
Sementara saat ini di kediaman sederhana yang di tempati oleh Alina,ayahnya,ibu dan kakak tirinya sedang terlihat sepi di karenakan hanya Alina lah yang sudah bangun sejak subuh tadi untuk memasak dan lain-lain.
"Ayo Alina semangat biar cepat selesainya"guman Alina sambil terus menyiapkan sarapan di meja makan dengan cekatan
Alina memang harus menyiapkan makanan sarapan dengan cepat,di karenakan dirinya harus segera berangkat ke kantor,apalagi Alvaro sudah menunggu dirinya di depan gang.
Kalau berlama-lama Alina merasa tidak enak dengan Alvaro yang telah menunggu dirinya sejak tadi,Walau mereka berdua memiliki hubungan lebih dari sekedar rekan kerja antara atasan dan bawahan namun tetap Alina merasa sungkan.
"Ayah kok tumben yah belum bangun padahal udah lumayan siang ini ngak kayak biasanya"
"Gimana yah caranya aku bangunin ayah buat pamit berangkat kerja,ngak enak kalau bangunin ayah,apalagi aku yakin kalau ayah capek."lanjut Alina merasa bingung harus pamit bagaimana dengan ayahnya yang tak kunjung bagun.
"Apa aku tinggalin surat aja ya di meja makan biar ayah tau kalau aku udah berangkat kerja?"guman Aera kembali memikirkan solusi yang tepat.
Setelah itu Alina menuju ke dalam kamar miliknya,untuk memakai pakaianya dan memoles sedikit wajahnya agar tidak pucat,untung tadi pagi Alina udah mandi jadi tidak membutuhkan waktu lama lagi untuk Alina segera berangkat.
Kemudian sebelum keluar kamar ia menulis sedikit surat untuk di tunjukan kepada ayahnya bahwa dirinya telah berangkat kerja.Setelah selesai menulis surat tersebut,Alina menuju ke meja makan untuk sarapan,namun ia jadi teringat dengan Alvaro.
"Apa lebih baik aku makan sarapan bersama dengan Alvaro di dalam mobil saja ya?aku yakin pasti Alvaro belum sarapan juga,karena dia tadi pagi sekali pasti meninggalkan rumah.Emm aku bawa makanan sarapan aja deh nanti makan bersama dengan Alvaro di dalam mobil"guman Alina memutusakan untuk membawa sarapan yang akan ia makan untuk di bawa dan nanti di makan bersama Alvaro,Alina juga menambahkan porsinya lebih banyak karena akan dimakan berdua.
Alina kemudian mengambil kotak makan dan memasukan nasi goreng beserta telurnya,walau masakan sederhana namun Alina sudah bersyukur bisa makan.Sebelum pergi Alina menaruh secarik kertas yang di tujukan untuk ayahnya.
Setelah selesai memasukan nasi goreng dan topingnya Alina segera bergegas keluar dari rumah sambil membawa tas kerjanya.Ia kemudian keluar rumah dan mengunci pintu karena takut ada maling yang masuk,walau rumah tetap sederhana keamanan tetap di utamakan ya kawan-kawan.
Dengan langkah lumayan cepat Alina menyusuri sepanjang jalan di gang dan sampailah dirinya di depan gang,dengan pandangan lembutnya Alina mencari mobil yang kemaren di bawa oleh Alvaro,namun Alina tidak menemukanya malah ia melihat mobil lamborgin berwarna silver yang sangat mewah sedang berhenti di depan halte,Alina kemudian berfikir apakah itu mobil Alvaro.
"Apa itu mobil Alvaro yah?tapi tidak mungkin kan kemaren pas mengantar aku pulang warnanya hitam bukan silver"guman Alina sambil mengingat mobil yang kemaren di kendarai oleh Alvaro.
Karena takut salah orang dan mobil Alina hanya diam berdiri di pinggir jalan menunggu Alvaro tanpa melakukan sesuatu.
Sementara di dalam mobil yang di maksut Alina,Alvaro yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Alina langsung mengerutkan keningnya karena ia sudah melihat Alina keluar dari gerbang namun bukanya langsung menuju mobilnya Alina malah berdiri di pinggir jalan.
"Lho kok Rose kok malah berdiri di pinggir jalan sih,bukanya langsung saja masuk ke dalam mobilku"guman Alvaro heran karena melihat pergerakan Alina bukanya langsung masuk ke dalam mobilnya malah berdiri di pinggir jalan.
__ADS_1
Tanpa bersabar-sabar Alvaro langsung mengendarai mobilnya untuk mendekat ke arah Alina di karenakan ia sudah tidak sabar mendegar suara lembut gadis yang sangat ia cintai.
Setelah sampai di depan dimana Alina berdiri Alvaro segera mengklason mobilnya berkali-kali dan menurunkan kaca mobiilnya agar Alina segera masuk ke dalam mobil miliknya.
Alina yang mendegar dan melihat bunyi klason berkali-kali serta kaca mobil mewah itu di turunkan langsung mengetahui jika itu adalah mobil Alvaro.Dengan segera Alina masuk ke dalam mobil karena takut Alvaro sudah menunggu dirinya sangat lama.
Begitu ia masuk ke dalam mobil Alvaro langsung bertanya membuat Alina malu bahkan sangat-sangat malu.
"Kenapa tadi tidak langsung masuk ke dalam mobilku Rose?,kamu malah kayak patung aja berdiri di pinggir jalan haha"ucap Alvaro menertawakan tindakan Alina yang tadi berdiri layaknya patung di pinggir jalan.
"Ihhh Al kamu mah,tadi aku bingung karena mobil yang kamu pakai hari ini beda sama mobil yang kemaren kamu pakai jadi aku lebih baik berdiri di pinggir jalan dari pada nyamperin mobil kamu yang tadi aku kira belum tentu itu milik kamu,kan kalau salah orang aku lebih malu lagi"cerocos Alina dengan muka cemberut karena merasa malu dengan Alvaro.
"Yah lagian kamu tadi ngak tanya dulu pas telepon sama aku warna mobil yang aku bawa sih.Lagian kamu ngak merasa aneh apa?kalau ada mobil mewah berhenti di depan halte"Ucap Alvaro sambil geleng-geleng kepala merasa lucu dengan Alina.
"Apaa sih namanya juga ngak tau,lagian kenapa sih kamu itu ganti mobil segala.Makanya kamu besuk jangan sering-sering ganti mobil biar aku mengerti mobil yang kamu pakai"gerutu Alina yang merasa sebal dengan Alvaro.
"Yah ngak bisa dong Rose,aku itu ngak mau yah kalau pakai mobil itu-itu aja.Dan mulai sekarang kamu harus tau kalau setiap hari aku pasti pakai mobil yang berbeda-beda dan kalau sama itu artinya mobil itu lumayan spesial"jelas Alvaro menjelaskan tentang kebiasaannya yang setiap hari akan berganti mobil.
Alvaro memang sangat suka sekali kalau harus berganti mobil karena ia juga suka sekali memgoleksi mobil mewah dengan harga ratusan juta bahkan puluhan miliyar hanya untuk membeli satu unit mobil.Bahkan di mansion pribadi milik Alvaro dirinya mempunyai parkiran mobil layaknya sorum mobil,karena jumlahnya yang banyak.
"Iya-iya Rose"ucap Alvaro yang pasrah karena jika terus berdebat dengan Alina maka bisa di pastikan dirinya yang akan kalah.
"Nah bagus"
"Oh iya aku sampe lupa buat bilang sama kamu Al"lanjut Alina saat sadar dirinya mengingat sesuatu.
"Bilang apa Rose?"tanya Alvaro.
"Emm kamu udah sarapan belum Al?"tanya Alina kepada Alvaro.
"Belum Rose tadi pagi aku berangkatnya buru-buru jadi ngak sempat buat sarapan dulu"jawab dengan jujur Alvaro tanpa menutupi apapun terhadap Alina jika ia memang belum sarapan.Karena tadi pagi dirinya malah terlibat keributan dengan anggota keluarganya.
"Nah kebetulan sekali nih,aku bawa sarapan yang lumayan banyak cukup lah buat dua orang"ucap Alina sambil mengambil kotak bekal di dalam tas yang ia bawa.
__ADS_1
"Lho kamu belum sarapan Rose?"tanya Alvaro.
"Belum Al,tadi aku ngak enak kalau membuat kamu menunggu lama jadi aku bawa aja sarapanya sekalian bawa buat kamu karena aku yakin kamu pasti belum juga sarapan pagi"jelas Alina dengan sejujur-jujurnya.
"Astaga yaudah sekarang kamu makan itu sarapan aku ngak mau kamu sakit Rose"perintah Alvaro dengan tehas tanpa suara dingin yang biasa ia ucapkan.
"Yaudah kita makan sama-sama ya kan kamu juga belum sarapan"
"Tapi maaf Al aku hanya masak nasi goreng sama telur"lanjut Alina yang merasa ngak enak terhadap Alvaro.
"Ngak papa Rose,aku yakin kok nasi goreng buatan kamu enak jadi ngak usah merasa ngak enak lagi pula aku ngak selalu makan enak kok"jawab Alvaro apa adanya.
"Yaudah nih satu buat kamu"ucap Alina sambil memberikan satu buah kotak makan.
"Lho ya kamu suapin aku dong Rose,habis ini aku mau nyetir mobil buat berangkat ke kantor nanti kalau kelamaan bisa telat"ucap Alvaro sekaligus modus agar bisa di suapin Alina.
"Lho tapi Al_"
"Ngak ada tapi-tapian sekarang kamu suapin aku soalnya aku mau nyetir mobil ini"ucap Alvaro memotong ucapan Alina.
"Yaudah-yaudah iya"jawab Alina pasrah karena kalau ngak di turuti Alvaro tidak akan berhenti merengek.
"Nah good girl"puji Alvaro sambil tersenyum manis.
Alina pun hanya membalas ucapan ucapan Alvaro sambil tersenyum manis,ia kemudian membuka bekal yang ia bawa dan menyedok nasi goreng untuk di suapkan ke arah Alvaro yang saat ini sudah sibuk dengan kemudi.
"Buka mulut kamu Al"perintah Alina sambil menyodorkan satu sendok nasi goreng dan toping telur ke arah mulut Alvaro.
Tanpa menjawab ucapan Alina,Alvaro segera membuka mulutnya menerima suapan nasi goreng dari Alina.
"Emm enak banget Rose,kamu bikin sendiri ini"puji Alvaro begitu ia merasakan kenikmatan nasi goreng yang sangat luar biasa ini.
"Emm iya dong Al"jawab Alina sambil tersenyum merasa senang karena Alvaro memuji nasi goreng masakannya.
__ADS_1
"Wah Rose,Kamu udah cocok jadi istri aku"
Bersambung.