Simpanan Tuan Muda Alvaro

Simpanan Tuan Muda Alvaro
Bab 38_Perasaan Yang Terbalas.


__ADS_3

"Makasih Al kamu sudah mencintai aku setulus ini dan sesetia ini hingga aku merasa menjadi perempuan yang sangat beruntung lantaran bisa di cintai oleh cowok sesempurna kamu" ucap Alina sangat haru berterima kasih dengan Alvaro lantaran sudah setia mencintai dirinya sampai saat ini.


Padahal selama ini Alina sudah tidak berharap sama sekali untuk di cintai lelaki sesempurna Alvaro, ia hanya berharap bisa melihat Alvaro lagi dan melihat Alvaro bahagia, namun takdir memang tak ada yang tahu bahwa ia bisa bertemu dengan Alvaro dan dalam status Apvari yang masih mencintai dirinya.


"Hmm tentu saja Al, bagiku tidak akan pernah ada kata berhenti untuk selalu mencintai kamu. Karena selamanya cintaku hanya untuk kamu Rose, cintaku memang sangatlah besar untuk kamu karena kamu adalah cinta pertamaku sebagai laki-laki kepada seorang perempuan" jawab Alvaro dengan sangat lembut sambil mengusap lembut rambut Alina yang masih berada di bawah kukungannya.


Alina yang mendengar ucapan Alvaro langsung menerbitkan senyum manis terbaik miliknya, Alina merasa sangat bahagia kali ini bahkan rasa bahagianya mampu membuat ia merasa terbamg di awan-awan.


"Hmm kalau boleh tau saat kita berpisah kegiatan kamu ngapain saja Al, mengapa aku juga baru tahu kalau ternyata kamu adalah bagian dari keluarga Dirgantara?" tanya Alina yang sangat penasaran, memang dulu saat ia dan Alvaro dirinya  mengetahui kalau Alvaro juga sama kayanya dengan dirinya saat itu, namun Alina tidak pernah mengetahui kalau ternyata Alvaro sekaya itu.


"Hmm aku dulu menyembunyikan jati diri aku Rose, karena tidak ingin membuat keluarga aku malu dengan kelakuanku di sekolah. Kamu juga tahu bukan dulu kelakuan aku sangatlah nakal dan badboy tidak mencerminkan keluarga Dirgantara yang terkenal good looking dalam semua hal. Aku tidak mau kalau semua anak di sekolah tahu kalau aku keturunan keluarga Dirgantara maka mereka akan malah memandang buruk keluarga besar Dirgantara lantaran kelakuan aku yang sangat buruk kala itu jadi aku menyembunyikan jati diri aku" jelas Alvaro dengan jujur, memang dulu saat SMA ia tidak membocorkan ke publik terkait ia keturunan keluarga mana lantaran tuntutan kakeknya yang ingin Alvaro good looking dalam semua hal.


"Iya lah kamu itu badung banget dulu, selalu bikin aku yang lihat kelakuan kamu sama teman-teman kamu geleng-geleng kepala sendiri" ucap Alina sambil tersenyum manis mengingat masa lalu saat SMA Alvaro memang sangatlah badung, nakal, bad boy dan yang paling parah sering masuk keluar Bk, namun ada satu hal yang sejak dulu ia herankan Alvaro sangatlah pintar dan cerdas, dan sekarang jawabanya adalah lantaran Alvaro keturunan keluarga Dirgantara.


"Haha jadi dulu sebelum aku pacaran sama, kamu kamu sudah sering lihat-lihat aku diem-diem ya Rose" ucap Alvaro menjebak ucapan Alina. Rasanya Alvaro sangat berbunga-bunga lantaran Alina sudah sejak awal memperhatikan dirinya.


"Ishhh kamu mah gitu, aku kan lihat kamu karena kamu nakal banget sama sisa yang culun itu. Kahat banget ihh masa kamu bully sih. Kasihan banget" ucap Alina sambil mengerucutkan bibirnya kesal dengan Alvaro yang menjebak ucapanya.


"Ya nggak oaoa dong Rose, lagian aku dulu udah insyaf saat sudah punya pawang yang cantik dan imut ini" jawab Alvaro sambil mencium kening Alina dengan sangat lembut.


Blus.

__ADS_1


Seketika wajah Alina memerah menahan malu lantaran ucapan Alvaro yang membuat ia langsung malu karena mengatakan dirinya cantik dan imut serta mencium keningnya. Wanita mana coba yang tidak malu atau merona saat ada cowok tampan yang mengatakan dirinya cantik dan imut dengan kata-kata manisnya.


"Haha malu" goda Alvaro sambil nguyel-unyel pipi Alina dengan tangannya.


"Ishh dasar" seru Alina sambil menabok pelan punggung Alvaro dengan sangat lembut.


"Nggak usah malu kali Rose, kayak sama siapa saja sih. Hmm pengen tahu nggak_" ucap Alvaro dengan sengaja menggantungkan ucapanya agar membuat Alina penasaran.


"Tahu apa," tanya Alina dengan sangat penasaran dengan kelanjutan kalimat yang akan di katakan oleh Alvaro.


"Kalau kamu kalau nge blus begitu tambah cantik tahu" seru Alvaro sambil menatap Alina dengan perasaan kagumnya.


"Astaga perasaan aku tidak baik-baik saja Al gara-gara kamu" teruak Alina dalam batinnya sambil menahan rasa malu.


"Beneran aku nggak gombal tau Rose, aku bicara jujur dari dalam hatiku yang paling terdalam" ucap Alvaro tidak terima di katakan hanya gombal oleh Alina.


"Yasudah aku percaya dengan apa yang kamu ucapkan" jawab Alina yang tidak inti Alvaro mengucapkan hal-hal lainya yang membuat dirinya rasanya ingin terbang ke awan sekarang juga.


"Hmm good girl Rose" puji Alvaro sambil mengusap rambut Alina dengan lembut sambil bermain dengan rambut Alina tersebut membuat sang empunya marah.


"Ishh rambutku jangan kamu mainin dong Al, rasanya sakit tau" ucap Alina sambil cemberut lantaran Alvaro dengan smegana menjambak pelan rambutnya.

__ADS_1


"Hahaha lagian aku tuh gemes dan pengen terus mainin rambut kamu ini tau Rose, karena sangat lembut di tanganku" jawab Alvaro yang tidak menghentikan kegiatannya.


"Terserah kamu" jawab Alina yang pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Alvaro, karena Alina akan kalah kalau berdebat dengan Alvaro di saat Alvaro tidak sefrekuensi dengan pikiran dirinya.


"Hmm Rose kamu tadi juga belum jawab pertanyaan aku loh, padahal aku tuh sangat penasaran dengan jawaban kamu" ucap Alvaro mengingatkan Alina yang belum menjawab lontaran pertanyaan yang tadi ia lontarkan kepada Alina.


"Pertanyaan kamu yang mana sih Al, pertanyan kamu iti dari tadi banyak deh bikin aku bingung pertanyaan yang mana" jawab Alina dengan lupa lantaran ia benar-benar tidak ingat dengan pertanyaan Alvaro karena banyak sekali beberaoa lontaran pertanyaan yang Alvaro tunjukan terhadap dirinya.


"Pertanyaan aku tenang perasaan kamu sama aku apakah perasaan kamu masih seperti dulu saat kita pacaran  atau sudah ke lain hati" ucap Alvaro mengingatkan Alina tentang pertanyaan yang belum di jawab oleh dirinya,tentu saja Alvaro menunggu hal itu sejak tadi. Namun Alina mengalihkan dengan beberapa banyak pertanyaan yang mau tidak mau harus Alvaro jawab.


"Kamu penasaran dengan jawaban aku Al?" tanya Alina dnwgan sangat serius.


"Tentu saja aku sangat penasaran dengan jawaban kamu Rose, karena itu sangatlah penting buat kelanjutan hubungan kita ke depannya" ucap Alvaro dengan tegas, tanda kalau ia juga serius.


"Aku sebenarnya juga masih mencintai kamu Al, dan selama kita berpisah perasaan ku tak pernah tergantikan oleh nama kamu Al. Hanya ada nama Alvaro yang berada di dalam hatiku, perasaan aku pun tak pernah berubah bahwa aku, sangat mencintai kamu sampai sekarang" jawab Alina dengan segala kejujuranya tanpa ada yang di tutup-tutupi. 


Walau Alina malu mau mengatakan hal tersebut, namun ia lebih baik mengatakan karena tak bisa juga membohongi perasaanya.


Alvaro yang mendengar jawaban Alina sangatlah senang, artinya perasaan dirinya untuk Alina terbalas dengan perasaan cinta Alina yang ternyata masih sama sampai sekarang, bahwa Alina juga masih mencintainya.


Beraaambung.

__ADS_1


__ADS_2