alina.
"Pasti mewah banget lebih dari ini deh"jawab Melodi.
"Yaudah kita duduk aja di situ,kayaknya itu khusus tamu deh,soalnya udah ada tulisanya tuh"balas Alina.
"Okey"
Alina dan Melodi pun duduk di sofa yang ada di situ karena ada juga papan yang di tempel di meja khusus tamu sang asisten CEO.Walaupun sepertinya ada ruangan khusus asisten CEO lagi di dalam situ,karena ada pintu tapi ruangan tersebut terlihat gelap saat di lihat dari luar,namun mereka berdua tidak berani masuk karena akan terkesan lancang.
__ADS_1
Mereka dengan sabar menunggu kedatangan asisten Reno di sertai perbincangan membahas kemewahan perusahaan ini.
Bersambung.