
"Jadi semuanya bermula saat hubungan kita menginjak dua tahun Al_"
Flashback.
Rosalina Wilson merupakan primadona di SMA Erlangga,sebuah sekolah elit di kalangan anak orang kaya,Rosalina Wilson atau gadis yang kerap di sapa Alina adalah sosok gadia yang baik serta sopan santun dalam berbicara sehingga menjadikan ia primadonanya SMA Erlangga walau dirinya masih kelas 10 mampu mengalahkan kepopuleran primadona sebelumnya yang sudah kelas 12.
Karena sifatnya yang sangat baik Alina mampu membuat seorang pangeran SMA Erlangga jatuh hati terhadapnya,pangeran SMA Erlangga sendiri adalah Alvaro Dipta Dirgantara,sosok misterius di SMA Erlangga karena sifatnya yang dingin dan kejam.Tak banyak yang tau nama panjang Alvaro kecuali sahabatnya,karena Alvaro yang biasanya di panggil Varo oleh teman-temannya tidak pernah menyebutkan nama belangkangnya di hadapan publik.
Saat hari sudah beranjak sore tentu saja SMA Erlangga akan sepi karena banyak siswa dan sisiwi yang sudah beranjak pulang ke rumah.Namun masih ada satu orang gadis yang masih duduk menunggu jemputan di gerbang sekolah,gadis itu adalah Alina.
Varo yang saat itu masih berada di sekolah karena habis latihan basket langsung menghampiri Alina tak kala ia melihat gadis pujaannya itu masih menunggu sopirnya.
"Alina"panggil Varo saat sudah berada di dekat Alina.
"Eh iya Varo,ada apa ya?"tanya Alina dengan gugup,karena ia terkejut seorang Varo yang ia dengar memiliki sifat dingin dan cuek memanggilnya.
"Sedang apa kamu di sini?"tanya Varo tanpa menjawab pertanyaan Alina.
"Emm aku sedang menunggu sopir yang menjemputku Varo"jawab Alina dengan gugup karena ia terpesona dengan ketampanan Varo yang berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.
Jujur sebenarnya Alina sudah memendam rasa kagum terhadap Alvaro karena ia pernah melihat Alvaro yang sangat tampan saat bermain bakset di sekolahnya,itulah awal mula Alina memendam rasa kagum terhadap cowok di depanya ini.Alina juga tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Alvaro karena sifat cowok itu yang sungguh dingin dan cuek.
"Apakah masih lama sopirmu itu Alina?"tanya Alvaro dengan santai,agar gadis pujaannya itu tidak gugup terhadap dirinya yang memiliki sifat dingin dan cuek.
"Entahlah Varo,karena tadi mobil yang di gunakan oleh pak sopir mengalami kendala,bannya bocor jadi ia menembel ban dahulu"jelas Alina berdasarkan pesan dari sopirnya.
"Lina,lebih baik kamu aku antarkan pulang saja dari pada menunggu sopirmu.Lagi pula hari akan berganti gelap,tidak baik seorang gadis masih duduk sendirian di sini,karena akan menimbulkan kejahatan"tawar Alvaro untuk mengantarkan Alina pulang ke rumah.
"Tapi Varo,apakah aku tidak merepotkanmu?"tanya Alina,karena jika ia iyakan maka takut akan merepotkan Alvaro.
__ADS_1
"Tentu saja tidak Alina,sebentar ya aku ambil motorku dahulu di sana.Kamu juga bisa menghubungi pak sopir jika kamu sudah pulang ke rumah"ucap Alvaro sambil menunjuk motor spotnya yang berada di parkiran sekolah tak jauh dari mereka berdiri.
"Baiklah Varo"jawab Alina sambil tersenyum manis,dimana hak tersebut mampu membuat seorang Alvaro yang dingin da cuek terpesona.
"Manisnya"guman pelan Alvaro.
"Apakah kamu berbicara sesuatu Varo?"tanya Alina saat mendengar gumanan Alvaro yang pelan,namun ia tidak mendengar jelas apa perkataan pria itu.
"Eh tidak Lin,aku ambil motor dahulu ya,kamu tunghu di sini"jawab Alvaro cepat sambil melangkah cepat untuk mengambil montornya agar tidak ketahuan Alina jika ia terpesona.
"Emm ya"jawab Alina sambil memperhatikan langkah Alvaro yang mengambil motor itu.
"Ternyata Alvaro orangnya baik sekali,tidak seperti yang di katakan oleh mereka kalau Alvaro itu kejam"guman Alina saat melihat sikap Alvaro yang menurutnya baik.
Tak lama itu Alvaro datang dengan mengendarai motor spotnya dan berhenti di depan Alina.
"Ayo Lin naik"perintah Alvaro.
"Lin,nih hodieku buat nutupin paha kamu agar ngak kelihatan"ucap Alvaro sambil menyerahlan hodie hitam miliknya untuk menutupi paha Alina yang kelihatan lantaran roknya yang pendek.
"Oh iya,makasih Varo"
"Ya"
Alvaro kemudian mengantarkan Alina ke kediaman Wilson.Semenjak itu hubungan Alina dan Alvaro semakin dekat saja,karena semenjak saat itu Alvaro secara terang-terangan mendekati Alina dan tak lama ia mengungkapkan perasaan cintanya kepada Alina yang langsung di terima oleh Alina,karena ia juga memang sudah lama memendam perasaan kepada Alvaro.
Hubungan mereka selalu berjalan mulus tanpa hambatan karena sifat mereka yang selalu terbuka saat ada masalah,walau banyak yang membenci Alina karena menjadi kekasih pangeran SMA Erlangga.Namun hal itu tidak pernah di anggap serius oleh Alina karena itu hanya membuang-buang waktu saja.
Saat Alvaro berpacaran dengan Alina ia menunjukan sifat aslinya yang manja dan posesive,saat mereka pacaran juga mempunyai panggilan khusus yanga hanya meraka saja yang boleh mengunakanya yaitu Rose dan Al.
__ADS_1
Hari-hari mereka menjalin kasih berjalan dengan kebahagiaan hingga usia mereka pacaran adalah dua tahun,dimana pada saat itu hubungan mereka terlibat masalah yang cukup rumit.Ayah Alina,Wilson yang mengetahui hubungan anaknya dengan Alvaro tidak menyetujui hubungan mereka berdua.
Saat malam itu di kediaman Wilson tengan terjadi keributan antara anak perempuan satu-satunya dengan sang ayah.
"Alina ayah tetap tidak akan pernah menyetujui hubungan kamu dengan Alvaro,selamanya"tekan Wilson dengan mata tajamnya.
"Tapi kenapa ayah,bukannya Alvaro adalah sosok yang baik kenapa ayah tetap tidak setuju dengan hubunganku dengan Alvaro yah"ucap Alina sambil mulai menangis sambil duduk di sofa di sampingnya masih ada bundanya yang menenangkanya.
"Pokoknya ayah tetap tidak akan pernah merestui hubungan kalian Alina,kamu tidak tahu saja betapa iblisnya keluarga Alvaro sayang.Ayah melakukan semua ini juga demi kebaikan kamu Alina,karena ayah sangat menyayangi kamu.Sekarang tidak usah menangis lebih baik hubungi Alvaro,akhiri hubungan kalian dan segera lah beres-beres karena kita akan pergi malam ini juga"perintah Wilson sambil melangkah pergi dari situ,yang kini hanya tersisa dirinya dan ibunya.
"Bunda hiks hiks kenapa ayah tega dengan Alina bun"ucap Alina sambil memeluk bundanya dengan erat untuk menumpahkan kesedihanya.
"Sayang bunda tau kamu anak yang baik dan juga cerdas,dan bunda mohon kali ini turuti perintah ayah kamu karena ini juga demi kebaikan kita semua khususnya kamu sayang"ucap bunda Alina sambil tersenyum menghibur anak gadisnya.
"Tapi kenapa bunda ada apa dengan keluarga Alvaro?"tanya Alina dengan sesegukan.
"Suatu saat kamu akan mengetahui alasan ayah meminta kamu untuk mengakhiri hubungan kamu dengan Alvaro sayang.Lebih baik sekarang kamu siap-siap buat pindah karena waktu kita tidak banyak sayang"perintah bunda dengan kegelisahan di wajahnya.
"Baiklah bunda"jawab Alina.
Alina pun segera mengikuti perintah bundanya untuk beres-beres,ia hanya membawa barang-barang yang menurutnya penting,karena ia menyangka akan kembali lagi suatu saat nanti.
Ia juga mengirim pesan untuk Alvaro sebagai salam perpisahan karena mungkin mereka akan berpisah.
"Selamat tinggal Alvaro,semoga kamu selalu di limpahkan kebahagian tanpa diriku Al"
Itulah isi pesan terakhir yang ia kirimkan kepada Alvaro sebagai tanda perpisahan,Alina tidak kuat jika harus mengakhiri hubungan mereka saat itu,hingga dirinya hanya menuliskan pesan itu.
Flashback off
__ADS_1
"Begitulah Al alasan mengapa aku meninggalkan dirimu"
Bersambung.